cover
Contact Name
Rani Rubiyanti
Contact Email
rani.rubiyanti@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
+6285317157670
Journal Mail Official
jurnal.emass@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3KM) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gedung Direkorat Lt.2 Jl.Cilolohan No.35, Kel.Kahuripan, Kec.Tawang Kota Tasikmalaya 46115 INDONESIA
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS)
ISSN : 26560364     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.37160/emass.v5i1
Core Subject : Health,
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor ISSN online : 2656-0364 yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya untuk dapat mempublikasikan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dari bidang keilmuan meliputi : Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi, Gizi, Rekam medis, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat serta bidang kesehatan lainnya
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2023): Juli" : 6 Documents clear
PENINGKATAN LITERASI GIZI UNTUK MENGURANGI KONSUMSI SUGAR SWEETENED BEVERAGES PADA SISWA SMA Yakobus Sinaga; Elis Susilawati; Reza Pratama; Rany Yulianie; Neneng Elviana
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v5i2.145

Abstract

Sekitar 49,5% dari Siswa SMA di Kota Bandung memiliki tingkat literasi gizi yang rendah. Di sisi lain, ditemukan juga bahwa pada kebanyakan siswa/i memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSB) atau minuman dengan kandungan gula yang tinggi. Kedua hal ini dapat merupakan faktor resiko yang dapat menuntun kepada banyak penyakit kronis di masa depan. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah berkolaborasi dengan SMA Advent Naripan dan SMA 4 Muhammdiyah untuk meningkatkan literasi gizi dan mengurangi konsumsi SSB. Kegiatan ini telah dilakukan di kedua sekolah tersebut pada tanggal 14 dan 18 November diikuti oleh total 352 siswa. Berdasarkan hasil pretest dan posttest melalui kuesioner yang diberikan kepada partisipan diketahui bahwa siswa/i memiliki peningkatan yang signifikan dalam hal nilai literasi gizi (t319 = 17,727, p < 0.01). Di sisi lain, konsumsi SSB para peserta kegiatan ini memiliki perubahan yang signifikan (Z = -3,508; p < 0,01) dimana 41,9% siswa/i sudah mengurangi konsumsi SSB setiap minggunya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah meningkatkan literasi gizi dan juga mengurangi konsumsi SSB pada partisipan yang hadir. Oleh karena itu disarakan juga agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan pada sekolah-sekolah lain agar dapat mendidik sisaw/i kepada pola makan yang jauh lebih sehat.
PENGEMBANGAN PUSAT INFORMASI REMAJA SEBAGAI PUSAT INFORMASI GIZI KESEHATAN DI DESA AMPELDENTO Rani Nurmayanti; Maryam Razak; I Dewa Nyoman Supariasa
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v5i2.169

Abstract

Latar Belakang: Upaya pengembangan kesehatan telah dirancang oleh Kementerian Kesehatan salah satunya melalui peningkatan promosi kesehatan. Untuk optimalisasi penyebarluasan infromasi kesehatan, salah satu kegiatan yang dapat mendukung upaya pengembangan adalah melalui community support dengan partisipasi remaja sebagai agent of change. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill remaja terkait pola makan sehat, penentuan gizi seimbang, pengukuran antropometri, dan penentuan status gizi bagi relawan Ruang Baca Aqil (RBA) dan remaja Kampung Zentana. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kampung Zentana Desa Ampeldento Karangploso dengan kelompok sasaran 21 remaha yang berasal relawan Ruang Baca Aqil (RBA) dan remaja Kampung Zentana. Kegiatan yang dilakukan berupa pemberian materi dan pelatihan terkait pedoman gizi seimbang, pengukuran antropometri, dan pengolahan makanan dan minuman berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan dilakukan sebanyak 6 kali, diakhiri dengan monitoring dan evaluasi. Hasil: Hasil pengukuran tingkat pengetahuan dan pengukuran antropometri mayoritas peserta menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 66.6% dan 100%. Kesimpulan: Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini berpotensi untuk meningkatkan pengetahuan dan skill remaja terkait gizi, pengukuran antropometri, dan pengolahan makanan dan minuman berbasis bahan pangan lokal. Sehingga, dapat menjadi salah satu kegiatan penunjang dalam mendukung optimalisasi upaya pengembangan kesehatan masyarakat.
PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN DI PESANTREN RIYADLUL ULUM WADAWAH KOTA TASIKMALAYA Kusmiyati; Asep Riyana; Mamat Purnama
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v5i2.192

Abstract

Pemeliharaan personal hygiene merupakan hal yang penting yang harus dilakukan oleh semua orang. Personal hygiene bisa menentukan status kesehatan. . Bila kesehatan kulit tidak dijaga maka akan timbul penyakit kulit yang di sebabkan oleh jamur,virus, kuman maupun parasit, salah satu penyakit yang sering dijumpai pada penyakit kulit adalah Skabies. (Nursing,2016). Penularan terjadi karena Sarcoptes scabei betina yang di buahi. Kurangnya perhatian pada Pondok Pesantren termasuk elemen di dalamnya yaitu para santri menjadikan Pondok Pesantren merupakan tempat yang dianggap sarangnya penyakit dikarenakan kurangnya pengetahuan santri terhadap penyakit Skabies ini. Faktor yang mendasari sebuah lingkungan komunitas seperti pesantren sering terjangkit Skabies yaitu karena lingkungan yang padat, pengetahuan santri yang terbatas tentang Skabies serta kesadaran santri tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Dari data puskesmas pada tahun 2015 angka kejadian Skabies di pondok pesantren Riyadlul Ulum Wadawah  tinggi dengan jumlah santri yang terinfeksi 52 orang dan yang tidak terinfeksi 47 orang. Dan dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh  Purnimarahmi (2016) pada tanggal 01 Maret 2016 dari 10 orang santri di dapatkan data 4 dari 10 orang santri mengetahui tentang penyakit Skabies dan 6 diantaranya tidak mengetahui tentang penyakit Skabies.. Kegiatan ini bertujuan untuk  meningkatkan pengetahuan pada santri , metode dilaksanakan berupa pendidikan kesehatan ceramah, tanya jawab diskusi, dengan strategi advokasi, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat pesantren Riyadlul Ulum Wadawah.
PROSEDUR DOKUMENTASI REKAM MEDIS DI FILING RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA CIAMIS Lena Suryani; Andi Suhenda; Fery Fadly; Ani Nur Febriani
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v5i2.196

Abstract

Ditemukan di Rumah Sakit Permata Bunda Ciamis penyimpanan dengan sistem sentralisasi yang ada, sebagian tersusun dengan rapi tapi sangat berdesakan dengan ruang Filing yang sempit. Dimana rekam medis yang disimpan tidak cukup untuk masuk kedalam rak penyimpanan rekam medis, yang disebabkan karena luas ruang penyimpanan rekam medis yang mengakibatkan rak penyimpanan rekam medis tidak dapat ditambah kedalam ruang penyimpanan rekam medis. Sehingga banyak status rekam medis ditumpukkan diatas status yang telah disusun rapi sesuai dengan nomor rekam medisnya. Tujuan: Mampu melakukan identifikasi kebutuhan dokumentasi rekam medis di Filing sesuai permasalahan dan prosedur standar. Sasaran: Bagian rekam medis RSU Permata Bunda Ciamis dibagian Pendaftaran, Pengolahan, dan Penyimpanan. Sebanyak 11 Petugas Rekam Medis. Metode: Sosialisasi. Sebelum kegiatan pengabmas saat pengambilan kembali status rekam medis pasien yang ingin berobat tidak menggunakan petunjuk keluar (tracer) sebagai pengganti untuk disisipkan di bagian setiap nomor rekam medis pasien yang ingin berobat. Rumah sakit ini sudah memiliki SOP Penyimpanan, tetapi belum dijalankan sepenuhnya. Bagian rekam medis dipimpin oleh seorang Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK), dimana salah satu dari tenaga tehnisi medis yang penting dalam pelayanan Kesehatan, karena PMIK menjadi garda terdepan di Tempat Pelayanan Kesehatan, yang bertugas untuk mengumpulkan data dari awal pasien masuk sampai pada pasien pulang. Dilakukan sosialisasi tentang bagaimana prosedur dokumentasi rekam medis yang dihadiri 11 petugas. Setelah adanya sosialisasi, dilakukan perubahan 23 SOP Prosedur Dokumentasi dan Pengelolaan Rekam Medis manual dan elektronik, menjadi 25 SOP, dengan perbaikan format dan penambahan SOP Pelepasan Informasi dan SOP Pengelolaan dokumentasi elektronik Rumah Sakit.
EDUKASI PEMERIKSAAN IBU HAMIL (Antenatal Care) TERATUR DI DESA PANCA MAKMUR KABUPATEN MOROWALI UTARA Andi Ayu Sariani; Nilda Yulita Siregar; Fransisca Noya; Sony Bernike M; Christina Entoh
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v5i2.217

Abstract

Antenatal Care (ANC) menjadi komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk memantau kemajuan kehamilan. Angka Kematian Ibu (AKI) banyak disebabkan karena kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya pada saat hamil dan jarang datang ke ANC (Antenatal Care). Provinsi Sulawesi Tengah kunjungan ibu hamil K1 tahun 2021 sebesar 90,1 % dan data Cakupan kunjungan ibu hamil K4 tahun 2021 sebesar 78,2%. Cakupan kunjungan ibu hamil Desa Panca makmur masih sangat kurang baik K1 dan K 4. Tujuan dari kegiatan Pegabdian Masyarakat ini adalah untuk memberitahukan kepada ibu hamil mengenai pentingnya ANC teratur. Edukasi ini ilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2023. Sasarannya adalah ibu hamil di Dusun 02 Desa Panca Makmur. Metode edukasi dilakukan dengan menggunakan leaflet dan kuesioner. Hasil evalusi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dari 60% meningkat menjadi 100%.
PERSONAL HYGIENE DAN PENGGUNAAN HAND SANITIZER YANG TEPAT DENGAN METODE PROBLEM BASE LEARNING PADA GURU TK YAA BUNAYYA Shandra Isasi Sutiswa; Nunung Yulia
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v5i2.219

Abstract

Peningkatan jumlah kasus COVID-19 menjadi permasalahan bagi seluruh masyarakat Indonesia baik di pusat maupun di daerah, sehingga pemerintah terus berupaya memutus mata rantai penularan COVID-19 dan menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok maupun masyarakat agar peduli dan mengutamakan kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas. PHBS diharapkan mampu mencegah penularan COVID-19 melalui menjaga kebersihan diri sendiri (Personal hygiene) dan kesehatan lingkungan. Tetapi dalam aplikasinya pemahaman masyarakat khususnya anak-anak tentang PHBS dan cara penggunaan hand sanitizer masih kurang tepat sehingga pencegahan penyebaran COVID-19 kurang maksimal. Pengabdian Kepada Masyarakat ini betujuan untuk memberikan pelatihan tentang personal hygiene/PHBS dan penggunaan hand sanitizer yang tepat dengan metode Problem Base Learning  pada Guru TK Yaa Bunayya. Pelatihan ini dilaksanakan di TK Yaa Bunayya, Kota Tasikmalaya dan diikuiti oleh 28 peserta . Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan praktek langsung oleh peserta. Hasil dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan yang diukur menggunakan kuesioner pretest dan post test. Analisis data menggunakan paired t test dengan nilai value < 0,05, yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan problem base learning.

Page 1 of 1 | Total Record : 6