cover
Contact Name
Moh Hasan
Contact Email
hasansanza33@gmail.com
Phone
+6282335104319
Journal Mail Official
hasansanza33@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Pondok Pesantren Wali Songo, Jl. Basuki Rahmad No. 07 Mimbaan Panji Situbondo Jawa Timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
As-Syifa Journal of Islamic Studies and History
ISSN : 29639395     EISSN : 29639395     DOI : https://doi.org/10.35132/assyifa.v1i1.202
The journal As-Syifa welcomes papers from academics on theory, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religious practice. In particular, papers that consider the following common topics are invited. Islamic Education Islamic Studies Islamic Law Political Islam Islamic Economics Social Islam Islamic Culture Islamic History
Articles 132 Documents
SUNAN AN-NASĀ'Ī: KARYA MONUMENTAL DI BIDANG ILMU HADIS Rahayu, Sri Ulfa; Julaiha, Juli
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1166

Abstract

Sunan An-Nasāī adalah salah satu kitab hadis terpenting dalam Islam, yang disusun oleh Imam An-Nasāī pada abad ke-9 M. Kitab ini termasuk bagian dari "Kutub al-Sittah," enam koleksi hadis yang paling diterima dalam Islam. Sunan An-Nasāī memuat lebih dari 5.000 hadis yang dibagi dalam berbagai bab yang mencakup topik-topik penting dalam ajaran Islam, seperti ibadah, hukum, akhlak, dan kehidupan sosial. Imam An-Nasāī dikenal karena metodologi ketat yang digunakan dalam pemilihan hadis, dengan fokus pada kualitas sanad (rantai perawi) dan kejelasan matan (isi teks). Melalui pendekatan yang sangat selektif, Imam An-Nasāī hanya memasukkan hadis-hadis yang memenuhi standar tinggi dalam hal keautentikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research untuk menganalisis kontribusi Sunan An-Nasāī dalam pengembangan ilmu hadis dan hukum Islam. Penulis menganalisis kontribusi besar Sunan An-Nasāī terhadap ilmu hadis dan pengaruhnya terhadap pengembangan hukum Islam. Selain itu, tulisan ini juga membahas perbedaan utama antara Sunan An-Nasāī dengan koleksi hadis lainnya, serta relevansinya dalam konteks pemikiran Islam masa kini. Dengan mengkaji metodologi dan isi kitab, tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang warisan ilmiah Imam An-Nasāī dan pentingnya Sunan An-Nasāī dalam studi hadis dan aplikasi hukum Islam.
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI MTS DARUL ULUM PANARAGAN JAYA Rahman, M. Ikhsasanuddin; As'ari, Hasyim; Aisyah, Nurul
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1167

Abstract

Pendidikan merupakan kunci penting dalam mengembangkan potensi manusia, membentuk karakter, serta mempersiapkan individu untuk menghadapi kehidupan. Salah satu tantangan dalam dunia pendidikan adalah fenomena bullying yang dapat mengganggu kesehatan psikologis siswa dan menghambat proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Aqidah Akhlak dalam mengatasi perilaku bullying di MTs Darul Ulum Panaragan Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan guru Aqidah Akhlak serta siswa yang terlibat dalam kasus bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan agama, khususnya pembelajaran Aqidah Akhlak, memberikan kontribusi positif dalam mengurangi perilaku bullying dengan menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan ajaran Islam. Pendidik berperan sebagai pembimbing dalam membentuk karakter siswa dan mengatasi masalah sosial yang muncul, termasuk bullying. Program keagamaan yang diterapkan di sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung perkembangan karakter siswa.
NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM TRADISI TAHLILAN PADA MASYARAKAT SUNGAI MALAYA KABUPATEN KUBU RAYA Sopyan, Ahmad; Hudin, Hafid; Nugraha, Muhamad Tisna
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 4 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.1174

Abstract

The Tahlilan tradition is a significan cultural practice in indonesia that continues to be preserved. This is related not only to theological beliefs, but also to the socio-cultural traditions that accompany it. This study is important for several reasons. Firstly, as an effort to document and preserve the cultural heritage that reflects the characteristics of Islam Nusantara. Secondly, to understand how local communities adapt and Islamic teachings into the practice of daily life. Thirdly, as a learning model on how the universal values of Islam can be harmonised with local traditions without losing the essence of both. This research aims to identify and analyse the process of tahlilan implementation and the form of Islamic values in the tradition. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were observation and interview. The data analysis technique is to read and study the Tahlilan tradition, then interpret the data and adjust it to the theory, the last step is to conclude all of the research results. Data validity techniques with four stages: credibility, transferability , dependability , and confirmability.
OTENTISITAS DAN PEMAHAMAN HADIS-HADIS TENTANG JIHAD PERSPEKTIF HIZBUT TAHRIR kamaludin, kamaludin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 2 No. 2 (2023): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v2i2.1183

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema penting tentang pemahaman hadis jihad yang sering dijadikan rujukan oleh Hizbut Tahrir (HT). Hal ini berkaitan dengan posisi hadis sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an. Namun, pemahaman umat Islam terhadap hadis tentang jihad memiliki dua sisi, dapat membawa umat pada kemuliaan atau justru menyesatkan. Penelitian ini berfokus pada dua hal: pertama, otentisitas hadis tentang jihad yang dirujuk oleh HT; dan kedua, bagaimana pemahaman serta interpretasi HT terhadap hadis-hadis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, dengan naskah-naskah hadis yang menjadi rujukan HT sebagai sumber primer. Sumber sekunder diperoleh dari kitab-kitab hadis induk dan syarahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang jihad yang digunakan HT adalah hadis shahih li-dzatihi, karena kualitas perawinya dianggap adil dan dhabit atau terpercaya. Tidak ditemukan indikasi yang merusak kualitas hadis ini. Sebagai contoh, hadis dalam Shahih Bukhari nomor indeks 25 bebas dari cacat (illat), baik dalam sanad maupun matannya, serta selaras dengan Al-Qur'an dan hadis-hadis lain yang sejenis. Pemaknaan jihad menurut HT mencakup upaya maksimal berperang di jalan Allah, baik secara langsung, melalui harta, pemikiran, atau dukungan lainnya. Dalam ideologi HT, jihad termasuk perjuangan pemikiran yang terkait erat dengan usaha menegakkan negara Islam (khilafah). Dengan demikian, HT memaknai jihad sebagai usaha aktif untuk meninggikan kalimat Allah melalui perjuangan fisik maupun intelektual.
PRAKTIK PEMBAGIAN WARIS DI KELUARGA KIAI PONDOK PESANTREN SALAF DAN MODERN DI PROVINSI LAMPUNG Wati, Erna; Fatarib, Husnul; Siradjuddin, Azmi
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i2.1587

Abstract

Hukum kewarisan Islam merupakan hukum yang mengatur perpindahan harta seseorang yang telah meninggal dunia kepada ahli warisnya, di mana bagian-bagiannya telah ditentukan secara jelas dalam Al-Qur'an. Ketentuan ini bersifat mengikat dan wajib dijalankan sesuai dengan hukum faraidh, artinya kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap Muslim. Namun, dalam praktiknya, masih banyak ditemukan permasalahan di masyarakat yang tidak mengutamakan ketentuan faraidh. Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana praktik pembagian waris di kalangan Kiai Pesantren pada Pondok Salaf Dan Pondok Modern di Provinsi Lampung. Mengingat bahwa kiai adalah seseorang yang memiliki pengetahuan luas mengenai syariat Islam dan memiliki tingkat religiusitas yang tinggi maka sudah seharusnya menjalankan hukum kewarisan islam sesuai dengan bagian-bagian yang telah ditentukan dalam al-Qur’an. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) pada kalangan Kiai Pesantren pada empat Pondok Salaf dan empat Pondok Modern di Provinsi Lampung. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kerangka berpikir induktif. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa Praktik pembagian waris di lingkungan pesantren, baik Pesantren Salaf yang berfokus pada kitab kuning maupun Pesantren Modern yang telah mengadopsi kurikulum Pendidikan umum, ditemukan bahwa secara umum tidak terdapat perbedaan signifikan dalam praktik pembagian waris di kedua jenis pesantren tersebut. Namun, terdapat satu pengecualian, yaitu Pondok Pesantren Modern yang secara konsisten menerapkan hukum faraidh dalam pembagian waris. Hal ini menunjukkan bahwa dalam konteks pesantren, penerapan Hukum Waris Islam masih belum sepenuhnya diterapkan, dengan hanya sedikit lembaga yang secara ketat mengikuti ketentuan syariat dalam proses pembagian warisan.
RESPON NETIZEN TERHADAP KASUS PERCERAIAN DI TIKTOK (ANALISIS STATUS HADIS TALAK PERINTAH ORANG TUA) Ramadhani, Dhiya'; Istiadah, Istiadah
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1512

Abstract

Orangtua memiliki peran penting dalam kehidupan anak, termasuk dalam urusan pernikahan. Anak berkewajiban taat, menghormati, dan berbuat baik kepada orangtuanya, namun Surah Luqman ayat 15 menegaskan bahwa ketaatan tidak berlaku jika diperintah untuk berbuat maksiat. Fenomena viral di TikTok menampilkan seorang istri yang bertanya kepada ustadz tentang hukum suami menceraikan istri karena perintah ibunya. Penelitian ini mengkaji respon netizen terhadap konten tersebut, menelaah status hadis talak atas perintah orangtua, serta pendapat ulama mengenai hal ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis yang memadukan kajian pustaka dan penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Hadis talak atas perintah orang tua setelah diteliti tidak memiliki kelemahan sanad dan matan secara tekstual, polaritas respons netizen didominasi oleh pemahaman literal dan emosional yang mengabaikan kaidah fikih. Analisis kontekstual dari ulama kontemporer menyimpulkan bahwa ketaatan hanya wajib dilakukan jika orang tua shalih dan perintahnya maslahat. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa respons netizen yang mendukung talak menunjukkan kesenjangan antara literasi hadis ilmiah dan interpretasi agama di ruang publik digital. Kata Kunci: Talak, Tiktok, Status Hadis
PENDEKATAN SEMANTIS DALAM STUDI AL-QUR’AN DAN HADIS (ANALISIS KONTEKSTUAL DAN PRAGMATIK DALAM KAJIAN KAWASAN) Mursidin; Zaimuddin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan semantis dalam studi Al-Qur’an dan Hadis merupakan metode analisis yang menekankan pemahaman makna kata, frase, dan struktur teks secara mendalam dan kontekstual. Artikel ini mengkaji implementasi pendekatan semantis dalam studi Qur’an dan Hadis kawasan, dengan fokus pada analisis leksikal, konteks sosial-budaya, serta hubungan makna atau pragmatik. Analisis leksikal menelaah makna kata kunci seperti amanah, ‘adl, rahmat, dan ihsan, serta pergeseran maknanya dalam masyarakat berbeda. Analisis konteks sosial-budaya menekankan perbedaan interpretasi teks antara kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara, sedangkan analisis pragmatik menyoroti interaksi makna antar kata dan kalimat untuk menghasilkan pemahaman yang lebih holistik. Pendekatan semantis terbukti memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kemampuan menggali makna tersirat, relevansi kontekstual, dan sifat interdisipliner yang memungkinkan integrasi dengan ilmu bahasa, antropologi, dan sosiologi. Metode ini juga menghadapi tantangan, termasuk perbedaan interpretasi antar pembaca, keterbatasan data historis untuk hadis, dan kebutuhan penguasaan bahasa Arab klasik yang mendalam. Dengan menerapkan strategi triangulasi data dan analisis literatur klasik maupun kontemporer, pendekatan semantis mampu memberikan pemahaman yang lebih akurat, relevan, dan adaptif terhadap dinamika sosial dan budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan semantis tidak hanya memperluas cakrawala akademik dalam studi Al-Qur’an dan Hadis, tetapi juga menjembatani nilai-nilai klasik dengan kebutuhan masyarakat modern. Pemahaman holistik ini memungkinkan interpretasi teks yang kontekstual, kritis, dan aplikatif, serta menegaskan bahwa Al-Qur’an dan Hadis adalah teks yang dinamis dan kaya makna. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan metodologis bagi studi Qur’an dan Hadis kawasan, sekaligus mendukung pengembangan praktik keagamaan yang kontekstual dan relevan
UNSUR RIBA DALAM LAYANAN PAYLATER MODERN ANALISIS TAFSIR DENGAN PENDEKATAN DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN PADA EKONOMI DIGITAL Aulia, Janna; Jamal, Khairunnas; Novendri, Mochammad
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1752

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah menghadirkan beragam instrumen keuangan baru, salah satunya layanan paylater yang menawarkan kemudahan transaksi berbasis kredit jangka pendek. Meskipun inovatif, model ini menimbulkan persoalan etis terkait potensi riba akibat adanya bunga, biaya layanan, serta denda keterlambatan yang berlapis. Penelitian ini bertujuan menganalisis larangan riba pada transaksi paylater melalui perspektif Fazlur Rahman dengan menerapkan metode double movement sebagai pendekatan hermeneutika dalam memahami ayat-ayat riba secara kontekstual. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif, menelusuri konsep riba dalam Al-Qur’an, pemikiran Fazlur Rahman, serta karakteristik sistem keuangan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riba, menurut Rahman, merupakan praktik ekonomi yang bersifat eksploitatif dan merugikan pihak yang lemah. Melalui gerakan pertama double movement, ayat riba dipahami dalam konteks sosial-ekonomi Arab pra-Islam yang menekankan pencegahan penindasan utang. Pada gerakan kedua, prinsip moral Qur’ani tersebut diterapkan pada sistem paylater modern yang dalam praktiknya sering memuat unsur-unsur ketidakadilan, khususnya dalam penetapan bunga tinggi, biaya tersembunyi, dan penalti berlebihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman relevan dalam menilai transaksi paylater dan memberikan kerangka etis untuk membaca riba modern secara lebih substantif dalam ekosistem keuangan digital.
PENGGUNAAN METODE COMMUNITY BASED MANAGEMENT DALAM PENGELOLAAN ASET WAKAF (TINJAUAN TERHADAP LEMBAGA WAKAF AL-KHAIBAR DAN SABILILLAH KOTA MALANG) Ubaidillah, M. Hasan
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v3i2.1769

Abstract

Waqf is one of the philanthropic endeavours aimed at reducing inequality and equalising human development. In its development, waqf has metamorphosed into productive waqf that can provide economic value to society through modern waqf management methods. This research seeks to provide a comprehensive understanding of the concept and dynamics of waqf, the community-based management method in waqf management, and the use of this method in modern waqf institutions. This research is a social and economic research with a combination of data collection methods, namely through library research and interview methods conducted at two waqf institutions in Malang city. The waqf institutions in question are Al-Khaibar Waqf Institution and Sabilillah Waqf Institution in Malang city. The results of this research are: 1) Waqf is interpreted as holding property that can be taken advantage of by maintaining its original form to be distributed to permissible ways and has undergone many developments, both from the form, management institutions, and content; 2) as for what is meant by community-based management is a pattern of community empowerment centered on community participation based on the organisation; and 3) the application of the CBM method in Malang City waqf institutions is symbiotic hierarchical, with several stages, namely: problem solving, problem analysis, determining goals and objectives, planning, implementation, and evaluation.
PRINSIP SYARIAH PADA AKAD BANK SYARIAH YANG DI BUAT OLEH NOTARIS BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN NOTARIS mohammad
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v5i1.1811

Abstract

This study examines the application of sharia principles in Islamic banking financing contracts embodied in notarial deeds based on Law Number 2 of 2014 concerning the Position of Notary. Problems arise when there is inconsistency between the structure of sharia contracts and the formulation of notarial deeds, potentially resulting in legal defects both from sharia and juridical perspectives. This research aims to analyze the position of sharia principles in drafting notarial deeds and the juridical implications if such deeds do not comply with the Compilation of Sharia Economic Law (KHES), DSN-MUI fatwas, and Islamic Banking Law. This research employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that notaries bear substantive responsibility to ensure sharia compliance in contract formulation. Non-compliance may lead to invalidity of the contract under sharia law and potential legal liability for the involved parties.