cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 5 Documents clear
Online Support Communities untuk Anak dengan Keluarga Broken Home: Studi Fenomenologi Sakina, Rahma Lailatus; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p192-198

Abstract

Children from broken homes are those who come from disharmonious and unstable family environments, which can lead to various psychological impacts such as emotional distress and a sense of insecurity. Therefore, social support is necessary as a platform for these individuals to cope with their broken home situations. Social support is crucial for helping individuals understand themselves and solve their problems with the assistance or presence of others. An online support community serves as one form of social support that children from broken homes can utilize. This study employs a qualitative phenomenological research method. Data were collected through interviews with three informants who came from broken home families. The findings reveal that online support communities play a significant role in providing emotional support and information for children affected by broken homes. However, one of the challenges identified is the lack of physical closeness among members, which limits the expression of certain forms of physical affection or direct support. AbstrakAnak dari keluarga broken home adalah mereka yang berasal dari lingkungan keluarga yang tidak harmonis dan tidak stabil, yang dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis seperti tekanan emosional dan rasa tidak aman. Oleh karena itu, dukungan sosial diperlukan sebagai wadah bagi individu tersebut untuk menghadapi situasi broken home yang mereka alami. Dukungan sosial sangat penting untuk membantu individu memahami diri sendiri dan menyelesaikan permasalahan dengan bantuan atau kehadiran orang lain. Komunitas dukungan daring (online support community) menjadi salah satu bentuk dukungan sosial yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dari keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan tiga informan yang berasal dari keluarga broken home. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunitas dukungan daring berperan penting dalam memberikan dukungan emosional dan informasi bagi anak-anak yang terdampak broken home. Namun, salah satu tantangan yang ditemukan adalah kurangnya kedekatan fisik antaranggota, yang membatasi ekspresi atau bantuan nyata secara langsung.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Tenaga Kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kota X Miranda, Aurelia; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p199-211

Abstract

This study aims to provide a comprehensive understanding of the psychological well-being of healthcare workers in the X City Correctional Institution. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach; the interviews used are semi-structured and conducted with five participants who have worked for more than 5 years. The study is guided by Ryff's six dimensions of psychological well-being. Thematic data analysis and member checks ensure validity. The results of the analysis show that optimal psychological well-being of health workers is reflected in a positive attitude towards themselves and their work, opportunities for self-development, meaning of work, and harmonious relationships. Conversely, suboptimal psychological well-being is characterized by negative views, job discomfort, limited development opportunities, career ambiguity, poor interpersonal relationships, lack of autonomy, and difficulty managing patient burden and interactions. In conclusion, the psychological well-being of health workers in correctional institutions is influenced by the complex interaction of individual characteristics, work environment, self-development, interpersonal relationships, training programs, and adequate resource support. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kota X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan lima partisipan yang telah bekerja lebih dari 5 tahun. Penelitian ini berpedoman pada enam dimensi kesejahteraan psikologis Ryff. Analisis data dengan analisis tematik dan member check memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan yang optimal tercermin dari sikap positif terhadap diri dan pekerjaan, peluang pengembangan diri, makna kerja, serta hubungan harmonis. Sebaliknya, kesejahteraan psikologis yang kurang optimal ditandai dengan pandangan negatif, ketidaknyamanan kerja, kesempatan pengembangan terbatas, ketidakjelasan karir, hubungan interpersonal buruk, kurangnya otonomi, kesulitan mengelola beban, dan interaksi pasien. Dapat disimpulkan bahwa Kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di lembaga pemasyarakatan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara karakteristik individu, lingkungan kerja, peluang pengembangan diri, hubungan interpersonal, serta program pelatihan dan dukungan sumber daya yang memadai. Faktor-faktor tersebut secara kolektif berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di lembaga pemasyarakatan.
Mendampingi atau Mengontrol? Peran Mediasi Orang Tua terhadap Cyberbullying Remaja Marvianto, Ramadhan Dwi; Santhoso, Fauzan Heru; Purwanto, Budi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p212-223

Abstract

The increasing number of internet and social media users, in addition to bringing positive impacts, it brings negative impacts, one of which is the phenomenon of cyberbullying. Cyberbullying is an act of verbal or non-verbal violence committed through social media. The cause of cyberbullying through mass media occurs for several reasons, one of which is the role of parents in supervising their children's interactions in cyberspace. Parental mediation in assisting their children surfing in cyberspace can be divided into three, namely: Restrictive Mediation, Evaluative Mediation, and Co-using. The purpose of this study is to see the role of each mediation on student cyberbullying behavior. Two scales, namely the parental mediation scale and the cyberbullying behavior scale, were used to collect research data. Data was collected through an online survey of 329 high school students in Yogyakarta city. Latent score analysis was conducted using the Structural Equation Modeling method. The results showed that restrictive mediation has a positive role, and evaluative mediation has a significant negative role on cyberbullying behavior. Meanwhile, co-using mediation does not play a significant role. AbstrakSemakin banyaknya pengguna internet dan media sosial, selain membawa dampak positif, hal ini membawa dampak negatif, salah satunya yaitu fenomena cyberbullying (perundungan). Cyberbullying adalah tindakan kekerasan secara verbal maupun nonverbal yang dilakukan melalui media sosial. Penyebab cyberbullying melalui media massa salah satu diantaranya adalah peran orang tua dalam mengawasi anaknya berinteraksi di dunia maya. Mediasi orang tua dalam mendampingi putra putrinya berselancar di dunia maya dibedakan menjadi tiga, yaitu: Mediasi pembatasan (Restrictive Mediation), Mediasi evaluatif (Evaluative Mediation), dan Penggunaan bersama (Co using). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peran masing-masing mediasi terhadap perilaku cyberbullying siswa. Dua skala yaitu skala mediasi orang tua dan skala perilaku cyberbullying digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Data dikumpulkan melalui survei online kepada 329 siswa SMA di kota Yogyakarta. Analisis skor laten dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi pembatasan (restrictive mediation) mempunyai peran positif dan mediasi evaluatif (evaluative mediation) memiliki peran negatif yang signifikan terhadap perilaku cyberbullying sedangkan, mediasi penggunaan bersama (co-using mediation) tidak memberikan peranan yang signifikan.
Tinjauan Sistematis: Minuman Fungsional Tradisional untuk Kesejahteraan Psikologis Evanty, Ersyalina; Simon, Irene Maya
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p224-234

Abstract

Traditional functional drinks serve not only as nutritional intake but also possess potential benefits for mood regulation and psychological well-being. This study aims to systematically review empirical research exploring the relationship between the consumption of traditional functional beverages and their psychological effects. A Systematic Literature Review (SLR) approach was employed using the PRISMA 2020 guidelines, covering nine peer-reviewed articles published between 2010 and 2024, sourced from Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, PubMed, and Google Scholar. The synthesis reveals that ingredients such as ginger, turmeric, goji berry, jujube, tempeh, fermented cassava, and green tea—processed through fermentation, decoction, or traditional infusion methods—have shown positive effects on sleep quality, emotional stability, and stress reduction. Bioactive compounds such as curcumin, gingerol, GABA, probiotics, and L-theanine were identified as key contributors to these benefits. A quadrant visualization in this study maps the identified ingredients according to their processing complexity and psychological functionality, providing strategic insights for the development of culturally grounded functional beverages. The review highlights the need for further experimental and cross-cultural studies with broader population samples to validate the findings and support evidence-based applications in mental health promotion. AbstrakMinuman tradisional tidak hanya berfungsi sebagai asupan gizi, tetapi juga mengandung potensi fungsional dalam mendukung regulasi suasana hati dan kesejahteraan psikologis. Studi ini bertujuan untuk menelaah secara sistematik berbagai penelitian empiris yang mengeksplorasi keterkaitan antara konsumsi minuman fungsional tradisional dan dampaknya terhadap kondisi psikologis. Pendekatan Systematic Literature Review (SLR) digunakan dengan mengikuti panduan PRISMA 2020, mencakup sembilan artikel yang dipublikasikan antara tahun 2010 hingga 2024 dari basis data Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, PubMed, dan Google Scholar. Hasil sintesis menunjukkan bahwa bahan-bahan seperti jahe, kunyit, goji berry, jujube, tempe, tape, dan teh hijau, yang diolah melalui metode fermentasi, rebusan, atau seduhan tradisional, memiliki efek positif terhadap kualitas tidur, kestabilan emosi, dan penurunan stres. Kandungan bioaktif seperti kurkumin, gingerol, GABA, probiotik, dan L-theanine merupakan komponen utama yang berperan dalam fungsi tersebut. Visualisasi kuadran dalam studi ini memetakan bahan-bahan tradisional berdasarkan kompleksitas pengolahan dan efektivitas psikologisnya, memberikan wawasan strategis untuk pengembangan minuman fungsional berbasis budaya. Studi ini merekomendasikan perlunya riset lanjut dengan pendekatan eksperimental serta pelibatan populasi yang lebih luas untuk memvalidasi temuan secara klinis dan lintas budaya.
Hardiness pada Ibu dengan Anak Autism Spectrum Disorder Zakiyah, Abidatuz; Masfufah, Ulfa
Flourishing Journal Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i42025p235-248

Abstract

Parenting a child with Autism Spectrum Disorder (ASD) poses significant emotional and practical challenges for mothers as primary caregivers. This study aims to describe hardiness in mothers who have children with ASD and explain the contribution of hardiness to coping strategies used in facing parenting challenges. The study used a phenomenological approach with three mothers as subjects, selected through a purposive sampling technique. Data were obtained through in-depth interviews and analyzed using the Creswell technique. The results showed that the three aspects of hardiness—commitment, control, and challenge—play an important role in shaping mothers' coping strategies. Mothers with high hardiness tend to use a combination of problem-focused coping and emotion-focused coping strategies adaptively. Hardiness also enables mothers to manage their emotions, remain empowered in decision-making, and view challenges as opportunities for growth. The coping strategies formed are not only situational, but also develop along with the mother's experience in parenting her child. Thus, hardiness plays a role as a psychological foundation that supports mothers' resilience in the long term. The practical implications can be used as a basis for developing psychological assistance programs based on strengthening hardiness so that mothers can undergo parenting in a more resilient and meaningful way. AbstrakMengasuh anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menimbulkan tantangan emosional dan praktis yang signifikan bagi ibu sebagai pengasuh utama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hardiness pada ibu yang memiliki anak dengan ASD serta menjelaskan kontribusi hardiness terhadap strategi coping yang digunakan dalam menghadapi tantangan pengasuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan tiga orang ibu sebagai subjek, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga aspek hardiness—komitmen, kontrol, dan tantangan—berperan penting dalam membentuk strategi coping ibu. Ibu dengan hardiness tinggi cenderung menggunakan kombinasi strategi problem-focused coping dan emotion-focused coping secara adaptif. Hardiness juga memungkinkan ibu untuk mengelola emosi, tetap berdaya dalam mengambil keputusan, serta melihat tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh. Strategi coping yang terbentuk tidak hanya bersifat situasional, tetapi berkembang seiring pengalaman ibu dalam mengasuh anaknya. Dengan demikian, hardiness berperan sebagai fondasi psikologis yang mendukung ketahanan ibu dalam jangka panjang. Implikasi praktisnya dapat dijadikan dasar dalam pengembangan program pendampingan psikologis berbasis penguatan hardiness agar ibu dapat menjalani pengasuhan secara lebih resilien dan bermakna.

Page 1 of 1 | Total Record : 5