cover
Contact Name
Kharisma Kusumaningtyas
Contact Email
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Phone
+6281332225503
Journal Mail Official
kharisma.kusumaningtyas@gmail.com
Editorial Address
https://gebindo.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/gebindo/about/editorialTeam
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gema Bidan Indonesia (e- Journal).
ISSN : 22528482     EISSN : 24078980     DOI : https://doi.org/10.36568/gebindo.v12i2
Core Subject : Health,
GEBINDO is a health scientific journal in the field of midwifery. This scientific journal publishes original research, literature reviews, perspectives, editorials, and case reports. We accept articles in the areas of midwifery such as: Pregnancy Childbirth Postpartum Family planning program Neonatus, baby, toddler, and child health Heatlh reproduction in teenager and women Menopause Midwifery service management Midwifery education management
Articles 123 Documents
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif Sukarni; Nani Surtinah; Budi Joko Santoso
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.205

Abstract

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di mulai sejak bayi dalam kandungan salah satu upaya untuk memperoleh bayi yang tumbuh kembang nya baik adalah dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, cakupan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Plaosan Masih kurang dari target kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Plaosan Magetan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik Simple Random sampling sejumlah 37 ibu bayi usia 0-6 bulan. variabel bebas adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga, dan variabel terikat nya adalah Pemberian ASI Eksklusif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan buku register kunjungan bayi. untuk menganalisis adanya hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga digunakan analisis Bivariat dan uji yang di gunakan adalah chi square atau fisher exact. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif (p value = 0,447), ada hubungan sikap dengan pemberian ASI Eksklusif (p-value = 0,005), dan hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif (p value = 0,002). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keberhasilan pemberian ASI Eksklusif berhubungan dengan sikap dan dukungan keluarga,namun sikap dan dan dukungan keluarga di bentuk dari pengetahuan yang baik dan pola pikir yang baik pula. Disarankan untuk UPTD Puskesmas Plaosan mengembangkan program edukasi dengan melibatkan partisipasi keluarga dan tokoh masyarakat serta meningkatkan pelayanan kesehatan.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Partus Lama pada Ibu Bersalin di Puskesmas Galis Bangkalan Annisa' Rizky Firdhauzy; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Uswatun Khasanah; Yuni Ginarsih
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.207

Abstract

Partus lama merupakan masalah yang paling sering terjadi pada ibu bersalin. Faktor umur dan paritas merupakan faktor ibu yang mempengaruhi terjadinya partus lama. Penelitian ini merupakan penelitian  survei analitik yang bersifat cross sectional.  Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dari 122 responden. Data responden  diambil melalui rekam medik dan registrasi pasien. Variable independent pada penelitian ini adalah usia dan paritas. Variabel dependen adalah partus lama. Untuk menganalisis adanya suatu hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian partus lama, maka menggunakan analisis uji statistik Chi-square. Hasil analisis chi square p= 0,000 < 0,005  menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan paritas dengan kejadian partus lama di Puskesmas Galis. Sebagian besar responden berusia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun. Sedangkan pada paritas sebagian besar adalah primi dan grandemulti. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa usia < 20 tahun dan > 35 tahun adalah usia yang berisiko mengalami partus lama. Karena pada usia < 20 tahun alat reproduksi ibu belum siap untuk dibuahi dan menopang berat badan janin yang semakin tumbuh besar. Sedangkan pada paritas berisiko adalah primi dan grandemult. Pada primi dikarenakan menerima kehamilan pertama kemungkinan rahim menjadi teregang oleh adanya janin. Pada grandemulti rahim mengalami penurunan fungsi yaitu tidak dapat lagi berkontraksi dengan baik akibat regangan uterus yang berulang ulang. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti dengan menggunakan data primer agar dapat memperoleh banyak data dan informasi.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia 1-3 Tahun Hilyatul Adeliyah; Titi Maharrani; Rekawati Susilaningrum; Uswatun Khasanah
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.208

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan pola pengasuhan anak yang berlaku dalam keluarga dimana pola asuh membentuk perilaku generasi berikut sesuai dengan norma dan nilai yang baik sesuai dengan kehidupan masyarakat. Pola asuh orang tua sangat bepengaruh dalam membantu keberhasilan toilet training pada anak secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap keberhasilan toilet training di Sekolah PG Al-Islah dan KB Al-Kautsar Desa Janganansem Jabon Sidoarjo. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 36 anak PG Al-Islah dan 37 anak KB Al-Kautsar yang dipilih menggunakan Cluster Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua sedangkan variabel dependennya adalah keberhasilan toilet training. Teknik pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui kuesioner. Analisis yang digunakan untuk menguji penelitian ini adalah chi-square. Hasil frekuensi pada pola asuh orang tua frekuesi terbanyak dengan pola asuh demokrasi sebanyak 38,36%, dan frekuensi toilet training pada anak terbanyak berhasil yaitu sebanyak 58,90%. Hasil statistik ini menyatakan nilai p-value 0,003 < α (0,05) terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia todler di PG Al-Islah dan KB Al-Kautsar di Desa Janganasem tahun 2024. Pola asuh orang tua menurut hurlock ada tiga yaitu demokratis, permisif dan otoriter. Adapun bebrapa faktor yang mempengaruhi pola asuh seperti kepribadian orang tua, tingkat pendidikan orang tua, jumlah anak, dan usia. Oleh karena itu, disarankan kepada orang tua untuk menerapkan pola asuh yang sesuai agar dapat membantu dalam keberhasilan toilet training anak.
Efektivitas Pijat Batuk Pilek dengan Lama Penyembuhan ISPA pada Balita Hilda Rizky Amelia; Sherly Jeniawaty; Uswatun Khasanah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.209

Abstract

Batuk pilek rentan terjadi pada anak balita, apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memperberat kondisi anak. Pada tahun 2023 sampai bulan Oktober terjadi peningkatan kasus ISPA di Kecamatan Sepulu dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 30%. Pijat batuk pilek salah satu solusi mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pijat batuk pilek terhadap lama penyembuhan ISPA pada Balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami ISPA pada bulan Februari-April 2024 yang ada sebanyak 65 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 30 responden. Untuk menganalisis adanya perbedaan digunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyembuhan batuk sebelum mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah normal (73,3%). Sedangkan lama penyembuhan batuk setelah mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah cepat (70%). Dari hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test hasil uji p value didapatkan p value = 0,000 maka H1 diterima yang artinya Pijat batuk pilek lebih efektiv terhadap lama penyembuhan ISPA pada balita. Disimpulkan bahwa pijat batuk pilek sangat efektiv dalam penyembuhan batuk pilek pada balita. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.
Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone dengan Perkembangan pada Anak Prasekolah Farah Hanifah; Rekawati Susilaningrum; Ani Media Harumi; Astuti Setiyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.210

Abstract

Masa prasekolah merupakan periode penting dalam proses perkembangan anak. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 5-25% dari anak-anak usia prasekolah menderita gangguan perkembangan. Perkembangan dimasa itu menjadi penentu keberhasilan perkembangan anak prasekolah di periode yang akan datang. Smartphone membuat anak semakin mudah mendapatkan akses media informasi dan teknologi, sehingga anak-anak malas menjadi malas bergerak dan beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan anak pasekolah di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 45 Surabaya. Penelitian bersifat observasional dengan desain cross sectional. Hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui ada hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembanagan anak hasil menggunakan uji chi square menunjukkan  p-value = (0,024) < (0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan pada anak prasekolah di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 45 Surabaya. Saran bagi para orang tua sebaiknya anak tetap dalam pengawasan ketika menggunkan smartphone. Perkembangan anak juga tetap terus dipantau dengan deteksi dini ke tenaga kesehatan, agar stimulasi perkembangan anak tetap stabil sesuai dengan usianya.
Efektifitas Metode Ceramah Dan Small Group Discussion tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Remaja Aris Handayani; Abdul Latip; Kharisma Kusumaningtyas; Titi Maharrani; Ervi Husni; Domas Nurchandra Pramudianti
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.214

Abstract

Background: adolescents are in a phase of rapid growth and development both physically, psychologically, intellectually, socially and sexually, causing great curiosity and tend to take risky attitudes without adequate consideration, which can lead to various consequences including Sexually Transmitted Infections and unwanted pregnancies.This study aims to explain the effectiveness of sexual and reproductive health education with lecture and small group discussion methods on the level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents.Method: this study is a Quasy -Experimental Research (pre-post test control group design) with two treatment groups and one control group. A total of 68 adolescents from 135 respondents were involved using proportional random sampling method. Each group was treated with different learning methods, namely lecture method and small group discussion consisting of 68 respondents. Data collection was carried out using pre and post questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney Test with a significant level of P, 0.005. Results: This study shows that the effectiveness of the lecture and small discussion methods are: 1) knowledge about the small group discussion method and the lecture method have the same significant value P = 0.000 (<0.05). 2) attitudes and behaviors towards the lecture method are significantly different from the Small Group Discussion method p = 0.000 (<0.05). Conclusion: This study states that the small group discussion method is better used to improve knowledge and attitudes towards sexual and reproductive health behavior in adolescents than the lecture method because in this phase it is a phase of growth in adolescents so that adolescents want to know more about sexual and reproductive health material. Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior, adolescent, attitude
The THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE, ATTITUDE AND HABIT WASHING MOM'S HANDS TO AN EVENT OF DIARRHEA AT PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO: HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN IBU BATITA TERHADAP KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO LUFIANTI, SELVIA DESI; Aris Handayani, AMd.Keb., S.Pd., M.Kes.; Abdul Latip, dr. M.Kes
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.127

Abstract

Diare merupakan penyakit yang paling sering menyerang anak-anak dan menjadi penyebab kedua kematian balita di seluruh dunia setelah pneumonia. Menurut Riskesdes tahun 2018 prevalensi diare pada balita berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan menurut kelompok umur dengan prevalensi diare (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tertinggi yaitu pada kelompok umur 1-4 tahun sebesar 11,5%, pada bayi sebesar 9%, dan kelompok umur 75 keatas sebesar juga merupakan prevalensi tertinggi yaitu sebesar 7%.Penderita diare di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 yaitu pada tahun 2019 terdapat 11.081 kasus sedangkan pada tahun 2020 adalah 10.944 kasus. Di Puskesmas Tambakrejo kasus diare Berdasarkan data Laporan tahunan Puskesmas Tambakrejo pada tahun 2020 terdapat 571 dari 3164 balita kasus diare pada batita dengan prevalensi 18,04% Sedangkan pada tahun 2021 terdapat 550 dari 3117 kasus diare pada batita dengan prevalensi 17,64%. Kejadian Diare dari tahun ke tahun selalu melebihi prevalensi yaitu 6,54% pada tahun 2020 dan 6,14 % pada tahun 2021. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dan batita usia 12 – 36 bulan dengan teknik System Cluster Random Sampling dengan responden sejumlah 102 responden. Variabel independen adalah pengetahuan ibu, sifat ibu, dan kebiasaan mencuci tangan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada batita. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan tabel observasi. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa sebagian besar ibu batita berpengetahuan baik sebanyak 79 responden (77,5%). Hasil analisis hubungan pengetahuan terhadap kejadian diare p = 0,07 yang mana t = 0,005 < α (0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan sikap dan kebiasaan
THE ANALYSIS OF PREDISPOSITIVE FACTORS AND EMPLOYMENT FACTORS ASSOCIATED WITH HYPERTENSION PREVENTION BEHAVIOR IN MENOPAUSE WOMEN: ANALISIS FAKTOR PREDISPOSISI DAN FAKTOR PENDORONG YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSE Balle, Elmi; Sukesi; Ahdatul Islamiah; Kasiati
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.176

Abstract

Pendahuluan: Sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, sebagian besar tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan perkiraan 46% orang dewasa mengalami hipertensi, sedangkan di negara berkembang sebanyak 52,9% yang mengalami hipertensi, sehingga diperlukan tindakan pencegahan yang maksimal. Beberapa faktor yang sangat berhubungan dengan tindakan pencegahan hipertensi adalah umur, jenis kelamin, pola makan, aktivitas fisik, pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, keterpaparan media informasi dan dukungan keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi dan faktor pendorong dengan pencegahan hipertensi pada wanita menopause di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. populasinya adalah wanita menopause dengan hipertensi sejumlah 892 orang dengan sampel berjumlah 107 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah tingkat Pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. Variabel Dependen pada penelitian ini adalah perilaku pencegahan hipertensi pada wanita menopasuse. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan signifikan α= 0,005. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar 88.4% berpendidikan Dasar, sebagian besar sekitar 71.2 % responden tidak bekerja, sebagian besar 87.5% dengan tingkat pengetahuan kurang, sebagian besar 72.5% memiliki sikap negatif, hampir setengah reponden 87.5% mendapatkan dukungan keluarga kurang, sebagian besar 87.5% memiliki perilaku pencegahan yang kurang. Berdasarkan uji Chi Square diperoleh bahwa terdapat hubungan antara faktor pendidikan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada wanita menopause (p<0,001), faktor pekerjaan p=0,003), faktor pengetahuan (p<0,001), faktor sikap (p<0,001) dan faktor dukungan keluarga (p<0,001). Kesimpulan: Data menunjukkan adanya hubungan faktor predisposisi dan faktor pendorong yang berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada wanita menopause di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Untuk meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada wanita menopause maka perlu meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya upaya pencegahan penyakit hipertensi. Diharapkan wanita menopause di Puskesmas Tarus lebih memperhatikan kondisi kesehatan dirinya. Kata Kunci: faktor predisposisi; faktor pendorong; perilaku pencegahan; hipertensi
The Studi Kasus Asuhan Kebidanan Pada Akseptor Implan Dengan Efek Samping Kenaikan Berat Badan Di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah Abdyah Fayza Lainunnabila; Suryaningsih; Deasy Irawati; Anis Nurlaili
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.223

Abstract

Keluarga Berencana di Indonesia telah berperan penting dalam membatasi kelahiran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, dengan salah satu metodenya adalah kontrasepsi implan. Meskipun efektif, penggunaan implan dapat menyebabkan efek samping seperti kenaikan berat badan. Di Puskesmas Tanah Merah pada tahun 2023 terdapat 3.886 akseptor KB, 247 (6,39%) merupakan akseptor implan. Dan di Polindes Padurungan terdapat 205 akseptor KB, 24 (11,71%) merupakan akseptor implan dan 5 (20,9%) dari 24 akseptor implan mengalami efek samping kenaikan berat badan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular dan potensi mengalami drop out. Tujuan dari pembuatan studi kasus ini untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan keluarga berencana pada akseptor implan dengan kenaikan berat badan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan pada akseptor implan dengan efek samping kenaikan berat badan. Dengan waktu pengambilan kasus selama kurang lebih 3 bulan sejak bulan April sampai Juni di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah dengan sasaran pada Ny. R usia 40 tahun akseptor lama dengan efek samping kenaikan berat badan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa anamnesa, observasi dan dokumentasi. Analisa dan penetapan diagnosa berdasarkan nomenklatur kebidanan dengan hasil yang didokumentasikan melalui SOAP. Asuhan kebidanan kontrasepsi implan pada ibu yang mengalami kenaikan berat badan sejak penggunaan implan yaitu 2 tahun lamanya yang menyebabkan ibu merasa tidak nyaman. Dalam pola nutrisinya ibu makan 3 kali sehari dengan porsi nasi yang lebih banyak dan suka mengkonsumsi camilan seperti gorengan. Selain itu pada pola eliminasi ibu tidak lancar yaitu BAB 2 hari sekali. Ditemukan kenaikan berat badan yang dialami ibu sebesar lebih dari 7 kg dari 65 kg menjadi 72,92 kg. P4A0 akseptor lama kontrasepsi implan dengan efek samping kenaikan berat badan. Asuhan yang dilakukan ialah dengan memberikan konseling mengenai pengurangan porsi makan nasi dan mulai melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan pada pagi hari. melakukan kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian menu diet sehat tinggi protein dan serat serta mengajari ibu untuk melakukan senam aerobic. Selain itu, ibu diberikan beras merah dan buah-buahan untuk membantu penurunan berat badan yang lebih efektif. Setelah dilakukan evaluasi ibu sudah mengurangi porsi makan dan mengonsumsi makanan sesuai dengan menu diet yang diberikan. Ibu juga sudah melakukan aktivitas fisik jogging setiap harinya serta senam aerobik setiap 2 kali seminggu. Didapatkan ada penurunan berat badan yaitu 2,75 kg, ibu juga sepakat untuk tetap menggunakan kontrasepsi implan. Asuhan kebidanan yang diberikan pada studi kasus ini telah dilakukan dengan baik. Masalah yang dialami akseptor implan dengan kenaikan berat badan ini sudah dapat teratasi dengan baik meskipun berat badan ibu masih tergolong dalam kategori gemuk (kelebihan berat badan), ibu diharapkan tetap menjaga pola makan dan melanjutkan menu diet sesuai anjuran ahli gizi. Ibu juga diharapkan tetap melakukan aktivitas fisik senam aerobic atau jalan pada pagi hari yang telah diberikan sehingga ibu tetap memilih kontrasepsi implan.
The Efektivitas Senam Nifas Dengan Media Video Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Nifas Gladis Angelina, Arvemin Sovia; Ani Media Harumi; Yuni Ginarsih; Evi Yunita Nugrahini
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.226

Abstract

Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involusi. Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas, dimana 50%-60% karena kegagalan uterus berkontraksi secara sempurna. Kontraksi uterus yang tidak kuat berkontraksi akan menyebabkan involusi uteri tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan masa nifas yang efektif, salah satunya adalah senam nifas. Efektivitas promosi kesehatan sangat bergantung pada media yang digunakan selama penyuluhan. Salah satu media yang menarik dan interaktif adalah video. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre experimental dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di PMB Afah Fahmi yang berjumlah 84 responden. Sampel berjumlah 38 responden diambil menggunakan Purposive Sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian dengan menggunakan lembar checklist dan video senam nifas. Analisis data bivariate menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini adalah hampir seluruh involusi uteri ibu nifas berjalan dengan normal (92%) sebelum diberikan intervensi senam nifas dan berjalan dengan cepat (89,5%) sesudah diberikan intervensi senam nifas dengan media video. Hasil uji analisis Wilcoxon signed rank test didapatkan p-value = 0,001 yang berarti terdapat efektivitas antara senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri pada ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Senam nifas yang dilaksanakan secara benar, rutin dan teratur akan membantu menguatkan kontraksi otot rahim sehingga mempercepat involusi uteri. Penggunaan media video, dalam senam nifas ini menawarkan aksesibilitas yang tinggi, memungkinkan ibu nifas untuk mengikuti senam kapan saja dan di mana saja. Diharapkan senam nifas dapat dijadikan salah satu program rutin karena dapat memberikan banyak manfaat untuk menangani komplikasi masa nifas.

Page 12 of 13 | Total Record : 123