cover
Contact Name
Moh Hasan
Contact Email
hasansanza33@gmail.com
Phone
+6282335104319
Journal Mail Official
hasansanza33@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
As-Syifa Journal of Islamic Studies and History
ISSN : 29639395     EISSN : 29639395     DOI : https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i1.202
The journal As-Syifa welcomes papers from academics on theory, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religious practice. In particular, papers that consider the following common topics are invited. Islamic Education Islamic Studies Islamic Law Political Islam Islamic Economics Social Islam Islamic Culture Islamic History
Articles 132 Documents
MAYAM EMAS SEBAGAI MAHAR PERNIKAHAN ADAT ACEH: ACEH TAMIANG Bahraen, Ahmad
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i1.634

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami norma-norma adat yang mengatur konsep mahar dalam masyarakat. Aceh, khususnya pada masyarakat Aceh Tamiang, serta faktor-faktor yang turut menyebabkan naiknya nilai mahar dalam perhitungan mayam. Untuk merespon pertanyaan tersebut, peneliti menerapkan teknik pengumpulan data berbasis observasi dan wawancara serta deskripsi sebagai teknik analisisnya. Berdasarkan temuan penelitian, mahar dalam perkawinan adat Aceh di Aceh Tamiang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap proses dalam perkawinan. Dikarenakan tingginya permintaan mahar yang perlu disesuaikan dengan norma-norma adat., dan harga emas yang dihitung dalam satuan mayam, banyak pria dan wanita yang memilih untuk menunda pernikahan. Namun ada beberapa kendala dalam aturan adat tersebut, antara lain keharusan adanya mahar sesuai adat masyarakat Aceh Tamiang yang menghalangi orang untuk menjalani ikatan pernikahan. Selain itu, terdapat berbagai pandangan mengenai mahar yang mengharuskan penggunaan emas dalam menghitung nilai tertentu dalam serangkaian proses pernikahan. Faktor-faktor yang diadaptasi. untuk menaikkan mahar pada perkawinan adat Aceh di Aceh Tamiang antara lain kecantikan calon perempuan, tingkat pendidikan, dan keturunan. Di sisi lain, mahar yang tinggi dan ketidakstabilan pekerjaan laki-laki merupakan faktor utama yang menyebabkan sebagian besar laki-laki membatalkan perkawinan.
ANALISIS LARANGAN GHIBAH DALAM SURAH AL-HUJURAT AYAT 12 PENDEKATAN FENOMOLOGI SOSIAL Hasanah, Waqi’atul; Hartono, Hartono
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i1.719

Abstract

Tujuan peneletian ini sebagai respon atas fonomina sosial tentang Ghibah sehingga masyarakat diharapkan dapat meminimalisir kebiasaan Ghibah. Perbuatan yang diharamkan Al-Quran bahwa ghibah sama halnya dengan memakan daging manusia yang telah meninggal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif antara Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaili dan Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab. Manfaat yang akan dicapai bagaimana masyarakat bisa paham akan dampak Ghibah dan menghindari kebiasaan ghibah. Ghibah mencakup setiap hal yang tidak disukainya, baik menyangkut keberagamaannya atau keduniawiannya, moralnya atau fisiknya, hartanya, anaknya, istrinya, pembantunya, pakaiannya dan semua hal yang dianggap memiliki kekurangan.
KEPASTIAN DAN PERLINDUNAGN HUKUM TENAGA KERJA PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA Al Azis, Muhamad Irfan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i1.748

Abstract

Negara Indonesia adalah negara yang menganut sistem Demokrasi, disamping juga sebagai Negara yang berkedudukan Hukum. Pembentukan Undang-Undang merupakan upaya pemerintah agar tidak ada kekosogan Hukum, namun terdapat tumpang tindih hukum yang sangat menyimpang dalam ketenagakerjaan. Tujuan Penelitian ini untuk membuka mata para pembaca terkait kepastian perlindungan tenaga kerja, dibalik himpitan putusan MK terkait UU Ciptakerja. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan (doctrinal research), yaitu menggunakan bahan hukum Primer dan Skunder. Kedua bahan digunakan untuk mendapatkan bahan analisis yang komprehensif terkait permasalahan hukum yang di kaji. Dalam tahap penyusunan UU Ciptaker banyak menggunakan pendekan Omnibus Law, dengan prinsip yang berbeda jauh dari nilai-nilai ketenagakerjaan. Undang-Undang Cipta Kerja didalam penerapannya terus mengalami penolakan dari seluruh lapisan masyarakat, karena banyak substansi yang dianggap merugikan pekerja. Pilihan dalam Amar ini umumnya menawarkan perlindungan pekerja dan memastikan bahwa hak-hak mereka akan ditegakkan di pengadilan karena pembentukan hubungan hukum kontraktual dalam menjalankan kegiatan produksi didasarkan pada gagasan distribusi keuntungan yang adil dan merata. Semua kebijakan strategis yang luas, termasuk PP dan Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja, yang masih berlaku, harus ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya barang hukum turunan hasil UU Cipta Kerja yang terkadang dinilai inkonstitusional.
KERAGAMAN DIKSI AMR DAN NAHY DALAM SURAH AL-BAQARAH Azhar, Fawazul; Siregar, Fauziah Hanum; Kuncoro, Dimas; AlRasyid, Harun
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 2 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.841

Abstract

Makalah penelitian ini mencoba untuk menganalisis berbagai macam diksi yang berkaitan dengan Amr dan Nahy didalam al-Qur’ân yang berfokus kepada ayat-ayat didalam surah al-Baqarah yang memiliki diksi perintah maupun larangan. Hal itu dikarenakan begitu beragamnya diksi perintah dan larangan didalam surah al-Baqarah yang menurut penulis dapat menjadi bahan penambah wawasan didalam kajian ‘Ulûmul Qur’ân yang berkaitan dengan pembahasan ilmu balâghah. Adapun penulis menyusun artikel ini dengan menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif dengan metode Library Research. Temuan dari penelitian ini adalah : (1) banyak sekali ayat didalam surah al-Baqarah yang mengisyaratkan kalimat Amr dan Nahy. (2) Setidaknya ada sekitar 100 kalimat Amr dan 80 kalimat Nahy baik secara langsung maupun tidak langsung didalam surah al-Baqarah. (3) Diksi Amar dan Nahy dapat ditinjau daari 3 disiplin ilmu balaghah, yaitu Ma’âni, Badi’, dan Bayan.
KONTRIBUSI MAJELIS ULAMA INDONESIA PROVINSI JAWA TIMUR DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN INDUSTRI HALAL Ubaidillah, M Hasan; Ningtyas, Mega Ayu
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.969

Abstract

The enactment of Law of the Republic of Indonesia Number 33 of 2014 concerning Halal Product Assurance, so that the submission of halal certification by producers is mandatory. The provisions regarding the obligation of halal certification for all products are stated in Article 4 which states that: "Products entering, circulating and traded in the territory of Indonesia must be halal certified". The enactment of this Law is 5 years from the time the Law is enacted. So, in 2019 is the time for the implementation of the regulation which results in all products, including food products, having to be halal certified. Therefore, this study aims to analyze the contribution of the Indonesian Ulema Council (MUI) of East Java Province in developing the halal industry through the role of the MUI Fatwa Commission during the period 2022-2024. In this context, this study explores how the two institutions influence the development of the halal industry in East Java, especially in terms of issuing halal fatwas, product certification, and empowerment and assistance to industry players, including Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The method used in this study is the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. Data collected through literature and field studies, namely data sources obtained from interview research on the elite of the East Java MUI, community leaders and business actors. The results of the study indicate that the MUI Fatwa Commission has a strategic role in providing a legal basis and fatwa that serves as a guideline for the community and industry players in ensuring that their products are in accordance with Islamic law principles. On the other hand, LPPOM MUI functions as an institution that manages the halal certification process, provides education and training for business actors, and supervises products that have been halal certified.However, this study also identified a number of challenges faced in efforts to develop the halal industry in East Java, such as the limited number of trained halal auditors, the high cost of certification for SMEs, and the lack of public understanding regarding the importance of halal products. However, MUI's contribution to developing the halal industry in East Java has proven significant, both in improving the quality of halal products and in strengthening the competitiveness of local industries in national and international markets. The suggestion from this assistance is for the MUI of East Java Province to increase human resource capacity, simplify halal certification procedures for SMEs, and strengthen socialization programs to the community about the importance of choosing halal products. Thus, it is hoped that the halal industry in East Java can develop more rapidly and provide a positive impact on the regional economy and the welfare of the people.
KREATIVITAS GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI MTsN 2 DELI SERDANG Marpaung, Khairun Nisa
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1054

Abstract

Untuk menjawab tantangan pengajaran Generasi Z, pendidik harus mampu menyesuaikan diri dengan lanskap teknologi yang terus berkembang. Namun pada kenyataannya, banyak pendidik yang masih kalah bersaing di era digital saat ini. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kreativitas guru Akidah Akhlak dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka belajar khususnya di MTsN 2 Deli Serdang. Metodologi penelitian yang digunakan ialah kualitatif jenis deskriptif. Informasi serta data yang dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi wakil kepala kurikulum, guru Akidah Akhlak dan siswa kelas VIII. Diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa Guru akidah akhlak di MTsN 2 Deli Serdang memiliki kreativitas yang beragam dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar, baik melalui metode inovatif seperti jigsaw dengan media interaktif maupun metode ceramah dan diskusi yang dibuat menarik. Sebagian besar guru telah memiliki kesiapan yang baik dalam mengajar, dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia serta mencari ide-ide baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
HALAQOH DAN PENDIDIKAN KARAKTER: MODEL PENDIDIKAN NABI DALAM PEMBELAJARAN HOLISTIK DI ERA MODERN Nurlia, Tri Wahyu; Fauji, Imam
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1099

Abstract

Halaqoh merupakan salah satu metode pembelajaran tradisional Islam yang telah digunakan sejak masa Rasulullah SAW. Dengan pendekatan yang holistik, halaqoh tidak hanya berfokus pada pengajaran ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan spiritual, dan pembangunan solidaritas sosial. Dalam konteks pendidikan modern, halaqoh menawarkan model pembelajaran yang relevan untuk membangun generasi berkarakter unggul di tengah tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dasar, elemen kunci, serta relevansi halaqoh dalam pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan metode *library research*, dengan menganalisis literatur klasik dan kontemporer terkait halaqoh, seperti karya Ibnu Katsir, Al-Qurtubi, dan Sayyid Qutb. Kajian ini juga membandingkan implementasi halaqoh pada masa Nabi Muhammad SAW dan era modern, termasuk adaptasinya dengan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa halaqoh memiliki tiga dimensi utama: intelektual, spiritual, dan sosial. Dimensi ini tetap relevan di era modern, terutama dengan integrasi teknologi yang memungkinkan halaqoh dilakukan secara daring. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literasi pendidikan Islam global, menawarkan halaqoh sebagai metode pembelajaran yang inklusif, berbasis nilai, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Halaqoh bukan hanya metode tradisional, tetapi solusi holistik untuk pendidikan yang lebih bermakna dan transformatif.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP SAHNYA AKAD NIKAH AKIBAT PENGARUH ILMU SIHIR Mu’minah, Nur; Abrori, Muhammad
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1115

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengupas tuntas menegenai analisis yuridis terhadap sah nya akad nikah akibat pengaruh ilmu sihir, manusia pada dasarnya akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginannya meskipun ditempuh dengan jalan yang salah termasuk menggunakan sihir sebagai jalan pintas, Pernikahan merupakan ibadah yang didambakan semua orang untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Namun, penggunaan ilmu sihir atau pelet, yang sering digunakan untuk memikat lawan jenis yang tidak menyukai seseorang, menimbulkan pertanyaan tentang sahnya akad pernikahan di bawah pengaruh sihir. Penelitian ini menggunakan pendekatan Yuridis Normatif dengan konsepsi legis positivis, yang memandang hukum sebagai norma tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad pernikahan di bawah pengaruh sihir dinyatakan sah jika memenuhi semua persyaratan yang tercantum dalam Pasal 6-12 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pentingnya, pernikahan harus didasari kesadaran, kerelaan hati, dan niat baik untuk beribadah kepada Allah SWT agar terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL FAHMI, MOH. IFAN
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen kepala sekolah dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di Pendidikan Diniyah Formal Ulya Fathul Ulum Diwek, Jombang. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran kepala sekolah dalam mengelola SDM, serta strategi yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan staf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran yang signifikan sebagai educator, manajer, leader, motivator, dan innovator dalam mengembangkan SDM. Strategi yang diterapkan, seperti pelatihan berkala, studi banding, dan analisis SWOT, berhasil meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan staf, serta memperkuat reputasi lembaga. Namun, terdapat hambatan berupa kurangnya komunikasi, tantangan dalam pembelajaran bagi peserta didik muda, dan keterbatasan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengembangan SDM, perlu perbaikan dalam komunikasi internal, pendekatan pembelajaran yang lebih intensif, dan peningkatan fasilitas. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami peran manajemen kepala sekolah dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan
LANGKAH HUKUM DALAM PEMENUHAN NAFKAH SUAMI NARAPIDANA: STUDI KASUS DI LAPAS II A KOTA METRO Reswandi, Achmad Desta; Mukhlishin, Achmad; Ismail, Habib
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1163

Abstract

Nafkah adalah kewajiban seorang suami, namun pernikahan tidak selalu berjalan tanpa masalah. Salah satu masalah yang muncul adalah ketika suami tidak dapat memberikan nafkah karena sedang menjalani hukuman pidana atau berada di penjara. Dalam penelitian ini, penulis merumuskan dua rumusan masalah: Pertama, apa dampak bagi seorang istri ketika suaminya menjadi seorang narapidana? Kedua, langkah hukum apa yang diambil istri untuk menghadapi kendala dalam pemenuhan kewajiban nafkah suaminya yang berada di penjara? Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, yaitu penelitian yang mengkaji ilmu hukum pada tingkat praktis. Penelitian dilakukan di Lapas Kelas II A Kota Metro, dengan subjek penelitian adalah istri-istri narapidana, dan objek penelitian adalah kewajiban pemenuhan nafkah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dampak dari ketidakmampuan untuk memenuhi nafkah yang ditanggung oleh suami yang dipenjara mempengaruhi kehidupan istri dalam beberapa cara. Dampaknya termasuk beban sosial dalam keluarga dan masyarakat, perlu menjelaskan kondisi suami kepada anak-anak dan kerabat, menjadi lebih sensitif ketika ditanya tentang kondisi suami, serta menanggung beban tambahan untuk menopang keluarga. Sebagai respons, istri menjalankan usaha yang didirikan oleh suaminya, bekerja dengan izin suami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, atau mendapat dukungan dari anak-anak yang mandiri, saudara, dan orang tua. Meskipun mengalami kesulitan, istri tidak mengajukan perceraian karena komitmen terhadap keluarga, empati terhadap suami, dan ketergantungan pada penghasilan mereka sendiri