cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 10 (2022)" : 5 Documents clear
Kematangan Emosi Remaja dan Sistem Mikro yang Berkontribusi Masfufah, Ulfa
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p634-639

Abstract

Emotional maturity is one of the important factors that influence the success of a person's adjustment. Knowing the factors that influence emotional maturity is important. The purpose of this research is to look at the factors that contribute to an individual's emotional maturity. The subjects in this study were adolescents, from early adolescents to late adolescents with research locations in Indonesia. The research method used in this research is literature review. Based on the data analyzed, it was found that in general the factors that influence adolescent emotional maturity can be categorized into two, namely individual internal factors and external factors. These internal factors include spirituality and attachment to safety, while external factors are dominated by parenting styles. Other external factors are still found as independent variables. Abstrak Kematangan emosi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan penyesuaian diri seseorang. Sehingga mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kematangan emosi juga menjadi penting adanya. Sehingga hal tersebut yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat faktor-faktor yang berkontribusi pada kematangan emosi individu. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah remaja, dari remaja awal hingga remaja akhir dengan lokasi penelitian di seluruh daerah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan terdapat tujuh artikel. Data yang dianalisis dengan sistem perbandingan dengan topik serupa didapatkan hasil bahwa secara umum faktor yang memengaruhi kematangan emosi remaja bisa dikategorikan menjadi dua yaitu faktor internal individu dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut diantaranya adalah spiritualiatas dan kelekatan aman, sedangkan faktor eksternal didominasi dengan pola asuh orang tua. Faktor eksternal yang lain masih ditemukan sebagai variabel bebas.
Am I A Cheater?: Pengaruh Priming dengan Subtle Linguistic in Ethical Reminder dalam mengurangi Perilaku tidak Etis Berdasarkan Jenis Kelamin Khairina, Nadia; Raissa Dwifandra Putri; Yaumul Rahmi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p640-649

Abstract

Previous studies of unethical behavior have shown that many people will engage when they have the opportunity. Several studies have shown contradictions with each other regarding fraudulent behavior between men and women. This study wanted to test whether the use of priming with subtle words could suppress the emergence of fraudulent behavior, especially when associated with gender. The study used a 2x2 experimental design ((PrimingxNonPriming)x(MalexFemale)) with 60  participants. The study used instruments in the form of mathematical problems that must be answered correctly for 60 seconds and participants can "claim" or write down the number of questions that can be answered correctly.  Participants in the priming group will get the phrase "Please don't be a cheater" before doing a  question consisting of 20 questions.   This research will be analyzed by quantitative descriptive analysis. The results in this study showed that female participants (M=7.13, SD=  2,774) showed a higher tendency of cheating compared to male participants (M=7.00, SD=2,236) even if given priming words. Meanwhile, in conditions that did not get priming words (non-priming), female participants (M=12.80, SD= 5,414) also showed a higher tendency of cheating than male participants (M=11.13, SD=7,376).  In addition, cheating can still occur and is not affected by gender, both male and female.  Abstrak Studi terdahulu terkait perilaku tidak etis (unethical behavior) memperlihatkan bahwa banyak orang terlibat dalam perilaku seperti itu ketika memiliki kesempatan. Beberapa penelitian memperlihatkan kontradiksi satu sama lain terkait perilaku curang antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini ingin menguji apakah penggunaan priming dengan kata-kata yang halus dapat menekan munculnya perilaku curang, terutama jiak dikaitkan dengan jenis kelamin. Penelitian menggunakan desain eksperimen 2x2 ((PrimingxNonPriming)x(Laki-lakixPerempuan)) dengan partisipan sebanyak 60 orang. Penelitian menggunakan instrument berupa soal matematika yang harus dijawab dengan tepat selama 60 detik dan partisipan dapat “mengklaim” atau menuliskan jumlah soal yang dapat dijawab dengan benar. Partisipan yang berada di kelompok Priming akan mendapatkan kalimat “Mohon jangan jadi orang yang curang” sebelum mengerjakan soal yang terdiri dari 20 soal. Penelitian ini akan dianalisis dengan analisis deksripstif kuantitatif. Hasil dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa partisipan perempuan (M=7.13, SD=2.774) memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan partisipan laki-laki (M=7.00, SD= 2.236) bahkan jika diberikan priming kata-kata. Sedangkan pada kondisi yang tidak mendapatkan priming kata-kata (non priming), partisipan perempuan (M=12.80, SD= 5.414) juga memperlihatkan tendensi kecurangan yang lebih tinggi dibandingkan partisipan laki-laki (M=11.13, SD= 7.376). Selain itu pula, kecurangan dapat tetap terjadi, dan tidak terpengaruh oleh jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.
Remaja, Media Sosial, dan Cyberbullying: Kajian Literatur Baranandita A, Fritamarcelin; Nur Amin Barokah Asfari
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p650-655

Abstract

Social media and teenagers are interrelated and almost inseparable. Since the pandemic, the level of mobile phone usage has increased because learning activities and social interactions have moved online. So, the use of social media among teenagers has also increased. On the other hand, social media plays an important role in supporting social interaction between them. However, being active on social media makes you vulnerable to cyberbullying. Cyberbullying is a form of bullying behavior carried out using information technology, such as the internet and mobile phones. Activities in cyberspace lead to a higher risk of cyberbullying because social boundaries in cyberspace are considered looser than in the real world, so that the perpetrators feel more courageous and think they do not need to take responsibility for their actions. Cyberbullying can have an impact on the psychological and social conditions of teenagers. The role of parents and teachers is needed as a protective factor so that teenagers avoid cyberbullying, both as perpetrators and victims. Abstrak Media sosial dan remaja merupakan dua hal yang saling berkaitan dan hampir tidak dapat terpisahkan. Semenjak pandemi melanda, tingkat penggunaan gawai pun meningkat lantaran aktivitas belajar maupun interaksi sosial berpindah ke dunia maya. Seiring dengan hal tersebut, penggunaan media sosial di kalangan remaja pun ikut meningkat. Di satu sisi, media sosial berperan penting dalam menunjang interaksi sosial tetap berlangsung. Akan tetapi, beraktivitas di media sosial rentan mengalami cyberbullying. Cyberbullying merupakan bentuk perilaku perundungan yang dilakukan menggunakan teknologi informasi, seperti internet dan gawai. Cyberbullying ditandai dengan adanya perilaku yang sengaja ditujukan untuk menyakiti dan dilakukan berulang-ulang, Aktivitas di dunia maya menyebabkan resiko cyberbullying lebih tinggi sebab batasan sosial di dunia maya dianggap lebhi longgar dibandingkan di dunia nyata sehingga pelaku merasa lebih berani dan menganggap tidak perlu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Cyberbullying dapat berdampak pada kondisi psikologis dan sosial remaja. Peran orang tua dan guru sangat diperlukan sebagai faktor protektif agar remaja terhindar dari cyberbullying, baik sebagai perilaku maupun korban.
Konsep Butterfly Effect dalam Psikologi Positif Faliha Muthmainah
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p656-662

Abstract

The butterfly effect is a term used in various studies, including psychology. Not too down to earth; however, some figures use this term. In this case, the writing of this article is to dig deeper into the concept of the butterfly effect from a positive psychology perspective. The idea of the Butterfly effect in positive psychology refers to the fact that small actions taken by one person can significantly impact themselves and other people or the environment around them. The method used is a literature review. The results obtained from the literature search show the term butterfly effect in positive psychology often uses the term effervescent or ripple effect. By paying attention to small practices such as promoting kindness, sincerity, and optimism, these small actions can contribute to happiness, well-being, and attachment to those around us. Ultimately, the Butterfly effect in positive psychology can positively impact mental and physical health and the overall social well-being of individuals, communities and even the nation. Abstrak Butterfly effect merupakan istilah yang digunakan dalam berbagai studi termasuk psikologi. tidak terlalu membumi namun, beberapa tokoh menggunakan istilah ini. Dalam hal ini tulisan dari artikel ini untuk menggali lebih dalam konsep butterfly effect dalam perspektif psikologi positif. Konsep Butterfly effect dalam psikologi positif mengacu pada fakta bahwa tindakan kecil yang dilakukan oleh satu orang dapat memberikan dampak yang besar pada dirinya dan orang lain atau lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah literature review. Hasil yang didapatkan dari penelusuran pustaka, istilah butterfly effect dalam psikologi positif sering mengunakan penggunaan istilah effervensce atau ripple effect. Dengan memberikan perhatian terhadap praktik-praktik kecil seperti mempromosikan kebaikan, ketulusan, dan optimisme, maka perbuatan kecil ini dapat berkontribusi pada kebahagiaan, kesejahteraan, serta keterikatan pada orang di sekitar kita. Pada akhirnya, Butterfly effect dalam psikologi positif dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan fisik serta kesejahteraan dan sosial secara menyeluruh pada individu, komunitas bahkan bangsa sebagai suatu kesatuan.
Strategi Coping stress pada Mahasiswa yang Mengikuti Organisasi di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Firsthiansyah Ardan Virgianto; Jawahiril Pranida; Mia Ade Liana; Muhammad Zidansyah Dwi Atmaja; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 2 No. 10 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i102022p663-671

Abstract

Students of the Faculty of Psychology, State University of Malang in semester 5 have quite heavy academic demands when compared to the previous semester and coupled with the demands of assignments from the organizational activities they participate in. There is an academic load as well as many programs and responsibilities in the organization that must be completed, so the stress level can be higher. This type of research is descriptive qualitative research using a phenomenological approach. The subjects were three psychology students who were active in organizations. Methods of data collection through interviews and observation. This study aims to gather information and find out how strategies for coping with stress on students who participate in organizations at the Faculty of Psychology, State University of Malang. The results of the study found that there were three phases that participants went through when faced with conditions that caused a sense of stress, besides that, planful problem solving, and accepting responsibility type coping strategies were the strategies most used by students who joined organizations in the psychology faculty, State University of Malang. Abstrak Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang pada semester 5 memiliki tuntutan akademik yang cukup berat jika dibandingkan semester sebelumnya dan ditambah dengan tuntutan tugas dari kegiatan organisasi yang mereka ikuti. Adanya beban akademik dan juga banyaknya program dan tanggung jawab di organisasi yang harus diselesaikan, maka tingkat stres bisa menjadi lebih tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjeknya adalah tiga mahasiswa psikologi yang aktif berorganisasi. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi dan mengetahui bagaimana strategi coping stress pada mahasiswa yang mengikuti organisasi di fakultas psikologi Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga fase yang dilalui oleh partisipan ketika dihadapkan pada kondisi yang menimbulkan rasa stres, selain itu strategi coping jenis planful problem solving, dan accepting responsibility adalah strategi yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa yang mengikuti organisasi di fakultas psikologi Universitas Negeri Malang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5