cover
Contact Name
Kharisma Kusumaningtyas
Contact Email
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Phone
+6281332225503
Journal Mail Official
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Editorial Address
https://gebindo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/gebindo/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gema Bidan Indonesia (e- Journal).
ISSN : 22528482     EISSN : 24078980     DOI : https://doi.org/10.36568/gebindo.v12i2
Core Subject : Health,
GEBINDO is a health scientific journal in the field of midwifery. This scientific journal publishes original research, literature reviews, perspectives, editorials, and case reports. We accept articles in the areas of midwifery such as: Pregnancy Childbirth Postpartum Family planning program Neonatus, baby, toddler, and child health Heatlh reproduction in teenager and women Menopause Midwifery service management Midwifery education management
Articles 123 Documents
Hubungan Pola Pemberian MP-ASI dan Pengetahuan Gizi Ibu Dengan Status Gizi Balita Usia 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Lilik Inayati; Abdul Latip; Indrayanti
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.97

Abstract

Masalah gizi adalah keadaan gizi seseorang yang ditunjukkan oleh keadaan antropometri, klinis, dan laboratorium. Sampai saat ini Indonesia masih memiliki beberapa masalah gizi, yaitu dalam bentuk masalah kekurangan gizi makro dan kekurangan gizi mikro. Berdasarkan laporan hasil SSGI 2021, angka prevalensi balita wasting di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021 mencapai 9,5 persen, menempati urutan tertinggi ke-5 di Jawa Timur (3). Pada tahun 2020 jumlah kasus malnutrisi di Puskesmas Kalitidu mencapai 10,96 % . Namun pada tahun 2021 kasus malnutrisi mengalami peningkatan mencapai 13,38 %.(PSG Bojonegoro, 2021). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara Pola pemberian MP-ASI dan Pengetahuan gizi ibu dengan Status Gizi Balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dan balita usia 6-59 bulan yang terpilih dengan teknik proportional random sampling sejumlah 155 responden. Variabel independen adalah pola pemberian MP-ASI dan pengetahuan gizi ibu, sedangkan variabel dependen adalah Status Gizi balita usia 6-59 bulan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa sebagian besar balita dengan pola pemberian MP-ASI yang baik memiliki status gizi yang baik pula yaitu sejumlah 91,8 %, sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan gizi baik memiliki balita dengan status gizi yang baik yaitu sejumlah 87,1 %. Hasil analisis hubungan pola pemberian MP-ASI p=0,000, pengetahuan p=0,000, yang mana p=0,000 < α (0,05). Kata Kunci: MP-ASI, Pengetahuan, Status Gizi, dan Balita
Hubungan Pengetahuan dan Personal Hygiene Remaja Putri dengan Kejadian Fluor albus di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro Novie Dyah Sulistya; Sutio Rahardjo; Aris Handayani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.99

Abstract

Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau ataupun tidak, serta disertai rasa gatal setempat. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Personal hygiene Remaja Putri dengan Kejadian Fluor albus di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional yang bersifat cross sectional. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 92 responden. Variabel independent adalah pengetahuan dan personal hygiene remaja putri, sedangkan variabel dependent adalah fluor albus. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji chi square dengan tingkat koefisien ρ=0,05. Hasil penelitian di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa lebih dari sebagian remaja putri memiliki pengetahuan kurang tentang fluor albus 61 (66,3%), sebagian besar remaja putri personal hygienenya negatif 72 orang (78,3%), sebagian besar remaja putri mengalami kejadian fluor albus yaitu sebanyak 79 orang (85,9%). Dari hasil analisis menggunakan chi square disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan, personal hygiene dengan kejadian fluor albus diperoleh nilai p=0,000. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian fluor albus. Sehingga diharapkan pada institusi kesehatan terdekat agar memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, PHBS dan membentuk kader husada di lingkungan Pondok Pesantren Al Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro serta bagi remaja putri hendaknya selalu mencari informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang personal hygiene dengan kejadian flour albus agar tidak mendapatkan resiko yang dapat membahayakan kesehatan diri sendiri. Kata Kunci : Pengetahuan remaja putri, personal hygiene, kejadian fluor albus.
Pengaruh Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang, Sikap, Dan Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia Remaja Putri Di Pondok Pesantren Al-Musthofa Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Erliana Wijayanti
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.100

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang memiliki resiko tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan remaja putra.. Jenis penelitian ini analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah remaja putri yang ada di Pondok Pesantren Al Musthofa diambil dengan tehnik simple random sampling sejumlah 58 responden. Variabel Independen adalah pengetahuan tentang gizi seimbang, sikap, dan status gizi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian anemia remaja putri di Pondok Pesantren Al-Musthofa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, alat timbang berat badan, alat ukur tinggi badan, serta digital hemocue merek Mission. Hasil analisis pengaruh pengetahuan tentang gizi seimbang terhadap kejadian anemia menggunakan uji statistik dengan Chi- Square diperoleh nilai signifikan (ρ) 0,000 < (α) 0,05 maka H0 ditolak berarti ada pengaruh pengetahuan tentang gizi seimbang terhadap kejadian anemia remaja putri di Pondok Pesantren Al Musthofa . Hasil analisis pengaruh sikap terhadap kejadian anemia menggunakan uji statistik dengan Chi- Square diperoleh nilai signifikan (ρ) 0,005< (α) 0,05 maka H0 ditolak berarti ada pengaruh sikap terhadap kejadian anemia remaja putri di Pondok Pesantren Al Musthofa . Hasil analisis pengaruh status gizi terhadap kejadian anemia menggutus gizi nakan uji statistik dengan Chi- Square diperoleh nilai signifikan (ρ) 0,020 < (α) 0,05 maka H0 ditolak berarti ada pengaruh status gizi terhadap kejadian anemia remaja putri di Pondok Pesantren Al Musthofa. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang gizi seimbang, sikap, dan status gizi ada pengaruh terhadap kejadian anemia remaja putri Kata kunci : “Pengetahuan Gizi Seimbang”; “Sikap”; “Status Gizi”; “Anemia”; dan” Remaja”
Hubungan Antara Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Dengan Perkembangan Anak Usia 6-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Buduran Renanda Ayu; Ani Media Harumi; Ahdatul Islamiah; Astuti Setiyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i3.103

Abstract

Exclusive breastfeeding is an important factor for child development which includes gross movements, fine movements, socialization of speech and language independence. The achievement of breastfeeding in Sidoarjo Regency is far below the target, only 2 Puskesmas namely Wonoayu and Sedati have to achieve the target. The purpose of the study was to determine the relationship between a history of exclusive breastfeeding and the development of children aged 6-36 months in the working area of ​​the Buduran Health Center. This research is an analytic study with a cross sectional approach. Samples were taken with a total sampling technique of 40 respondents. The independent variable is exclusive breastfeeding, the dependent variable is the development of children aged 6-36 months. Collecting data using questionnaires and KPSP (Pre-screening Development Questionnaire) sheets. To analyze this relationship, the Chi-Squere test was used with a significance level of 0.05. The results showed that almost all children aged 6-36 months, 95% of children were exclusively breastfed. Then, almost all of the development of children aged 6-36 months, 97.5% of children in Wadung Asih Village, the working area of ​​the Buduran Health Center, are included in the Appropriate Development Category (S). Then the results of the analysis obtained a P Value of 0.000 so it can be concluded that there is a significant relationship between a history of exclusive breastfeeding and the development of children aged 6-36 months in Wadung Asih Village, the working area of ​​the Buduran Health Center.
Pengaruh Behaviour Intention dan Social Support terhadap Perilaku Kunjungan Antenatal Care K4 Ibu Hamil di Puskesmas Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Desy Medis Tri Mukti; Sri Anggraeni; Masfuah
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i2.104

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan dalam pelayanan antenatal adalah cakupan K4. Cakupan K4 adalah pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit 4 kali yaitu minimal 1 kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua, dan 2 kali pada triwulan ketiga . Namun kenyataannya dalam pelayanan antenatal di Kabupaten Bojonegoro masih ada yang belum sesuai dengan standar.Jenis penelitian yang akan di lakukan adalah penelitian analitik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 ibu hamil TM III yang ada di wilayah Puskesmas Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan teknik analisa bivariated. Dalam analisa data penelitian yang akan dilakukan menggunakan uji signifikan dengan menggunakan uji Chi square dengan taraf signifikan a = 0,05. Berdasarkan hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak mempunyai behavior intention sebagian besar memiliki perilaku kunjungan antenatal care K4 yang tidak teratur. Sedangkan ibu hamil yang tidak memiliki social support sebagian besar mempunyai perilaku kunjungan antenatal care yang tidak teratur.Simpulan hasil penelitian ada pengaruh behavior intention dan social support terhadap perilaku kunjungan antenatal care K4 ibu hamil di Puskesmas Margomulyo Kabupaten Bojonegoro.
Hubungan Sikap, Paritas, Dan Obesitas Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Poli Obsgin Yulia Aris Santi; Sri Anggraeni; Fitriah; Masfuah Ernawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.105

Abstract

ABSTRAK Komplikasi utama yang menyebabkan hampir 75% dari semua kematian ibu salah satunya adalah preeklamsia dan eklamsia. Factor ibu memegang peranan yang berhubungan dengan berat ringannya timbulnya gejala preeklamsia Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan sikap, paritas, dan obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di poli obsgin RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Rancangan penelitian ini adalah analitik cross sectional. Sampelnya adalah sebagian pasien yang periksa di Poli Obsgin RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro periode bulan Maret tahun 2022, sebanyak 40 orang. Variabel independent adalah sikap, paritas dan obesitas. Variabel dependent adalah kejadian pre eklampsia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dengan uji Coefisient Contingensi dengan signifikasi 0,05. Hasil analisis penelitian pada sikap didapatkan nilai P value = 0,004 artinya ada hubungan sikap dengan kejadian pre eklampsia, paritas didapatkan nilai P value = 0,000 artinya ada hubungan paritas dengan kejadian pre eklampsia,  obesitas didapatkan nilai P value = 0,000 artinya ada hubungan obesitas dengan kejadian pre eklampsia. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sikap, paritas, dan obesitas berhubungan dengan kejadian pre eklampsia pada ibu hamil di PolyiObsgin RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Ibu Hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin di fasilitas kesehatan untuk mengetahui pekembangan kesehatan ibu dan janin serta untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya pre eklampsia.   Kata Kunci : Sikap, Paritas, Obesitas, Pre Eklampsia.  
Hubungan Pola Makan Dan Status Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Gizi Kurang Pada Balita Usia 6-23 Bulan Di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro Atik Kusumawati; Sutio Rahardjo; Masfu'ah Ernawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.106

Abstract

Gizi kurang merupakan kekurangan bahan-bahan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Gizi kurang disebabkan karena konsumsi gizi yang tidak mencukupi kebutuhannya dalam waktu tertentu. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan status sosial ekonomi keluarga dengan gizi kurang pada balita usia 6-23 bulan di Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional yang bersifat cross sectional. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 81 responden. Variabel independent adalah pola makan dan status sosial ekonomi keluarga, variabel dependent adalah gizi kurang pada balita usia 6-23 bulan. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji chi square dengan tingkat koefisien ρ=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan balita usia 6-23 bulan sebagian besar pola makannya tepat sebanyak 71 (87,7%), pendapatan keluarga kurang dari sebagian berpendapatan tinggi sebanyak 38 (46,9%), pendidikan ibu balita sebagian besar berpendidikan menengah yaitu sebanyak 63 responden (77,8%), pekerjaan ibu balita lebih dari sebagian tidak bekerja yaitu sebanyak 51 responden (63,0%), mayoritas balita usia 6-23 bulan tidak mengalami gizi kurang yaitu sebanyak 74 responden (91,4%). Dari hasil analisis menggunakan chi square disimpulkan ada hubungan antara pola makan dengan gizi kurang pada balita usia 6-23 bulan diperoleh nilai p=0,000, dan ada hubungan antara status sosial ekonomi dengan gizi kurang pada balita usia 6-23 bulan. Hasil pengujian chi square diperoleh nilai p=0,000. Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa Ada hubungan antara pola makan dan status sosial ekonomi dengan gizi kurang pada balita usia 6-23 bulan. Kata Kunci : pola makan, status sosial ekonomi, gizi kurang
Hubungan Pendidikan, Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Perilaku Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada BADUTA Di Puskesmas Bubulan Kabupaten Bojonegoro Ida Fahriani; Esti Yuliani; Aris Handayani; Abdul Latip
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i2.107

Abstract

Setiap tahun lebih dari 1,4 juta anak meninggal karena berbagai penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah dengan imunisasi.. Pemerintah telah menetapkan bahwa setiap anak harus mendapat imunisasi lanjutan untuk mempertahankan masa perlindungnya, jika salah satu jenis imunisasi lanjutan tidak di berikan maka anak tersebut termasuk dalam status imunisasi lanjutan tidak lengkap. Oleh karena itu, tujun dari penelitian ini ingin meneliti tentang adanya hubungan pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu berhubungan dengan perilaku kelengkapan imunisasi lanjutan pada Baduta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat cross sectional. Sampel diambil dengan teknik Proportional Random Sampling sejumlah 127 responden. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Variabel independent adalah Pendidikan, Pengetahuan dan sikap sedangkan variabel dependent adalah Perilaku kelengkapan imunisasi lanjutan. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji Chi Square dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk responden pendidikan dasar dengan perilaku imunisasi lanjutan tidak lengkap sebanyak 15 responden (68,2%),  responden berpengetahuan kurang dengan perilaku imunisasi lanjutan tidak lengkap sebanyak 16 responden (80,0%) dan Sikap ibu negatif dengan perilaku imunisasi lanjutan tidak lengkap sebanyak 19 responden (90.5%). Dari hasil analisis dengan uji chi square dapat disimpulkan ada hubungan pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku kelengkapan imunisasi lanjutan pada Baduta. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu berhubungan dengan Perilaku imuisasi lanjutan. Sehingga disarankan pada ibu baduta untuk melengkapi status imunisasi lanjutan.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga Dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Balita Di Puskesmas Tambakrejo Bojonegoro Latifatul Kandini; Masfuah Ernawati; Lilik Triyawati; Aris Handayani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.108

Abstract

Imunisasi lanjutan merupakan imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk mempertahankan masa perlindungan. Imunisasi lanjutan diberikan pada anak dibawah usia tiga tahun (batita), anak usia sekolah dasar dan wanita usia subur. Cakupan imunisasi lanjutan di Puskesmas Tambakrejo tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun 2021 sebesar 14% pada imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib dan sebesar 7,3% pada imunisasi lanjutan campak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 25-30 bulan di wilayah Puskesmas Tambakrejo Bojonegoro sebanyak 179 anak pada bulan februari 2022. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian didapatkan umur responden sebagian besar adalah berumur 20-30 tahun sebesar 75,6%. Pendidikan responden sebagian besar adalah SMA sederajat sebesar 63,4%. Pekerjaan responden sebagain besar adalaah ibu rumah tangga sebesar 72,4%. Pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan pada balita sebagian besar baik sebanyak 62,6%. Dukungan keluraga tentang imunisasi lanjutan pada balita sebagian besar baik yaitu sebanyak 53,7%. Hampir seluruhnya balita usia 25-30 bulan memiliki status imunisasi lanjutan lengkap yaitu sebanyak 91,9%. Sebagian besar ibu dengan pengetahuan baik dan imunisasi lanjutan lengkap sebanyak 57,7%, dan sebagian besar ibu yang memiliki dukungan keluarga baik dan memiliki imunisasi lanjutan lengkap adalah sebanyak 52%. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita.  
Pengaruh Umur Pekerjaan Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Wisma Indah Kabupaten Bojonegoro Nur Azizah; Masfuah Ernawati; Lilik Triyawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.110

Abstract

Anemia sebagai salah satu masalah gizi di Indonesia yang harus ditangani secara serius. Anemia merupakan masalah kesehatan yang berperan dalam penyebab kematian ibu dan angka kematian bayi. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh umur, pekerjaan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Wisma Indah Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional . Populasi 113 orang dengan sampel 88, menggunakan teknik simple random sampling . Variabel independen penelitian ini adalah umur, pekerjaan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe, sedangkan variabel dependen adalah kejadian anemia.Analisis data menggunakan Uji Spearman Rho . Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (62,5%) ibu hamil yang lama mengalami anemia ringan, hampir seluruhnya (92,1%) ibu hamil yang bekerja tidak mengalami anemia, dan sebagian besar atau 69,9% ibu hamil yang sesuai konsumsi tablet Fe rendah tidak mengalami anemia (normal) dan seluruh atau 100,0% ibu hamil yang mematuhi konsumsi tablet Fe sedang juga tidak mengalami anemia (normal). Berdasarkan uji statistik Spearman Rho mendapatkan hasil, ada pengaruh umur dengan kejadian anemia ( p value = 0,012 dengan nilai r = 0,246), ada pengaruh pekerjaan dengan kejadian anemia ( p value= 0,000 dengan nilai r = 0,571), tidak ada kepatuhan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia ( p value = 0,014 dengan nilai r = -0,261). Kesimpulannya kejadian anemia pada ibu hamil ditentukan umur dan pekerjaan sesuai dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe tidak berpengaruh dengan kejadian anemia.

Page 9 of 13 | Total Record : 123