cover
Contact Name
TONNI LIMBONG
Contact Email
tonni.budidarma@gmail.com
Phone
+6281352520010
Journal Mail Official
shanty_silitonga@ust.ac.id
Editorial Address
Jl. Setiabudi No. 479 Tanjungsari Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Alur : Jurnal Arsitektur
ISSN : 26151472     EISSN : 26851490     DOI : https://doi.org/10.54367
ALUR : Jurnal Arsitektur UNIKA Santo Thomas Medan berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi kajian di bidang Teknik khususnya Teknik Arsitektur seperti biidang ilmu perancangan arsitektur dan bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan sebagainya , serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut.
Articles 86 Documents
Ciri Visual Bentuk Arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok dalam Akulturasi Budaya Naibaho, Polin DR; Yulianto, Yulianto; Pakpahan, Raimundus
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3704

Abstract

Medan City has a variety of ethnicities and cultures that cannot be separated from its past (history). The city of Medan, which is now known as "miniature of Indonesia", has diverse ethnic groups such as Malay, Javanese, Chinese, Tamil, Arab and European descendants. The Old Gang Bengkok Mosque is a mosque located in the city of Medan, precisely in Kesawan Village, West Medan District. This mosque was built by a merchant from China, Tjong A Fie, so that the characteristics of Chinese identity have strong characteristics in the ornaments as an implementation of an internal cultural mix, namely Malay culture and Chinese culture, in the mosque building. The result of this research is to search for data information regarding the visual characteristics of the architectural forms in this mosque so that later this collective visual data can enrich knowledge regarding the internal combination of different cultures but can be harmonious in one visual unity. The research methodology in this study uses descriptive qualitative. Kota Medan memiliki ragam etnis, budaya yang tidak dapat dilepaskan dari masa lalunya (sejarahnya). Kota Medan yang dikenal sekarang sebagai “miniatur Indonesia” memiliki suku bangsa yang beragam seperti Melayu, Jawa, Tionghoa, Tamil, Arab, dan keturunan Eropa. Masjid Lama Gang Bengkok adalah masjid yang terletak di kota Medan, tepatnya di Kelurahann Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Masjid ini dibangun oleh saudagar yang berasal dari China, Tjong A Fie, sehingga ciri khas identitas Tionghoa memiliki karakteristik yang kuat dalam ornamen sebagai penerapan perpaduan intern budaya yaitu budaya Melayu dan budaya Tionghoa pada bangunan Masjid tersebut. Hasil penelitian ini adalah untuk mencari informasi data mengenai ciri visual bentuk arsitektural yang ada pada masjid ini sehingga nantinya kolektif data visual ini dapat memperkaya keilmuan mengenai perpaduan intern budaya yang berbeda tetapi dapat harmonis dalam satu kesatuan visual. Metodologi penelitian pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
Pemetaan Bibliometrik Perkembangan Penelitian Biofilik di Indonesia Ratnasari, Anisza; Dwisusanto, Yohanes Basuki
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3726

Abstract

Biophilic design, which focuses on integrating natural elements into the built environment, has developed from the biophilia hypothesis. Currently, biophilic research has expanded into various fields. This literature review using bibliometric analysis aims to explore the trends of biophilic research in Indonesia. Data was collected through Publish or Perish for the period 2014-2024. VOSviewer was used for scientific mapping, while Lens.org was used for performance analysis. The results indicate that publications in scientific journals have increased over the past 5 years. Author mapping indicates some researchers are highly productive but show no co-authorship correlation. Meanwhile, mapping based on keywords depicts the dominance of research in the fields of design, architecture, and sociology. Recently, biophilic research in Indonesia has still focused on the implementation and evaluation of biophilic concepts in design, so that it is possible to open up opportunities for research collaboration in the fields of psychology, health, and ecology.
Adaptabilitas Gedung Komersial Hipermarket melalui Proses Konversi Fungsi Asharhani, Imaniar Sofia
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3737

Abstract

Beberapa negara di dunia telah menerapkan kebijakan konversi fungsi bangunan lama menjadi fungsi baru untuk mendukung terwujudnya siklus bangunan yang berkelanjutan. Di Indonesia terdapat banyak bangunan kosong akibat perubahan situasi lingkungan, seperti berubahnya industri komersial ritel. Penurunan penjualan perusahaan ritel terjadi akibat perubahan pola berbelanja masyarakat yang beralih ke digital. Salah satu industri ritel yang terdampak oleh gaya hidup masyarakat yang berubah ialah perusahaan di bidang hipermarket Giant yang memutuskan menutup sejumlah besar gerai di Indonesia pada tahun 2021. Studi ini bertujuan mengeksplorasi perubahan fungsi bangunan hypermarket untuk melihat kemampuan beradaptasi suatu bangunan. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder, baik dari penelitian lain sebelumnya, pedoman konversi dari kajian terdahulu, hingga kajian teori yang terkait dengan perubahan bangunan yang beradaptasi. Dilanjutkan dengan pengamatan di lokasi salah satu studi kasus untuk mengidentifikasi potensi perubahan serta kategori perubahan yang terjadi. Faktor yang mempengaruhi perubahan perlu dilihat dari lingkungan, bangunan serta unit di dalam bangunan. Lingkungan seperti kualitas alam, citra sosial yang sehat, kelengkapan fasilitas umum dan sosial serta aksesibilitas transportasi umum mempengaruhi potensi fungsi baru. Faktor kesiapan bangunan untuk beradaptasi dilihat dari kondisi fisik bangunan dan aspek teknis. Transformasi unit yang ada di dalam bangunan dapat merefleksikan efektivitas adaptasi yang dilakukan. Kajian ini diharapkan dapat mendorong kebijakan pemangku kepentingan dan pemilik bangunan dalam mengatasi kekosongan gedung sekaligus optimasi adaptabilitas bangunan
PENILAIAN KUALITAS RUMAH BANTUAN PASKA TSUNAMI DI BANDA ACEH, INDONESIA SETELAH SATU DEKADE DITEMPATI Adamy, Aulina; Meillyta, Meillyta; Fata, Abrarul; Sukena, Ilham
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3741

Abstract

Dari seluruh kabupaten atau kota di Aceh, Banda Aceh sebagai ibu kota merupakan daerah yang paling parah terkena dampak gempa dan tsunami pada tahun 2004. Perumahan merupakan proyek bantuan dengan jumlah terbesar dan desain yang beragam karena bersumber dari berbagai bantuan. Setelah 15 tahun, kelayakan perumahan tersebut terlihat lebih jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas rumah yang dihuni setelah lebih dari satu dekade melalui pengukuran kualitas lingkungannya. Umumnya, rumah bantuan terlihat bagus pada saat serah terima, tetapi kualitas sebenarnya perlu diuji setelah beberapa tahun ditempati. Penelitian dilakukan di Kecamatan Meuraxa dengan memilih lima desa secara acak. Sebanyak 45 hunian dengan 9 jenis desain dievaluasi. Metode penelitian kuantitatif dengan pengukuran mekanis untuk intensitas cahaya, kelembaban, dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum rumah bantuan belum memenuhi standar lingkungan rumah sehat yang ditetapkan pemerintah. Rumah yang dibangun oleh P2KP menunjukkan kinerja lingkungan dan kualitas bangunan yang lebih baik, sedangkan rumah dari YLKI dan BRR justru sebaliknya. Setelah lebih dari satu dekade, nampaknya kombinasi bantuan perumahan berkualitas rendah dan penduduk berpenghasilan rendah berkontribusi terhadap terbentuknya permukiman kumuh. Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai rekonstruksi rumah di Aceh dan Nias pasca Tsunami, penelitian di masa depan perlu mencakup lebih banyak variasi desain rumah dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Tingginya angka kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Banda Aceh kemungkinan disebabkan oleh buruknya kualitas lingkungan rumah bantuan sehingga diperlukan kajian korelasi khusus di masa depan.
POLA PERMUKIMAN TIONGHOA UDIK DI KAMPUNG CUKANGGALIH, TANGERANG Gracia, Ruth; Khamdevi, Muhammar
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3990

Abstract

Chinese kampongs are starting to face the threat of disappearance, particularly in Greater Tangerang. The Chinese Farmers settlement in Kampung Cukanggalih holds significant cultural importance that needs to be preserved, including its historical, aesthetic, scientific, and social values. Therefore, this study was conducted to understand the settlement pattern of Chinese Farmers in Kampung Cukanggalih as part of documentation efforts. This research employs a qualitative-descriptive method. The results indicate that the building patterns are centered around an open space in the middle of the settlement, following Feng Shui principles. The orientation of the houses follows Feng Shui rules based on each resident's hopes, the circulation pattern combines radial and linear with collective system linkage, viharas and temples as markers of access to enter the village, and the characteristics of the Chinese Farmers houses and its landscape strongly define the kampong's identity.