cover
Contact Name
Moh Hasan
Contact Email
hasansanza33@gmail.com
Phone
+6282335104319
Journal Mail Official
hasansanza33@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
As-Syifa Journal of Islamic Studies and History
ISSN : 29639395     EISSN : 29639395     DOI : https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i1.202
The journal As-Syifa welcomes papers from academics on theory, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religious practice. In particular, papers that consider the following common topics are invited. Islamic Education Islamic Studies Islamic Law Political Islam Islamic Economics Social Islam Islamic Culture Islamic History
Articles 138 Documents
TRADISI LALABET KEPADA ORANG YANG MENINGGAL DUNIA DI MADURA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Ach Baidlawi Bukhari
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1814

Abstract

Abstrak Tradisi lalabet kepada orang yang meninggal dunia merupakan salah satu praktik budaya-religius yang masih dijumpai di sebagian masyarakat Madura. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir, permohonan keselamatan bagi keluarga yang ditinggalkan, serta harapan agar arwah almarhum mendapatkan ketenangan. Namun, praktik lalabet sering menimbulkan perdebatan dalam perspektif hukum Islam, terutama terkait batas antara tradisi yang dibolehkan dan praktik yang berpotensi menyimpang dari prinsip tauhid. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tradisi lalabet kepada orang meninggal dunia di Madura melalui pendekatan normatif-sosiologis, dengan menganalisis latar belakang historis, bentuk pelaksanaan, nilai sosial-keagamaan, serta penilaiannya dalam perspektif hukum Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi lalabet dapat diterima dalam Islam apabila dipahami sebagai simbol budaya dan sarana doa kepada Allah SWT, namun menjadi terlarang apabila mengandung unsur syirik, tahayul, dan keyakinan adanya kekuatan selain Allah.
MEMBANGUN GENERASI HALALPRENEUR: KOLABORASI KURIKULUM EKONOMI SYARIAH DAN STUDI ISLAM DI LEMBAGA PENDIDIKAN Zaky Mubarok
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 2 (2025): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan ekonomi umat Islam di era digital menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan keagamaan, tetapi juga dengan keterampilan kewirausahaan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Artikel ini berfokus pada bagaimana integrasi kurikulum ekonomi syariah dan studi Islam dapat menjadi strategi transformatif dalam membangun generasi halalpreneur—yaitu generasi muda yang memiliki kecakapan ekonomi sekaligus kesalehan spiritual. Menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research), kajian ini menganalisis literatur terkait pendidikan Islam, ekonomi syariah, dan kurikulum integratif. Hasil studi menunjukkan bahwa kolaborasi kurikulum tersebut memungkinkan penguatan karakter, kemandirian, dan orientasi keberkahan dalam wirausaha. Pembelajaran yang berbasis nilai-nilai Islam dan prinsip halal tidak hanya mencetak lulusan yang profesional, tetapi juga berintegritas. Simpulan dari studi ini menegaskan pentingnya reformulasi kurikulum di lembaga pendidikan Islam agar mampu melahirkan generasi yang produktif secara ekonomi dan kokoh secara spiritual. Artikel ini merekomendasikan penguatan program-program praktis kewirausahaan syariah yang terintegrasi dalam kurikulum sejak pendidikan dasar hingga tinggi.
MANIFESTASI NAMA-NAMA TUHAN DALAM FILSAFAT TEOLOGIS IBNU ARABI DAN KORELASINYA DENGAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN Holid Batsal; Septiya Qur’ana; Moh Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1564

Abstract

Penelitian ini ingin menemukan dasar dan argumentasi teologis pemikiran filsafat Ibn Arabi dalam al-Qur’an tentang manifestasi nama-nama dan sifat-sifat Tuhan (al-Asmā’ al-Ḥusnā), Ibn Arabi menegaskan bahwa seluruh alam semesta bagian dari Tajalli> > nama dan sifat Tuhan dalam aspek dan dimensi ketuhanan yang berbeda. Dengan pendekatan Hermeneutika Sufistik dan tafsir esoterik, Ibn Arabi menafsirkan hubungan dimensi lahiriah dengan bathiniah dalam teks suci yang paradoks. Allah yang maha Dhahir sulit dipahami apabila menggunaka pendekatan teologis yang sangat menekankan transendensi Tuhan. Dengan konsep wahdat al-wujud menjadi dasar utama dalam menegaskan bahwa tidak ada wujud sejati selain Allah, semua yang tampak hanyalah manifestasi dari wujud Allah. Dalam pandangan Ibn Arabi Insan Kamil Adalah manifestasi sempurna dari seluruh nama dan sifat Tuhan, yang akan membimbing diri pada aktalisasi sempurna menuju pada kesadaran paripurna dan kearifan puncak. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibn Arabi menawarkan paradigma baru dalam memahami relasi antara Tuhan, Manusia, dan alam semesta berdasarkan al-Qur’an.
INTEGRASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM KURIKULUM PESANTREN: STUDI KUALITATIF DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL FIRDAUS Ja’far Siddik
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum pesantren dengan fokus pada internalisasi enam dimensi utama, yaitu beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif di Pondok Pesantren Raudlatul Firdaus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami fenomena secara mendalam dan kontekstual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas yang dijaga melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Profil Pelajar Pancasila berlangsung secara holistik melalui sinergi antara kurikulum formal, hidden curriculum, dan experiential learning, di mana nilai-nilai karakter diinternalisasikan tidak hanya melalui pembelajaran kognitif tetapi juga melalui praktik kehidupan sehari-hari santri, seperti kajian kitab kuning, pembiasaan ibadah, kegiatan gotong royong, serta interaksi sosial dalam lingkungan asrama. Dimensi religiusitas menjadi fondasi utama yang memperkuat dimensi lainnya, sementara nilai kemandirian, toleransi, dan berpikir kritis berkembang melalui budaya pesantren yang kolektif dan kontekstual. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa belum optimalnya sistem evaluasi karakter serta perbedaan latar belakang santri yang mempengaruhi proses internalisasi nilai. Novelty penelitian ini terletak pada penekanan peran budaya pesantren dan hidden curriculum sebagai basis utama integrasi nilai, sehingga menawarkan model pendidikan karakter yang integratif dan berkelanjutan dalam konteks pendidikan Islam.
INNOVATIVE MOBILE LEARNING FOR ISLAMIC EDUCATION: PENGEMBANGAN APLIKASI PAI BERBASIS ANDROID/IOS DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR Moh Azaim; Nurul Ma’rifah; Muhammad Zaironi
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Salah satu inovasi yang berkembang pesat adalah Mobile Learning (M-Learning), yaitu pembelajaran yang memanfaatkan perangkat mobile seperti smartphone dan tablet untuk mendukung proses belajar secara fleksibel. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), mobile learning menjadi alternatif yang relevan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital yang menuntut akses informasi yang cepat, mudah, dan tidak terbatas oleh ruang maupun waktu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan aplikasi PAI berbasis Android dan iOS, implementasi pembelajaran mandiri melalui mobile learning, efektivitas penggunaannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta faktor-faktor pendukung keberhasilannya. Kajian dilakukan melalui pendekatan studi pustaka dengan menganalisis berbagai penelitian dan literatur ilmiah terkait mobile learning dan pendidikan agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi PAI memerlukan tahapan analisis kebutuhan, desain aplikasi yang berorientasi pada pengguna, implementasi sistem yang terstruktur, serta penyediaan fitur-fitur pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Mobile learning juga terbukti mampu mendukung pembelajaran mandiri melalui fleksibilitas akses materi, peningkatan motivasi belajar, serta kesempatan belajar kapan saja dan di mana saja. Selain itu, penggunaan mobile learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar, pemahaman materi PAI, keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dan kepuasan pengguna. Keberhasilan implementasi mobile learning dipengaruhi oleh ketersediaan perangkat smartphone, kualitas koneksi internet, serta kompetensi digital guru dan siswa. Dengan demikian, mobile learning berbasis Android dan iOS memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam sekaligus mendukung pengembangan keterampilan belajar mandiri peserta didik di era digital.
ISLAM DAN PERDAMAIAN SEBAGAI RESPON DINAMIKA TATANAN DUNIA MODERN M. Hasan Ubaidillah; Septiya Qur’ana
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1972

Abstract

Perdamaian merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia dan menjadi salah satu nilai universal yang diajarkan dalam Islam. Di tengah dinamika dunia modern yang diwarnai konflik, radikalisme, intoleransi, dan krisis kemanusiaan, ajaran Islam menawarkan konsep perdamaian yang komprehensif melalui nilai-nilai keadilan, toleransi, persaudaraan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Islam dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu'i) terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan perdamaian. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menempatkan perdamaian sebagai prinsip dasar kehidupan yang diwujudkan melalui dialog, penghormatan terhadap keberagaman, kebebasan beragama, penegakan keadilan, perlindungan jiwa manusia, pemenuhan perjanjian, serta penyelesaian konflik secara damai. Islam juga menegaskan bahwa perang bukanlah tujuan, melainkan jalan terakhir ketika seluruh upaya perdamaian tidak dapat diwujudkan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip perdamaian global sebagaimana tercermin dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dengan demikian, Islam merupakan agama yang secara substantif membawa misi rahmatan lil 'alamin melalui pembangunan perdamaian yang berkelanjutan, baik pada tingkat individu, masyarakat, maupun hubungan internasional.
CHARACTERISTICS OF MARYAM'S PIETY IN AL-QUR'AN: PERSPECTIVE OF TAFSIR AL-AZHAR BY HAJJ ABDUL MALIK AMRULLAH umi nuriyatur rohmah
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i2.1266

Abstract

Maryam is the only woman immortalized in the holy book of the Koran with the name Maryam, namely the 19th surah, different from other women. Maryam is a woman who was born into a pious family with a good lineage, and whose honor was guarded or maintained by Allah. His character can set an example in life, such as his patience in carrying out what is destined for him and his obedience to Allah. In this research, it explains how the interpretation of Qs. Maryam/19:16-21 which explains about Maryam maintaining her honor. Qs. Ali-Imran/3:42 explains about Maryam who was chosen directly by Allah for her purity. Qs. At-Tahrim/99:12 explains Maryam's obedience in carrying out what she is commanded and staying away from what Allah has forbidden. Characteristics of piousness in Al-Azhar's interpretation Maryam is from a religious family, namely Imran, whose lineage is connected to the Prophets. From an early age he was educated by people who obeyed religion and received the best education. Because of her obedience, Maryam surrendered to Allah until all her needs were guaranteed. And Maryam was blessed with being pregnant without a husband and giving birth to the Prophet Isa As, Maryam accepted everything with steadfastness and obedience to Allah's destiny for her.
TRADISI PEMBACAAN SALAWAT NARIYAH DALAM MENJAGA RELIGIOSITAS MASYARAKAT SITUBONDO Moh Hasan; Septiya Qur’ana
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i2.2001

Abstract

This study aims to examine the tradition of reciting Ṣalawat Nariyah and its important role in maintaining the religiosity of the Situbondo community. This phenomenon is interesting because this religious tradition not only functions as a worship practice but also has strong social and cultural significance in the lives of the local community. This study uses a descriptive-analytical method with a qualitative approach. Data was obtained through direct observation, interviews with religious and community leaders, and relevant literature studies. The results show that the tradition of reciting Ṣalawat Nariyah has become an integral part of the value system and religious practices of the Situbondo community. This tradition serves as a spiritual medium that strengthens faith, as well as a means of socialization and solidarity among residents. In addition, the recitation of Ṣalawat Nariyah also reinforces the Islamic identity of the Situbondo community and has become a symbol of social harmony in everyday life. Thus, this tradition needs to be preserved and developed as a religious and cultural heritage that contributes to the strengthening of religious values and togetherness in society.