cover
Contact Name
Baharuddin
Contact Email
bahardpore@gmail.com
Phone
+6285394596633
Journal Mail Official
pendidikan.kreatif@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/jpk/Editorial
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kreatif
ISSN : 29873231     EISSN : 29634083     DOI : 10.24252
Educational science,educational management,educational philosophy,educational psychology,historical education,political education.
Articles 84 Documents
KONTRIBUSI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBENTUK EMPATI DAN KEPEKAAN SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS VIII DI MTS DDI MANDING POLEWALI MANDAR Nurzamsinar; Sudirman; Nurwana; Nur Anisyah; Ridwan
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpk.v6i1.58810

Abstract

Akhlak education plays an important role in shaping students' character, especially in instilling empathy and social awareness. In the midst of the crisis of human values, akhlak teachers have a responsibility not only as teachers, but also as moral role models who integrate Islamic values into learning. The type of research uses qualitative research with a field research approach in the form of descriptive analysis. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Furthermore, all data obtained is processed with the stages of data analysis, namely data reduction, data presentation, and data conclusions. The results of the study are the contribution of akhlak teachers in shaping empathy and social awareness of class VIII students at Mts DDI Manding Polewali Mandar, namely through structured teaching based on Islamic values, teachers have succeeded in integrating lessons on empathy and social sensitivity into daily learning activities with the approach used is a moral approach, experience-based learning, and group discussions, to instill the values of empathy and social sensitivity. Practical activities, such as social service and group work, are also used to provide students with direct experience in applying these values.
Development of a Modern Physics Practical Guide for Calculating He-Ne Laser Wavelengths with Double-Slit Diffraction Sofia Alvionita; Sri Purwaningsih; Neneng Lestari
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpk.v6i1.61260

Abstract

Fisika modern memegang peranan penting dalam pengembangan teknologi dengan memahami sifat cahaya dan fenomena seperti difraksi dan karakterisasi panjang gelombang. Dalam konteks ini, laser He-Ne telah menjadi sumber cahaya yang sangat penting dalam berbagai aplikasi ilmiah dan teknologi. Pembelajaran fisika yang ideal adalah pembelajaran fisika yang berbasis praktikum. Praktikum fisika modern materi difraksi celah ganda tidak dapat dilaksanakan di laboratorium karena belum adanya panduan praktikum dan membutuhkan bahan ajar berupa panduan penuntun praktikum fisika modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penuntun praktikum fisika modern untuk menghitung panjang glombang laser He-Ne dengan difraksi celah ganda, untuk memperkenalkan konsep-konsep dasar dalam fisika modern serta memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menggunakan teknik eksperimental yang relevan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan. (R&D) dengan model 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan (1974). Model 4D yang digunakan pada penelitian ini terdiri 4 tahapan yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Hasil penelitian ini menunjukkan penuntun difraksi celah ganda berada pada kategori sangat layak dengan persentase kelayakan untuk media dan materi masing-masing sebesar 98,75%, 85% dan persepsi mahasiswa terhadap penuntun difraksi celah ganda berada dalam kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran fisika modern dengan persentase 80,85%.
The Effect of Discovery Learning Model Using Canva and I-Spring Suite on Student Learning Outcomes and Motivation in Stoichiometry Material Yohana Fransiska Sitanggang; Ratna Sari Dewi
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpk.v6i1.61263

Abstract

The aim of this research is to determine whether there is an influence and correlation between the Discovery Learning model using Canva and I-Spring Suite on learning outcomes and student motivation in stoichiometry material. This research uses a quasi-experiment with a quantitative approach. The analysis technique used is the two-party t test. From the results of data analysis on learning outcomes and student motivation, it was found that there was an influence of the Discovery Learning model using Canva and I-Spring suite on student learning outcomes and motivation on stoichiometry material. Based on the data obtained, namely tcount>ttable on student learning outcomes (2.93>1.66), and on student motivation (2.48>1.66). Based on the data, it is known that there is an increase in learning outcomes in each class when implementing learning models and media (67.15% and 63.5%). In terms of student motivation, it can be seen that the percentage of student motivation is 74.4% for experimental class I and 71.3% for experimental class II. The correlation of increasing learning outcomes and student motivation in experimental class I and experimental class II is quite low, namely 0.0116 and 0.0114.
MODEL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA Rahmawati; Muh. Rapi
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 4 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multimedia is a learning medium that combines several learning media in the learning process. Multimedia is expected to be able to contribute more in increasing the achievement of learning objectives. several multimedia learning media including the first model, namely the interactive communication model, namely the design method. as an animation maker), simulation models (students are given the freedom to imitate things exhibited by the computer), and game models (commuters are used as games in learning); The second APPED model is the development of multimedia products in the form of an offline Interactive CD while the procedural includes analysis and original research, design, production, evaluation and socialization, and the third is the Experiential Learning Cycle, namely learning multimedia mixed interactive media through animation, interactive media through decapitation materials are shorter, using communication that is easy for students to understand and interactive media that can improve student learning outcomes.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Waingapu dengan Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing Berbasis Media Mystery Box Dilengkapi LKPD Word Search Richviera Grace Widyarti; Anita Tamu Ina; Riwa Rambu Hada Enda
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa melalui tiga tahap, sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing, saat penerapan dengan bantuan media mystery box, dan setelah penerapan pada Kelas VII E di SMP Negeri 2 Waingapu. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan 32 siswa pada tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data merupakan aspek krusial dalam penelitian, dimana data yang akurat dan lengkap sangat mempengaruhi hasil penelitian. Untuk mendapatkan data, digunakan dua metode pengumpulan yaitu instrumen tes dan instrumen non-tes yang menargetkan aspek kognitif dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam ranah kognitif dari pra-siklus, Siklus I, hingga Siklus II. Pada ranah kognitif, skor pra-siklus adalah 15,63% yang meningkat menjadi 40,62% di Siklus I dan mencapai skor akhir 56,25%. Hal ini berlanjut ke Siklus II dengan skor mencapai 75%, mencerminkan peningkatan sebesar 90,63% dari pra-siklus menuju Siklus II. Untuk ranah afektif, skor pra-siklus tercatat 34% dalam Siklus I terjadi peningkatan sebesar 13%, dengan skor akhir mencapai 47%, sementara Siklus II menunjukkan peningkatan lebih lanjut dengan skor akhir 54%, menghasilkan skor akhir 88%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif jenis snowball throwing yang didukung oleh media mystery box dan dilengkapi dengan LKPD word search efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII E SMP Negeri 2 Waingapu pada topik Tata Surya.
Gaya Mengajar Pendidik Perspektif Hadis dan Aktualisasinya pada Pendidikan Islam Modern Hasni; Ayu Ramadhani; Tasbih; Subehan Khalik
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya mengajar adalah cara atau metode yang dipakai oleh guru ketika sedang melakukan pengajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan gaya mengajar adalah cara yang digunakan, yang bersifat implementatif. Dengan kata lain, metode yang dipilih oleh masing-masing itu adalah sama, tetapi mereka bisa saja menggunakan teknik yang berbeda. Macam-macam gaya mengajar yang relevan dengan pendidikan agama Islam, yaitu sebagai berikut: 1. Gaya mengajar klasikal, 2. Gaya mengajar teknologis, 3. Gaya mengajar personalisasi, 4. Gaya mengajar interaksional. Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW memberikan pedoman penting terkait metode pengajaran yang berfokus pada kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan. Gaya mengajar beliau yang menggunakan pendekatan ceramah, diskusi, tanya jawab, demontrasi dan eksperimen, pemberian tugas (resitasi), dan kerja kelompok dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan masa kini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip yang terkandung dalam hadis mengenai gaya mengajar dan aktualisasinya dalam pendidikan Islam modern, dengan menekankan pada relevansi nilai-nilai Islami dalam proses belajar mengajar saat ini. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan gaya mengajar berdasarkan hadis, serta bagaimana mengharmoniskan antara tradisi dan tuntutan zaman modern. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan perubahan sosial dan budaya dalam pendidikan Islam modern cukup signifikan, prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tetap sangat relevan untuk diaplikasikan dalam konteks pendidikan kontemporer guna membentuk karakter, keterampilan, dan akhlak peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Fasilitas Belajar Terhadap Kepuasan Belajar Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Alauddin Makassar Muhammad Yahdi; Andi Achruh; Sitti Nadirah; Mappasiara; Syakilah Fadliyah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. (Asyar, 2011). Belajar menurut pengertian psikologis merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam menentukan kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Menurut psikologi klasik, hakikat belajar adalah all learning is a prosses of developing or training of mind. Belajar adalah melihat objek dengan menggunakan substansi dan sensasi. Menurut teori mental State, Belajar adalah memperoleh pengetahuan malalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Pengalaman-pengalaman berasosiasi dan bereproduksi. Oleh karena itu latihan memegang peranan penting. Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi peserta didik dan kreativitas pendidik. Peserta didik yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pendidik yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreativitas pendidik akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar. Kualitas lembaga pendidikan dipandang baik jika kinerja Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana dan atmosfer akademik baik. Mahasiswa akan merasa puas jika kinerja baik, yaitu sesuai yang diharapkan. Tenaga pendidik di perguruan tinggi yaitu dosen memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kinerja perguruan tinggi sebagai penyedia layanan pendidikan. Kinerja perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik apabila dosen memiliki kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan kompetensi kepribadian. Kompetensi yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang optimal. lembaga pendidikan bekerja dengan. Selain kompetensi dosen, kinerja perguruan tinggi akan berjalan dengan baik jika ditunjang dengan sarana dan prasarana atau fasilitas yang baik untuk proses kegiatan belajar mengajar. Asiabaka (2008) mengemukakan bahwa fasilitas belajar memainkan peran penting dalam aktualisasi tujuan dan sasaran pendidikan dengan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional dari staf dan mahasiswa di perguruan tinggi.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al- Arba’in Al-Nawawiyah Karya Imam Nawawi Muhammad Rusmin B; Suaidah, Idah; Abudzar Al Qifari
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah karya Imam Nawawi serta konsep implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan moral di masyarakat yang menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak berbasis sumber ajaran Islam. Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah dipilih karena memuat hadis-hadis fundamental yang menjadi kaidah utama dalam ajaran Islam dan sarat dengan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data utama adalah teks hadis dalam kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah yang didukung oleh literatur relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat nilai-nilai pendidikan akhlak yang komprehensif, meliputi akhlak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pembentukan karakter peserta didik dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, kisah, serta pendekatan targhib dan tarhib. Dengan demikian, Al-Arba’in Al-Nawawiyah memiliki kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan karakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah karya Imam Nawawi serta konsep implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan moral di masyarakat yang menuntut penguatan kembali pendidikan akhlak berbasis sumber ajaran Islam. Kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah dipilih karena memuat hadis-hadis fundamental yang menjadi kaidah utama dalam ajaran Islam dan sarat dengan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data utama adalah teks hadis dalam kitab Al-Arba’in Al-Nawawiyah yang didukung oleh literatur relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat nilai-nilai pendidikan akhlak yang komprehensif, meliputi akhlak terhadap Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pembentukan karakter peserta didik dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran PAI melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, kisah, serta pendekatan targhib dan tarhib. Dengan demikian, Al-Arba’in Al-Nawawiyah memiliki kontribusi signifikan dalam penguatan pendidikan karakter Islami.
Pelaksanaan Manajemen Tenaga Pendidik dalam Membentuk Karakter Religius di Sekolah Dasar Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kab. Gowa Siti Aisyah Hamdayani Nur; Awaliah Musgamy; Wahyuddin; St. Syamsudduha; St.Ibrah Mustafa Kamal
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen tenaga pendidik dalam membentuk karakter religius di Sekolah Dasar Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Kab. Gowa yang mencakup aspek perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan, pembinaan, dan evaluasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari informan utama yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru agama, dan guru program keagamaan, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen tenaga pendidik berjalan cukup baik, didukung oleh seleksi berbasis kompetensi akademik dan religiusitas, penempatan sesuai bidang keahlian, serta program pembinaan dan evaluasi yang dilakukan secara rutin. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala berupa tingginya beban kerja guru, ketidaksesuaian latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diampu, serta kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter religius dapat dicapai melalui penguatan pembinaan berkelanjutan, evaluasi sistematis, penempatan yang tepat, serta kolaborasi intensif antara pihak sekolah dan orang tua, sehingga hasilnya dapat menjadi rujukan praktis bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
Kepemimpinan Pendidikan Nilai Islam Dalam Kehidupan Sehari-Hari Rosdiana; Nurul Fauziah
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kepemimpinan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, nilai-nilai Islam yang mendasari kepemimpinan pendidikan, serta implementasi kepemimpinan pendidikan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelusuri, mengidentifikasi, dan menganalisis berbagai sumber literatur berupa Al-Qur’an, Hadis, buku, dan artikel jurnal yang relevan dengan topik kepemimpinan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan melalui telaah kritis dan analisis isi (content analysis) terhadap konsep, teori, dan temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan dan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan Islam berlandaskan nilai-nilai amanah, keadilan, kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, dan keteladanan yang memiliki dasar normatif yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Implementasi nilai-nilai tersebut dalam praktik kepemimpinan sehari-hari mampu menciptakan budaya pendidikan yang religius, humanis, dan berkarakter, serta meningkatkan kepercayaan, kedisiplinan, dan kualitas hubungan antar warga pendidikan. Oleh karena itu, penerapan kepemimpinan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.