cover
Contact Name
TONNI LIMBONG
Contact Email
tonni.budidarma@gmail.com
Phone
+6281352520010
Journal Mail Official
shanty_silitonga@ust.ac.id
Editorial Address
Jl. Setiabudi No. 479 Tanjungsari Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Alur : Jurnal Arsitektur
ISSN : 26151472     EISSN : 26851490     DOI : https://doi.org/10.54367
ALUR : Jurnal Arsitektur UNIKA Santo Thomas Medan berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi kajian di bidang Teknik khususnya Teknik Arsitektur seperti biidang ilmu perancangan arsitektur dan bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan sebagainya , serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut.
Articles 86 Documents
ELEMEN FASAD, KARAKTER VISUAL, DAN ORNAMEN ARSITEKTUR TIONGHOA; STUDI KASUS RUMAH ABU THE GOAN TJING Soegiarto, Rayden
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4678

Abstract

Keluarga The merupakan salah satu keluarga terkemuka yang berasal dari Kota Surabaya, mereka memiliki kehidupan yang sukses dengan perdagangan opium, hasil bumi, dan produksi gula pada masa itu pada abad ke 18. Rumah abu keluarga The Goan Tjing dipilih menjadi objek penelitian, karena memiliki bentuk arsitektur khusus/unik pada atap dengan ornamen kura-kura, ornamen patung qilin, serta tiang naga. Ornamen serta warna pada Rumah Abu The ini juga elemen pembentuk karakter visual bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan percampuran budaya dalam elemen arsitektur pembentuk karakter visual pada rumah abu The Goan Tjiang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian mengidentifikasikan terdapat 2 poin krusial yang perlu diperhatikan dan berpengaruh terhadap pembentukan arsitektur Rumah Abu The, yaitu fasad, karakteristik visual , serta ornamen.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI LASEM STUDI KASUS: KLENTENG CU AN KIONG Mandaka, Mutiawati; Wonoseputro, Christine; Sarasvati, Ratri Septina
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4744

Abstract

Kelenteng Cu An Kiong di Lasem merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi. Sebagai salah satu kelenteng tertua di Indonesia, bangunan ini mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa, yang terlihat dari ornamen khas, ukiran kayu yang indah, serta struktur bangunan yang masih mempertahankan gaya tradisional. Namun, seiring berjalannya waktu, kelenteng ini mengalami berbagai bentuk kerusakan akibat faktor usia, cuaca, kelembaban, serta kurangnya perawatan yang memadai. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berpotensi mengurangi nilai estetika bangunan, tetapi juga dapat membahayakan keberlanjutannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada Kelenteng Cu An Kiong serta menyusun rekomendasi perbaikan berdasarkan tingkat keparahan kerusakan yang ditemukan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, meliputi survei lapangan, dokumentasi bagian bangunan yang mengalami kerusakan, wawancara dengan pengelola kelenteng, serta studi literatur terkait konservasi bangunan bersejarah. Analisis terhadap kondisi bangunan dilakukan untuk memahami faktor penyebab kerusakan serta menentukan langkah-langkah konservasi yang tepat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, sehingga kelestarian Kelenteng Cu An Kiong sebagai salah satu peninggalan budaya yang berharga dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.
OVERVIEW OF HIGH RISE DEVELOPMENT IN SURABAYA CITY IN SEVERAL PERIODS OF YEARS Kartowidjojo, Ribka Irena; Dharmatanna, Stephanus Wirawan
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4775

Abstract

Surabaya as a metropolitan city, in this era is facing high business activities, economy, education, entertainment and residential needs. The presence of high rise supported by construction technology such as materials or structures, is a solution and opportunity for architecture to answer problems in urban areas by creating buildings that are comfortable and safe for residents and the environment. Starting with the establishment of Wisma BII in 1992 as the first high rise milestone, Surabaya continues to experience rapid development in high rise development. In this research there are 83 high rise buildings in Surabaya that will be analyzed by comparing the main parameters such as function, form, and material. It was found that most of the high rises developed into a mixed use with a setback form and the main structural material is concrete. The analysis was conducted using data from journals and the Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH) and produced relevant findings. This research is expected to be useful for architects and urban developers in supporting sustainable development in Surabaya.
INTERPRETASI RELASI FUNGSI-BENTUK-MAKNA PADA MASJID SULAIMANIYAH PANTAI CERMIN SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA Syaputra, Nauval arif
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4832

Abstract

Penelitian ini membahas Masjid Sulaimaniyah Pantai Cermin sebagai objek studi, dengan tujuan menginterpretasi relasi antara Fungsi, Bentuk, dan Makna (FBM) bangunan masjid sebagai representasi budaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-interpretatif dalam kerangka paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi langsung dengan pendekatan close-reading terhadap bangunan sebagai artefak budaya, wawancara dengan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), serta referensi pustaka terkait. Analisis dilakukan dalam dua tahap, yaitu 1) identifikasi elemen arsitektural berdasarkan kategori FBM, dan 2) interpretasi yang mengaitkan hasil identifikasi dengan hasil wawancara dan referensi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi FBM pada Masjid Sulaimaniyah bersifat hidup dan dinamis, mencerminkan representasi budaya yang terus berkembang. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat kegiatan sosial-budaya, khususnya bagi komunitas Muslim di Pantai Cermin. Sebagai artefak budaya, Masjid Sulaimaniyah Pantai Cermin hadir sebagai bagian penting dari warisan arsitektur Melayu-Serdang.
SOLUSI PENANGANAN PENCEMARAN AIR SUNGAI AKIBAT SISTEM SANITASI YANG BURUK DI KAMPUNG ANYAR, BULELENG,BALI I Wayan, Selva Paryanta; Tamiarta, Kori; Pradnyaningrum, Siskha
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.2732

Abstract

Kampung Anyar merupakan salah satu dari 8 permukiman yang ditetapkan sebagai permukiman kumuh di kabupaten Buleleng menurut surat keputusan bupati Nomor 050/74/HK/2016. Tergolongnya sebagai permukiman kumuh dikarenakan karakteristik dan permasalahan-permasalahan permukiman kumuh ada pada Kampung Anyar ini, baik secara fisik maupun non fisik. Lokasi yang berdekatan dengan pantai/laut menyebabkan posisi air tanah menjadi lebih tinggi, sekitar 2 meter dari permukaan tanah sehingga warga kesulitan dalam membuat saluran pembuangan tinja dan tidak memungkinkan untuk penggalian septik tank. Maka warga di kampung anyar menggunakan toilet umum yang posisinya berada di atas sungai dan tinja/kotoran manusia akan langsung dibuang ke sungai, sehingga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sungai. Maka dari itu, tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk memberikan solusi dari permasalahan sanitasi (septic tank) tersebut dan sistem pembuangan yang lebih ramah lingkungan. Metoda penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui survei lapangan, wawancara dan studi literatur, serta metoda analisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan septic tank biofilter, dimana posisinya tidak perlu terlalu dalam sehingga masih aman dari air tanah dan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, karena menggunakan metode pengolahan aerob / anaerob dengan sistem filtrasi, yang memungkinkan tinja diolah dan diurai di dalam tabung septic tank biofil tanpa memerlukan rembesan seperti septic tank konvensional biasa, sehingga air tanah maupun air sungai tidak tercemar.
Efek Perubahan Cuaca Terhadap Grafik Kenyamanan Termal Kamar Kos Nagata, Krisna Wijaya
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3329

Abstract

Weather changes are currently unpredictable due to increasing global warming, this will affect thermal comfort in buildings. In this case, the boarding room is used as a place of rest as well as activities should have comfort so the need for experimental quantitative research to discuss how the effect of weather changes on thermal comfort in the boarding room and how if associated with thermal comfort standards according to SNI and Ministry of Health. On the other hand, this research is expected to be able to provide references for further researchers and add reading material for peer groups. From the results of this study revealed that the weather greatly affects the thermal comfort in the building, from four days showed anomalous changes in air temperature and relative humidity in the building. The combination of air temperature and relative humidity in the boarding room is not one in the thermal comfort standards of SNI and the Ministry of Health because of the anomalies that occur as well as factors such as wall materials that absorb heat and the lack of ceiling height causes heat trapped in the boarding room.
KAJIAN HUBUNGAN RUANG DAN POLA SIRKULASI PADA MUSEUM BANK INDONESIA JAKARTA Rinaldo, Deydra Aradea
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3373

Abstract

Abstract Jakarta is a city in Indonesia that boasts historical buildings, including museums. A museum is a permanent institution that exhibits cultural heritage and its environment for the purpose of study, education, and pleasure. The aim of this research is to determine the circulation pattern and spatial relationships within the museum building. The study employs a descriptive qualitative method. Research on the study of space relationships and circulation patterns in the Jakarta Bank Indonesia Museum building reveals that each room on each floor has a unique type of space relationship. The first floor features adjacent spaces, spaces connected by shared spaces, and indoor spaces. Meanwhile, the second floor only has adjacent spaces and spaces connected by shared spaces. The first floor has two types of circulation patterns: linear and centralized. The second floor only has a linear circulation pattern. Keywords: Museum, Indonesia Abstrak Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki bangunan bersejarah, salah satunya museum. Museum adalah suatu lembaga yang bersifat tetap, yang memamerkan warisan budaya dan lingkungannya untuk tujuan pengkajian, pendidikan, dan kesenangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sirkulasi dan hubungan ruang pada bangunan museum. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari penelitian yang telah dilakukan mengenai kajian hubungan ruang dan pola sirkulasi pada bangunan Museum Bank Indonesia Jakarta setiap ruangan yang terdapat di dalam bangunan tersebut memiliki jenis hubungan ruang yang berbeda di setiap lantainya. Di lantai satu, terdapat beberapa jenis hubungan ruang seperti ruang yang berdekatan, ruang yang dihubungkan oleh ruang bersama, serta ruang dalam ruang. Pada lantai dua hanya terdapat ruang yang berdekatan dan ruang yang dihubungkan oleh ruang bersama. Untuk pola sirkulasi di lantai satu terdapat pola sirkulasi linear dan juga pola sirkulasi terpusat. Di lantai dua hanya terdapat pola sirkulasi linier. Kata-kunci : Museum, Indonesia
TIPOLOGI TATA RUANG DALAM RUMAH ADAT DESA NUALAIN BELU Solissa, Arfie; Kaat , Yosua Yusuf; Hakeng , Louis SPP
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3466

Abstract

Abstrak: Nualaian adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Lamaknen selatan kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nualain, yang kini menjadi situs budaya Belu, sejak dahulu dihuni 32 suku yang berasal dari tiga rumah suku atau dalam bahasa Bunak disebut Gamal, dimulai dari rumah suku raja yang disebut Gamal Mone Sogo, rumah suku wakil raja atau Gamal Mone Walu dan rumah suku panglima perang yang disebut Gamal Suba. Setiap Gamal menggambarkan kasta dan ciri khas dari setiap suku yang sudah ada di desa adat Nualain. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mendalam mengenai tipologi tata ruang dalam rumah adat desa Nualain. Metode yang digunakan dalam penelitian Tipologi Tata Ruang dalam Rumah Adat Desa Nualain ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi yaitu pendekatan yang melihat dan merekam fenomena yang terjadi di lokasi penelitian. Hasil penelitian terdapat 2 pola ruang yaitu pembagian pola ruang secara horizontal dan vertikal.
Pendekatan Arsitek Franky Parulian Simanjuntak pada Pengembangan Simarjarunjung Hound Sky Nasution, Aulia Muflih; Andrian, Frenky
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3511

Abstract

Lake Toba is one of the five North Sumatra destinations considered to be Indonesian Super Priority Destinations. Information obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Simalungun Regency indicates that the number of visitors to Lake Toba tourism spots within Simalungun Regency increased by 55% in 2023. Most of these visitors come from the Parapat and Bukit Indah Simarjarunjung regions. As a result of the numerous national and international events held on Lake Toba, such as the International Formula 1 Powerboat Championship event (F1 Powerboat), the number of accommodations will increase to 83 in 2022. As a consequence of this, the Simalungun region of Lake Toba generally has a high number of accommodations that are in high demand. To accommodate tourists, the Toba Caldera region calls for establishing resorts and other tourist accommodations. Qualitative research methodologies are utilised in this research method. To ensure that the design that is implemented incorporates the Neo-Vernacular architecture of the Simalungun Batak culture, the development of Simarjarunjung Hound Sky in the Toba Caldera region can be accomplished through the approach of architect Franky Parulian Simanjuntak. This can be accomplished by incorporating elements of local culture into the design and utilising Neo-Vernacular architecture.
ANALISIS PERAN FIGUR MANUSIA PADA VISUALITAS DENAH, TAMPAK DAN POTONGAN ARSITEKTURAL Wiranata, Alfonsus Grandy
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3564

Abstract

Denah, tampak dan potongan merupakan tiga jenis gambar teknik yang digunakan untuk merepresentasikan rancangan arsitektur. Ketiga gambar tersebut memiliki kompleksitas yang cukup rumit dalam penyajiannya. Hal ini dikarenakan rancangan arsitektur yang pada dasarnya berwujud 3 dimensi harus diproyeksikan kedalam bentuk 2 dimensi. gambar denah, tampak dan potongan arsitektur disajikan mengikuti standar tertentu agar visualitas yang dihasilkan dapat membuat pembaca memahami dan merasakan seluk beluk rancangan. figur manusia merupakan salah satu elemen grafis yang tidak diatur dalam standar penyajian gambar rancangan arsitektur. Sehingga pada akhirnya visualitas gambar denah, tampak dan potongan arsitektur tidak disertai figur manusia. Selain itu juga adanya anggapan bahwa figur manusia hanya merupakan elemen grafis pelengkap yang hanya bersifat dekoratif. Penelitian ini menyelidiki fungsi keberadaan figur manusia pada gambar serta dampaknya pada visualitas gambar dan pembaca dengan tujuan memberikan kita pemahaman tentang bagaimana peran figur manusia pada visualitas gambar denah, tampak dan potongan arsitektur. Penelitian ini melalui tahapan studi literatur tentang gambar rancangan arsitektur, tahap pengumpulan data menggunakan sampel gambar denah, tampak dan potongan arsitektur dan tahap pengolahan data menggunakan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa figur manusia memiliki berbagai fungsi yang berdampak pada visualitas gambar dan pembaca gambar sehingga ditemukan beberapa peran.