cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
Hubungan Usia Kehamilan dan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini. Agatha Maria; Utin Siti Candra Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.413 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.48

Abstract

Abstract: The Correlation Between The Pregnancy Age And The Parity Of Childbirth Mothers With The Premature Rupture Of Membrane. The aims of this research are to find out the correlation between the pregnancy age and the parity of childbirth mothers with the premature rupture of a membrane in Public Hospital Dr. Rubini Mempawah. This research uses Observational Analytic design with Cross-sectional research scheme and retrospective approach. The population covers the childbirth mothers of 472 mothers. The systematic random sampling technique is applied to take 20%; a total of 94 mothers. The result shows that There is a significant correlation between the pregnancy age and the parity of childbirth mothers with the premature rupture of membrane, in which the correlation strength of those two factors refers to a strong positive correlation direction.Abstrak : Hubungan Usia Kehamilan Dan Paritas Ibu Bersalin Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dan paritas ibu bersalin dengan kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Rubini Mempawah. Penelitian menggunakan desain Observasional analitik, dengan rancang penelitian Cross sectional dan menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah ibu bersalin yaitu sebanyak 472 orang. Pengambilan sampel 20% dengan teknik systematic random sampling sebanyak 94 orang. Hasil penelitian menunjukka ada hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini, dengan kekuatan korelasi kedua faktor tersebut menunjukkan bahwa arah korelasi positif yang sangat kuat.
Penggunaan Bahasa Dayak Dalam Edukasi Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Penurunan Debris Index Pada Siswa Neny Setiawaty Ningsih; Rita Herlina; Dian Femala; Omry Pakpahan; Rusmali Rusmali
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.328 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i1.1046

Abstract

Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah kesehatan di Indonesia. Penyuluhan kesehatan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat khususnya anak sekolah dasar melalui pembelajaaran dari oleh dan untuk masyrakat.Komunikasi merupakan kompetensi yang harus dimiliki dalam melakukan penyuluhan kesehatan. Bahasa yang dibutuhkan dalam berkomunikasi utuk menyampaikan pesan. Contoh bahasa yang digunakan dalam komunikasi yakni bahasa sosial budaya.Komunikasi dengan bahasa sosial budaya sering terjadi, karena banyaknya interaksi antara orang – orang yang memiliki budaya . Bahasa Dayak merupakan bahasa daerah yang lahir dari adat dayak.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan bahasa Dayak dalam edukasi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan kognitif  dan menurunkan debris indeks pada siswa di SDN 12 Toho Kabupaten Mempawah.Jenis penelitian ini adalah Penelitian quasi experiment dengan desain pretestandposttestcontrolgroupdesign, subyek dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok bahasa Dayak  sebagai kelompok perlakuan dan kelompok bahasa Indonesia sebagai kelompok kontrol. Debris indexs diukur drngan menggunakan skor debris.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SDN 12 Toho kelas 5.Pengolahan data dilakukan menggunakan komputer dengan program SPSS versi13.0 for windows dengan uji for windows dengan uji wilcoxconBerdasarkan uji Mann Whitney didapatkan nilai p value sebesar0,000 <(0,05), ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitassecara signifikan antara metode penyuluhan menggunakan bahasa Dayak dan metode penyuluhan menggunakan bahasa Indonesiaterhadappeningkatan pengetahuan siswa SDN 12 Toho Kabupaten Mempawah. .Berdasarkan uji Mann Whitney didapatkan nilai p value sebesar0,010 < (0,05), ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitassecara signifikan antara metode bahasa Dayakdan metode Bahasa Indonesiaterhadappenurunan nilai DI siswa SDN 12 Toho Kabupaten Mempawah.
Pengetahuan, Peran Orang Tua dan Persepsi Remaja terhadap Preferensi Usia Ideal Menikah M. Taufik; Harni Sutiani; Andri Dwi Hernawan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.225 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.77

Abstract

Abstract: Knowledge, Parental Roles, And Adolescents Perception Toward Preference Of  Ideal Age Of Marriage . Marriage is a bond born of inner and between a man and a woman as the husband and wife with the aim of forming a happy family and eternal. Necessary preparations towards domestic life. Age is one of the most important considerations to get married, as it associates with maturity and proper relation-ship to commit someone’s life to someone else.  Right age is also essential to determine the physical, mental, and financial readiness. This study aimed at de-termining the correlation of knowledge on maturity in marriage ,  parental roles, perception on early marriage, and the preference of  ideal age of marriage  in Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Using cross sectional ap-proach, 240 adolescents aged 15-19 years participated in this study.  This study was conducted from October-December 2016. The samples were selected by us-ing rapid survey method. The data were analyzed and processed through computerization, and statistically tested by  using chi square test. The study shows that there were correlations of  knowledge on maturity in marriage (p-value = 0,003), parental roles (p value = 0,002) and perception on early marriage (p val-ue = 0.037) with ideal age of marriage. From the findings, students are encour-aged  to take part  in positive activities such as boy scouts, the red cross youth, adolescent counseling and information center, and mosque teens, for parents can follow youth community development to provide information that is complete and correct to the teens about the growth and development of adolescents as well as premarital preparation, National Population and Family Planning Board (BKKBN) need to work together to control and reduce the number of early.Abstrak: Pengetahuan, Peran Orang Tua Dan Persepsi Remaja Terhadap Preferensi Usia Ideal Menikah. Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri untuk  membentuk keluarga bahagia dan kekal. Diperlukan persiapan menuju kehidupan rumah tangga. Salah satunya adalah usia yang tepat, hal ini dimaksudkan agar siap dan matang dari segi fisik, psikis, mental dan ekonomi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan, peran orang tua dan persepsi tentang per-nikahan usia dini dengan preferensi usia ideal menikah remaja di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 240 remaja usia 15–19 tahun yang dilaksanakan bulan Oktober–Desember 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey cepat. Pengolahan dan analisis data menggunakan komputerisasi. Uji Statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan (p value = 0,003), peran orang tua (p value =0,002) dan persepsi tentang pernikahan usia dini (p value = 0,037) dengan preferensi usia menikah remaja. Remaja disarankan mengikuti  kegiatan seperti pramuka, PMR, remaja masjid, PIK Remaja, bagi orang tua dapat mengikuti Bina Keluarga Remaja agar memberikan informasi lengkap dan benar tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja serta persiapan pranikah, BKKBN dan instansi terkait bersinergi dalam menekan terjadinya angka pernikahan pada usia tidak ideal.
Analisis Spasial Sebaran Kasus dan Lingkungan Berpotensi Penularan Tuberkulosis Paru Selviana Selviana; Andri Dwi Hernawan; Irvan Khitama
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.059 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.71

Abstract

Abstract: Analysis Of Spatial Distribution Of Potentially Transmission Case And Environment Tuberculosis Pulmonary. This research aimed to get the description of spatial distribution case and pulmonary tuberculosis infection environmental potentially in health care center area of Sungai Durian, Kubu Raya Regency. It was a descriptive observational survey which used total sampling. Next, the data was analyzed and presented in case mapping spatial distributional form and used Geographic Information System to present the pulmonary tuberculosis infection environmental potentially. The result showed that the distribution of case in Kuala Dua village was 42%, Limbung 17%, Arang Limbung 17%, mekar Sari 11%, Tembang Kacang 8%, and Teluk Kapuas 8%, whereas Kuala Dua Village, Arang Limbung, Desa Limbung and Mekar Sari had the highest precentation in pulmonary tuberculosis case besides they had the dense distribution which known as the new case. The spatial analysis showed that bedroom temperature 60%, bedroom humidity 66,7%, bedroom lighting 56,7%, bedroom ventilation 73,3%, and dwelling density 60% did not fulfill the health requirement. Health service access about 46,7% was not accessible.Abstrak : Analisis Spasial Sebaran Kasus Dan Lingkungan Berpotensi Penularan Tuberkulosis Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi gambaran spasial sebaran kasus dan lingkungan berpotensi TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif observasional, dengan menggunakan total sampling. Selanjutnya data dianalisa dan disajikan dalam bentuk spasial pemetaan sebaran kasus dan lingkungan berpotensi penularan TB paru dengan menggunakan Geographic Information System (GIS). Hasil penelitian menunjukan sebaran kasus pada Desa Kuala Dua 42%, Limbung 17%, Arang Limbung 17%, Mekar Sari 11%, Tembang Kacang 8% dan Teluk Kapuas 8%, dimana Desa Kuala Dua, Arang Limbung, Desa Limbung dan Mekar Sari memiliki persentasi tinggi pada kasus TB paru selain itu juga memiliki penyebaran yang rapat, diketahui 17% diantaranya kasus baru. Analisis spasial menunjukan suhu kamar tidur 60%, kelembaban kamar tidur 66,7%, pencahayaan kamar tidur 56,7%, ventilasi kamar tidur 73,3% dan kepadatan hunian rumah 60% tidak memenuhi syarat kesehatan. Akses pelayanan kesehatan 46,7% tidak terjangkau.
Pengaruh Promotional Mix terhadap Loyalitas Pasien Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSIA Annisa Margareta Pratiwi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.039 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i1.76

Abstract

Abstract: Analysis Of Promotional Mix Effect On Patient Loyalty In Obstetrics And Gynaecology Outpatient Unit In RSIA Annisa. The decrease in the number of patient visits reinforces the indication of patient loyalty in Obstetric and Gynecology Polyclinics at RSIA Annisa Jambi decreased. This study aims to determine the value of promotional mix (marketing communication) associated with patient loyalty. This type of observational research with a cross sectional approach. The variables studied include personal communication, advertising, publicity and public relations, learning materials, corporate design and patient satisfaction. The data were analyzed quantitatively with univariate, bivariate and multivariate methods with logistic regression analysis test with qualitative analysis (content analysis). The result of the research shows that less perception at personal communication 62%, less perception at advertising 55%, less perception at publicity and public relation equal to 63%, less perception at learning material equal to 54%, less perception at corporate design 53% and less perception on patient satisfaction of 72%. The results of the analysis show that personal communication, advertising, publicity and public relations, learning materials, corporate design and patient satisfaction affect patient loyalty. Personal communication has the strongest influence while publicity and public relations have the weakest effect on patient loyalty. Suggested management RSIA Annisa Jambi to improve personal communication of midwife and sms gateway.Abstrak: Pengaruh Promotional Mix Terhadap Loyalitas Pasien Poliklinik Obstetri Dan Ginekologi RSIA Annisa. Penurunan jumlah kunjungan pasien memperkuat indikasi loyalitas pasien di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi di RSIA Annisa Jambi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai promotional mix (bauran komunikasi pemasaran) dikaitkan dengan loyalitas pasien. Jenis penelitian observasional dengan pendekatan Cross-sectional. Variabel yang diteliti meliputi komunikasi personal, periklanan, publisitas dan hubungan masyarakat, materi pembelajaran, rancangan korporat dan kepuasan pasien. Data dianalisis secara kuantitatif dengan metode univariat, bivariat dan multivariate dengan uji analisis regresi logistik dilengkapi dengan analisis secara kualitatif (content analysis). Hasil penelitian didapat persepsi kurang baik pada komunikasi personal sebesar 62%, persepsi kurang baik pada periklanan sebesar 55%, persepsi kurang baik pada publisitas dan hubungan masyarakat sebesar 63%, persepsi kurang baik pada materi pembelajaran sebesar 54%, persepsi kurang baik pada rancangan korporat sebesar 53% dan persepsi kurang baik pada kepuasan pasien sebesar 72%. Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi personal, periklanan, publisitas dan hubungan masyarakat, materi pembelajaran, rancangan korporat dan kepuasan pasien berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Komunikasi personal memiliki pengaruh yang paling kuat sedangkan publisitas dan hubungan masyarakat memiliki pengaruh yang paling lemah terhadap loyalitas pasien. Disarankan manajemen RSIA Annisa Jambi untuk meningkatkan komunikasi personal bidan dan sms gateway.
Pasien dengan Ulkus Diabetes yang Dirawat di Rumat Bekasi Memiliki Kualitas Hidup yang Baik Karin Natasha Angela; Tuti Fahria; Nina Sumarni
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.973 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i2.860

Abstract

Ulkus dapat mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia. Karakteristik ulkus diabetes seperti sukar sembuh, nyeri dan berbau dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup  pasien dengan ulkus diabetes di Rumah Rawat Luka di Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif dengan pendekatan Cross Sectional. Untuk mengukur tingkat kualitas hidup pada pasien dengan ulkus diabetes ini menggunakan instrumen Diabetic Foot Ulcer Scale – Short Form. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan ulkus diabetes melitus yang melakukan perawatan  di Rumah Rawat Luka (RUMAT) di Bekasi. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Analisis ini melihat karakteristik dari variabel yang dilihat berdasarkan skor total, mean dan standar deviasi yang menghasilkan tingkat kualitas hidup buruk, cukup dan baik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pasien dengan ulkus diabetes di RUMAT memiliki kualitas hidup yang baik, dengan karakteristik lebih banyak pria, aktif bekerja, sudah menikah dan tinggal bersama pasangan hidup dan anak, memiliki riwayat DM >5 tahun dengan nilai GDS ≤200mm/dL, riwayat ulkus <1 tahun. Berdasarkan  hasil penelitian, tenaga kesehatan khususnya perawat yang memberikan perawatan langsung kepada pasien harus memperhatikan domain-domain kehidupan dalam memberikan perawatan yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien dan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya memperhatikan kualitas hidup
PENENTUAN NILAI RUJUKAN HEMOGLOBIN PADA MASYARAKAT KALBAR Hendra Budi Sungkawa; wahdaniah wahdaniah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.061 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i1.441

Abstract

Nilai rujukan hasil pemeriksaan laboratorium biasanya berupa nilai rentang yang digunakan dokter untuk menginterprestasikan hasil dan mengambil keuntungan klinik yang menentukan tindak lanjut terhadap pasien. Nilai normal hemoglobin untuk seseorang sukar ditentukan dikarenakan setiap suku bangsa memiliki kadar hemoglobin yang bervariasi. Namun kadar hemoglobin telah ditetapkan oleh WHO berdasarkan umur dan jenis kelamin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin masyarakat di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin. Tujuan khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menetapkan nilai rentang normal hasil pemeriksaan hemoglobin di Kalimantan Barat.Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasional analitik yang bersifat potong lintang (Cross Sectional). Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan menggunakan Hematology Analyzer sebanyak 1456 sampel dari 6 kabupaten / kota di Kalimantan Barat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil penelitian dengan rujukan WHO  dengan nilai p < 0,005. Ditetapkan kadar hemoglobin pada masyarakat Kalimantan Barat untuk kategori umur 6 bulan – 6 tahun yaitu 9,4 g/dl – 13,64 g/dl, 6 tahun – 14 tahun yaitu 9,92 g/dl – 14,79 g/dl, dewasa laki-laki yaitu 12,15 g/dl – 17,20 g/dl dan dewasa perempuan yaitu 9,97 g/dl – 15,00 g/dl
Determinan Kasus Diare di Kota Pontianak Abduh Ridha; Ismael Saleh; Bintari Bintari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.208 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.62

Abstract

Abstract: Determinants of Diarrhea In Pontianak. The aim of this research is to analyze the determinants of diarrhea cases in Pontianak. This study analyzes data from EHRA studies. The design of EHRA study was cross-sectional with sample size was 1600 household. This study analyzes the relation between family sanitary and diarrhea case of family members in the last 6 months. There is relation between the access to clean water (P-value = 0.00); washing hands with soap after cleaning her Child’s butt (P-value = 0.04); washing hands with soap after defecating (P-value = 0.03); washing hands with soap before eating (P-value = 0.00); and washing hands with soap before feeding her Child (P-value = 0.01) with diarrhea case of family members. Utilize soap based on the observation also related to the diarrhea case (P-value = 0.00).Abstrak : Determinan Kasus Diare di Kota Pontianak. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis determinan kasus diare di Kota Pontianak. Studi ini merupakan analisis lanjutan Studi EHRA Kota Pontianak, yang menggunakan pendekatan Cross sectional dengan jumlah sampel 1600 keluarga dengan menganalisis hubungan sanitasi keluarga dengan kejadian diare anggota keluarga dalam 6 bulan terakhir. Akses air bersih merupakan determinan kejadian diare pada anggota keluarga (Nilai P = 0.00); perilaku CTPS setelah menceboki anak (Nilai P=0.04); CTPS setelah BAB (Nilai P=0.03); CTPS sebelum makan (Nilai P=0.00); serta CTPS sebelum menyuapi anak (Nilai P=0.01) terbukti ada hubungan dengan kejadian diare anggota keluarga. Kepemilikan sabun di jamban hasil observasi juga ada hubungan dengan kejadian diare (Nilai P=0.00).
Histologi Sel Pyramidal Hipokampus Tikus Putih Pasca Penghentian Pajanan Monosodium Glutamate Peroral Buddy Dayono; Heru Fajar Trianto; M. In’am Ilmiawan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 4 (2015): Juli 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.227 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i4.26

Abstract

Abstract: Histology Of Hippocampal Pyramidal Cells Rats After Cessation Of Oral Administration Monosodium Glutamate. The aim of this study was to determine the histological of hippocampal pyramidal cells adult male Wistar rats (Rattus norvegicus) after cessation of oral administration monosodium glutamate. This is true experimental study. This study used 27 rats and divided into 9 groups with simple random sampling. Data were analyzed using One-way ANOVA followed by LSD and Kruskal Wallis Test followed by Mann-Whitney Test. There were no significant differences in the mean number of pyramidal cells degeneration between treatment groups (P) (p≥0,05). There were significant differences in the mean number of normal pyramidal cells between treatment groups (P) (p<0,05).Abstrak : Histologi Sel Pyramidal Hipokampus Tikus Putih Pasca Penghentian Pajanan Monosodium Glutamate Peroral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histologis sel piramidal hipokampus tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dewasa strain wistar pasca penghentian pajanan MSG peroral. penelitian ini menggunakan desain true experiment. Penelitian ini menggunakan 27 tikus dan dibagi 9 kelompok. Sampel dipilih dengan metode simple random sampling. Data dianalisa menggunakan one-way anova dilanjutkan LSD dan Kruskal Wallis Test dilanjutkan Mann-Whitney Test. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna rerata jumlah sel piramidal rusak pada seluruh kelompok perlakuan (P) pada hari yang berbeda (p≥0,05). Terdapat perbedaan bermakna rerata jumlah sel piramidal normal pada seluruh kelompok perlakuan (P) pada hari yang berbeda (p<0,05). 
Asam Asetat Sebagai Dentin Conditioner Alternative Pada Tumpatan Glass Ionomer Pawarti Pawarti; Jojok Heru Soesatyo
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.7 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i2.274

Abstract

Bahan tumpatan glass ionomer terdiri dari bubuk dan cairan. Pemakaian  dentin conditionerbiasanya diambil dari cairan tumpatan  yang berakibat  cairan habis terlebih dahulu  dan tersisa bubuk tumpatan terbuang sia sia Sehingga diperlukan solusi pemakaian bahan dentin conditioneralternatif.  Penelitian ini akan meneliti  penggunaan asam asetat 20%  dan 15% sebagai dentin condisionerterhadap kekuatan perlekatan tumpatan glass ionomer pada permukaan enamel untuk tindakan fissure sealant. Jenis penelitian  ini menggunakan  experimental semu. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling siswa usia 6-7 tahun. Gigi yang diberi perlakuan adalah gigi 46 dan gigi 36 sebagai kontrol. Bahan dentin conditioneryang digunakan sebagai kontrol adalah  asam poliakrilik 10 %. Uji beda  rata rata Wilcoxon Signed Ranks antara kelompok asam asetat 15%  dengan kelompok control p=0,145 dan asam asetat 20% dengan kelompok kontrol p=0,377 angka ini menunjukkan  tidak terdapat perbedaan yang signifikan.Uji Kruskal Wallis  ketiga kelompok perlakuan asam asetat 20%, asam asetat 15% dan kontrol didapatkan nilai  p= 0,66 artinya  tidak ada perbedaan yang bermakna kekuatan perlekatan tumpatan glass ionomer  pada ketiga kelompok tersebut. Hasil ini menunjukan bahwa asam asetat 15% dan asam asetat 20% dapat dikatakan efektif sebagai dentin condisioner alternatif.