cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
UUJI LARVASIDA MIRISTISIN (Myristica fragrans Houtt) TERHADAP Aedes aegypti INSTAR III Tanendri Arrizqiyani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.472 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i1.651

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang masih banyak menimbulkan kematian. Untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD dilakukan melalui penggunaan larvasida alami yang berasal dari tanaman pala. Salah satu zat aktif dari tanaman pala yaitu Myristicin yang diduga memiliki aktivitas psikofarmakologis sebagai insektisida. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui LC50 dari miristisin dengan variasi konsentrasi 5, 10, 15, dan 20 ppm. Objek yang digunakan yaitu larva Aedes aegypti instar III. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasimiristisin (Myristica fragrans Houtt) yang dapat membunuh larva Aedes aegypti Instar III berdasarkan LC50yaitu pada konsentrasi 11,655 ppm pada jam ke-12 dan 15,230 ppm pada jam ke-24.
Pijat Oksitosin Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Pospartum Primipara Di Kota Singkawang Usman Seri; Sudarto Sudarto; Arif Nur Akhmad
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.824 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i1.227

Abstract

Abstract: The Oxytocin Massage Improved Breastmilk Production on Primipara Postpartum Mother In Singkawang City The challenge in providing exclusive breastfeeding is the complaints of Primipara Postpartum Mother (PPM) who are difcult to give breast milk because of limitation. The various attempts have been made, one of them by doing oxytocin massage is attemps to help breastfeeding production. The Aims of this study is to determine the effectiveness of oxytocin massage toward breastmilk production in the PPM. This study used a quasi experimental with a Case control design. A total of 30 samples were divided to intervention and control groups. This research was conducted for 6 months. The research instrument used the breastfeeding checklist. The data were analyzed by using Chi Square test. The results of Chi Square statistical test between oxytocin massage and breastmilk production obtained signifcant p = 0.025 (<0.05). These results indicate that there was a relationship between oxytocin massage and breastmilk production in the PPM. The OR value was 8 (CI (95%)) which explained that the PPM who performed oxytocin massage had eight times chance of breast milk production faster and smoother than mothers who did not do oxytocin massage. This study recommended to use large number of sample for high quality of research. Abstrak: Pijat Oksitosin Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Pospartum Primipara Di Kota Singkawang. Tantangan dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) eklusif adalah keluhan ibu postpartum primipara yang sukar memberikan ASI karena ASI nya tidak keluar. Pijat Oksitosin merupakan suatu upaya untuk membantu dalam pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin dalam pengeluaran ASI pada ibu Pospartum primipara. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan kasus kontrol. Sebanyak 30 sampel yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dengan Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar checklist pengeluaran asi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat adanya pengaruh antar variabel. Hasil uji statistik Chi-Square antara pijat oksitosin dengan pengeluaran ASI diperoleh nilai sig p= 0,025 (< 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan pengeluaran ASI pada ibu pospartum primipara. Nilai Odd Ratio (OR) dalam penelitian ini sebesar 8 (CI (95 %)) yang menjelaskan bahwa ibu pospartum primipara yang melakukan pijat oksitosin berpeluang 8 kali produksi ASI lebih cepat dan lancar dibandingkan dengan ibu yang tidak dilakukan pijat oksitosin. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar untuk kualitas yang lebih baik.
Efektivitas Pemanfaatan Sampah Merang Padi (Oryza Sativa} sebagai Pengawet Mie Tiaw Basah Yulia Yulia
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.864 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i2.106

Abstract

Abstract: Effectiveness Of Rice Straw Waste As Wet Tiaw Noodle Preservative. One of common food in community of West Kalimantan is wet noodles. Wet noodles moisture content can reach 52% so that the endurance or durability is quite short. This research was aimed to analyze the effectiveness of the concentration of ki water as a natural preservative in wet tiaw noodles by looking at the number of bacteria. This research is an experiment with a completely randomized design (CRD) for homogeneous study group. Sampling was done by purposive sampling (30 samples) with concentration 0,5 %, 1 %, 1,5 %, 2 % and 2,5 %. The data were analyzed by using one way ANOVA and benferony to identify the most effective concentration. Results of statistical analysis showed no difference in the number of germs on wet noodles that do not use and use ki water for wet tiaw noodles with p value of 0.000. But there are also results of statistical tests showed no difference in the number of germs in ki water concentration 0.5% and 1%, 1.5% and 2% and 2% and 2.5%. The most effective of ki water concentration was 2.5%.Abstrak: Efektivitas Pemanfaatan Sampah Merang Padi Sebagai Pengawet Mie Tiaw Basah. Salah satu produk pangan yang umum di kalangan masyarakat Kalimantan Barat adalah mie tiaw. Kadar air mie tiaw dapat mencapai 52% sehingga daya tahan cukup singkat. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas konsentrasi air ki sebagai pengawet alami pada mie tiaw basah dengan melihat angka kuman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) karena kelompok penelitian homogen. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel 30 sampel dengan konsentrasi air ki 0,5 %, 1 %, 1,5 %, 2 % dan 2,5 %. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik one way anova dilanjutkan uji bonferroni untuk megetahui konsentrasi yang paling efektif. Hasil penelitian ada perbedaan angka kuman antara mie tiaw yang tidak menggunakan dan menggunakan air ki (p value <0,05). Namun terdapat juga hasil uji statistik yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan angka kuman pada mie tiaw konsentrasi air ki 0,5% dan 1%, 1,5% dan 2% serta 2% dan 2,5%. Konsentrasi air ki yang paling efektif adalah 2,5%.
Hubungan Timbal (Pb) Di Udara dan Yang Ada Didalam Darah terhadap Kejadian Anemia Pegawai UPTD Dinas Perhubungan Aryanto Purnomo
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Maret 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.43 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i2.13

Abstract

Abstract: Relationships Lead ( Pb ) Available In The Air And Blood In Genesis Against Anemia Employees UPTD Department of Transportation. The aims of this study were to determine Pb in ambient air and its relationship with Pb in the blood and anemia on employees UPTD Transportation Agency Pontianak 2014. The study used cross-sectional design. Population and sample are employees UPTD Department of Transportation, with a sample size of 44 people with a total sampling method and using the Chi-square test. The results showed no significant correlation between the levels of Pb in ambient air in the work environment with high levels of lead in blood of employees , there is a significant correlation between blood levels of Pb in blood hemoglobin levels in employees , and no significant relationship between age and levels of Pb in blood on UPTD employees . While there is no significant relationship between smoking habits, wear a mask, with high levels of lead in the blood of employees UPTD.Abstrak: Hubungan Timbal (Pb) Di Udara Dan Yang Ada Didalam Darah Terhadap Kejadian Anemia Pegawai UPTD Dinas Perhubungan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Pb di udara ambien dan hubungannya dengan Pb dalam darah serta kejadian anemia pada pegawai UPTD Dinas Perhubungan Kota Pontianak Tahun 2014. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel adalah pegawai UPTD Dinas Perhubungan, dengan besar sampel sebanyak 44 orang dengan metode total sampling dan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara kadar Pb di udara ambien pada lingkungan kerja dengan kadar Pb dalam darah pada pegawai, ada hubungan yang signifikan antara kadar Pb dalam darah dengan kadar Hb darah pada pegawai, dan ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kadar Pb dalam darah pada pegawai UPTD. Sedangkan yang tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok, memakai masker, dengan kadar Pb dalam darah pada pegawai UPTD.
PERSALINAN KALA I PADA IBU DENGAN PEMBERIAN PIJAT DAN AROMATERAPI DI PUSKESMAS KABUPATEN KUBU RAYA Dini Fitri Damayanti; Oon Fatonah Akbarini; Tuty Sarini
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.706 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.522

Abstract

Persalinan akan memberikan pengalaman dan pengaruh jangka panjang yang sangat besar terhadap seorang perempuan dalam menjalani masa kehidupan selanjutnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi kemajuan proses persalinan yaitu pengaturan posisi pasien, kehadiran pendamping, latihan bernafas, usapan pada punggung. Pijatan pada punggung akan menye- babkan penurunan ketegangan otot dan relaksasi termasuk pada otot abdomen dapat men- gurangi friksi antara rahim dan dinding abdomen. Aromaterapi adalah terapi yang menggu- nakan essential oil atau sari minyak murni untuk membantu menenangkan jiwa dan raga. Secara ilmiah, reaksi terjadi karena wewangian mengirimkan sinyal pada bagian otak yang mengatur emosi sehingga ibu menjadi rileks dan tenang. Kondisi relaksasi yang di alami ibu karena diberikan pijatan atau aromaterapi akan meningkatkan sirkulasi daerah genitalia serta memperbaiki elastisitas servik. Hal ini akan mempercepat pembukaan servik. Peneli- tian quasy experiment dengan pendekatan post test nonequivalent control group design den- gan non probality sampling dengan metode pemilihan sampel yaitu memilih semua individu yang bersalin di Puskesmas Sungai Kakap dan Puskesmas Sungai Durian yang memenuhi kriteria pemilihan. Hasil uji analisis Mann-Whitney menunjukkan bahwa median lama kala I fase aktif pada kelompok pijat lebih singkat 180 (110-240) menit dibanding pada kelompok yang diberikan aromaterapi 225 (120-240) menit.
Isolasi Bakteri Aerob Patogen pada Kue Siap Saji di Pasar Grogol Jakarta Apriani Apriani; Nurani Nurani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.434 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i1.123

Abstract

Abstract: Isolation of Pathogenic Aerobic Bacteria from Cakes in Grogol Market Jakarta. Market snacks in the cakes are foods that are consumed by many urban communities. Conditions that are not hygienic cake and indication of microbial contamination has the potential to cause disease. Aerobic bacteria is one type of bacteria that causes the occurrence of food contamination due to microorganisms. The aim of the study is identify the presence of the pathogenic aerobic bacteria from food. This research was conducted in May-June 2017 at Kesosi institute of health science laboratory Jakarta. Materials used are BGLB (Brilliant Green Lactose Bile Broth) NA (Sodium Agar), MCA (Mc Concey) medium, NaCl physiological, and gram crystalline violet dye. The samples used are bugis and talam from cake vendors at Grogol Market in Jakarta. Bacterial isolation from 10 bugis cake samples grown on NA and MCA medium then followed by gram staining identifed with characteristics; the form of bacilli (stem), gram negative, and non spora. These identifed characteristics lead to species Escherichia coli (E.coli). The result of isolation and identifcation of bacteria on sample of 10 talam cake samples was identifed by characteristic; colony-shaped bacillus, bacterial cell size 0.6-1.0 μm x 1.2 - 3.0 μm, motile, non spora, encapsulated and has a flagellum. These identifed characteristics lead to the type of bacteria Enterobacter aerogenes (E. Aerogenes).Abstrak: Isolasi Bakteri Aerob Patogen Pada Kue Siap Saji di Pasar Grogol Jakarta. Jajanan pasar dalam bentuk kue adalah makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat perkotaan. Kondisi kue yang tidak higienis dan terindikasi kontaminasi mikroba berpotensi menimbulkan penyakit. Bakteri Aerob adalah salah satu jenis bakteri yang menjadi penyebab terjadinya kontaminasi makanan akibat mikroorganisme. Penelitian ini bersifat analitik deskripsi untuk mengidentifkasi keberadaan bakteri aerob patogen dari makanan. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei-Juni 2017 di Laboratorium Stikes Kesosi Jakarta. Bahan yang digunakan Media BGLB (Brilliant Green Lactose Bile Broth), NA (Natrium Agar), Media MCA (Mc Concey), NaCl fsiologis, dan pewarna gram kristal violet. Sampel yang digunakan adalah kue bugis dan kue talam yang berasal dari penjual kue di Pasar Grogol Jakarta. Isolasi bakteri terhadap 10 sampel kue Bugis yang ditumbuhkan pada media NA dan MCA lalu dilanjutkan dengan pewarnaan gram teridentifkasi dengan ciri; bentuk basil (batang), gram negatif, dan tidak berspora. Ciri-ciri yang teridentifkasi tersebut mengarah pada spesies Escherichia coli (E.coli). Hasil isolasi dan identifkasi bakteri pada 10 sampel kue talam teridentifkasi dengan ciri; koloni berbentuk basil, ukuran sel bakteri 0,6-1.0 µm x 1,2 – 3,0 µm, motil, tidak membentuk spora, berkapsul dan memiliki flagel. Ciri-ciri yang teridentifkasi tersebut mengarah pada jenis bakteri Enterobacter aerogenes.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Usia 6-59 Bulan Suzanna Suzanna; Indah Budiastutik; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.604 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i1.103

Abstract

Abstract: Analyze Factors Related To The Nutrional Status On Children Aged 6-59 Months. Nutritional problem among infants is considered as the main health issue. Children under the age of 5 regarded to vulnerable age group. This study aimed at figuring out the  factors related to nutritional status of children aged 6-59 months at publich health centre in North Singkawang in Singkawang city. Cross sectional approach was carried out in this study. As many as 96 children aged 6-59 months were employed as the samples.  This study was conducted from March to may 2014. Meanwhile, proportional random sampling was utilized as the data collection technique. Then, the data were statistically analyzed by using chi square test.The study revealed were significant correlation of maternal education (p value=0,000), maternal nutritional knowledge (p value=0,022), parenting styles (p value=0,000), infectious disease (p value=0,000), energy intake (p value=0,000), protein consumption (p value=0,000), and nutritional status of children aged 6-59 months at publich health centre in Singkawang Utara. There were correlation of maternal age during pregnancy (p value= 0,877), number of children (p value=0,938), eating pattern p value=0,688), and nutritional status of children. Suggestion As a result, local institutions and public health centers are encouraged to enhance  health information, particularly infants nutrition. Therefore, mothers with children under the age of 5 become aware of the nutritional status of their children.Abstrak: Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Usia 6-59 Bulan. Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan terutama anak balita, karena balita merupakan kelompok rawan. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak usia 6-59 bulan di Puskesmas Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 96 balita usia 6-59 bulan yang dilaksanakan bulan Maret sampai dengan Mei 2014. Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Pengolahan dan analisa data menggunakan komputerisasi. Uji statistik yang digunakan uji chi square.Ha sil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu (p value=0,000), pengetahuan gizi ibu (p value=0,022), pola asuh (p value=0,000), penyakit infeksi (p value=0,000), asupan energi (p value=0,000) dan asupan protein (p value=0,000) dengan status gizi balita di Puskesmas Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang dan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur ibu saat hamil (p value=0,877), jumlah anak (p value=0,938) dan pola makan (p value=0,668) dengan status gizi balita.Disarankan pada ibu yang memiliki balita untuk bisa lebih meningkatkan pengetahuan melalui membaca buku menu seimbang dan media informasi seperti televisi, majalah, internet dll. Serta meningkatkan konsumsi Energi sebanyak 1600 gr/hr, Protein sebanyak 35 gr/hr (AKG, 2013). 
Peranan Orang Tua dan Perilaku Anak dalam Menyikat Gigi dengan Kejadian Karies Anak Asmaul Husna
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.871 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.49

Abstract

Abstract: The Correlation Of Parents’ Role And Children’s Attitude In Tooth Brushing With Caries Act. The aim of this research was to know the correlation of parents’ role and children’s attitude in tooth brushing with caries act for 5-6 years old of children on The Sekar Melati of Kindergarten Desa Pal.9 Kecamatan Sungai Kakap Years 2015. This research was survey research. It kind was Explanatory Research with a Cross-Sectional approximation. The populations of the research were 35 persons. They were students and parents of The Sekar Melati of Kindergarten Desa Pal.9 Kecamatan Sungai Kakap. The sample was 35 persons of students and parents. The result of test statistic by using Product Moment Correlations was got r = 0,580 with a/Probabilitas 0,000 for variable of parents’ role with children’s attitude, r = -0,501 with a/Probabilitas 0,002 for variable of parents’ role with caries act and r = -0,530 a/Probabilitas 0,001 for ariable of children’s attitude with caries act , because a/ Probabilitas < 0,05 mean there was significant correlation of the parents’ role and children’ attitude in tooth brushing with caries act for 5-6 years old of children on Sekar Melati Kindegarten Desa Pal IX Kecamatan Sei Kakap Kabupaten Kubu Raya.Abstrak : Peranan Orang Tua Dan Perilaku Anak Dalam Menyikat Gigi Dengan Kejadian Karies Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peranan orang tua dan perilaku anak dalam menyikat gigi dengan kejadian karies anak usia 5-6 tahun di TK Sekar Melati Desa Pal.9 Kecamatan Sungai Kakap Tahun 2015. Jenis penelitian adalah penelitian survey Explanatory Research dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah siswa/i dan orang tua TK Sekar Melati Desa Pal.9 Kecamatan Sungai Kakap yang berjumlah 35 orang. Sampel sebanyak 35 orang siswa/i dan orang tua. Hasil uji statistik dengan menggunakan Product Moment Correlations diperoleh r = 0,580 dengan a/Probabilitas 0,000 untuk variabel peran orang tua dengan perilaku anak, r = -0,501 dengan a/Probabilitas 0,002 untuk variabel peran orang tua dengan kejadian karies dan r = -0,530 a/ Probabilitas 0,002 untuk variabel perilaku anak dengan kejadian karies, karena a/Probabilitas < 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara peranan orang tua dan perilaku anak dalam menyikat gigi dengan kejadian karies anak usia 5-6 tahun di TK Sekar Melati Desa Pal IX kecamatan Sei Kakap kabupaten Kubu Raya.
Perilaku Menyikat Gigi dan OHIS Anak Sekolah Dasar yang Tinggal di Daerah Terpencil Rita Herlina; Putri Cantika; Nike Haryani; Sri Rezki
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.398 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1004

Abstract

Wilayah Provinsi Kalimantan Barat yang mempunyai 14 Kabupaten/Kota memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut pada semua kategori usia penduduknya sebesar 20,6% dengan lebih jelasnya anak pada usia 5-9 tahun memiliki permasalahan gigi dan mulut sebesar 28,9% sedangkan pada anak dengan usia 10-14 tahun sebesar 25,2%. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui perilaku menyikat gigi dan OHIS anak sekolah dasar yang tinggal di daerah terpencil.Jenis penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran perilaku dengan kuesioner wawancara untuk mengetahui Perilaku Menyikat Gigi dan OHIS Anak Sekolah Dasar Yang Tinggal Di Daerah Terpencil SDN 36 Sekampet. Hasil penelitian sebagian besar menunjukkan perilaku menyikat gigi responden paling banyak kategori sedang 19 responden dengan presentase 55,9%, berdasarkan pemeriksaan OHIS hasil penelitian paling banyak yaitu kriteria sedang dengan presentase 85,3%, dari hasil uji chi-square ada hubungan antara perilaku menyikat gigi dan OHIS dengan nilai p sebesar 0,000.Kesimpulan bahwa (1) Perilaku menyikat gigi siswa berada pada kriteria sedang sebanyak 55,9%, baik sebanyak 38,9% dan buruk sebanyak 5,9%. (2) Indeks OHIS siswa berada pada kriteria sedang sebanyak 85,3%, baik sebanyak 11,8% dan buruk sebanyak 2,9%. (3) Dari data yang diperoleh ada pengaruh perilaku menyikat gigi dan OHIS anak SDN 36 Sekampet dengan nilai p sebesar 0,000.