cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013): August 2013" : 20 Documents clear
Kajian manfaat kawasan konservasi perairan bagi pengembangan ekowisata bahari: Studi kasus di kawasan konservasi perairan Nusa Penida, Bali Marjan Bato; Fredinan Yulianda; Achmad Fahruddin
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.333 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.777

Abstract

Abstract. Nusa Penida is one of the marine protected area in Bali Province. The location has a potency higher as tourist destination. Hence, the objective of the present study was to evaluate the potency and benafit of the this marine protected area as a marine ecotourism. The study was conducted in September 2012 to February 2013. The descriptive quantitative method was used in the study, the data collection was covered the percent cover of corals communities, corals mortality index, marine ecotourism sustainable index, carrying capacity of marine ecotourism. The results of this research showed that the percent cover of corals communities at Nusa Penida was categorized  from good to very good  ranged between 52.00% to 97.00% with corals mortality index ranged between 0.00 to 0.01 at a depth of 3 meters and between 0.00 to 0.025 at 10 meters depth. The marine protected area of Nusa Penida is suitable for  diving activity snorkeling,and beach ecotourism with carrying capacity for diving was 153 people/day, snorkling 212 people/day, and beach ecotourism 122 people/day. The marine protected area of Nusa Penida gave impact on increasing of human well being of society in Nusa Penida with increasing the revenue  10%-30%. and also gave profits the Klungkung Regency. Keywords : Benefit; Marine ecotourism; Nusa Penida; Protected Area. Abstrak. Nusa Penida adalah salah satu kawasan area konservasi laut di Bali yang berpotensi tinggi menjadi salah satu tujuan wisatawan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana manfaat kawasan ini sebagai kawasan wisata bahari. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2012 sampai Februari 2013. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis perhitungan persen tutupan komunitas karang, indeks mortalitas, indeks kesesuaian ekowisata bahari, daya dukung kawasan ekowisata bahari, evaluasi tingkat kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen tutupan karang di Nusa Penida dikategorikan dari baik sampai sangat baik yaitu berkisar antara 52,00%-97,00% dengan indeks mortalitas berkisar antara 0,00 – 0,01 pada kedalaman 3 meter dan  0,00-0,025 pada kedalaman 10 meter. Oleh karena itu kawasan konservasi Nusa Penida sesuai untuk aktivitas wisata selam, snorkling, dan wisata pantai dengan daya dukung kawasan untuk selam 153 orang/hari, snorkling 212 orang/hari dan ekowisata pantai sebanyak 122 orang/hari. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kawasan konservasi Nusa Penida memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai pekerja wisata dengan bertambahnya pendapatan sebesar 10%-30%  dan juga menambah pemasukan daerah Kabupaten Klungkung.Kata Kunci :  Ekowisatata Bahari; Kawasan Konservasi; Manfaat; Nusa Penida
Penilaian tingkat risiko terumbu karang akibat dampak aktivitas penangkapan ikan dan wisata bahari di Pulau Biawak, Jawa Barat Ankiq Taofiqurohman
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.231 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.722

Abstract

Abstract. Risk assesment of a habitat and its mappingis considerably important in environment appraisal. Biawak Island is a conservation and touristic area, one of its purpose is to bring positive influence to marine resource, both ecologically and economically. Biawak Island is inhibited by coral reefs, where human activities often occurs. Field survey was held during February 2013 in Biawak Island. The observation purpose was to assess coral reef risk in the islandby comparing three marine activities: fishing, diving, and snorkeling. Spatial modelling showed that every coral reef area in Biawak Island had high risk level, especially the southern part. Euclidean calculation result indicated that fishery had been the most influential activity toward coral reef habitat in Biawak Island.Keyword: Biawak Island; Coral reef; Risk assessment. Abstrak . Penilaian risiko terhadap suatu habitat dan pemetaannya sangat penting dalam penilaian keadaan lingkungan. Pulau Biawak merupakan daerah konservasi dan pariwisata, yang salah satu tujuannya adalah untuk memberikan dampak positif pada sumber daya laut baik ekologi maupun ekonomi. Pulau Biawak dikelilingi oleh terumbu karang dan banyak aktivitas manusia terjadi pada terumbu karang tersebut.Survey lapangan telah dilaksanakan pada bulan Februari 2013 di Pulau Biawak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko terumbu karang di Pulau Biawak, dengan membandingkan tiga aktivitas kelautan yaitu penangkapan ikan, menyelam dan snorkeling. Pemodelan spasial menunjukan bahwa semua kawasan terumbu karang di Pulau Biawak pada tingkat kondisi risiko tinggi, terutama di daerah selatan. Hasil perhitungan Euclidean menunjukan bahwa kegiatan penangkapan ikan memberikan dampak yang paling tinggi terhadap habitat terumbu karang di Pulau BiawakKata kunci: Pulau Biawak; Terumbu karang; penilaian risiko.
Aplikasi madu untuk pengarahan jenis kelamin pada ikan nila (Oreochromis niloticus) Ayu Adhita Damayanti; Wayan Sutresna; Wildan .
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.624 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.735

Abstract

Abstract. The objective of this research was to found the optimum concentration of honey for sex reversal of male tilapia.   The  non factorial completely randomize design was used for this research, the factor that has been examined were honey concentrations at level of  0%, 0.05 %, 0.1%, 0.15 % and 0.2 % for 24 hours submersion. The data were subjected to Anova test and followed by BNT test. The results showed that the differences of honey concentrations was significantly influence the   percentage of male tilapia (P0.05), but did not affect significantly on the survival rates. (P0.05). In general, the percentage of male tilapia was increased with increasing the honey concentrations, where the higher percentage of male was found at 0.2 % (81.43%), and it was different significantly with other concentrations. It is concluded that 0.2% of honey is  suitable for male tilapia sex reversal.Keywords: Honey; Sex reversal; Tilapia (Oreochromis niloticus); Male; SubmersionAbstrak.   Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui konsentrasi madu yang efektif menghasilkan ikan nila (O. niloticus)  kelamin jantan yang paling tinggi. Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial digunakan dalam penelitian ini, faktor yang diuji adalah perbedaan konsentrasi madu, yaitu 0 %(kontrol), 0,05 %, 0,1 %, 0,15 % dan 0,2% ppt selama 24 jam perendaman. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi madu berpengaruh nyata terhiadap persentase nila jantan yang dihasilkan (P0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan baik selama perendaman maupun pemeliharaan (P0,05). Secara umum terlihat persentase kelamin jantan meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi madu dalam larutan perendam. Uji lanjut menggunakan BNJ memperlihatkan bahwa persentase nila jantan tertinggi dijumpai pada  konsentrasi 0,2% (81,43%±0,23), nilai ini berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi madu 0,2% sesuai dan efektif untuk pengarahan jenis kelamin jantan pada ikan nila.Kata kunci: Madu;  Pengarahan jenis kelamin; Nila(Oreochromis niloticus); Jantan; Perendaman
Variasi sebaran suhu dan klorofil-a akibat pengaruh Arlindo terhadap distribusi ikan cakalang di Selat Lombok Andry Nugroho Setiawan; Yayat Dhahiyat; Noir Primadona Purba
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1341.113 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.723

Abstract

Abstract. The movement ofthewater mass affected Indonesian waters characterisicaretraversedbyIndonesian Throughflow which one of them in Lombok Strait. This study conductedtodetermine Indonesian Throughflow effectagainsttemperature distribution,chlorophyll-a variation and also distribution ofskipjackin theLombokStrait in 2008. The studyarealocated atcoordinate115˚E-116˚Eand8˚S-9˚S. The dataused weretemperature, chlorophyll-a, sea surfacecurrentsandalsosupported withskipjackcatches data. Visualizationresultshowed westseason,seasurface temperaturehigh enough withranged between26.62-31.12oC andchlorophyll-a concentrationby0.05596-0.9778mg(m-3)-1withthe current directiontend to lead to the northeastwith a speed ranged of0.0250-0.4439ms-1. In thefirsttransitiontemperature ofthe seasurfaceslightlydecreasedrangedbetween26.77-30.30oC andfollowed by arise chlorophyll-a concentrationby0.07302-0.7324mg(m-3)-1withthe current directiontend to leadto the eastwith a speed ranged0.0640-0.8123ms-1. In the east season,seasurfacetemperaturewas quitelow,ranged from24.30-29.33oC andfollowedwithan increased chlorophyll-a concentrationby0.1491-0.9897mg(m-3)-1 withthe current directiontend to leadto the southeastwith a speed ranged by0.4351-1.1813 ms-1. In thesecondtransition, seasurfacetemperature rised back withranged25.12-31.05oC andfollowed bydecreased concentration ofchlorophyll-a by0.09565-0.9456mg(m-3)-1withthe current directiontend to leadto the southeastwith a speed ranged by0.1129-0.7336ms-1. The relationship betweentemperatureandchlorophyll-a resultshowedvariationbutona warmtemperatureandfairlyhigh chlorophyll-a, catchedarehigh enoughinSeptember-November.Keywords: Indonesian Throughflow; Lombok Strait; Skipjack Abstrak.Pergerakan ARLINDO yang melalui perairan Indonesia berpengaruh pada karakteristik perairan di timur Indonesia dimana salah satunya adalah Selat Lombok. Kajian ini menekankan pengaruh Arlindo terhadap variasi sebaran suhu dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan ikan cakalang di Selat Lombok pada periode tahun 2008. Data yang digunakan yaitu suhu, klorofil-a, arus permukaan dan hasil tangkapan ikan cakalang. Hasil visualisasi menunjukkan pada musim barat, suhu permukaan lautnya cukup tinggi yaitu berkisar 26,62-31,12oC dan konsentrasi klorofil-a sebesar 0,056-0,978mg (m-3)-1 dengan arah arus cenderung ke timur laut dengan kecepatan 0,0250-0,4439 m/detik. Pada musim peralihan I suhu permukaan lautnya sedikit mengalami penurunan yaitu berkisar 26,77-30,30oC dan dan diikuti dengan kenaikan konsentrasi klorofil-a sebesar 0,073-0,732mg (m-3)-1 dengan arah arus cenderung ke timur dengan kecepatan 0,0640-0,8123 m/detik. Pada musim timur suhu permukaan lautnya cukup rendah yaitu berkisar 24,30-29,33oC dan dan diikuti dengan kenaikan konsentrasi klorofil-a sebesar 0,149-0,989mg (m-3)-1 dengan arah arus ke tenggara dengan kecepatan 0,4351-1,1813 m/detik. Pada musim peralihan II suhu permukaan lautnya kembali naik yaitu berkisar 25,12-31,05oC dan dan diikuti dengan penurunan konsentrasi klorofil-a sebesar 0,096-0,946mg (m-3)-1 dengan arah arus ke tenggara dengan kecepatan 0,1129-0,7336 m/detik. Hubungan antara suhu dan klorofil-amenunjukkan adanya variasi akan tetapi pada suhu yang hangat dan klorofil-a yang cukup tinggi terdapat hasil tangkapan yang cukup tinggi yaitu pada bulan September-November.Kata kunci : Arlindo; Selat Lombok;  Ikan Cakalang 
Pengaruh fase bulan dan pasang surut terhadap kemunculan pari manta (Manta alfredi) di Perairan Karang Makassar, Taman Nasional Komodo Nusa Tenggara Timur Muhammad Ichsan; Dulmi’ad Iriana; Muhammad Yusuf Awaluddin
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.79 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.749

Abstract

Abstract. Karang Makassar is known as Manta point which is located in the Komodo National Park, Indonesia. This location is one of the habitat for manta ray. This research was conducted to find out the relationship between the appereance of manta ray with lunar pattern and tidal cycle. Observation data was collected from September to October 2012. Photo ID method was used to assess the number of manta ray appeareance. Lunar pattern data was obtained from USNO NAVY database, and tidal cycle was obtained from WX Tide Prediction Server. The result shows that from 20 dives, the highest average number of manta rays appearance was during full moon by 9,8 individual per dive. Meanwhile, during half moon and new moon were only 3 individual appearances per dive. On the other hand, based on tidal cycle, the highest manta rays appeareance was found during rising by 6,5 individual per dive, on falling by 4,4 individual per dive, and the lowest on slack by 3,4 individual per dive. We suggest that the best time for seeing manta rays in this location is during full moon and raising time.  Keywords: Manta rays; Lunar patterns; Tidal cycle; National Komodo Park  Abstrak. Perairan Karang Makassar, dikenal sebagai Manta Point yang berada di Taman Nasional (T.N.) Komodo, Indonesia. Lokasi ini merupakan salah satu habitat bagi pari manta. Penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kemunculan  pari manta dengan fase bulan dan pasang surut. Pengambilan data dilakukan pada bulan September – Oktober 2012. Metode Photo ID dipergunakan untuk menhitung jumlah individu kemunculan pari manta. Sedangkan untuk data fase bulan diperoleh dari USNO NAVY berupa persentasi cahaya bulan, sedangkan untuk pasang surut didapatkan dari WX Tide Prediction Server. Hasil menunjukkan bahwa dari 20 kali penyelaman, rata-rata kemunculan tertinggi terjadi saat fase bulan penuh sebesar 9,8 individu per penyelaman. Pada bulan setengah jumlah kemunculan paling sedikit yaitu 3 kemunculan per penyelaman, sama dengan fase bulan baru yaitu 3 kemunculan per penyelaman. Sementara itu berdasarkan pola pasang surut, diperoleh rata-rata jumlah individu tertinggi yang muncul yaitu pada pada saat pasang sebanyak 6,5 individu per penyelaman, saat surut sebesar 4,4 individu per penyelaman, sedangkan pada saat kendur paling sedikit  yaitu sebesar 3,4 individu per penyelaman. Kami menyarankan bahwa waktu yang terbaik untuk melihat pari manta di lokasi ini adalah pada saat bulan penuh dan saat pasang.Kata kunci: Pari Manta; Fase Bulan;  Pasang Surut; Taman Nasional Komodo
Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan berbasis wilayah pengelolaan perikanan (WPP) dengan memanfaatan WebGIS Ifan R. Suhelmi; Yulius .; Dini Purbani
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.82 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.724

Abstract

Abstract. Management of marine and fisheries resources should consider the carrying capacity and assimilation capability of marine and fisheries resources. The minister regulation Number 1 year 2009 concerning the division of fisheries management zone into 11 zone (WPP) is an effort in managing of marine and fisheries resources. This study was aimed to: (1) Update base map and information at WPP and (2) Aplication of WebGIS technology to manage marine and fisheries resources. The collection data as spatial database, Geographic Information System was used to analyze the data and the presentation of information as Web GIS format. The Results of this research was data and information associated with fishing management zone (WPP) in the form of spatial database in WebGIS format.Keywords: WPP; Marine and Fisheries Resources; Web GIS
Studi pendahuluan klasifikasi ukuran butir sedimen di Danau Laut Tawar, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh Ichsan Setiawan
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.12 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.750

Abstract

Abstract. The purpose of this research was to examine the sediment grains size in Lake Laut Tawar. This research was done during Mei to June 2012. Five sampling stationse were determined  i.e. Toweran, Bintang, Klitu, Boom and Ujung Mumpar. Dry sieving analysis method was used in this study with different diameter stage sediment sieve  such as 4.75 mm, 1.7 mm, 250 µm,  850 µm, 150 µm, 0.2 µm, and 0.063 µm. The data was then weighed and calculated for percentages. The results showed that the sediment in Toweran station was dominated by pebble and medium sand; in Bintang station was dominated by pebble and coarse sand; in Klitu station was dominated by pebble and medium sand; in Boom station was dominated of colloid and remaining shells; and in Ujung Mumpar station was dominated of pebble and coarse sand. Generally, the sedimen type was pebble and coarse sand.Keywords: The dry sieving method; Stage sieve; Sediment grain size Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran butir sedimen di Danau Laut Tawar. Penelitian berlangsung pada Bulan Mei sampai Juni 2012. Lokasi sampling terbagi menajdi beberapa stasiun;  Stasiun Toweran, Bintang, Klitu, Boom dan Ujung Mumpar. Sampel sedimen disaring dengan ayakan bertingkat dengan diameter  4,75 mm, 1,7 mm, 250 µm,  850 µm, 150 µm, 0,2 µm, 0,063 µm. Persentase berat fraksi sedimen dihitung berdasarkan saringan sedimen bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen di Stasiun Toweran dominan kerakal dan batu yang diikuti pasir sedang, di Stasiun Bintang dominan kerakal dan batu yang diikuti pasir sangat kasar, di Stasiun Klitu dominan kerakal dan batu yang diikuti pasir sedang, di Stasiun Boom dominan koloid yang diikuti sisa kerang-kerangan dan di Stasiun Ujung Mumpar dominan kerakal dan batu yang diikuti pasir sangat kasar. Secara umum ukuran sedimen di Danau laut Tawar adalah kerakal dan pasir sangat kasar.Kata kunci : Metode ayak kering; Saringan bertingkat; Ukuran butir sedimen
Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) pada konsentrasi tepung daun jaloh (Salix tetrasperma Roxb) yang berbeda dalam pakan Cut Dara Dewi; Zainal A. Muchlisin; Sugito .
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.064 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.725

Abstract

Abstract. The objective of the present study was to evaluate the possibility of jaloh leaf powders as alternative raw material for the formulated diet ofAfrican catfish (Clarias gariepinus). Four concentrations of jaloh leaf powders (0%, 5%, 10% and 15%) were examined in this study. The experimental fish were fed three times a day (on 08.00 am, 12.00 am and 17.00 pm) with feeding ration of 5% of body weight and the fish was reared for 35 days. The ANOVA test showed that the different concentration of jaloh leaf powders gave a significantly effect on growth performance of African catfish larvae (P0,05) but did not give significantly effect on the survival rate (P0,05). The Duncans test showed that the higher survival rate and growth performance were found in the control (without jaloh leaf powders). Therefore it is concluded that the jaloh leaf powders is not suitable as alternativerows material for African catfish diet.Key words: Protein; Carbohydrate; Catfish; Alternative feed Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan pemanfaatan  tepung daun jaloh (S. tetrasperma) sebagai bahan baku alternatif untuk pakan ikan lele(C. gariepinus). Dalam penelitian ini telah diuji beberapa tingkat proporsi tepung daun jaloh yaitu (0%, 5%, 10%, dan 15%) .Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 17.00 WIB,sebanyak5%dari berat bobot tubuhnyaselama 35 hari. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian tepung daun jaloh memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan harian benih ikan lele dumbo (P0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (P0,05). Uji lanjut Duncan’s  menunjukkan bahwa perlakuan kontrol (tanpa daun jaloh) dalam pakan memberikan hasil terbaik dari segi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup. Oleh karena itu dapat disimpulkan tepung daun jaloh kurang sesuai sebagai bahan baku alternatif dalam pakan ikan lele dumbo.Kata kunci: Protein; Karbohidrat; Ikan lele; Pakan alternatif
Kebiasaan makan dan komposisi makanan tiga species cumi (Loligo edulis, Sepioteuthis lessoniana dan Sepia officinalis) hasil tangkapan nelayan dari Perairan Pantai Utara Provinsi Aceh Taufiq Ismail; Zainal A. Muchlisin; Nur Fadli; Ichsan Setiawan
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.49 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.751

Abstract

Abstract. The objective of the present study was to evaluate the feeding habits of three species of squids i.e. Loligo sp. Sepioteuthis lessoniana dan Sepia officinalis which were caught in the northern sea of Aceh. The sampling was conducted from April  to May 2013 in TPI lampulo, Banda Aceh. The results showed that three type of foods were recorded on the Loligo sp. i.e. fish (75.1%), shrimp (20.5%) and squid (4.4%); in the S. officinalis stomach was fish (89.9%), shrimp (10%) and crab (0.29); while inthe S. lessoniana stomach was fish (99.9%) and worm (0.1%). Hence the squids were categorized as carnivorous feeding habit where small fish and shrimp were the primary food for the squids. Keywords: Food; Fish; Shrimp; Carnivorous;  Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan dan komposisi makanan tiga species cumi hasil tangkapan nelayan dari perairan  pantai Utara Provinsi Aceh mulai April sampai Mei 2013.  Pengambilan sampel dilakukan dengan metode penarikan contoh secara acak sederhana yaitu dengan mengambil sampel secara acak yang mewakili semua ukuran cumi yang ad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis makanan yang dijumpai pada lambung Loligo edulis adalah ikan (75,1%), udang (20,5%) dan cumi (4,4%); pada lambung Sepia offisinalis  diperoleh jenis makanan;  ikan (89,9%), udang (10%) dan kepiting (0,29%;)  dan pada Sepioteuthis lessoniana  ikan (99,9%) dan cacing (0,1%). Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketiga species yang diteliti karnivora dengan ikan-ikan kecil dan udang sebagai makanan utama.Kata kunci: Makanan, Ikan; Udang; Karnivora
Perkembangan hasil tangkapan per upaya dan pola musim penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Prigi, Provinsi JawaTimur Agus Setiyawan; Setiya Tri Haryuni; Wijopriono .
Depik Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.263 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.2.726

Abstract

Abstract. Skipjack fishing activity in Prigi waters east java at fishing groud of WPP 573 mostly used purse seine and troll line.The aims of the study was to evaluate the fluctuation cacth per unit effort and catch sesaons of  skipjack in Prigi waters as  primary comodity big pelagic yield.. Catch per Unit Effort (CPUE) and IMP were calculated from primary data using vessel trips at port office and secondary data from statistic atPPN Prigi years 2000 – 2011to due analysis with using regretion and microsoft excel. Result showed  value of CPUE higher at 2002 year is 27,9 ton/year and lower at 2001 year is 0,5 ton/year with season pattern that occured higher catch that occured at Juni – Juli and September – Nopember, the peak season at September while famine season that occured at Januari – Mei, Agustus and December.Key words : Pattern Season; Effort; Cakalang; Prigi Waters Abstrak. Kegiatan penangkapan ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Prigi Jawa Timur, daerah penangkapan WPP 573,sebagian besar menggunakan alat tangkap pukat cincin dan pancing tonda.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan hasil tangkapan per upaya penangkapan dan pola musim yang terjadi di Perairan Prigi khususnya pada perikanan cakalang yang menjadi komoditi utama hasil pelagis besar. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE)dan Indeks Musim Penangkapan didapatkan dari data primer dari data trip kapal di syahbandar dan data sekunder berupa data statistik Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi dari tahun 2000 – 2011 yang dilakukan analisis dengan menggunakan regresi sederhana dan menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CPUE tertinggi terjadi pada tahun 2002 sebesar 27,9 ton/tahun serta terendah pada tahun 2001 sebesar 0,5 ton/tahun dengan pola musim yaitu hasil tangkapan tinggi/musim tangkapterjadi pada bulan Juni – Juli dan September – Nopember, musim puncak penangkapan terjadi pada bulan September sedangkan musim paceklik terjadi pada bulan  Januari – Mei , Agustus dan Desember.Kata kunci : Pola musim; Upaya; Cakalang; Perairan Prigi 

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2025): December 2025 Vol 14, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025 Vol 14, No 2 (2025): JUNE 2025 Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025 2025: Special Issue ICFM Vol 13, No 3 (2024): DECEMBER 2024 Vol 13, No 2 (2024): AUGUST 2024 Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023 Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023 Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023 (IN PROGRESS) Vol 12, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 11, No 3 (2022): DECEMBER 2022 Vol 11, No 2 (2022): August 2022 Vol 11, No 1 (2022): April 2022 Vol 10, No 3 (2021): December 2021 Vol 10, No 2 (2021): August 2021 Vol 10, No 1 (2021): April 2021 Vol 9, No 3 (2020): December 2020 Vol 9, No 2 (2020): August 2020 Vol 9, No 1 (2020): April 2020 Vol 8, No 3 (2019): December 2019 Vol 8, No 2 (2019): August 2019 Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 7, No 3 (2018): December 2018 Vol 7, No 2 (2018): August 2018 Vol 7, No 1 (2018): April 2018 Vol 6, No 3 (2017): December 2017 Vol 6, No 2 (2017): August 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 5, No 3 (2016): December 2016 Vol 5, No 2 (2016): August 2016 Vol 5, No 1 (2016): APRIL 2016. Vol 4, No 3 (2015): DECEMBER 2015 Vol 4, No 2 (2015): AUGUST 2015 Vol 4, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 3, No 3 (2014): Desember 2014 Vol 3, No 2 (2014): August 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 2, No 3 (2013): December 2013 Vol 2, No 2 (2013): August 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 1, No 3 (2012): December 2012 Vol 1, No 2 (2012): August 2012 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 More Issue