cover
Contact Name
Suci Fitriana Pramudya Wardani
Contact Email
sucipramudyawardani@gmail.com
Phone
+6281252961610
Journal Mail Official
sucipramudyawardani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Jatibarang KM 8 Janegara Jatibarang Brebes 52261
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Midwifery and Health Administration Research
ISSN : 28092953     EISSN : 28092333     DOI : -
JOMHEAR: Journal of Midwifery and Health Administration Research is a journal published by the Institute for Research and Community Service of the STIKes Brebes, the scope of the journal focuses on the field of health sciences. The Journal of Midwifery and Health Administration Research is a media that informs the results of scientific research both quantitatively, qualitatively and literature reviews in the form of systematic reviews, scoping reviews and literature reviews in the health sector. The Journal of Midwifery and Health Administration Research is published twice a year by the Institute for Research and Community Service at the College of STIKes Brebes at December and June. The Editor of the Health Scientific Journal invites authors in the health sector to publish research results in our journal, in order to increase knowledge and insight as well as update knowledge in the health sector. The scope of the STIKes Brebes Health Scientific Journal includes: Maternal and Child Health Community Empowerment Conseling and Health Communication Professional and Comprehensive Midwifery Care Law and Ethic Health Public Health Marketing and Health Communication Health Finance and Accounting
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER" : 8 Documents clear
DETERMINAN PENYEBAB KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ADE MOHAMMAD DJOEN Yunida Haryanti; Lea Masan; Rizki Amartani; Elvi Juliansyah; Yolanda Montessori
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.557 KB)

Abstract

Latar belakang: Data World Health Organization pada tahun 2010, kurangi rasio kematian ibu global menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup, 303.000 perempuan meninggal karena komplikasi kehamilan atau persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Prematur Pada Ibu Bersalin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, pengambilan data menggunakan data sekunder, tempat penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Ade Muhammad Djoen Kabupaten Sintang tahun 2021. Jumlah responden sebanyak 149 orang, alat pengumpulan data adalah lembar checklist, analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil: Di ketahui gambaran faktor penyebab kejadian prematur berdasarkan umur 58 ibu (39%), paritas ibu 78 ibu (52%), trauma ibu 80 (54%), riwayat persalinan prematur sebelumnya 42 ibu (28%), Plasenta Previa 60 ibu (40%), inkompetensi serviks 59 ibu (40%), infeksi intra-amnion 66 ibu (44%), polihidramnion berjumlah 80 ibu (54%) dan sebagian kecil dari ibu bersalin yang beresiko mengalami persalinan prematur yang di sebabkan oleh polihidramnion 69 ibu (46%), hipertensi 69 ibu (46%), faktor malnutrisi (LILA<23,5 cm) berjumlah  79 ibu (53%), ketuban pecah dini 79 ibu atau (53%). Kesimpulan: Penyebab potensial terjadinya persalinan premature yang paling tinggi dalam penelitian ini adalah riwayat persalinan prematur sebelumnya, umur ibu, trauma ibu, malnutrisi, ketuban pecah dini, paritas ibu, polihidramnion, infeksi intra-amnion, hipertensi, inkompetensi serviks. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi bidan dan tenaga kesehatan lainnya dalam mengangkat kinerja pelayanan keseluruhan kepada masyarakat khususnya dalam mendeteksi faktor yang menyebabkan ibu bersalin dengan kejadian prematur dapat di tangani dengan cepat dan tepat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU DI DESA NANGA TIKAN KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN SINTANG Rika Yuanita Pratama; Yunida Haryanti; Wagiran; Sohibun; Sunarti
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.897 KB)

Abstract

Latar belakang: Menjadi tua merupakan proses seumur hidup yang tidak bisa dihindari, merupakan perubahan yang progresif terhadap fisik, jiwa dan status sosial individu. Lanjut usia atau yang lebih dikenal dengan lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. Berdasarkan Analisis Lansia di Indonesia diperkirakan jumlah penduduk lansia tahun 2020 meningkat menjadi 27,08 juta sehingga perlu perhatian terhadap masalah-masalah lansia. Salah satu perhatian pemerintah yaitu dengan membentuk posyandu lansia untuk meningkatkan kesejahteraan lansia apabiIa mereka memanfaatkannya. Tujuan penelitian ini untuk mengamati hubungan antara faktor resiko dengan akibat yg terjadi berupa penyakit atau keadaan kesehatan tertentu dalam waktu yang bersamaan. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain cross sectional untuk melihat hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke posyandu. Penelitian di lakukan di Desa Nanga Tikan Kecamatan Kayan Hilir, yang dilaksanakan pada tahun 2020 dengan subjek penelitian adalah lansia. Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 orang. Teknik analisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: penelitian ini memperoleh hasil yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan (ρ=0,010), sikap (ρ=0,05), dukungan keluarga (ρ=0,001), peran petugas kesehatan (ρ=0,004), akses jalan ke posyandu (ρ=0,023). Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan dan akses jalan ke posyandu dengan kunjungan lansia ke posyandu di Desa Nanga Tikan Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang.
PENAMBAHAN BERAT BADAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Siti Arifah; Maiza Nadia Putri; Muhammad Zubad
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.012 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gagal ginjal kronik menjadi masalah besar di dunia. Angka kejadian menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang tetap. Dalam menjalani hemodialisis pasien tidak terlepas dari sejumlah permasalahan, salah satunya yaitu penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis yang dapat berdampak terhadap kualitas hidup pasien apabila tidak mendapatkan penanganan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan penambahan berat badan di antara dua waktu dialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan teknik aksidental sampling yaitu pasien yang menjalani hemodialisis di unit hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul yang berjumlah 61 orang. Analisis data menggunakan uji Kendal Tau (τ). Hasil: Hasil uji statistik Kendal Tau (τ) menunjukkan nilai pearson Kendal Tau (-0,009) dengan p value 0,938 angka tersebut lebih besar dari taraf signifikansi α: 0,05, itu berarti hipotesis penelitian ini ditolak. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara penambahan berat badan di antara dua waktu dialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani  hemodialisis di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS JOHAR BARU TAHUN 2022 Devi Yulianti
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.645 KB)

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI penting bagi proses tumbuh kembang baik fisik, mental maupun kecerdasan bayi sehingga pemberian ASI harus mendapat perhatian dari para ibu dan terutama tenaga kesehatan agar proses menyusui dapat terlaksana dengan benar. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian asi eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Johar Baru. Metode: Desain penelitian ini menggunkan metode deskriptif analitik,,data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan langsung dari responden dengan menggunkan kuesioner di ambil langsung pada saat ibu melakukan kunjungan ibu nifas. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari 30 responden, yang mengetahui tentang pengertian ASI Eksklusif, pemberian ASI Eksklusif, manfaat ASI Eksklusif di Puskesmas Johar Baru, yang berpengetahuan baik sebanyak 6 responden (20,0%), dan yang berpengetahuan cukup hanya 9 responden (30,0%), sedangkan yang berpengetahuan kurang ada 15 responden (50,0%). Ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian  asi eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Johar Baru, dengan p value : (0,020) < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Johar Baru . Bagi petugas kesehatan, meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif dengan memotivasi ibu untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang ASI eksklusif dalam bentuk perilaku nyata yaitu memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya.
HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN BBLR DI PUSKESMAS KECAMATAN SENEN Tetty O. Limbong
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.337 KB)

Abstract

Latar Belakang: WHO mengelompokkan BBLR menjadi 3 macam, yaitu BBLR (1500– 2499 gram), BBLR (1000- 1499 gram), BBLR (< 1000 gram). Sebesar 60– 80% dari Angka Kematian Bayi (AKB) yang terjadi, disebabkan karena BBLR. Bayi dengan BBLR memiliki risiko morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi lahir yang memiliki berat badan normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan kejadian BBLR di Puskesmas Kecamatan Senen. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Sampel penelitian ini sebanyak 35 ibu bersalin dengan BBLR. data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang didapatkan dari Rekam medis dan register persalinan di Puskesmas Kecamatan Senen November 2021- Januari 2022. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis bivariat yaitu menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian: Dari 35 jumlah ibu yang melahirkan bayi berat lahir rendah berdasarkan usia ibu menunjukan sebagian besar terjadi pada usia 20-35 tahun yaitu 28 ibu (80.0%) lebih banyak dibanding dengan usia ibu <20 tahun yaitu 5 ibu (14.3%) dan >35 tahun yaitu 2 ibu (5.7%). Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara Usia Ibu (ρ=,854 <0,05) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan: Perlu ditingkatkan pelayanan ANC yang menyeluruh dan memberikan KIE secara efektif yaitu memberikan informasi upaya promotif dan preventif kejadian BBLR, khususnya dapat menekankan agar ibu hamil di usia reproduksi aman yaitu usia 20-35 tahun serta melakukan pencegahan secara dini jika ditemukan ibu hamil yang sudah terlanjur hamil pada usia 35 tahun. Sehingga diharapkan mampu menurunkan AKI dan AKB.
PENGARUH TERAPI BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI DAN KECEMASAN MAHASISWI PENDERITA DISMENOREA Maulida Fitri Annisa; Lely Wahyuniar; Mamlukah; Febriani Esty
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.334 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kejadian Dismenorea cukup tinggi diseluruh dunia. Menurut data WHO, rata-rata insidensi terjadinya Dismenorea pada wanita muda antara 16,8–81%. Negara Amerika Serikat, dismenorea diakui sebagai penyebab paling sering ketidak hadiran di sekolah yang dialami remaja putri. Selain itu, juga dilakukan survei pada 113 wanita Amerika Serikat dan dinyatakan prevalensi sebanyak 2944%, paling banyak pada usia18-45 tahun (Kadar et al., 2022). Sedangkan di Indonesia angka kejadian dismenorea sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenorea primer sedangkan sisanya penderita dengan dismenorea sekunder. Kelainan terjadi pada 60-70% wanita di Indonesia dengan 15% diantaranya mengeluh bahwa aktivitas mereka menjadi terbatas akibat dismenore. Penanganan yang biasa dilakukan adalah mengkonsumsi analgesik seperti ibuprofen. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh back massage therapy terhadap penurunan tingkat nyeri dismenorea dan tingkat kecemasannya. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperiment, yang dilakukan pada sebuah kelompok dengan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah Non Probability sampling yaitu dengan total sampling sebanyak 40 sampel.  Hasil: Sebelum dilakukan Back Massage Therapy tingkat nyeri sebesar 5.17±1.73, setelah diberikan intervensi terdapat perbedaan yang signifikan yaitu sebesar  2.07±1.57. Sebelum dilakukan Back Massage Therapy tingkat kecemasan sebesar 51.97±2.72,  setelah diberikan intervensi terdapat perbedaan yang signifikan yaitu sebesar 35.85±2.25. Kesimpulan: Dalam penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh back massage therapy terhadap penurunan tingkat nyeri dan kecemasan pada penderita dismenorhea di Asrama Universitas YPIB Majalengka Kampus II Cirebon yang ditandai dengan nilai p=0,00 (p<0,05).
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA ODHIV Denny Ratnawati; Lely Wahyuniar; Mamlukah; Rustika Herman
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.402 KB)

Abstract

Latar Belakang : Data Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu tahun 2021 terdapat 2115 ODHIV on ARV dan 78 (3,6%) diantaranya tidak patuh pengobatan ARV. Data RSUD Indramayu tahun 2020 ada 697 ODHIV on ARV dan 29 (4,1%) ODHIV gagal follow up, tahun 2021 didapatkan 725 ODHIV on ARV dan 49 (6,7%) ODHIV gagal follow up. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat ARV pada ODHIV. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Menggunakan metode Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 102 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner, Analisis data meliputi univariat, analisis bivariat dan multivariat. Hasil : Sebagian besar responden berada pada umur dewasa akhir 58 orang (56,9%), berjenis kelamin laki-laki 57 orang (55,9%), tingkat pendidikan rendah dan tinggi 51 orang (55,0%), status bekerja 87 orang (85,3%), mendapatkan efek samping 63 orang (61,8%), rejimen ARV 72 orang (70,6%), tidak mendapat stigma 91 orang (89,2%), mudah mengakses layanan 57 orang (55,9%), memiliki kartu jaminan kesehatan 82 orang (80,4%), tidak ada dukungan keluarga 53 orang (52,0%), ada dukungan komunitas 63 orang (61,8%). Hasil uji chi square terdapat hubungan antara efek samping (p = 0,022), stigma (p = 0,047), akses layanan (p = 0,030), dukungan keluarga (p = 0,001) dan dukungan komunitas (p = 0,003). Simpulan : Terdapat lima variabel yang berhubungan dan enam variabel lainnya tidak berhubungan dengan kepatuhan minum obat ARV. Stigma menjadi faktor paling dominan (p = 0,009; OR = 11,257) terhadap kepatuhan minum obat ARV.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI DAN IMT DENGAN PERILAKU KONSUMSI MAKAN PADA REMAJA PUTRI Suci Utami
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 2 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.704 KB)

Abstract

Latar Belakang: Remaja sehat merupakan investasi masa depan Bangsa yang berperan penting melanjutkan pembangunan dan perkembangan Bangsa, sehingga kesehatan dan status gizi remaja harus dipersiapkan sejak dini. Status Gizi pada remaja bisa dilihat menggunakan pengukuran Indeks masa Tubuh (IMT). Kegagalan pemenuhan gizi berakibat pada berbagai penurunan fungsi fisiologis, perubahan fisik dan klinik serta berbagai penyakit. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan remaja putri jarang sarapan dan kebiasaan makan yang sesuai selera serta ajakan temannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Pengetahuan Gizi dan IMT dengan perilaku Konsumsi Makan  pada Remaja Putri di Desa Karanglo Tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan korelasional.  Populasi penelitian adalah Remaja Putri Desa Karanglo sebanyak 178 dengan sampel penelitian sejumlah 51 remaja putri. Analisis data secara univariat dan bivariat kemudian dianalisa dengan uji statistik Chi square. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,9% remaja putri memiliki pengetahuan Baik tentang Gizi, Pengukuran IMT menunjukkan 78,4 % memiliki IMT Kurang, Perilaku konsumsi makan 47,1% berperilaku kurang dalam konsumsi makanan. Berdasarkan hasil uji statistic ChiSquare tentang hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Konsumsi Makan pada Remaja Putri diperoleh nilai p Value 0,439 artinya tidak ada Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Konsumsi makan remaja Putri. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistic ChiSquare tentang hubungan IMT dengan Perilaku Konsumsi Makan pada Remaja Putri diperoleh nilai p Value 0,0001 artinya ada Hubungan antara IMT dengan Perilaku Konsumsi makan remaja Putri. Dibutuhkan keterlibatan sektor Kesehatan dengan Pendidikan, Pemerintah daerah, Industri, tokoh agama, masyarakat sipil dan remaja itu sendiri dalam mempromosikan Kesehatan teerutama tentang Gizi pada remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 8