cover
Contact Name
Elma Marsita
Contact Email
jvkpontianak@gmail.com
Phone
+6285877544731
Journal Mail Official
jvkpontianak@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.polkespon.ac.id/index.php/JKK/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
ISSN : 24425478     EISSN : 24428183     DOI : https://doi.org/10.30602/jvk
Core Subject : Health,
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak. The journal keeps readers uptodate on current issues, new research, useful products, and services related to vocational health.
Articles 169 Documents
DETERMINAN PERILAKU SEKS PRANIKAH REMAJA DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2019 Hendri Fitrian; Linda Suwarni; Andri Dwi Hernawan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.896 KB)

Abstract

Kehamilan Yang Tidak Diinginkan dan Infeksi Menular Seksual, termasuk HIV dan AIDS di kalangan remaja sangat mengkhawatirkan. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah perilaku seks pranikah remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan perilaku seks pranikah remaja di Kota Pontianak tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional pada 281 remaja SMP dan SMA (studi di Kecamatan Pontianak Barat) dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 70.8% orangtua tabu dalam membicarakan tentang seksualitas, 66.2% remaja terpapar pornografi, dan 34.2% mengakui pernah melakukan perilaku seks pranikah (kissing, necking, petting, intercourse). Variabel jenis kelamin (PR=1.276), riwayat pacaran (1.459), paparan pornografi (PR=1.335), dukungan orangtua dalam pacaran (PR=1.396), norma subjektif (PR=0.787), efikasi diri (PR=1.514), riwayat onani/masturbasi (PR=2.079), pengetahuan tentang seksualitas (PR=1.195) dan niat berperilaku (PR=2.004) merupakan determinan perilaku seks pranikah remaja (p value < 0.05). Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar orangtua masih tabu dalam membicarakan seksualitas, dan paparan pornografi pada remaja yang cukup tinggi, sehingga diperlukan peran orangtua dalam melakukan monitoring kepada anak remaja sebagai prevensi perilaku seks pranikah remaja
Efektifitas Pelatihan Konseling dan Penyusunan Menu MP-ASI terhadap Keterampilan Kader dalam Mendampingi Ibu Andri Dwi Hernawan; Marlenywati Marlenywati; Abduh Ridha
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.707 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i1.57

Abstract

Abstract: Effectiveness of Training Counseling and Preparation Menu MP-ASI Against Cadre In Mentoring Skills Mother. The aim of this research is to obtain information the effectiveness of counseling training and training for the menus breast milk given to Posyandu cadre to cadre skills in providing assistance to mothers with toddlers decreased body weight. This study uses a quasi-experimental design one group pre and post-test design. The total sample of 43 cadres Posyandu. Effectiveness was assessed by comparing the pre-test to post-test are given using the t-test dependent t-test. The results showed that there were significant differences in the level of knowledge about balanced nutrition before training to do after training (p-value = 0.001). Obtained significant differences between the Posyandu cadre counseling skills prior to training after training performed (p-value = 0.001).Abstrak : Efektifitas Pelatihan Konseling Dan Penyusunan Menu MP-ASI Terhadap Keterampilan Kader Dalam Mendampingi Ibu. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan informasi efektifitas pelatihan  konseling dan pelatihan penyusunan menu MP-ASI yang diberikan kepada kader posyandu terhadap keterampilan kader dalam memberikan pendampingan ibu dengan berat badan balita menurun. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment one group pre and post test design. Jumlah sampel sebanyak 43 kader posyandu. Efektifitas dinilai dengan membandingkan hasil pre-test dengan post-test yang diberikan menggunakan uji t dependent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang sebelum dilakukan pelatihan dengan sesudah dilakukan pelatihan (p value = 0,001). Diperoleh perbedaan signifikan keterampilan konseling kader posyandu antara sebelum dilakukan pelatihan dengan sesudah dilakukan pelatihan (pvalue = 0,001).
Korelasi Kadar Trigliserida Serum terhadap Keluaran Fungsional pada Penderita Stroke Iskemik Akut Marta Sonya; Dyan Roshinta Laksmi Dewi; Andriani Andriani
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 3 (2015): Mei 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.052 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i3.21

Abstract

Abstract: Correlation Between Serum Triglyceride Levels And Functional Outcome Of Patients With Acute Ischemic Stroke. The aims of this study were to find out whether there is an association between triglycerides serum level and functional outcome in patients with acute ischemic stroke in Doctor Abdul Aziz Hospital Singkawang. Observational study with a prospective cohort design conducted in internal medicine wards Dr. Abdul Aziz Hospital Singkawang. A total of 35 samples were selected with consecutive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. The results were analyzed using Fisher statistical test and Pearson correlation test for bivariate analysis. As for the multivariate analysis with confounding variables of age, cholesterol, blood glucose, and uric acid used multiple logistic regression. Results show that the statistical analysis of triglyceride levels <150 mg/dl and triglyceride levels ≥150 mg/dl there is no significant difference in the functional outcome (p=0,134). Correlation test results showed a significant negative correlation between the levels of triglycerides with a functional outcome as measured by decreasing NIHSS scores (r=-0,335 p=0,049). Multivariate analysis showed that high blood glucose levels play a role in the worsening of functional outcome.Abstrak : Korelasi Kadar Trigliserida Serum Terhadap Keluaran Fungsional Pada Penderita Stroke Iskemik Akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar trigliserida terhadap keluaran fungsional pada pasien strok iskemik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan Cohort prospective yang dilakukan di Bangsal Penyakit Dalam RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang. Sebanyak 35 sampel penelitian dipilih dengan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Fisher dan uji korelasi Pearson untuk analisis bivariat. Sedangkan untuk analisis multivariat dengan variabel perancu usia, kadar kolesterol, glukosa darah, dan asam urat digunakan uji regresi logistik ganda. Hasil menunjukkan bahwa analisis statistik kadar trigliserida <150 mg/dl dan kadar trigliserida ≥150 mg/dl tidak terdapat perbedaan bermakna terhadap keluaran fungsional (p=0,134). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya korelasi negatif bermakna antara kadar trigliserida terhadap keluaran fungsional yang diukur dengan penurunan skor NIHSS (r=-0,335; p=0,049). Hasil analisis multivariat menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi lebih berperan dalam perburukan keluaran fungsional. 
OVERVIEW: SANITATION CONDITIONS IN TERMINAL GAMALAMA, TERNATE CITY muliyadi aras
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.603 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v7i1.461

Abstract

Overview: Sanitation Conditions In Terminal Gamalama, Ternate City. The terminal as a public place, where human activity is so crowded also causes most of these people to spend time there. The research method is descriptive observational. The sample of this research is the total population, namely environmental health outside, environmental space and buildings, sanitation facilities, comfort and safety, and food health in the Ternate City gamalama terminal environment. Sampling uses a total sampling technique. The instrument used was the assessment sheet of the Ministry of Health's Republic of Indonesia Department of Health's Disease Prevention and Control. The stages of the study were data collection, then processed manually with stages of editing, tabulation, and then analyzed descriptively by comparing with existing regulations. The results showed that five of the components studied were none that met the requirements for environmental sanitation (75), sanitary space and buildings (58), sanitation facilities (103), comfort and safety (46), and food sanitation (32), and other facilities (14). Conclusion: In conclusion, sanitary facilities in terms of Gamalama are not eligible and can potentially interfere with health and comfort. 
Analisis Spasial dan Gambaran Kejadian Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Perbatasan Ria Risti Komala Dewi; Selviana Selviana
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.187 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v5i1.210

Abstract

Abstract: Spatial Analysis and Description of the Event of Pulmonary Tuberculosis in Communities in the Border Areas. Pulmonary TB is an easily transmitted disease from year to year. Pulmonary TB is still a global concern, including in West Kalimantan Province, especially Sintang District. One of the puskesmas with TB cases is always high, Sepauk Health Center. A simple Information System makes it difcult for health workers to identify locations of patients with pulmonary TB based on the condition of the physical environment of the house making it difcult to intervene. This study aims to obtain a spatial picture, the condition of the physical environment of the house and the incidence of pulmonary TB in the working area of Sepauk Health Center. This type of research is an observational descriptive survey with a sample of 23 cases, with a total sampling technique. The results of the spatial picture of the study showed that the areas with high risk of pulmonary TB occurring were Lengkenat Village by 44%, while the Nanga Sepauk Village, Sepulut Village, Tanjung Ria Village, and Tanjung Hulu Village were 13%, Kapuas village was 4%. The pattern of the spread of cases of pulmonary TB occurs around the river flow. Most pulmonary TB sufferers live in environmental conditions that do not meet requirements such as lighting (73.9%), temperature (73.9%), humidity (91.3%), and occupancy density (65.2%). It is expected that the Health Ofce and Puskesmas will be more active in providing health counseling specifcally about the importance of paying attention to the physical environment of the house to overcome the spread of transmission of pulmonary TB. Abstrak: Analisis Spasial dan Gambaran Kejadian Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Perbatasan. TB Paru merupakan penyakit yang mudah menular dari tahun ke tahun. TB Paru masih menjadi perhatian dunia termasuk di Provinsi Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sintang. Salah satu puskesmas yang kasus TB Parunya selalu tinggi adalah Puskesmas Sepauk. Sistem Informasi yang sederhana menyebabkan sulitnya petugas kesehatan mengidentifkasi lokasi penderita TB Paru berdasarkan kondisi lingkungan fisik rumah sehingga menyulitkan dalam melakukan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran spasial, kondisi lingkungan fsik rumah dan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sepauk. Jenis penelitian ini bersifat survey deskriptif observasional dengan sampel sebanyak 23 kasus, dengan teknik total sampling. Hasil gambaran spasial penelitian menunjukkan bahwa daerah wilayah yang berisiko tinggi terjadi TB Paru adalah Desa Lengkenat sebesar 44%, sedangkan Desa Nanga Sepauk, Desa Sepulut, Desa Tanjung Ria, dan Desa Tanjung Hulu sebesar 13%, Desa temiang Kapuas sebesar 4%. Pola penyebaran kasus TB Paru terjadi disekitar aliran sungai. Penderita TB paru sebagian besar tinggal di kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat seperti pencahayaan (73,9%), suhu (73,9%), kelembaban (91,3%), dan kepadatan hunian (65,2%). Diharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas lebih aktif dalam memberikan penyuluhan kesehatan khususnya tentang pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan fsik rumah untuk mengatasi penyebaran penularan TB Paru.
Pengaruh Media Komik terhadap Pengetahuan Kesehatan Mata Pada Anak Abduh Ridho; Tedy Dian Pradana; Nita Putriasti Mayarestya
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.055 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i2.111

Abstract

Abstract: Influence Of Comic For Children Health Is Knowledge Eye. The prevalence of eye disorders cases is very high, about 13 million cases in children aged 5-15 years. There are several factors caused the eye disorders in children, one of them is lack of knowledge about determining eye disorders prevention behaviour. The purpose of this study was to see the effect of comic media on eye health knowledge in children. The research design used was pre-experimental design with one group pretest-post-test design with 36 samples. The results of this study concluded that comic effect on eye health knowledge on children (p-value = 0,000 <0,05) with mean at pretest 55,00 and mean at posttest 81,48. So the comic effect on the child’s knowledge about eye health disorders. Health education efforts can utilize comic has media as a media of health promotion during school healthcare activities of school children.Abstrak: Pengaruh Media Komik Terhadap Pengetahuan Kesehatan Mata Pada Anak. Prevalensi kasus gangguan mata anak sangat tinggi, sekitar 13 juta kasus pada anak usia 5-15 tahun. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi gangguan mata pada anak, salah satunya yaitu kurangnya pengetahuan mengenai kebiasaan/ perilaku yang dapat mencegah gangguan mata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh media komik terhadap pengetahuan kesehatan mata pada anak. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan penelitian one group pre-test and post-test design dengan jumlah sampel sebanyak 36 sampel. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa komik berpengaruh terhadap pengetahuan kesehatan mata pada anak (p value = 0,000 < 0,05) dengan mean pada saat pre-test 55,00 dan mean saat post-test 81,48. Jadi, komik berpengaruh terhadap pengetahuan anak mengenai gangguan kesehatan mata. Upaya pendidikan kesehatan dapat memanfaatkan media komik sebagai media promosi kesehatan saat kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah.
Promosi Kesehatan dengan Metode Peer education terhadap Pengetahuan Tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) Siswa SMA Apriyan Yudha Putranto; Agus Fitriangga; Delima Fajar Liana
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Maret 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.761 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v1i2.12

Abstract

Abstract: Health Promotion Effectivity With Peer education Method Towards SMAN 1 Rasau Jaya Students Knowledge About Dengue Haemorrhagic Fever (Dhf). The aim of this study was to determine the health promotion effectivity between peer education method compare with lecture method towards high school students knowledge about dengue fever.This study used quasi-experimental method with non-equivalent control group design with pretest and posttest. There were 81 SMAN 1 Rasau Jaya students as the test group and there were 79 MAN Rasau Jaya students as the control group. Hypothetical test that used in this study was Wilcoxon and Mann Whitney Tests. Mann Whitney results obtained the significance was 0.000(p<0.05), that means there is significant knowledge difference between test and control group.Abstrak : Promosi Kesehatan Dengan Metode Peer education Terhadap Pengetahuan Tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) Siswa SMA. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektifitas promosi kesehatan dengan metode peer education dibandingkan dengan metode ceramah terhadap pengetahuan Siswa SMA/Sederajat tentang DBD. Penelitian menggunakan metode quasi-experiment dengan rancangan non-equivalent control group design with pretest and postest yang  dilakukan pada 81 orang siswa SMAN 1 Rasau Jaya sebagai kelompok uji dan 79 orang siswa MAN Rasau Jaya sebagai kelompok kontrol. Uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan nilai significancy (sig) sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat  perbedaan yang bermakna antara perbandingan peningkatan pengetahuan responden kedua kelompok penelitian.
PERSPEKTIF MAHASISWA KEPERAWATAN TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN KLINIK DENGAN METODE PEER LEARNING Suci Tuty Putri; Sri Sumartini; Upik Rahmi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2020): JULI 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.104 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i2.552

Abstract

Pendidikan klinik penting sebagai bagian dalam proses pembelajaran mahasiswa keperawatan. Beberapa masalah tercatat dari proses pendidikan klinik seperti kurangnya jumlah clinicaI Instructor, dan hambatan komunikasi. Beberapa metode telah di implementasikan terhadap permasalahan ini dan salah satu adalah metode peer learning. Beberapa penelitian menemukan beberapa manfaat dari peer learning dalam pendidikan klinik tetapi sedikit sekali ditemukan bagaimana pengaruh metode ini baik keuntungan dan kelemahan ter- hadap hasil pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui capaian pembelajaran dari peer learning dari perspektif mahasiswa. Desain menggunakan kualitatif studi dengan teknik wawancara terstruktur. Sampel di pilih berdasarkan kriteria tertentu. Analisa data menggunakan content analysis. Data dikumpulkan melalui 4 grup diskusi di salah satu rumah sakit. Hasil yang ditemukan dari FGD adalah beberapa tema yaitu perkembangan berpikir kritis, efikasi diri, kepemimpinan dan self esteem. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode peer learning ini dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan belajar mahasiswa. Hal ini memiliki implikasi untuk perbaikan pendidikan klinik untuk mencapai luaran pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.
Pengaruh Lama Waktu Apung Terhadap Pemeriksaan Jumlah Telur Cacing Soil Transmited Helmint (STH) Pada Metode Flotasi NaCl Jenuh anik nuryati
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.313 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v6i1.121

Abstract

Penyakit kecacingan lebih banyak menyerang masyarakat Indonesia karena aktifitas  yang lebih banyak berhubungan dengan tanah. Pemeriksaan feses dimaksudkan untuk mendiagnosa tingkat infeksi cacing pada orang yang diperiksa fesesnya. Beberapa metode yang digunakan dalam membantu dignosa tingkat infeksi cacing salah satunya dengan metode Flotasi NaCl jenuh. Metode ini mempunyai prinsip yaitu berat jenis larutan yang digunakan harus lebih besar dibandingkan berat jenis telur cacing. Metode flotasi ini berhubungan erat dengan lama waktu apung yang digunakan. Dengan semakin lama waktu apung yang digunakan, diharapkan dapat berpengaruh terhadap hasil jumlah telur cacing yang ditemukan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama waktu apung terhadap jumlah telur cacing Soil Transmited Helmint (STH) pada metode flotasi NaCl jenuh. Jenis penelitian ini quasy experimental  dengan desain penelitian Time Series Design.Metode Penelitian eksperimen, dengan memberi perlakuan terhadap variable bebas kemudian mengukur akibat perlakuan tersebut pada variable terikat.Hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikan 0,006 yang berarti lebih kecil dari 0,05, artinya bahwa lama waktu apung antara 10, 20, 30 dan 40 menit berpengaruh terhadap meningkatnya hasil jumlah telur cacing yang ditemukan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah lama waktu apung berpengaruh terhadap jumlah telur cacing Soil Transmited Helmint (STH) pada metode Flotasi NaCl jenuh dengan perbedaan waktu antara 10, 20, 30 dan 40 menit. Kata kunci : Soil Transmited Helmint (STH), metode Flotasi NaCl jenuh, Lama waktu apung
Kamper Karbon Aktif Menurunkan Kepadatan Bakteri Udara Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Aryanto Purnomo; Taufik Anwar
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.779 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i1.84

Abstract

Abstract: Camphor-Active Carbon To Reduce Air Bacteria Density In Tanjungpura University Hospital. The risk of microbial contamination by air in the medical ward may occur during the process of wound care, replacing bandages, injection and infusion. The development of airborne bacteria in the medical ward can cause nosocomial infection to patients. Therefore it is necessary to reduce the risk of air bacteria exposure by using activated carbon as the adsorbent. The general purpose of this research was to determine the ability to activate carbon camphor by lowering the density of air bacteria in the medical ward.  The design of this research is pre and post group design. The research process was repeated six times for each active camphor carbon dose. Statistical analysis techniques using the Wilcoxon Signed Rank test and Kruskal Wallis. The results showed that there was the significant difference in the density of air bacteria before and after given camphor-activate carbon (p = 0.000). There was a difference in the density of air bacteria with doses variation of camphor-activate carbon (p = 0.003) and there was no difference air bacteria density according to the class of medical ward in Tanjungpura University Hospital (p = 0.311). The conclusions, of this research, is that there is the difference of bacterial density to dose variation, except bacteria density according to the Class of medical ward. Abstrak: Kamper Karbon Aktif Menurunkan Kepadatan Bakteri Udara Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura. Resiko kontaminasi mikroba oleh udara pada ruang perawatan dapat terjadi pada saat proses perawatan luka, penggantian perban, injeksi dan pemasangan infus. Perkembangan bakteri udara di ruang perawatan dapat memicu terjadinya infeksi nosokomial bagi pasien. Oleh karena itu perlu upaya pengendalian dengan mengurangi resiko paparan bakteri udara dengan memanfaatkan karbon aktif sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kamper karbon aktif dalam menurunkan kepadatan bakteri udara di ruang perawatan.  Desain penelitian ini adalah pre and post group design. Proses penelitian diulangi sebanyak 6 kali untuk masing-masing dosis kamper karbon aktif. Teknik analisis menggunakan uji statistic Kruskal Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan densitas bakteri udara sebelum dan sesudah diberi kamper berkarbonaktif (p=0.000). Ada perbedaan densitas bakteri udara dengan variasi dosis kamper karbon (p=0.003) dan tidak ada perbedaan densitas bakteri udara berdasarkan kelas Ruang Perawatan di Rumah Sakit Tanjungpura (p=0.311). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan densitas bakteri terhadap variasi dosis, kecuali perbedaan bakteri udara berdasarkan Kelas Ruang Perawatan.Â