cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
Penggunaan Aerator, Soda Ash, dan Filtrasi dalam Menurunkan Kadar Fe Suharno Suharno; Mohammad Adib
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.296 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i1.79

Abstract

Abstract: The Use Of Aerator, Soda Ash, And Filtration To Reduce Fe Level. Most people in Pontianak still use the well-pond water as the source of clean water everyday. High iron levels in ground water can cause people's reluctance to consume and can harm public heaLh. The purpose of this research was to determine the effectivity of air injection treatment (aerator), coagulant of Soda As and FiLration with shellfish in decreasing Fe content in well-pond water in Siantan Hulu Village. This research was a quasi experiment with one group pre-post design method. The resuLs were analyzed using t-test statistic. The resuLs of the study, the average of iron (Fe) level before treatment was 4.356 mg / L. Treatment of well-pond water source that qualified as clean water was by using 100 psi aerator + 10% soda ash, fiLering with 60 cm shell + gravel 10 cm, Manganese sand Zeolite 60 cm and 0,1 micron membrane which obtained resuL iron decrease to 0.948 mg/L. This was consistent with statistical test resuLs showing significant differences in iron content between before and after treatment (p = 0.000). In conclusion, well-pond water treatment method that can be applied was by using 100 psi aerator + 10% soda ash, fiLering with 60 cm shell + 10 cm gravel, 60 cm manganese zeolite and membrane 0,1 micronAbstrak: Penggunaan Aerator, Soda Ash, Dan Filtrasi Dalam Menurunkan Kadar Fe. Sebagian masyarakat Kota Pontianak masih memanfaatkan air sumur kolam sebagai sumber air bersih sehari-hari. Kadar besi yang tinggi dalam air tanah dapat menimbulkan keengganan masyarakat untuk konsumsi dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas perlakuan injeksi udara (aerator), pembubuhan bahan koagulan soda ash dan fiLrasi dengan media dari bahan kulit kerang. dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur kolam di Wilayah Kelurahan Siantan Hulu. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan metode one group pre-post design. Hasil dianalisis menggunakan uji statistik t-test. Hasil penelitian, rata-rata kadar besi (Fe) sebelum perlakuan adalah sebesar 4,356 mg/L. Perlakuan terhadap sumber air sumur kolam yang memenuhi syarat sebagai air bersih adalah dengan menggunakan aerator 100 psi + soda ash 10%, penyaringan dengan kulit kerang 60 cm + kerikil 10 cm, pasir Mangan Zeolit 60 cm dan membran 0,1 mikron dimana diperoleh hasil kadar besi turun menjadi 0,948 mg/L. Hal ini sesuai dengan hasil uji statistik yang menunjukkan adanya perbedaan kadar besi yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,000). Simpulan pengolahan air sumur kolam yang dapat diaplikasikan adalah dengan menggunakan aerator 100 psi + soda ash 10%, penyaringan dengan media kulit kerang 60 cm + kerikil 10 cm, pasir Mangan Zeolit 60 cm dan membran 0,1 mikron.
Edukasi Media Roda Gizi Dapat Meningkatkan Pengetahuan Gizi Kader Muhammad Wadi; Suaebah Suaebah; Martinus Ginting; Puspa Wardhani; Widyana Lakshmi Puspita
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.002 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v8i2.994

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan yang dijumpai dilapangan adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan kader posyandu terhadap materi yang disampaikan serta tidak percaya diri pada saat penyuluhan. Berdasarkan hal tersebutpenyuluhan gizi yang dilakukan oleh kader perlu ditingkatkan dengan  inovasi penggunaan media penyuluhan, yang berkaitan dengan ASI Eksklusif. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan gizi sebelum dan sesudah diberikan edukasi media roda gizi pada kader posyandu. Metode : Jenis penelitian ini adalah QuasyPre-experimentaldengan metode one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah 24 posyandu dengan sampel sebanyak 18 kader. Penelitian dilakukan selama 4 minggu. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil : Rata-rata pengetahuan saat posttest lebih tinggi sebesar 14,06 dibandingkan pengetahuan saat pretestadalah 10,48. Hasil uji analisis Wilcoxon signed ranks test diperoleh p value< 0,05 artinya terdapat perbedaan yang signifikat pengetahuan gizi kader sebelum dan sesudah diberikan edukasi media roda gizi. Kesimpulan : terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberi perlakuan pada kader. Edukasi menggunakan media roda gizi dapat meningkatkan pengetahuan gizi kader.
Risiko Terjadinya Asfiksia Neonatorum pada Ibu dengan Ketuban Pecah Dini Rahayu Budi Utami
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.225 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i1.4

Abstract

Abstract: The Risk Of Asphyxia Neonatorum To Pregnant Women Diagnosed With Premature Rupture Of Membrane. The purpose of this study is to identify the risk of asphyxia neonatorum to pregnant women diagnose PRM and other factors related to asphyxia neonatorum. The method of this study is used by case control. The result shows that there is no significant correlation between PRM, parity, birth weight, labor actions, induction of labor, and asphyxia neonatorum. However, there is a significant relationship between labor duration and asphyxia neonatorum.Abstrak: Risiko Terjadinya Asfiksia Neonatorum Pada Ibu Dengan Ketuban Pecah Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko terjadinya asfiksia neonatorum pada ibu dengan KPD dan faktor lain yang berhubungan dengan asfiksia neonatorum. Penelitian ini menggunakan metode studi case control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara KPD, paritas, berat badan, persalinan tindakan, dan induksi persalinan dengan asfiksia neonatorum. Terdapat hubungan yang bermakna antara lama persalinan dengan asfiksia neonatorum. 
Daya Hambat Minyak Atsiri Rimpang Kunyit terhadap Pertumbuhan Candida Albicans In Vitro Fitri Nadifah; Nurlaili Farida Muhajir; Fitri Retnoningsih
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.5 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i1.124

Abstract

Abstract: Inhibition Activity Of Turmeric Essential Oil Against The Growth Of Candida Albicans. Turmeric has rhizomes which contain essential oils and curcuminoid that has anti-fungal activity. The purpose of this research was to know the influence of essential oil of turmeric Rhizome (Curcuma domestica Val.) against the growth of Candida albicans in vitro. This was an experimental research with diffusion method. Essential oil obtained through distillation methods and the concentration used was 20%, 40%, 60%, 80% and 100%. The treatment was repeated three times. Anova test was used. Inhibition zone is formed at a concentration of 20%, 40%, 60%, 80%, 100% were 6,16 mm, 6,50 mm, 6,66 mm, 7,00 mm and 7.83 mm, respectively Results in analysis by one way ANOVA showed there was a significant difference in the variance of essential oil concentration against the inhibition zone (p< 0.05).Abstrak: Daya Hambat Minyak Atsiri Rimpang Kunyit Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans In Vitro. Kunyit merupakan  salah satu rimpang yang diketahui memiliki kandungan minyak atsiri serta curcuminoid yang bersifat anti jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode difusi cara sumuran. Minyak atsiri didapatkan melalui   metode destilasi dan konsentrasi  yang digunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian di analisis dengan Anova. Hasil zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi minyak atsiri 20%, 40%, 60%, 80%, 100% berturut-turut adalah 6,16 mm, 6,50 mm, 6,66 mm, 7,00 mm,  dan 7,83 mm. Hasil analisis dengan one way anova menunjukkan terdapat perbedaan yang signfikan pada berbagai konsentrasi minyak atsiri terhadap zona hambat yang dihasilkan (p<0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berbagai konsentrasi minyak atsiri rimpang kunyit dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Kemampuan ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif dalam pengobatan terhadap penyakit karena infeksi Candida albicans.
Risiko Terjadinya Ketuban Pecah Dini pada Ibu Hamil dengan Infeksi Menular Seksual Sudarto Sudarto; Tunut Tunut
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.971 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.67

Abstract

Abstract: Premature Rupture Of Membranes Risks Of Pregnant Women With Sexual Infections. The purpose of research is to analyze the correlation between the risks of sexually transmitted infection with the incidence of premature rupture of membranes (KPD).This research is the quantitative study with case-control design with a sample of 68 respondents, analysis of the statistical test Chi-square α = 0.05 and  95% confidence intervals. The subjects of the study mothers who have premature rupture of membranes, and not as a case of premature rupture of membranes as control, Subjects retrieval using the total sample in the case group and systematic random sampling technique to control. Secondary collection from medical records the period from January to December 2014. Results show that there is a significant association between risk factors for sexually transmitted infections with the incidence of premature rupture of membranes, other factors associated with KPD is parity.Abstrak : Risiko Terjadinya Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil Dengan Infeksi Menular Seksual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan faktor risiko infeksi menular seksual dengan kejadian Ketuban Pecah Dini. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan rancangan case control dengan jumlah sampel 68 responden, analisis dengan uji statistik Chi-square α=0,05 dan interval kepercayaan 95%. Subyek penelitian ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini sebagai kasus dan ibu yang bersalin tidak mengalami ketuban Pecah Dini sebagai kontrol. Pengambilan data menggunakan total sampling pada kelompok kasus dan teknik sistematic random sampling pada kontrol. Pengumpulan data sekunder dari catatan medis periode Januari-Desember Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara faktor risiko infeksi menular seksual dengan kejadian Ketuban pecah dini, faktor lain yang berhubungan dengan KPD adalah paritas.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian BBLR RSUD Dr. Soedarso Pontianak Marlenywati Marlenywati; Didik Hariyadi; Fitri Ichtiyati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 5 (2015): September 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.811 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i5.31

Abstract

Abstract: Hb Levels As The Dominant Factor Of Low Birth Weight Baby At dr. Soedarso General Hospital Of Pontianak. This study was aimed at figuring out the factors affecting Low Birth Weight Babies (LBW) incidence at dr. Soedarso general hospital of Pontianak. An observational method with secondary data and a cross-sectional approach were carried out in this study. The samples were 150 mothers who gave birth to dr. Soedarso general hospital of Pontianak. The statistical test used was logistic regression method with the validity level of 95%. The study revealed that there were correlation of hemoglobin level (p= 0,000; OR= 39,727), age (p= 0,000; OR= 5,333), parity (p= 0,0002; OR 8,067), pregnancy spacing (p= 0,032; OR= 3,036), weight gain (p= 0,000; OR= 16,724), antenatal care(p= 0,014; OR= 3,345) , and low birth weight babies. The dominant factor was hemoglobin (p= 0,000; exp (B) 19,924).Abstrak: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Jenis penelitian ini adalah observasional menggunakan data sekunder dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel yaitu 150 ibu bersalin yang melahirkan di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Uji statitistik menggunakan metode regresi logistik ganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini didapat bahwa ada hubungan antara kadar hemoglobin (p= 0,000; OR= 39,727), usia (p=0,000; OR= 5,333), paritas (p= 0,0002; OR 8,067), jarak kehamilan (p= 0,032; OR= 3,036), kenaikan berat badan (p= 0,000; OR= 16,724), dan antenatal care (p= 0,014; OR= 3,345) dengan kejadian BBLR. Faktor yang paling dominan adalah kadar hemoglobin (p= 0,000; exp (B) 19,924).
Pengendalian Populasi Nyamuk dengan Fermentasi Ovitrap Lampu Orange Rustam Aji; Ruslina Yulaika; Sherly Ratih Frichesyarius Santi Aji; Roro Ajhie Ayuningtyas
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.532 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i2.986

Abstract

Nyamuk mempunyai tubuh kecing dan ringan, bebas berterbangan di udara membuat nyamuk mudah terbawa angin, di malam hari nyamuk terbang menuju arah cahaya. Keberadaan nyamuk bisa merugikan kesehatan manusia, karena nyamuk bisa menularkan beberapa penyakit dalam kehidupan manusia. Peneliti tertarik untuk mengendalikan populasi nyamuk perlu dilakukan suatu usaha untuk mengurangi populasi nyamuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas modifikasi ovitrap pencahayaan lampu warna orange, dengan modifikasi rendaman fermentasi gula merah dan ragi, pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Survei lokasi nyamuk sebanyak 36 tempat kamar mandi. Penelitian observasional, desain cross sectional study. Data hasil survei dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian hampir sebagian besar dari 28 nyamuk (77.8%) dari 36 nyamuk terperangkap dalam alat ovitrap lampu orange dalam 50 ml air rendaman fermentasi dalam waktu 24 jam. Berdasarkan analisis Chi-square diperoleh nilai P = 0.004 < α 0.05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima secara statistik ada hubungan yang signifikan antara Pengendalian Populasi Nyamuk Dengan Fermentasi Ovitrap Lampu Orange,terhadap nyamuk terperangkap dalam alat ovitrap lampu orange, dengan rendaman fermentasi Dimana nilai OR = 4.37 berarti pengaruh Efektifitas Modifikasi Ovitrap lampu orange dengan rendaman fermentasi gula merah dan ragi efektif, 4.10 kali ditemukan adanya nyamuk terperangkap.
APLIKASI KOMBINASI AIR REBUSAN DAUN SIRIH DAN KAYU SIWAK PADA PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI Yustin Nur Khoiriyah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.491 KB)

Abstract

Plak merupakan lapisan spesifik yang tersusun atas 70% mikroorganisme dan 30% matrik, menjadi penyebab karies gigi, gingivitis, dan penyakit periodontium jika bergabung dengan factor lain dalam periode waktu tertentu (Harty, F.J dan Ogston, R., 1995, Sardjono, B., dkk, 2012). Upaya pembuangan dapat dilakukan secara mekanis dan kimiawi. Penggunaan obat kumur adalah salah satu cara pencegahan plak secara kimiawi, dimana obat kumur antiseptik dapat menurunkan jumlah koloni bakteri melalui interaksi dengan protein bakteri (Laksminingsih, 2000). Kombinasi air rebusan kedua tanaman tersebut memiliki konsentrasi daya hambat terkecil yaitu 30% terhadap Streptococcus mutans (Khoiriyah dan Murwaningsih, 2017). Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak dalam menurunkan indeks plak gigi. Jenis penelitian eksperimen, menggunakan rancangan one group pretest-post test design. Jumlah sampel sebanyak 100 orang dengan usia 16-17 tahun. Hasil penilaian berdasarkan analisis paired T-test antara sebelum dan sesudah berkumur dengan kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak diperoleh p value 0,000 (< 0,05), artinya terdapat perbedaan Indeks plak antara sebelum dan sesudah berkumur dengan kombinasi air rebusan daun sirih dan kayu siwak, dengan nilai rerata positif, yaitu 0,8520 ± 0,3971, artinya terjadi kecederungan penurunan indeks plak sesudah berkumur dengan rerata penurunan sebesar 0,8520.
Self Efficacy terhadap Kecemasan dalam Praktek Penyuluhan Kesehatan Di Lahan Praktek Mahasiswa Usman Seri
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.619 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.58

Abstract

Abstract: Self Efficacy Against Anxiety in Practice Health Education Students In Land Practices. The objective is to find the relationship of self-efficacy against anxiety students when providing health education in schools. This study uses the analytic method with cross-sectional approach. The experiment was conducted at the Department of Nursing Polytechnic Pontianak. The research was conducted for 6 (six) months from April 2015 to September 2015. The research subject that all students / I Prodi DIV Nursing Programs Singkawang 2015 that amounted to 52 (total sample). The results showed the analysis of the relationship between self-efficacy with anxiety found that as many as 17 (37%) of students experiencing mild anxiety, 27 (58.7%) of students who experienced moderate anxiety and 2 (4.3%) experienced severe anxiety with positive self-efficacy, While 2 (4.3%) students experiencing mild anxiety with negative self-efficacy.Abstrak : Self Efficacy Terhadap Kecemasan Dalam Praktek Penyuluhan Kesehatan Di Lahan Praktek Mahasiswa. Tujuan penelitian yaitu untuk mencari hubungan self efficacy terhadap kecemasan mahasiswa saat memberikan penyuluhan kesehatan di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Jurusan Keperawatan Poltekkes Pontianak selama 6 (enam) bulan dari bulan April hingga September 2015. Subjek Penelitian yaitu Semua mahasiswa/i Prodi D-IV Jurusan Keperawatan Singkawang tahun 2015 yang berjumlah 52 orang (total sampel). Hasil  penelitian menunjukkan analisis hubungan antara self efficacy dengan kecemasan diperoleh sebanyak 17 (37%) mahasiswa mengalami kecemasan ringan, 27 (58,7%) mahasiswa yang mengalami kecemasan sedang dan 2 (4,3%) orang mengalami kecemasan berat dengan self efficacy positif. Sedangkan 2 orang (4,3%) mahasiswa mengalami kecemasan ringan dengan self efficacy negatif.
Faktor Anemia Ibu Hamil Di Puskesmas Putussibau Selatan Abrori Abrori; Kiki Hutagalung; Marlenywati Marlenywati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 4 (2015): Juli 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.116 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i4.22

Abstract

Abstract: Factors Related To The Incidence Of Anemia In Pregnancy In Public Health Center Of Putussibau Selatan. This study aimed at figuring out the correlation of pregnancy spacing, maternal age, parity, nutritional status, and the incidence of anemia in pregnancy.This study was conducted from July to August in 2014 in Puskesmas Putussibau Selatan. The case-control study was carried out in this research. The population consisted of 60 mothers. They are divided into case group (30 mothers) and control group (30 mothers). The study indicated that 50% of them experienced anemia. While the rest did not have anemia. The Chi-square analysis showed two findings. First there were correlation of pregnancy spacing (OR=3.886; p=0,044), maternal age (OR=4.125; p=0,019), parity (OR=4.500, p=0,032), and the incidence of anemia in pregnancy. Second, there was no correlation nutritional status (p=0,116), and the incidence of anemia in pregnancy.Abstrak : Faktor Anemia Ibu Hamil Di Puskesmas Putussibau Selatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jarak kehamilan, umur Ibu, paritas dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli-Agustus 2014 di Puskesmas Putussibau Selatan. Jenis penelitian ini adalah case control. Jumlah populasi 60 terdiri dari kasus 30 orang dan kontrol 30 orang. Hasil penelitian bahwa 50,0% anemia dan 50.0% tidak anemia. Berdasarkan analisis chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna Jarak Kehamilan (OR=3.886; p=0,044), Umur Ibu (OR=4.125; p=0,019), Paritas (OR=4.500; p =0,032) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Putussibau Selatan. Sementara, Status Gizi (p=0,116) tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil.Â