Alur : Jurnal Arsitektur
ALUR : Jurnal Arsitektur UNIKA Santo Thomas Medan berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi kajian di bidang Teknik khususnya Teknik Arsitektur seperti biidang ilmu perancangan arsitektur dan bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan sebagainya , serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut.
Articles
86 Documents
KAJIAN KEMUDAHAN AKSESIBILITAS BAGI DIFABEL DALAM RUMAH IBADAH (STUDI KASUS GEREJA KATOLIK SANTA MARIA TAK BERNODA ASAL)
Naibaho, Polin DR;
Silitonga, Shanty
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (847.41 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v5i1.1944
Gereja merupakan salah satu fasilitas yang sangat penting bagi orang kristen untuk beribadah, baik bagi individu normal maupun individu penyandang difabel. Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, namun memiliki fungsi lain, seperti fungsi sosial, pendidikan, dan ekonomi. Fungsi Gereja dengan bertambahnya waktu akan semakin berkembang karena banyak aktivitas yang dapat dilakukan di Gereja. Sehingga semakin berkembangnya fungsi Gereja akan bertambahnya pengunjung dari Gereja tersebut baik dengan tujuan untuh beribadah, wisata, pendidikan, sosial dan lain- lain. Kaum difabel menghadapi tantangan yang berdampak pada kemampuan mereka untuk mencapai aktivitas sehari-hari seperti bergerak, berkomunikasi dan memenuhi peran sosial dan partisipasi sosial. Penyandang difabel sangat membutuhkan fasilitas yang aksesibel pada fasilitas umum seperti Gereja untuk memenuhi peran dan partisipasi sosial mereka. Aksesibilitas dalam kajian ini difokuskan pada aksesibilitas difabel dengan hambatan fisik anggota tubuh baik lansia, pengguna kursi roda dan individu yang memiliki hambatan fisik pada anggota geraknya. Keamanan dalam bangunan berkaitan dengan difabel dan lansia dapat teraplikasi pada semua sisi arsitektur bangunan. Keamanan secara fisik menunjukkan aksi yang bertujuan melindungi dan dalam menjaga kondisi yang memungkinkan keamanan dalam kebutuhan kesehariannya.
KAJIAN KENYAMANAN JALUR PEJALAN KAKI PADA PENGGAL JALAN ABU BAKAR ALI YOGYAKARTA DI TINJAU DARI KONDISI FISIK
Syamsudin, Rudi Nur;
Hidayah, Retna
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1232.113 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v5i1.1948
Keberadaan jalur pejalan kaki saat ini merupakan sebuah kebutuhan pada wilayah perkotaan. Selain berfungsi sebagai elemen pembentuk kota, adanya jalur pejalan kaki juga bertujuan untuk memfasilitasi aktivitas pejalan kaki. Sehingga sudah semestinya jalur pejalan kaki harus memenuhi standar, dilengkapi dengan komponen pendukung dan dapat memberikan keamanan serta kenyamanan bagi penggunanya. Penelitian ini dilakukan pada penggal jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta dengan tujuan untuk mengkaji kenyamanan jalur pejalan kaki ditinjau dari kondisi fisiknya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengemukakan data dan fakta di lapangan, kemudian dibandingkan dengan standar/peraturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum jalur pejalan kaki di area survay belum memenuhi standarisasi. Perlu adanya perbaikan terkait fisik jalur pejalan kaki, penyediaan fasilitas untuk penyandang difable dan penyediaan komponen pendukung jalur pejalan kaki. Selain itu masih ditemui penyalahgunaan jalur pejalan kaki yang digunakan untuk pedagang kaki lima dan parkir.
REPRESENTASI NILAI KOSMOLOGI PADA WUJUD LOKAL BANGUNAN TRADISIONAL SUKU SASAK DUSUN LIMBUNGAN
Wahyudi, Dendi Sigit
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 5 No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1164.525 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v5i2.1962
Arsitektur Lombok (Suku Sasak) memiliki sebuah bangunan tradisional yang unik. Suku Sasak sendiri merupakan sebuah suku asli dan mayoritas penduduknya terdapat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dapat diartikan dari sebuah kitab Nagara Kartha Gama, budaya sasak masih mempunyai kemampuan untuk menjaga serta melestarikan tradisi yang masih lestari hingga saat ini dari bentukan bangunan rumah tradisionalnnya. Kajian ini sangat tertuju agar mengetahui bangunan rumah tradisional yang berfungsi untuk tempat keluarga berlindung baik secara fisik, jasmani maupun rohani maupun spiritual. Sehingga bangunan tradisional suku sasak yang dibangun dengan nilai estetika dan budaya. Dan terdapat pola – pola beserta bentuk bangunan dapat dipengaruhi oleh nilai kosmologi, seperti halnya masyarakat Suku Sasak yang sangat percaya pada Gunung Rinjani sebagai alam yang supranatural dan memiliki nilai yang sangat sakral. Orientasi rumah tradisional suku sasak menghadap kearah timur. Arah timur mengidentifikasi arah terbitnya matahari yang diartikan dapat menolak bala dan dapat mendatangkah berkah dan rezeki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai kosmologi pada wujud lokal serta menelususri representasi pandangan kosmologi masyarakat setempat. Data primer diperoleh dengan menggunakan observasi, sedangkan penelitiannya menggunakan penelitian etnografi agar dianalisis dengan melakukan interpresentasi melalui observasi. Hasil dan pembahasan diperoleh serta dikembangkan pada rekomendasi untuk mengetahui representasi nilai kosmologi masyarakat khususnya dalam wujud lokal pada bangunan rumah tradisional suku sasak. Namun keberagaman tersebut engandung nilai – nilai dan adanya maksud serta tujuan yang sama dengan menjadikan alam semesta seperti gunung dan arah timur sebagai orientasi yang paling utama. Keberserahan diri dari masyarakat Suku Sasak kepada alam semesta ini dapat menjadikan bangunan huniannya mampu bertahan dengan identitas yang asli hingga sekarang.
ANALISIS PENATAAN RUANG HUNIAN SEWA BERDASARKAN KONSEP DESAIN YANG ADAPTIF: STUDI KASUS HOMESTAY LABUAN BAJO
Hadi Laksono, Sigit
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 5 No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1138.243 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v5i2.2038
Percepatan Pembangunan di Labuan Bajo dilakukan karena kota ini memiliki banyak potensi wisata yang dapat menarik wisatawan untuk datang. Potensi wisata di Labuan bajo ini didominasi oleh keindahan alam, seperti pantai, bukit, dan pulau-pulau kecil yang ada di sekitar kota Labuan Bajo. Dari adanya potensi tersebut, maka semakin meningkatnya sektor wisata di kota Labuan Bajo. maka kebutuhan akan akomodasi juga semakin meningkat dan bersaing. Yang menjadi isu disini, pertama adalah keberadaan homestay warga yang mulai bergeser peminatnya dibandingkan dengan keberadaan hotel dan cottage yang mulai banyak dibangun di labuan Bajo. Sehingga pada penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan alternatif terhadap desain perencanaan denah homestay agar menjadi lebih optimal. Konsep desain yang adaptif sebagai acuan dalam me redesain denah homestay ini. Agar homestay ini dapat mampu bersaing dengan hunian wisata lainnya, maka konsep desain adaptif yang dipakai mengacu pada standart amenitas ruang Hotel. Untuk metode perancangan yang digunakan adalah metode Cyclical design Process, dengan tujuan guna mendapatan alternatif desain yang lebih optimal. Hasil akhir yang akan didapat adalah berupa usulan rancangan yang berupa penataan denah rancangan yang telah disesuaikan dengan konsep desain yang adaftif.
KAJIAN MORFOLOGI KECAMATAN GUNUNGSITOLI DITINJAU DARI ASPEK EKOLOGI
Batubara, Rizky Ramadhan;
Selfia, Yeni
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 5 No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (756.776 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v5i2.2103
Perkembangan fisik Kecamatan Gunungsitoli cukup pesat sejak terjadinya gempa pada 28 Maret 2006 sehingga terbentuklah pola kota yang khas yang diakibatkan oleh beberapa aspek, salah satu yang sangat berpengaruh adalah aspek fisik ekologi. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya dalam proses perencanaan pengembangan kota di Kecamatan Gunungsitoli ke depannya guna terciptanya kualitas lingkungan fisik yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Hal tersebut diperlukan karena masalah bentukan fisik kota sejalan dengan semakin kompleksnya kehidupan kota di Kecamatan Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara mendalam dengan responden dari instansi Bappeda Kota Gunungsitoli, Dinas PUPR Kota Gunungsitoli, dan Akademisi. Pembangunan di Kecamatan Gunungsitoli memiliki kendala dari faktor topografi yang mengakibatkan adanya perbedaan kontur dan karakteristik tanah sehingga terdapat kendala dalam pengadaaan sistem jaringan jalan seperti kecendrungan tidak meratanya perletakaan massa bangunan. Bentuk alam Kecamatan Gunungsitoli dibelah oleh Sungai Nou dan dikelilingi oleh pegunungan yang membentuk delta pada muara antara Sungai Nou dengan laut. Perkembangan berpusat pada daerah delta yang berbentuk kipas dan perkembangan lainnya bersifat linear berkesinambungan dengan garis pantai dikarenakan tersedia struktur kota berupa jalan yang memungkinkan untuk di jadikan jalan karena kontur tanahnya relatif datar. Faktor topografi dan bentuk alam di Kecamatan Gunungsitoli yang menjadi kendala justru menjadi karakter dan keunikan dalam perkembangan morfologi Kota Gunungsitoli.
ANALISA POLA SPASIAL TERMINAL PENUMPANG GAPURA SURYA NUSANTARA PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
Andini, Dewanti
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 5 No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (688.645 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v5i2.2111
Gapura Surya Nusantara Passenger Terminal in the Tanjung Perak Port area of Surabaya. The location is on Jalan Tanjung Perak, North Perak, Kec. Beautiful Customs, Surabaya. This port is an industrial, trade and service area, in the form of a cargo terminal and a passenger terminal. The purpose of this study is to analyze the state of the building including the relationship between circulation patterns and space. The arrangement of the inner area uses a linear pattern. This pattern facilitates the flow of activities in the process of moving between modes of transportation. The spatial arrangement of the building is in accordance with the functional space design and the arrangement of static space elements. This building consists of three floors. Floor arrangement is distinguished according to the urgency of the building. The first and second floors are service areas, but the second floor also has a management area. The third floor is focused on commercial areas as public spaces and hospitality areas. The results of the analysis of spatial and land use patterns are expected to improve the quality of being a guide for other port passenger terminals in Indonesia so that land use and spatial patterns are in accordance with established standards.
PENDEKATAN PRINSIP DESAIN SIR NORMAN FOSTER PADA CONVENTION AND EXHIBITION CENTER DI KOTA MEDAN
Telaumbanua, Irwan
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (611.142 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v6i1.2269
Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 membuka peluang Indonesia dalam meningkatkan ekonomi disektor industri pariwisata dibidang MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition). MICE merupakan salah satu program prioritas KemenPareKraf berupa upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga diperlukan peningkatan fasilitas penunjang berupa venues stand alone (berdiri sendiri) bagi kegiatan MICE dalam wujud bangunan convention and exhibition center di Indonesia. Kota Medan merupakan kota bisnis, industri, dan perdagangan yang sangat penting, termasuk kota terbesar ke-3 di Indonesia, sehingga Kota Medan memiliki peluang investasi yang tinggi untuk kegiatan MICE tingkat nasional maupun internasional untuk menunjang kegiatan tersebut di atas maka Kota Medan perlu menambah bangunan convention and exhibition center yang memiliki fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan MICE dalam satu gedung dan bersifat venues stand alone (berdiri sendiri).
A DIGITAL TOURIST GAZE DAN VIRTUAL RACE : UPAYA MEMBANGUN KEMAMPUAN BERSAING KOTA DI ERA NEW NORMAL
Rusmiatmoko, Djudjun;
Nursanty, Eko;
Krismawanti, Krismawanti
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.216 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v6i1.2353
Abstract Cities and places have entered a new era because of the emergence of technology 5.0. The ability to compete successfully with other nearby cities is a goal for all cities worldwide. Several applications have made efforts to develop this virtual competitive ability to adapt to the demands of healthcare activities and win the city competition. This study aims to demonstrate that people's satisfaction in capturing the brand of a keta through virtual sports is widespread. In virtual competition applications such as 99 Virtual, Causes, Togoparts, Pacer, and Spacebib, qualitative research based on interviews and social media is utilized. According to the findings of this study, the virtual beauty of a place and city space is no longer the most important factor in winning a city competition. Instead, the narrative of sustainable city authenticity, which is reflected in the relationship between every element of the city, is the thing that will be remembered forever. Keywords: Digital tourist gaze, city competitive advantage Abstrak Kota dan tempat saat ini telah memasuki dimensi yang berbeda sehubungan perkembangan teknologi 5.0 yang menjadikannya tempat yang mampu memenangkan persaingan dibanding kota-kota lain di sekitarnya dan memberikan harapan bagi semua kota di dunia. Menyesuaikan diri dengan tuntutan aktivitas kesehatan sekaligus memenangkan persaingan kota, beberapa aplikasi digital telah melakukan upaya untuk membangun kemampuan bersaing secara virtual. Penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana kepuasan masyarakat dalam menangkap “brand” sebuah kota melalui aktivitas olah raga virtual yang sedang marak. Metode penelitian menggunakan riset kualitatif berdasarkan wawancara dan analisa media sosial pada aplikasi lomba virtual yaitu: 99 Virtualrace; Cause; Togoparts, Pacer dan Spacebib. Ppenelitian ini menemukan bahwa keindahan secara virtual pada sebuah tempat dan ruang kota tidak lagi menjadi faktor utama untuk memenangkan persaingan kota, namun narasi otentisitas kota yang berkesinambungan serta tergambar dalam hubungan setiap elemen kota adalah hal terpenting yang akan selalu diingat. Kata-kunci : Digital tourist gaze, kemampuan bersaing kota
ENERGY EFFICIENCY ANALYSIS OF AGAPE BUILDING IN DUTA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY
Dewangga, Yordan
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Unika Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.718 KB)
|
DOI: 10.54367/alur.v6i1.2366
Duta Wacana Christian University (UKDW) as one of the tertiary institutions in the city of Yogyakarta is one of the sectors that utilize electrical energy to support daily activities. One of the buildings at UKDW that is used as an office center is the Agape building. Electrical energy is used as an energy source to support office and lecture activities such as artificial lighting (lamps) and artificial ventilation (AC). Based on this dependence, a study is needed to determine the extent to which the level of energy efficiency exists in the Agape building, especially the effect of artificial lighting and ventilation on electrical energy efficiency. The method used in this study is a quantitative method based on primary data and secondary data. Primary data was obtained through direct measurements regarding the amount of energy used in one working day (8 hours), while secondary data was used to determine the dimensions and spaces in the Agape building. Based on the results of the energy efficiency analysis of artificial lighting and ventilation that has been carried out, it is known that the level of electrical energy used for artificial lighting and ventilation in the Agape building is classified as efficient. The results of this study are expected to be used as material for evaluation and consideration for subsequent research in order to achieve energy efficiency.