cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2018): November 2018" : 50 Documents clear
Uji rizobakteri agen biokontrol terhadap Rigidosporus microporus pada Tanaman Pala (Myristica fragrans) secara in vitro Putri Khairanisyah; Tjut Chamzurni; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.503 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9381

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis rizobakteri yang berpotensi sebagai agen biokontrol terhadap daya hambat patogen Rigidoporus microporus pada tanaman pala secara in vitro yang dilakukan pada Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai bulan Maret sampai Mei 2018. Sampel yang digunakan yaitu patogen R. microporus penyebab jamur akar putih (JAP) pada tanaman pala dan isolat rizobakteri dari tanaman yang sehat diantara tanaman yang sakit. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat 44 isolat rizobakteri murni, setelah diuji daya hambat terdapat 27 isolat rizobakteri yang dapat menghambat patogen R. microporus dan setelah uji antagonisme terdapat 18 isolat rizobakteri yang mampu menekan pertumbuhan koloni patogen R. microporus. Isolat rizobakteri yang memiliki penghambatan paling tinggi terdapat pada AP 5/7 dengan penghambatan 74.44% yang memiliki ciri-ciri bentuk permukaan koloni cembung, berwarna putih, dengan pinggiran koloni tidak rata dan AP 8/2 dengan penghambatan 61.11% yang memiliki ciri-ciri bentuk permukaan koloni rata, berwarna putih, dengan pinggiran koloni tidak rata.Rhizobacterial test of bio control agent toward Rigidosporus microporus on Nutmeg Plants (Myristica fragrans) in vitroAbstract. This study aims to determine the effect of rhizobacteria types that have potential as bio control agents on the pathogenic inhibitory power of Rigidoporus microporus on nutmeg plants in vitro which was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from March to May 2018. The samples used were pathogenic R. microporus causing white root fungus (JAP) on nutmeg plants and rhizobacterial isolates from healthy plants among diseased plants. The results obtained from this study is there were 44 pure rhizobacterial isolates, after testing the inhibitory power, there were 27 isolates of rhizobacteria that could inhibit R. microporus pathogens and after antagonism test there were 18 isolates of rhizobacteria that could suppress the growth of R. microporus pathogenic colonies. Rhizobacterial isolates with the highest inhibition were found on AP 5/7 with 74.44% inhibition which had features of convex, white colony surface shape, with uneven colony edges and AP 8/2 with 61.11% inhibition which had features of flat colony surface shape, white colour, with uneven edges of colonies.
Pengaruh Dosis Ampas Tahu dan Pupuk Agrobost Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Fathul Rizal; Bakhtiar Bakhtiar; Jumini Jumini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.584 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9510

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ampas tahu dan konsentrasi pupuk agrobost serta interaksi antara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bulan Januari sampai April 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis ampas tahu dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Agrobost. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang tongkol berkelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan potensi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ampas tahu berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 45 HST, diameter batang umur 30 HST dan 45 HST, panjang tongkol berkelobot, tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot dan tanpa kelobot, potensi hasil berkelobot dan tanpa kelobot, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST dan 30 HST serta diameter batang 15 HST. Perlakuan konsentrasi pupuk Agrobost berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang 30 dan 45 HST, panjang tongkol berkelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, potensi hasil berkelobot dan potensi hasil tanpa kelobot. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi 15 dan 45 HST serta diameter 15 HST. Tidak terdapat interaksi yang  nyata antara dosis ampas tahu dan konsentrasi pupuk Agrobost terhadap semua peubah  pengamatan.  Perlakuan dosis ampas tahu 10, 20 dan 30 ton/ha  memberikan pertumbuhan dan hasil jagung  manis yang sama baiknya, namun dari segi ekonomis 10 ton/ha lebih efektif untuk digunakan. Perlakuan pupuk agrobost yang lebih baik di jumpai pada konsentrasi 15 ml/l air yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis dibandingkan dengan kontrol dan 30 ml/l air.Kata kunci : Ampas Tahu, Agrobost, Jagung ManisEfect of Dosage Tofu Dregs and Agrobost Fetilezer to Growth and Yield of Sweet Corn Crops Zea mays saccharat Sturt.Abstrack. This research was conducted to know wheter the effect of dosage tofu dregs and agrobost fertilizer consentration and interaction between both of it to growth and yield of sweet corn crops. This research did at. Experimental Farm and Plant Phaysiology Laboratory of Syiah Kuala University, Banda Aceh, on January to April 2018. The design was used  Randomized Block Design (RBD) 4 x 3 factorial pattern with 3 times repeated. The first factor was dosage of tofu dregs (D) and the second factor was agrobost consentration (T). The observed variables were plant height, stem diameter, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted, weight of cob weight without weight and yield potential. The results showed that dosage of tofu dregs very significant effect on plant height of 45 DAP, stem diameter of 30 DAP and 45 DAP, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted and weight of cob without weighted, yield potency of cob weighted and yield potency of cob without weighted. The significant effect on  plant height of 15 DAP and 30 DAP and stem diameter of 15 DAP. Agrobost fertilizer concentration was very significant effect on stem diameter of 30 and 45 DAP, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted, weight of cob without weighted, yield potency of cob weighted and yield potency without weighted. However, no significant effect on the plant height of  15 and 45 DAP and the diameter of 15 DAP. There were no interaction between dregs of tofu and Agrobost fertilizer concentration on all observation parameters. The treatment of  dregs tofu 10, 20 and 30 tons/ha the same growth and yield of sweet corn, but terms of economical 10 tons/ha is more effective to use. The treatment of agrobost fertilizer  was found better at concentration of 15 ml/l water which gave growth and sweet corn yield compared to the control and 30 ml/l water.Keyword: Dregs of Tofu, agrobost, Sweet Corn 
Deteksi Kualitas Air Sumur Masyarakat Akibat Penumpukan Limbah di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Menggunakan Laser Photo-Acoustics Spectroscopy di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh Khairul Abdi Ruslana; Ichwana Ichwana; Agus Arip Munawar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.603 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9396

Abstract

Abstrak. Dalam menguji kualitas air di Laboratorium biasanya memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang lama. Laser Photo-Acoustics Spectroscopy adalah salah satu metode terbaru untuk uji cepat kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keakuratan laser fotoakustik sebagai metode baru yang cepat, efektif, dan efisien dalam mendeteksi kualitas air sumur masyarakat akibat penumpukan limbah di sekitar Tempat Pembuangan Akhir di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh dengan menggunakan Laser Fotoakustik. Hasil penelitian ini menunjukkan panjang gelombang relevan untuk prediksi kualitas air sumur menggunakan rentang panjang gelombang 4000 – 10000 cm-1 dimana parameter suhu, kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD-5 dan nitrat (NO3-) berada pada rentang panjang gelombang tersebut. Metode koreksi spektrum yang paling baik digunakan untuk prediksi suhu, kekeruhan, TSS dan DO ialah metode koreksi cutting edge filtering, prediksi pH dan NO3- paling baik menggunakan data raw spektrum sementara prediksi BOD-5 paling baik mengggunakan metode koreksi peak normalization. Pada data raw spektrum nilai r berkisar pada 0.8349537 - 0.9926958, nilai RMSEC berkisar pada 0.0387916 - 3.7519751, nilai R2 0.6971 - 0.9854453, nilai RPD 1.942375418 - 6.949700451. Pada metode koreksi peak normalization nilai r berkisar pada 0.8151091 - 0.9910417, nilai RMSEC 0.0447571 - 5.7055745, nilai R2 0.65995 - 0.98216, nilai RPD 1.833200928 - 6.668034607. Pada metode koreksi cutting edge filtering nilai r berkisar 0.882751 - 0.9980677, nilai RMSEC 0.0410234 - 1.9323903, nilai R2 0.76829 - 0.9961392, nilai RPD 2.22078388 - 17.20520953.Detection of Water Quality of Wells of Communities Due to Waste Accumulation Around Final Disposal Site Using Photoacoustics Laser in Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda AcehAbstract. In testing the quality of water in the Laboratory usually requires a high cost and a long time.  The Photo-Acoustics Spectroscopy Laser is one of the newest methods for rapid water quality testing. The purpose of this research is to test the accuracy of photoacoustic laser as a new method that quickly, effectively and efficiently in detecting the quality of well water of society due to the accumulation of waste around the Final Disposal Site in Gampong Jawa, Kuta Raja Raja sub-district by using Laser Fotoakustik. The results of this study show the relevant Wavelength for well water quality prediction using the 4000 - 10000 cm - 1 wavelength range where the temperature, turbidity, TSS, pH, DO, BOD - 5 and nitrate (NO3 -) parameters are in the wavelength range. The best spectral correction methods used for prediction of temperature, turbidity, TSS and DO are cutting edge filtering correction methods, pH and NO3 predictions-best using raw spectrum data while BOD-5 predictions best use peak normalization correction methods. In raw data spectrum r value ranges from 0.8349537 - 0.9926958, RMSEC value ranges from 0.0387916 - 3.7519751, value R2 0.6971 - 0.9854453, RPD value 1.942375418 - 6.949700451. In peak correction method normalization r value ranges from 0.8151091 - 0.9910417, RMSEC value 0.0447571 - 5.7055745, value R2 0.65995 - 0.98216, RPD value 1.833200928 - 6.668034607. In correction method of cutting edge filtering r value ranges from 0.882751 - 0.9980677, RMSEC value 0.0410234 - 1.9323903, value R2 0.76829 - 0.9961392, RPD value 2.22078388 - 17.20520953.
Analisis Variasi Harga Dan Integrasi Pasar Vertikal Cabai Merah Di Kabupaten Gayo Lues Wan Jumiana; Azhar Azhar; Edy Marsudi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.214 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9373

Abstract

Abstrak. Cabai merah (Capsicum annum L.) adalah salah satu jenis sayuran yang cukup strategis untuk dibudidayakan di Kabupaten Gayo Lues. Siklus produksinya yang bersifat musiman menyebabkan produksinya terus berfluktuatif. Hal tesebut dapat mempengaruhi perubahan harga yang cendrung berfluktuasi sehingga menimbulkan kecurigaan adanya permainan harga dalam proses pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi harga cabai merah di tingkat petani dan pedagang pengecer serta mengetahui integrasi pasar vertikal cabai merah di Kabupaten Gayo Lues yang terjadi antara petani dan pedagang pengecer dalam jangka pendek dan jangka panjang. Metode penelitian adalah menggunakan analisis Koefisien variasi untuk mengetahui tingkat variasi harga dan dengan pendekatan Kointegrasi Johansen dan  Vector Error Corection Model (VECM) untuk mengetahui integrasi pasar vertikal. Data yang digunakan adalah data sekunder kuantitatif berupa harga rata-rata bulanan selama empat tahun (tahun 2014 – tahun 2017).  Hasil penelitian adalah variasi  harga cabai merah di tingkat petani dan pengecer adalah  tinggi dan  tidak stabil  berdasarkan  kriteria Kemendag yaitu dengan nilai rata-rata koefisen variasi sebesar 15,34% di tingkat petani dan 11,64% di tingkat pengecer. Hasil uji kointegrasi Johansen harga di tingkat petani  dan pengecer terdapat hubungan kointegrasi jangka panjang. Berdasarkan hasil estimasi hubungan integrasi jangka panjang dan jangka pendek menggunakan uji VECM,  menunjukkan integrasi  pasar vertikal cabai merah di Kabupaten Gayo Lues di tingkat petani dan pedagang pengecer terintegrasi masih relatif lemah.Analysis Of Price Variation And Vertical Market Integration Of Red Chili In Gayo Lues DistrictAbstract. The red chili (Capsicum annum L.) is one of vegetables that is strategic enough to be cultivated in Gayo Lues Regency. Its seasonal production cycle causes its production to continue to fluctuate. This can affect price changes that tend to fluctuate, thus raising the suspicion of a price game in the marketing process. This study aims to determine the variation of the price of red peppers at the level of farmers and retailers and to know the integration of red chili vertical market in Gayo Lues Regency that occurred between farmers and retailers in the short and long term. The research method is to use the variation coefficient analysis to determine the level of price variation and with the Johansen Cointegration Approach and the Vector Error Corection Model (VECM) to know the vertical market integration. The data used is quantitative secondary data in the form of average monthly price for four years (year 2014 - year 2017). The result of this research is variation of price of red chili at farmer level and retailer is high and unstable based on Kemendag criterion that is with average value of coefficient of variation 15,34% at farmer level and 11,64% at retailer level. Johansen's cointegration test results at the farmers and retailer levels have long term cointegration relationships. Based on the estimation of long-term and short-term integration relationships using the VECM test, it shows the vertical market integration of red pepper in Gayo Lues District at the level of integrated farmers and retailers is still relatively weak.
Pengaruh konsentrasi auksin dalam hydropriming benih cabai yang berbeda tingkat kadaluarsa terhadap viabilitas benih Belangie Tuahte Gundala; Trisda Kurniawan; Halimursyadah Halimursyadah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.23 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9378

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi auksin dalam hydropriming dan tingkat kadaluarsa serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih cabai kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakaan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Maret sampai Juni 2018. Unit-unit penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah perendaman dalam larutan auksin dengan konsentrasi : 0, 2, 4, dan 6 g L-1 dan faktor kedua adalah tingkat kadaluarsa dengan 3 taraf yaitu 4, 8 dan 12 bulan. Benih yang telah diperlakukan dikecambahkan dengan metode Uji Diatas Kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi auksin berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum, indeks vigor dan kecepatan tumbuh relatif, berpengaruh nyata pada tolok ukur daya berkecambah dan keserempakan tumbuh. Tingkat Kadaluarsa berpengaruh sangat nyata terhadap tolok ukur potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah. Perlakuan konsentrasi auksin  2 g L-1 dengan tingkat kadaluarsa 4 bulan merupakan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan tolok ukur potensi tumbuh maksimum (97,33%).The Effect of Auxin Concentrations in Hydropriming and Levels of Expired Chilli Seed to Seed ViabilityAbstract. The purposes of this research were to know the effect of auxin concentrations in hydropriming and levels of seed expired and interaction between them to chilli seed viability. This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology Department of Agrotechnology Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh from March to June 2018. Research units were arranged based on factorial Completely Randomized Design 4x3 with 3 replicates, continued with Honesty Significant Different on significant F-test results. The first factor was immersion in auxin solution with concentration: 0, 2, 4, and 6 g L-1 and the second factor was expired level with 3 levels 4, 8 and 12 months. Treated seed were planted on paper test method and in trays added with soil. The results showed that the auxin concentration treatment had a very significant effect on the maximum growth potential, vigor index and relative growth rate, significant effect on germination power and The expiration rate had a very significant effect on the maximum growth potential and germination power. Treatment of 2 g L-1 auksin concentration with 4 month expiration rate was the best treatment combination based on maximum growth potential (97,33%).
Motivasi Petani, Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat dalam Budidaya Tanaman Cengkeh Di Mukim Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Muhammad Sofwan; Ahmad Humam Hamid; Irwan A. Kadir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.98 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.8765

Abstract

Abstrak Cengkeh memiliki peranan yang cukup besar dalam pembangunan di bidang perekonomian di Indonesia. Perkembangan produksi dan harga cengkeh di Indonesia dari tahun 2003 – sekarang berfluktuasi dengan kecendrungan meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata tingkat pertumbuhan sebesar 1%. Namun permasalahan harga merupakan masalah utama dalam budidaya tanaman cengkeh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar tingkat motivasi petani, terhadap budidaya tanaman cengkeh dan melihat hubungan antara Faktor pendorong motivasi petani dengan tingkat motivasi petani, dan factor penghambat motivasi petani dengan tingkat motivasi petani di Mukim Lampuuk Kecamatan Lhoknga. Penelitian menggunakan metode survey, data dikumpulkan dari wawancara dengan petani responden yang diambil dengan cara cluster sampling dan sample proposional . Total responden dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Analisis data menunjukkan bahwa motivasi petani cengkeh berada pada kategori tinggi, yaitu 52%. Petani menanam tanaman cengkeh dapat memenuhi kebutuhan ekonominya dan membawa dampak positif secara sosial. Hubungan antara faktor pendorong dengan motivasi petani dengan nilai signifikan 0,01 dan berhubungan searah. Sedangkan faktor pendorong: lingkungan ekonomi dan status sosial ekonomi berpengaruh nyata.  dan faktor penghambat dengan motivasi petani tidak berpengaruh nyata, didalamnya antara lain; hama dan penyakit serta ketidaktersediannya kredit usaha tani.Motivation Of Farmers, Power Factors And Drug Factors In Plant Cultivation In Mukim Lampuuk District Lhoknga District Aceh Big DistrictAbstract  Cloves have a considerable role in the development in the field of economy in Indonesia. Development of production and the price of cloves in Indonesia from the year 2003 – present fluctuating trend is increasing every year, with an average growth rate of 1%. But the main issue is the price problems in the cultivation of cloves. This research aims to look at how big the level of motivation of farmers, against the cultivated crops of clove and see the relationships between the Factors driving the motivation of farmers with a level of motivation of farmers, and the factor restricting farmer motivation with a the level of motivation of farmers in Lhoknga Subdistrict Mukim Lampuuk. Research using survey method, data were collected from interviews with farmers respondents were taken by means of cluster sampling and sample proportional. Total respondents in this study as many as 50 respondents. Data analysis showed that the motivation of clove farmers are on a high category, i.e. 52%. Farmers plant crops of clove can meet the needs of the economy and bring positive impact socially. The relationship between driving factor with the motivation of farmers with a significant value of 0.01 and connect direct. While the driving factor: economic environment and socio-economic status effect is real.  restricting factors and with the motivation of farmers do not affect real, therein, among others; pests and diseases as well as the unavailability of farming credit.
Efektivitas Rizobakteri Isolat Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Koloni Patogen Fusarium oxysporum Tanaman Terung (Solanum melongena L.) secara in vitro. Rivayani Ahyamaqvirah; Nanda Mayani; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.428 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9549

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rizobakteri isolat tanaman tomat yang mampu berperan sebagai agen biokontrol dalam menghambat pertumbuhan koloni patogen Fusarium oxysporum tanaman terung secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh dari bulan Mei sampai Juli 2018. Rancangan yang digunakan pada uji antagonisme rizobakteri dengan patogen adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Parameter yang diamati adalah persentase penghambatan pertumbuhan koloni patogen dan laju penghambatan pertumbuhan koloni patogen. Hasil penelitian menunjukkan persentase daya hambat rizobakteri yang tertinggi dalam menghambat pertumbuhan koloni patogen yaitu isolat SRK 5/3 dengan nilai 61,97% dengan aktivitas tinggi dan laju penghambatan isolat rizobakteri yang menekan pertumbuhan koloni, hifa, dan spora yaitu isolat SRK 5/3 dengan nilai 11,50  mm/hari.EFFECTIVENESS OF RIZOBACTERIAL TOMATO PLANT (Lycopersicum esculentum Mill.) ISOLATES ON PATHOGENIC COLUMN GROWTH POWER OF Fusarium oxysporum EGGPLANT (Solanum melongena L.) IN VITROAbstract. This study aims to obtain rhizobacteria from tomato isolates which are able to act as biocontrol agents for inhibiting the growth of pathogenic colonies of Fusarium oxysporum in eggplant plants by in vitro method. This research was carried out at the Laboratory of Seed Science and Technology, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, from May to July 2018. The test of rhizobacterial antagonism with pathogens used non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The parameters of this research were the percentage of inhibition of the pathogenic colonies growth and the rate of inhibition of the pathogenic colonies growth. The results showed that the highest percentage of rhizobacterial inhibition for hampering the growth of pathogenic colonies, SRK 5/3 isolates with 61.97% values with high activity and the rate of inhibition of rhizobacterial isolates which suppressed the growth of colony, hyphae, and spores, is 5/3 SRK isolates with the value of 11.50 mm / day.
Pemanfaatan Tepung Ampas Tahu dan Karagenan pada Pembuatan Bakso Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Lutfi Alvian; Eva Murlida; Syarifah Rohaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.432 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.5481

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ampas tahu dan karagenan pada pembuatan bakso jamur merang terhadap mutu bakso jamur merang yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi tepung ampas tahu (T) yang terdiri atas tiga taraf yaitu T1 = 6%, T2= 9%, T3 = 12%. Faktor kedua adalah konsentrasi karagenan (B) terdiri atas dua taraf yaitu B1= 3%, B2= 6%. Kombinasi penelitian dalam penelitian ini adalah 3 x 2 = 6 kombinasi perlakuan dengan menggunakan tiga (3) kali ulangan, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Berdasarkan penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil analisis bakso jamur merang yaitu: kadar air 75,75%, kadar abu 2,90%. Uji organoleptik secara hedonik diperoleh nilai rata-rata pada warna 3,37 (biasa), aroma 2,86 ( biasa), tekstur 2,86 (biasa) dan rasa 2,96 (biasa). Uji gigit (kekenyalan) diperoleh nilai rata-rata 5,71 (dapat diterima, kenyal). Analisis kadar protein dan kadar serat kasar yang dianalisis hanya 6 sampel berdasarkan perlakuan terbaik dengan metode rangking dari kadar air, kadar abu, organoleptik, dan uji gigit (kekenyalan). Analisis kadar protein diperoleh nilai rata-rata 17,39%  dan kadar serat kasar diperoleh nilai rata-rata 4,14%. Abstract. This research was aimed to determine the effect of addition of tofu and carrageenan dregs flour on the manufacture of mushroom meatballs on the quality of mushroom meatballs produced. This research used Factorial Random Design (RAL) which was consisted of two factors. The first factor was the concentration of dregs flour tofu (T) consisting of three levels, namely T1 = 6%, T2 = 9%, T3 = 12%. The second factor was the concentration of carrageenan (B) consists of two levels, namely B1 = 3%, B2 = 6%. The combination of the research in this study was 3 x 2 = 6 treatment combinations using three (3) replications, so that 18 experimental units were obtained. Based on the research, the average value of meatballs mushroom analysis results were water content 75.75%, ash content 2.90%. The organoleptic test hedonic obtained the average value on the color 3.37 (netral), aroma 2.86 (netral), texture 2.86 (netral) and taste 2.96 (netral). The test of bite (elasticity) was obtained by mean value 5,71 (acceptable, chewy). Protein content and crude fiber content were analyzed by only 6 the best treatment based on water content, ash content organoleptic and test of bite (elasticity). Analysis of protein content was obtained by mean value 17.39% and the mean of crude fiber content was 4.14%
Pengaruh Penggunaan Ransum Komersil yang Sebagian disubstitusi dengan Campuran Tepung Limbah Kepiting + Tepung Limbah Ikan Leubim + Menir terhadap Berat dan Persentase Komponen Telur Puyuh Evi Aswita; Herawati Latif; Zulfan Zulfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9530

Abstract

Abstrak. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan  campuran tepung limbah kepiting, tepung limbah ikan leubim (Canthidermis maculata), dan  menir  sebagai substitusi sebagian ransum komersil terhadap berat dan persentase komponen telur puyuh.  Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Produksi Ternak Ungggas, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.  Penelitian ini menggunakan sebanyak 80 ekor puyuh (Coturnix-coturnix japonica) betina dara umur 4 minggu.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok  terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kelompok.   Setiap kelompok merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 ekor puyuh betina dara.   Ransum perlakuan adalah ransum komersil ayam petelur yang disubstitusi dengan campuran tepung limbah kepiting + tepung limbah ikan leubim + menir sebanyak 0, 10, 20, dan 30%.   Hasil penelitian memperlihatkan substitusi ransum komersil sampai level 30% dengan campuran 7,5% tepung limbah kepiting + 4,1% tepung limbah ikan leubim + 13,4% menir  meningkatkan persentase kuning telur (yolk) dan kerabang telur puyuh serta menurunkan persentase albumen.Effect of Using Commercial Ration Partly Substituted by the Mixing of  Crab Waste Meal +  Leubim Fish Waste Meal + Broken Rice on the Weights and Percentages of  Quail Egg ComponentsAbstract.  The purpose of this study was to determine  effect of using the mixing of  crab waste meal +  leubim fish (Canthidermis maculata) waste meal + broken rice as a substitute for  commercial laying chicken rations on the components of quail eggs.  This research was conducted at the Field Laboratory of Animal Husbandry and the Laboratory of  Poultry Production Science, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. This study used as many as 80 quails (Coturnix-coturnix japonica) females aged 4 weeks. The treatment  was feeding quails with the commercial diet of laying hen (324-1M) partially substituted by the mixing of  crab waste meal + leubim  fish  waste meal + broken rice  as much as 0% (RA),  10% (RB),  20% (RC),  and 30% (RD), respectively.   The study was performed into block randomized design (BRD) consisting of 4 treatments and 4 blocks.  Each treatment was  an experimental unit consisting of 5 female quails.  The parameters were egg weight and  the weights and percentages og egg components including yolk, albumen, and shell. The results of  study indicated that  substitute commercial laying chicken rations up to 30% with a mixing of 7,5% crab waste meal + 9,1%  leubim waste meal  + 13,4% broken rice increased the percentages of yolk and egg shell of quails while the percentages of albumen declined.
Distribusi spasial lahan kopi eksisting berdasarkan ketinggian dan arahan fungsi kawasan di kabupaten Aceh Tengah Uda Chandra; Yulia Dewi Fazlina; Muhammad Rusdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.447 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9587

Abstract

Abstrak. Data  spasial  adalah data yang bereferensi geografis atas representasi obyek di bumi. Data  spasial  pada  umumnya  berdasarkan  peta  yang  berisikan  interprestasi  dan  proyeksi seluruh fenomena yang berada di bumi, kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Kopi juga   merupakan sumber penghasilan bagi tidak kurang dari 1,5 juta jiwa petani kopi di Indonesia, sejak tahun 1992 petani kopi Arabika Gayo telah  terlibat  dalam  program  sertifikasi  produk yang  berprinsip  pada  sistem  pertanian berkelanjutan. Tanaman kopi diperkirakan berasal dari hutan-hutan tropis di kawasan Afrika. Coffea arabica dianggap berasal dari kawasan pegunungan tinggi di barat Ethiopia  maupun  di  kawasan  utara  Kenya, di dunia perdagangan dikenal beberapa golongan kopi, tetapi yang paling sering dibudidayakan hanya kopi Arabika, Robusta, dan Liberika. Data spasial merupakan representasi dari objek spasial yang ada pada dunia nyata. Data  spasial  merupakan  salah  satu  item  dari  informasi,  dimana  didalamnya terdapat   informasi   mengenai   bumi   termasuk   permukaan   bumi,   dibawah permukaan bumi, perairan, kelautan dan bawah atmosfir. Data spasial dapat dihasilkan dari berbagai macam sumber, diantaranya: citra satelit, peta analog, foto udara dan data survei lapangan. Sebaran spasial perkebunan kopi arabika di Kabupaten Aceh Tengah seluas 1080,88 Ha. Rata – rata sebaran perkebunan kopi arabika di tiap kecamatan berada pada ketinggian 125 – 2000 mdpl. Seluas 1012 Ha berada pada ketinggian 1000 – 2000 mdpl, sedangkan 68,88 Ha berada diketinggian 125 – 1000 mdpl. Seluas 1040,70 Ha lahan kopi berada pada kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang tersebar di 13 kecamatan sedangkan seluas 40.18 Ha berada dikawasan Hutan Lindung (HL) yang tersebar di 6 kecamatan.Abstract. Spatial data is data that refers to object representation on earth. Spatial data generally refers to maps that contain interpretations and projections of all phenomena that exist on the earth, coffee is one of the commodities that have high economic value among other plants and as a source of foreign exchange. Coffee also becomes no less than 1.5 million people of coffee farmers in Indonesia, since 1992 Gayo Arabica coffee farmers have been involved in principled product certification programs on sustainable farming systems. Coffee plants are thought to originate from tropical forests in the African region. Coffea arabica also comes from a high area in western Ethiopia or in the northern region of Kenya, in the world of trade is known for some coffee, but the most commonly cultivated only Arabica, Robusta, and Liberika coffee. Spatial data is a representation of spatial objects in the real world. Spatial data is one of the items of information, in which there is information about the earth including the earth's surface, base, oceanic and undersea atmosphere. Spatial data can be generated from a variety of sources, namely: satellite imagery, analog maps, aerial photographs and field survey data. Spatial distribution of Arabica coffee plantations in Central Aceh Regency covering 1080.88 Ha. The average distribution of Arabica coffee governance in each district is at an altitude of 125-2000 masl. An area of 1012 Ha is at an altitude of 1000 - 2000 masl, while 68.88 Ha is at an altitude of 125-1000 masl. Covering an area of 1040.70 Ha of coffee land is in the area of Other Use Areas (OUA) which are scattered in 13 temporary sub-districts covering an area of 40.18 Ha located in the Protected Forest (PF) area spread over 6 districts.