cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 202 Documents
Pengaruh Penggunaan Metode Focus Group Discussion dalam Memberikan Informasi Tentang Pemilu untuk Meningkatkan Persepsi Pemilih Pemula terhadap Pemilu di Universitas Pesantren Darul Ulum Jombang Ari Puji Kurniawan; Diyah Sulistyorini; Ike Dwiastuti
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.996 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p178-186

Abstract

The purpose of this study was to uncover the Influence of Method Focus Group Discussion on Providing Information to Improve Perceptions About Election Voters on Election Pesantren Darul Ulum University in Jombang. This study used experimental approach to the quasi- experimental research design, one group pretest-posttest design. Analysis of the different test done with the help of IBM SPSS software for MS Windows version 19.0 statistical analysis parametric formula paired sample t-test. Free variables of focus group discussion method of use in providing information about the election and the dependent variable perception of the election voters. The subjects were students of Pesantren Darul Ulum Jombang University who has had the right to vote in the election by 35 students. The results showed that the use of focus group discussion method in providing information about the election has the effect to increase the perception of voters in the electoral college of the pesantren darul ulum jombang (p together with 0.000, sig less than 0.05). In addition, the researchers can then do follow-up research to create innovative methods in providing information about the election to the voters that the perception of the election voters more growth. The results of this study are also expected to be used as an additional input to the government and represented by the Election Commission in the election process in Indonesia, particularly in the provision of education about the election so that voters who still have low positive perceptions increase so that this election run maximum with the participation throughout the participating voters during elections, so political participation from not decreased or diminished. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap Pengaruh Penggunaan Metode Focus Group Discussion dalam Memberikan Informasi Tentang Pemilu untuk Meningkatkan Persepsi Pemilih Pemula terhadap Pemilu di Universitas Pesantren Darul Ulum Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan penelitian quasi eksperimen,one group pretest-posttest design. Analisis uji beda dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS I.B.M for MS Windows versi 19.0 dengan rumus analisis statistik parametrik paired sample t-test. Variabel bebas penggunaan metode focus group discussion dalam memberikan informasi tentang pemilu dan variabel terikat persepsi pemilih pemula terhadap pemilu. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Pesantren Darul Ulum Jombang yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu sebanyak 35 orang mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode focus group discussion dalam memberikan informasi tentang pemilu memiliki pengaruh untuk meningkatkan persepsi pemilih pemula terhadap pemilu di universitas pesantren darul ulum jombang (p sama dengan 0,000, sig kurang dari 0,05). Di samping itu, bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan tindak lanjut penelitian dengan membuat inovasi metode dalam memberikan informasi tentang pemilu terhadap pemilih pemula agar persepsi pemilih pemula terhadap pemilu lebih meningkat secara positif. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan serta masukan kepada pemerintah yang secara khusus di wakili oleh Komisi Pemilihan Umum dalam proses penyelenggaraan pemilu di Indonesia khususnya dalam pemberian edukasi tentang pemilu agar pemilih yang masih memiliki persepsi positif rendah semakin meningkat sehingga penyelenggaraan pemilu ini berjalan dengan maksimal dengan ikutsertanya seluruh pemilih pemula dalam berpartisipasi saat pemilu , sehingga partisispasi politik tidak menurun atau berkurang.
Komitmen Pernikahan dan Perjodohan Perempuan Usia Dewasa Tengah Lailatus Solikhah; Fattah Hanurawan
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.039 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p187-195

Abstract

The aim research is revealing in depth the description of the phenomenon marital commitment and arranged marriage in the middle-aged woman. Used a type of qualitative method with a descriptive research model. This research was carried out in the Regency of Lamongan with a total of 3 middle-aged women’s who get married because of an arranged marriage and has a marriage of at least 10 years. As the result, the conclusions of the description of marital commitment of arranged marriage in the middle-aged woman that level commitment is high. The type of arranged marriages is planned type and joint venture type. Penelitian ini bertujuan mengungkap secara mendalam deskripsi komitmen pernikahan dan perjodohan perempuan usia dewasa tengah. Menggunakan jenis metode kualitatif dengan model penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lamongan dengan jumlah subjek 3 orang perempuan dewasa tengah yang menikah karena dijodohkan dan memiliki umur pernikahan minimal 10 tahun. Hasilnya, diperoleh kesimpulan gambaran komitmen pernikahan dan perjodohan perempuan usia dewasa tengah tergolong tinggi. Perjodohan yang terjadi yaitu tipe direncanakan dan tipe joint venture.
Hubungan Toleransi Ambiguitas dengan Orientasi Kewirausahaan pada Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijaya Malang Tri Wahyu Fitrianti; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.837 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p196-204

Abstract

The purpose of this study is (1) To describe entrepreneurial orientation to the members of Entrepreneurship Students of Brawijaya University Malang (2) To describe ambiguity tolerance on several members of Entrepreneurship Students of Brawijaya University Malang (3) To between ambiguity tolerance with entrepreneurial orientation on the members Entrepreneurship Students of Brawijaya University Malang. This research used descriptive and correlational design with the sample of 88, using purposive sampling. The results of this study indicate that (1) most of the student’s ambiguity tolerance, more of have levels low, more of the students have levels of high (2) most of the student’s entrepreneurial orientation, more of have levels low, more of the students have levels of high (3) there is a negative and significant correlation between ambiguity tolerance and entrepreneur orientation. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran toleransi ambiguitas pada anggota Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijaya Malang, (2) mengetahui gambaran orientasi kewirausahaan pada anggota Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijaya Malang, (3) mengetahui hubungan toleransi ambiguitas dengan orientasi kewirausahaan pada anggota Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijaya Malang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 88. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) toleransi ambiguitas pada Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijawa Malang menunjukkan lebih banyak masuk klasifikasi yang rendah daripada yang tinggi, (2) orientasi kewirausahaan pada Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijawa Malang menunjukkan lebih banyak masuk klasifikasi yang rendah daripada yang tinggi, (3) Tidak ada hubungan antara toleransi ambiguitas dengan orientasi kewirausahaan pada Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijaya Malang.
Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada Mutia Avezahra; Fattah Hanurawan; Ninik Setiyowati
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.873 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p205-213

Abstract

The essence of Buddhism teaching is endowed from the core ideas of Siddhartha Gautama, or who was then called as Shakyamuni Buddha. Buddhist’s life guide is set in sila, in which it is in accordance with the group (Buddhist Parisad). In actual practice, the Theravada Bhikkhu leave their family life to have a simple life, they should not eat after the noon, they are not allowed to listen to a song, watch dance performance, not allowed to do anything that aims to fulfill sense happiness. By observing Bhikkhu’s life that is full of limitations, the researcher interested to study the happiness in Theravada Bhikkhu. The research aims at revealing the happiness in Theravada Bhikkhu in Indonesia. Qualitative is chosen as the method, with phenomenological approach model. The research subject includes three Theravada Bhikkhu in Padepokan Dhammadipa Arama Batu East Java, Indonesia. The data collected by in-depth interviews, field notes, and gathered from documents. The data were analyzed using thematic analysis and validated using participant checks. The results showed that the meaning of happiness for Theravada Bhikkhu is the creation of clean mental state; a condition in which the mind is free from things that shackle the self. In this study, happiness in Theravada Bhikkhu is reflected in three aspects: cognitive, positive relationships with others, and personality. Hakikat ajaran Budha dapat diketemukan melalui pemikiran inti dari pemikiran Sidharta Gautama atau kemudian disebut Shakyamuni Budha. Panduan kehidupan umat Budha diatur dalam sila sesuai dengan kelompok umat Budha (Budha Parisad). Di dalam praktik yang nyata, para Bhikkhu Theravada meninggalkan kehidupan berkeluarga, menjalani kehidupan sederhana, tidak boleh makan lebih dari jam 12 siang, tidak diperbolehkan mendengarkan lagu, melihat tari-tarian dan tidak melakukan sesuatu yang bertujuan kesenangan indria semata. Melihat tata cara kehidupan Bhikkhu yang penuh batasan itulah, penulis tertarik untuk meneliti tentang kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada di Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model pendekatan fenomenologi. Subjek pada penelitian ini adalah tiga Bhikkhu Theravada di Padepokan Dhammadipa Arama Batu Jawa Timur Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview), catatan lapangan (field notes) dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi data menggunakan cek partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada adalah terciptanya kondisi batin yang bersih, artinya sebuah kondisi di mana batin terbebas dari hal-hal yang dapat membelenggu diri. Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada pada penelitian ini tergambar pada tiga aspek kebahagiaan yakni aspek kognitif, aspek hubungan positif dengan orang lain dan aspek kepribadian.
Dampak Perilaku Modeling Remaja terhadap Tokoh Idola dalam Komik Jepang Ifan Putra
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.764 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p214-226

Abstract

The purpose of this study is to determine: (1) The form of behavior modeling teenager of the idol in Japanese comics, (2) Factors that influence the behavior modeling teenager of the idol in Japanese comics, and (3) Impact of behavioral modeling teenager of the idol in Japanese comics. Characteristics the subjects on this study were: (1) teenager, (2) interest in Japanese comics, and (3) are willing to be a participant. The data collection methods used are: (1) semi-structured interviews, and (2) the method of observation. Source triangulation techniques and methods used for checking the validity of the data, while the comparison method used for data analysis. The results obtained: (1) The form of behavior modeling which is imitated; solving abilities to think from the idol, how to dress and imitate idol characteristic, (2) Factors that influence the behavior of modeling is: the spirit of gender equality, the subject wishes to be able to do as idol, become a better individual, as well as obtained recognition of her social environment. (3) Impact of behavior modeling obtained is positive; (a) increasing the capabilities and achievements of the subject, the characteristic doesn’t easy to give up, become more mature, more calm, more powerful, and responsible in dealing with problems; (b) Subject to be more sensitive and open to the surrounding environment, subject changed in appearance, awarded fashionista and existence socially. Instead, negative impacts obtained from modeling behavior is becoming the glamorous lifestyle and like a waste of time and material. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui: (1) Bentuk perilaku modeling remaja terhadap tokoh idola dalam komik Jepang, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku modeling remaja terhadap tokoh idola dalam komik Jepang, dan (3) Dampak perilaku modeling remaja terhadap tokoh idola dalam komik Jepang. Karakteristik subjek penelitian ini adalah: (1) remaja, (2) tertarik pada komik jepang, dan (3) bersedia menjadi partisipan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) wawancara semi terstruktur, dan (2) metode observasi. Teknik trianggulasi sumber dan metode digunakan untuk pengecekan keabsahan data, sedangkan metode perbandingan digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Bentuk perilaku modeling yang ditiru adalah; kemampuan memecahkan berpikir tokoh idola, cara berpakaian dan meniru sifat tokoh idola. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku modeling adalah: semangat kesamaan gender, keinginan subjek untuk dapat berbuat seperti tokoh idola, menjadi individu yang lebih baik, serta mendapat pengakuan dari lingkungan pergaulannya. (3) Dampak dari perilaku modeling yang diperoleh bersifat positif adalah; (a) meningkatnya kemampuan dan prestasi subjek, sifat tidak mudah menyerah, menjadi lebih dewasa, lebih tenang, lebih kuat dan bertanggung jawab dalam menghadapi masalah; (b) Subjek menjadi lebih peka dan terbuka terhadap lingkungan sekitar, subjek berubah dalam berpenampilan, mendapatkan predikat fashionista dan eksistensi dalam pergaulan. Sebaliknya dampak negatif yang diperoleh dari perilaku modeling adalah menjadi orang yang bergaya hidup glamor dan suka menghambur-hamburkan waktu dan materi.
Otoritarianisme Sayap Kanan (RWA) Sebagai Prediktor Rasisme Simbolik Mahasiswa Etnis Jawa FMIPA Terhadap Mahasiswa Etnis Papua di Universitas Negeri Malang Riyan Putranto; Tutut Chusniyah; Aji Priyambodo
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.448 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p227-237

Abstract

This research aims to know the level of the symbolic racism, the level of the authoritarianism of the right wing and the authoritarianism of the right wing as the symbolic racism predictor of the Javanese students upon the Papuan students in the Faculty of Mathematics and Science Study at State University of Malang. This research applied the qualitative approach. The design of this research was descriptive and predictive correlation. The population used in this research was 2500 students and 130 Javanese students who have ever been classmates with the Papuan students. The sampling technique used in this research was random sampling. Likert scale was used as the instrument in this research. Hypothesis testing used in this research was simple regression. The result of the research showed that most of the Javanese students in the Faculty of Mathematics and Science Study has medium level of symbolic racism and right-wing authoritarianism and the right-wing authoritarian could be used as the predictor of the symbolic racism with the significance 0,000 less than 0,05 and the value of R equal 0,374 with the coefficient determination 0,140. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat rasisme simbolik, tingkat otoritarianisme sayap kanan dan otoritarianisme sayap kanan sebagai prediktor rasisme simbolik Mahasiswa Etnis Jawa terhadap Mahasiswa Etnis Papua di Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan rancangan deskriptif dan korelasional prediktif. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2.500 orang dan sampel penelitian sejumlah 130 orang yang memiliki kriteria mahasiswa Etnis Jawa yang pernah satu kelas dengan Mahasiswa Etnis Papua. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skal Likert. Uji hipotesisi yang digunakan adalah regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar Mahasiswa Etnis Jawa di FMIPA UM memiliki rasisme simbolik dan otoritarianisme sayap kanan dalam kategori sedang dan otoritarianisme sayap kanan dapat digunakan sebagai prediktor rasisme simbolik dengan dengan signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 dan nilai R sama dengan 0,374 dengan koefisien determinasi 0,140.
Hubungan Konsep Diri dan Persepsi Terhadap Kelompok Persahabatan Dengan Keputusan Pembelian Pakaian Pada Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Devid Lestari; Fattah Hidayat; Gamma Hakim
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.279 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p238-245

Abstract

The study was concluded to determine whatever there is a correlation between self-concept and perceived friendship group toward decision of purchasing clothes at female student Faculty of Economics State University of Malang. This research using descriptive method quantitative and correlations. The populations in this study were 2809 and subjects were 100 female student Faculty of Economics State University of Malang with a purposive sampling. Instruments in this research in the form of self-concept scale, a scale of perceived friendship group, and the scale of decision of purchasing clothes. The analysis uses descriptive analysis with value of the score T test. Hypothesis using the technique of product moment correlation and double correlation with SPSS 16.0 for windows. The result showed that (1) there is correlation between self-concept and decision of purchasing clothes (rxy=0,26, p=0,009 < 0,05); (2) there is correlation between perceived friendship group and decision of purchasing clothes (rxy=0,285, p=0,004 < 0,05) ;(3) there is correlation between self-concept and perceived friendship group toward decision of purchasing clothes R=0,419, p=0,000 < 0,005 and influence R= 0,175. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dan persepsi terhadap kelompok persahabatan dengan keputusan pembelian pakaian di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Jumlah populasi 2809 dan sampel sejumlah 100 diambil dari mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan teknik purpossive sampling. Instrumen penelitian ini berupa skala konsep diri, skala persepsi terhadap kelompok persahabatan, dan skala sikap terhadap keputusan pembelian. Analisis deskriptif dengan pengkategorian skor T. Uji hipotesis dengan korelasi product moment dan korelasi ganda dengan SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitiannya menunjukkan(1) ada hubungan antara konsep diri dan keputusan pembelian dengan (rxy=0,26, p=0,009 < 0,05); (5) ada hubungan antara persepsi terhadap kelompok persahabatan dan keputusan pembelian dengan (rxy=0,285, p=0,004 < 0,05); (6) ada hubungan antara konsep diri dan persepsi terhadap kelompok persahabatan dengan keputusan pembelian dengan R=0,419, p=0,000 < 0,005 dengan pengaruh sebesar R= 0,175.
Fundamentalisme Agama Sebagai Prediktor Prasangka Terhadap Homoseksual pada Anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Intan Ratnasari; Tutut Chusniyah; Aji Priyambodo
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.438 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p246-252

Abstract

This study aims to determine whether religious fundamentalism is a predictor of prejudice toward homosexual in the member of Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Brawijaya University. This study used a quantitative approach. The subjects were members of KAMMI Brawijaya University, has the characteristics of men and women, active member on KAMMI. Research subjects all members of KAMMI. Instrument used in the form of religious fundamentalism scale and the prejudice toward homosexuals Scale. The analysis used in this study is a descriptive analysis, and simple linear regression analysis. Based on the results obtained by the analysis of three conclusions: (1) Much of the religious fundamentalism on KAMMI member is high category by using the mean T score equal 50 with a standard deviation St equal 7,26; (2) most of prejudice toward homosexuals in KAMMI members is high category; (3) religious fundamentalism is a predictor of prejudice toward homosexuals accounted for 6,2% (R square 0,062, sig. 0,023 less than0,05) with a simple linear regression method. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fundamentalisme agama merupakan prediktor dari prasangka terhadap homoseksual pada anggota KAMMI Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah anggota KAMMI Universitas Brawijaya, memiliki karakteristik laki-laki dan perempuan, merupakan anggota aktif KAMMI. Subjek penelitian seluruh anggota KAMMI. Instrumen yang digunakan berupa Skala Fundamentalisme Islam dan Skala Prasangka terhadap Homoseksual. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dan analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tiga kesimpulan yaitu (1) Secara umum fundamentalisme agama pada anggota KAMMI berada pada kategori tinggi dengan menggunakan mean skor T sama dengan 50 dengan standar deviasi sama dengan 7,26; (2) Secara umum prasangka terhadap homoseksual pada anggota KAMMI berada pada kategori tinggi; (3) Fundamentalisme agama merupakan prediktor prasangka terhadap homoseksual dan menyumbang sebagai prediktor sebesar 6,2%, (R square 0,062, sig. 0,023 kurang dari 0,05) dengan metode regresi linear sederhana.
Hubungan Workplace Mindfulness dengan Organization Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan Kapanlagi.com Malang Tanaya Salsabila; Tutut Chusniyah; Ike Dwiastuti
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.342 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p253-258

Abstract

This study aims to (1) describe the workplace mindfulness to employees kapanlagi.com Malang, (2) describe the organization citizenship behavior (OCB) in Kapanlagi.com Malang employees, (3) determine the relationship between workplace mindfulness with organization citizenship behavior (OCB) in Kapanlagi.com Malang employees. The sample in this study were 91 active employees Kapanlagi.com Malang who has worked for more than one year. Test hypotheses using correlation analysis technique Pearson Product Moment. The results of this study indicate that (1) most of the employees have a workplace mindfulness Kapanlagi.com Malang is low (2) most employees Kapanlagi.com Malang has a low OCB (3) there is a relationship between workplace mindfulness with organization citizenship behavior (OCB) on Kapanlagi.com employees Malang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui workplace mindfulness pada karyawan kapanlagi.com Malang, (2) mengetahui organization citizenship behavior (OCB) pada karyawan Kapanlagi.com Malang, (3) mengetahui hubungan antara workplace mindfulness dengan organization citizenship behavior (OCB) pada karyawan Kapanlagi.com Malang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 91 karyawan aktif Kapanlagi.com Malang yang telah bekerja lebih dari satu tahun. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebagian besar karyawan Kapanlagi.com Malang memiliki workplace mindfulness yang rendah (2) sebagian besar karyawan Kapanlagi.com Malang memiliki OCB yang rendah (3) terdapat hubungan antara workplace mindfulness dengan organization citizenship behavior (OCB) pada karyawan Kapanlagi.com Malang.
Persepsi keadilan kompensasi sebagai prediktor komitmen organisasi pada karyawan PT Gasulindo Lumajang Risa Rismala; Fattah Hanurawan; Moh. Bisri
Flourishing Journal Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.056 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i42021p259-263

Abstract

This study aims to determine perceptions of fair compensation as a predictor of organizational commitment to employees of PT Gasulindo Lumajang. This research uses a quantitative approach with descriptive and predictive design and uses purposive sampling technique, with 30 subjects used for the research sample. The scale used in this study is a scale of perceived fairness compensation with reliability of 0.926 and a scale of organizational commitment with reliability of 0.930. The results showed that members have a low level of perceptions of fairness compensation at 66 percent and have a low level of organizational commitment at 53 percent. Perception of compensation fairness is a predictor of organizational commitment with a regression number of R = 0.506, a significance of 0.004 (p less than 0.05), which means that Ho is rejected and the determination of compensation justice for the emergence of organizational commitment is 25.6 percent. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi keadilan kompensasi sebagai prediktor komitmen organisasi pada karyawan PT Gasulindo Lumajang. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan prediktif dan menggunakan teknik purposive sampling, dengan 30 subjek yang digunakan untuk sampel penelitian. Skala yang digunakan pada penelitian ini yaitu skala persepsi keadilan kompensasi dengan reliabilitas 0,926 dan skala komitmen organisasi dengan reliabilitas 0,930. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota memiliki tingkat persepsi keadilan kompensasi yang rendah yaitu sebesar 66 persen dan memiliki tingkat komitmen organisasi yang rendah yaitu sebesar 53 persen. Persepsi keadilan kompensasi merupakan prediktor komitmen organisasi dengan angka regresi sebesar R= 0,506, signifikansi 0,004 (p kurang dari 0,05) yang berarti Ho ditolak dan determinasi keadilan kompensasi terhadap kemunculan komitmen organisasi sebesar 25,6 persen.

Page 3 of 21 | Total Record : 202