cover
Contact Name
Kharisma Kusumaningtyas
Contact Email
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Phone
+6281332225503
Journal Mail Official
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Editorial Address
https://gebindo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/gebindo/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gema Bidan Indonesia (e- Journal).
ISSN : 22528482     EISSN : 24078980     DOI : https://doi.org/10.36568/gebindo.v12i2
Core Subject : Health,
GEBINDO is a health scientific journal in the field of midwifery. This scientific journal publishes original research, literature reviews, perspectives, editorials, and case reports. We accept articles in the areas of midwifery such as: Pregnancy Childbirth Postpartum Family planning program Neonatus, baby, toddler, and child health Heatlh reproduction in teenager and women Menopause Midwifery service management Midwifery education management
Articles 123 Documents
Perbedaan Kenaikan Berat Badan Bayi yang Diberikan Stimulasi Oral Motor dan Tummy Time Farida Ayu Munika Irianty; Titi Maharrani; Astuti Setiyani; Tatarini Ika Pipitcahyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i3.179

Abstract

The baby`s weight begins to experience growth disorders at the age of 3 months, and continues to decrease until the age of 12 months. The purpose of this study was to determine the difference in weight gain of infants who were given oral motor stimulation and tummy time. This study used a pre-test post-test control group design. This is a design that performs a pre-test before being given treatment, as well as conducting a posttest after each group is given treatment and will show that there is a treatment that produces a one-way effect.Based on the results of the two different test averages in this study, it was found that the average weight gain of babies who were given oral motor stimulation was higher than the average weight gain of babies who were given tummy time stimulation with a ρ-value of 0. This means that there is an influence of oral motor stimulation on infant growth at the Wonokusumo Health Center. All respondents totaling 70 babies aged 10-28 days had normal weight according to age, namely the average weight before being given oral motor stimulation was 3,198.943 grams, the average after being given tummy time stimulation was 3,748. All respondents experienced an average weight gain of 549.09 grams on tummy time. There was a significant difference between the baby's weight gain given oral motor stimulation and tummy time. It is necessary to do oral motor stimulation to increase body weight in infants, and there is no growth disturbance.
Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Puskesmas Bangkingan Surabaya Tsanir Rohmah Zamzami Ninik; Astuti Setiyani; Novita Eka Kusuma Wardani; Rodiyatun
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i2.180

Abstract

During the period of women of childbearing age there are many health problems, one of which is anemia. Anemia is a condition where the hemoglobin level is less than the normal value according to the age group (≤ 12 g/dl for WUS). The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about nutrition and the incidence of anemia in women of childbearing age (WUS). This type of research is an analytical survey with the Cross Sectional method. The population of Women of Reproductive Age (WUS) is 310 respondents with a sample using the Purposive Sampling technique of 122 respondents. Data collection was processed using the Spearman Rho statistical test with an α value of 0.05. Nearly half of the respondents (WUS) had good knowledge of nutrition (52%) and only a small proportion, namely 15 (12.3%) had anemia. The results of the Spearman Rho statistical test obtained a significance value of p = 0.022. So H1 is accepted. The results of the analysis concluded that there was a relationship between nutritional knowledge and the incidence of anemia in (WUS). There is a relationship between nutritional knowledge and the incidence of anemia in (WUS). So it is recommended for Women of Reproductive Age (WUS) to continue to increase knowledge about nutrition through ways and by utilizing easily accessible multimedia Keywords: knowledge, nutrition, anemia
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Khomsa Etik Romdani; Ani Media Harumi; Titi Maharrani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i3.183

Abstract

Status gizi ibu sangatlah penting untuk tercapainya kesejahteraan ibu dan janin. Hal tersebut perlu diperhatikan untuk menghindari resiko seperti anemia pada ibu hamil yang dikarenakan konsumsi nutrisi yang kurang atau kehilangan banyak darah pada persalinan sebelumnya. Status gizi dan nutrisi ibu hamil wajib dipenuhi selama kehamilan berlangsung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya. Jenis penelitian survei analitik, dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tanah Kali Kedinding kota Surabaya pada bulan Maret 2023. Populasi pada penelitian ini adalah Semua Ibu Hamil trimester III di Puskesmas Tanah Kali Kedinding periode 1 Januari sampai dengan 30 September 2022 sejumlah 164 dengan sampel 116 Ibu hamil dengan cara purposive sampling. Variabel independen status gizi (IMT) dan dependen kejadian anemia. Instrumen yang digunakan berdasarkan data sekunder adalah rekam medis. Analisa data menggunakan uji spearman rank dengan a = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan status gizi (IMT) ibu hamil trimester III hampir setengahnya Obesitas sejumlah 41 (35.3%). Kejadian anemia ibu hamil trimester III sebagian besar menunjukkan tidak anemia sejumlah 87 (75%). Dari Hasil analisis statistik menggunakan uji spearman rank menunjukkan nilai p = 0,000 < α = 0,05 artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Disarankan ibu hamil trimester III tetap menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi untuk mencukupi kebutuhan tubuh dan menghindari kurangnya status gizi dan terjadinya anemia yang bisa berakibat fatal hingga kematian
Pengaruh Edukasi Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan dan Sikap Anemia Pada Siswi SMK Islam (Tikung Kabupaten Lamongan) Hidayati Wijaya; Rekawati Susilaningrum; Fitria Nurwulansari; Mamik
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.185

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin kurang dari normal. Kadar Hb normal pada remaja putri >12 g/dl. Remaja putri dikatakan anemia jika Hb <12 gr/dl. Anemia remaja putri berdampak negatif menurunkan fokus belajar di sekolah, mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja, mempengaruhi imunitas tubuh, dan meningkatkan kejadian infeksi pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang anemia. Penelitian ini menggunakan design Pre Eksperimenal dengan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di SMK Islam Tikung Kabupaten Lamongan pada bulan Januari–April 2023 dengan jumlah sampel 89 remaja putri. Responden dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data akhir pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan signifikansi p value < 0,005. Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi kesehatan dengan media buku saku menunjukkan 52,8% remaja memiliki pengetahuan cukup, 30,3% memiliki pengetahuan baik dan 16,9% remaja memiliki pengetahuan kurang. Terkait data sikap sebelum intervensi 51.7% remaja memiliki sikap negative terhadap anemia dan 48.3% sisanya memiliki sikap positif. Setelah dilakukan dilakukan edukasi kesehatan dengan media buku saku, pengetahuan dan sikap remaja menunjukkan peningkatan. Sebagian besar remaja atau 88.8% memiliki pengetahuan yang baik dan 11.2% sisanya memiliki pengetahuan yang cukup. Sedangkan data sikap sebagian remaja memiliki sikap positif 77.5% dan sebagian kecil sebesar 22.5 % meliliki sikap negatif. Berdasarkan uji statistik didapatkan р value 0,000 < 0,05, ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan pada remaja tentang anemia dengan media buku saku terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap anemia.
Pengaruh Teknik Rebozo terhadap Kemajuan Persalinan Kala I fase Aktif Warda Aulia Mufarrocha; Dwi Purwanti; Kharisma Kusumaningtyas; Sri Utami
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 4 (2023): December
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.186

Abstract

Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta, dan selaput lendir keluar dari uterus ibu, dengan usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) dan tanpa adanya penyulit. Partus lama merupakan waktu persalinan yang memanjang akibat kemajuan persalinan yang terhambat. Teknik rebozo dapat digunakan selama persalinan untuk membantu otot dalam ligamen uterus rileks dan nyaman sehingga mampu mengurangi rasa sakit serta dapat menciptakan efek positif psikologis dan sosial, sehingga ibu dalam keadaan rileks, semua lapisan otot dalam rahim akan bekerja sama secara harmonis sehingga persalinan berjalan lancar, mudah dan nyaman. Tujuan peneitian ini adalag untuk mengetahui pengaruh teknik rebozo terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif di TPMB Wahidah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian pre eksperiment dengan rancangan penelitian intact-group comparison. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan sejumlah 30 ibu hamil yang sedang mengalami persalinan kala I fase aktif di PMB Wahidah. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Variabel independen adalah teknik rebozo dan variabel dependent kemajuan persalinan kala I fase aktif. instrument pengumpulan data menggunakan partograf. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi Square dengan α= 0,05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik rebozo dapat meningkatkan kemajuan persalinan kala fase aktif dengan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok intervensi pada waktu dilatasi serviks 4-5 cm dengan nilai p-value 0,01 < α 0,05 yang artinya hipotesa diterima. Yang terdapat pengaruh teknik rebozo terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif. Dapat disimpulkan bahwa teknik rebozo dapat meningkatkan kema juan persalinan kala satu fase aktif. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan teknik rebozo sebagai alternatif dalam menunjang kemajuan persalinan kala I fase aktif. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan teknik rebozo dan memperluas cakupan sampel penelitian. Kata Kunci : Teknik Rebozo, Persalinan, Kala I fase aktif
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Di SMAN 10 Surabaya Maharrani Agustin Lestari
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.194

Abstract

Reproductive health problems in adolescents need serious attention and handling from the Government because adolescents are the successor of the nation's generation. therefore young women are expected to understand personal hygiene and the adverse effects of unhealthy behavior in maintaining the cleanliness of reproductive organs in order to avoid vaginal discharge. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and attitude of adolescent girls about personal hygiene with the incidence of vaginal discharge at SMAN 10 Surabaya. This research method used Correlation Analytic design with Cross Sectional approach. The population is all students (146 students) SMAN 10 Surabaya. Sampling used Simple Random Sampling. Samples were taken as many as 106 female students of SMAN 10 Surabaya. Data analysis was collected using a questionnaire of knowledge and attitudes of adolescents about personal hygiene and the incidence of vaginal discharge. Then the data were analyzed using the Chi-Square (X2 ) Test with a significance level ≤ 0.05. The results showed that the majority of adolescents' knowledge about personal hygiene was good, the majority of adolescents' attitudes were positive, the majority of adolescent girls did not have vaginal discharge and there was a relationship between adolescents' knowledge and attitudes about personal hygiene with the incidence of vaginal discharge at SMAN 10 Surabaya with (p = 0.000). Discussion Future researchers should be able to look for factors that cause vaginal discharge in adolescents and provide the latest innovations in efforts to improve adolescent reproductive health, especially vaginal discharge. Keywords: Knowledge, Attitude, Personal hygiene, Vaginal discharge.
Hubungan Usia dan Pendidikan Dengan Pengetahuan Perempuan Tentang Menopause Di Puskesmas Sidotopo Wetan Wilayah Kota Surabaya Tiara Salsabila Wibowo; K. Kasiati; Yuni Ginarsih; Rekawati Susilaningrum
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.199

Abstract

Menopause merupakan haid terakhir yang dialami oleh perempuan yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi yang terjadi pada usia menjelang atau memasuki usia 50 tahun. Kurangnya pengetahuan wanita dalam menghadapi masa menopause, menjadi salah satu faktor penting dalam perilaku perilakunya. Sebab, perempuan yang tidak siap dalam menghadapi menopause dapat mengalami gangguan secara fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan Pendidikan dengan pengetahuan Perempuan tentang menopause di Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatif. Pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner sebanyak 96 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia dan pendidikan seseorang, variabel dependen adalah pengetahuan dalam menghadapi menopause. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji Chi-Square didapatkan nilai p-value < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara usia dan pendidikan terhadap pengetahuan dalam menghadapi menopause. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan pendidikan dengan pengetahuan perempuan tentang menopause di Puskesmas Sidotopo Wetan Wilayah Kota Surabaya.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care Di UPT Puskesmas Binaus Yasinta Obenu; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Rekawati Susilaningrum; Novita Eka Kusuma Wardani
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.200

Abstract

Kehamilan dan persalinan adalah proses alami, tetapi sering kali disertai dengan komplikasi baik bagi ibu maupun bayi. Pemanfaatan pelayanan antenatal care oleh ibu hamil di Indonesia juga belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang sudah ditetapkan, yang cenderung menyulitkan tenaga kesehatan dalam mendeteksi faktor risiko kehamilan dan persalinan secara dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, jarak tempat tinggal, pendapatan keluarga, dan sikap suami terhadap kunjungan antenatal care di UPT Puskesmas Binaus Kabupaten Timor Tengah Selatan. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 34 ibu hamil yang dipilih menggunakan probability sampling, yaitu purpusive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, jarak tempat tinggal, pendapatan keluarga, dan sikap suami, sedangkan variabel dependennya adalah kunjungan antenatal care. Teknik pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui kuesioner. Analisis yang digunakan untuk menguji penelitian ini adalah chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kunjungan antenatal care dengan nilai p-value sebesar 0,002 < α (0,05), terdapat hubungan antara jarak tempat tinggal dengan kunjungan antenatal care dengan nilai p-value 0,003 < α (0,05), terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan kunjungan antenatal care dengan nilai p-value 0,002 < α (0,05), dan terdapat hubungan antara sikap su ami dengan kunjungan antenatal care dengan nilai p-value 0,001 < α (0,05). Kunjungan antenatal care dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat pengetahuan, jarak tempat tinggal, pendapatan keluarga, dan sikap suami. Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan kunjungan rumah jika ada ibu hamil yang tidak memeriksakan diri di fasilitas kesehatan, sehingga dapat mendeteksi faktor risiko kehamilan dan persalinan secara dini.  
Hubungan Perilaku Ibu Nifas Dengan Penyembuhan Luka Pada Perineum di Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya Dwi Lia Rahmawati; Sherly Jeniawaty; Fitria Nurwulansari; Sri Utami
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.201

Abstract

Robekan perineum terjadi hampir pada semua persalinan sehingga diperlukan perawatan yang intensif untuk mencegah infeksi. Meskipun bukan penyebab langsung, infeksi jalan lahir yang tidak di tangani dengan benar akan menyebabkan komplikasi sehingga terjadi kematian ibu. Profil Kesehatan Indonesia 2021 menyebutkan jumlah kematian ibu karena infeksi yaitu sebanyak 207 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu nifas dengan penyembuhan luka pada perineum di Wilayah Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 39 ibu hamil yang dipilih menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan, sedangkan variabel dependen adalah penyembuhan luka pada perineum. Tehnik pengumpulan data secara primer dengan kuiosioner dan lembar penilaian. Analisis yang digunakan dalam menguji penelitian ini adalah chi square dan fisher exact.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,047 < α (0,05), terdapat hubungan sikap dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,033 < α (0,05), dan terdapat hubungan tindakan dengan penyembuhan luka perineum dengan nilai p-value 0,019< α (0,05). Penyembuhan luka pada perineum berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu selama masa nifas. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pada ibu nifas yang mengalami luka perineum adalah dengan memberikan penyuluhan serta asuhan tentang cara menjaga dan merawat luka perineum sampai luka perineum sembuh dan membaik.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun Di KB TKIT Al Hikmah Surabaya Aldita Hajar Setya Rohmah; Astuti Setiyani; Novita Eka Kusuma Wardani; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.204

Abstract

Usia dini merupakan periode masa pertumbuhan dan perkembangan, pada masa tersebut semua potensi pada anak akan berkembang dengan pesat. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak. Dilihat dari kenyataannya orang tua pada zaman sekarang banyak yang memberikan gadget pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain CrossSectional. Variabel independen adalah penggunaan gadget dan variabel dependen adalah interaksi sosial. Populasi penelitian ini sebanyak 156 orang tua. Sampel ditentukan dengan metode Purposive Sampling sebanyak 112 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Spearman Rank. Penelitian menunjukkan Penggunaan Gadget memiliki hubungan dengan Interaksi Sosial Anak. Analisis Spearman Rank dengan p-Value = 0,005. Dengan taraf signifikan p <0,05 dengan nilai r hitung = -0,263 H1 diterima, artinya ada hubungan antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya. Hasil uji statistik Spearman Rank bahwa r hitung = -0,263 yang berarti hubungan tidak searah, semakin tinggi penggunaan gadget semakin menurun interaksi sosial pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.

Page 11 of 13 | Total Record : 123