cover
Contact Name
BASYIR ARIF
Contact Email
tadabbur@uinjkt.ac.id
Phone
+6281317687803
Journal Mail Official
tadabbur@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Ma'had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Jl. Ir. Juanda No. 95 Tangerang Selatan 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
ISSN : 29869385     EISSN : 29854970     DOI : https://doi.org/10.15408/tadabbur
Core Subject : Religion,
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Tadabbur is published by the Mahad Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tadabbur aims to promote students’ articles concerning on every aspect of the area of Islamic studies (thoughts, practices, beliefs, institutions, and civilizations) across all content areas and disciplines, with an emphasis on interdisciplinary studies on various fields of general knowledge in the Muslim community. Tadabbur publishes biannually (June and December). As a peer-reviewed Indonesian journal, the journal welcomes scholarly interdisciplinary works relating to Islam written in Indonesian, English, or Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Filantropi Dakwah dalam Pandangan Moralitas Agama dan Keadilan di Kalangan Masyarakat Agustini, Joshe Layyinah; Alvita, Putri
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 2 No. 02 (2023): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v2i02.41142

Abstract

History shows that the development of the monotheistic religion can continue to spread because of the continuous efforts of preaching carried out by the prophets and continued by the missionaries until today. The gap between the reality of the condition of Muslims and the ideals expected in Islamic teachings is a major problem that must be resolved immediately. The purpose of this study is to find the relationship between preaching and philanthropy and to develop philanthropy-based preaching. Philanthropic preaching is every effort made to fight for human welfare in terms of economy, education, and social. The method used is qualitative descriptive analysis. The results of this study found the fact of the relationship between preaching and philanthropy in society.
Menjaga Keautentikan Al-Qur’an dalam Keberagaman Indonesia Yanti, Fitri; Aryani, Vita Latifa; Alfatih, Nur Salsabilah
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 2 No. 02 (2023): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v2i02.41145

Abstract

The authenticity of the Qur'an is one of the important aspects in understanding and respecting the Qur'an as a holy book in Islam. The purpose of this study is to find concrete efforts in maintaining the authenticity of the Qur'an in cultural diversity in Indonesia. The term authentic refers to something that is original, valid, or maintains its authenticity and integrity. In the context of the Qur'an, authentic means that the text remains, does not change, and is in accordance with what was conveyed by the Prophet Muhammad. The method used is descriptive analysis. The authenticity of the Qur'an can be seen in three dimensions; first, reading the text; second, writing the text; third, understanding the text. This study found that concrete efforts in maintaining the authenticity of the Qur'an are through collaboration between the community, both scholars, religious leaders, government, and religious adherents in Indonesia.
Pentingnya Kecerdasan Emosional Untuk Kesiapan Bermoderasi Afifah, Lia Nur; Shalikhah, Putri Ramadhani
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 2 No. 02 (2023): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v2i02.41300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pentingnya kecerdasan emosional dalam kesiapan menerapkan moderasi beragama. Kecerdasan emosional adalah salah satu kecerdasan di samping kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual yang harus dikembangkan oleh setiap individu. Terlebih dalam penerapan dan pembiasaan moderasi beragama yang beberapa waktu terakhir ini gencar digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Moderat identik dengan selalu berusaha mengambil jalan tengah (wasathiyah) dan tidak bersikap ekstrem. Metode yang digunakan adalah kualitatif analisis deskriptif. Dengan adanya kecerdasan emosional yang matang maka seorang individu akan mampu mengadakan hubungan sosial yang harmonis dan dinamis karena ia mampu bere pati dan memiliki ketrampilan sosial yang baik. Hubungan sosial yang harmonis menjadi modal utama dalam membiasakan dan menumbuhkan praktik moderasi di masyarakat Indonesia yang beragam ini sehingga akar-akar konflik yang biasanya dimulai dari perbedaan dapat diminimaoisasi bahkan dihapuskan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan emosional berupa kemampuan mengendalikan diri, menyelesaikan masalah, beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, berdampak positif terhadap kesiapan seseorang dalam menjalankan moderasi beragama.
Kesetaraan Gender dalam Al-Qur'an dan Hadis: Meluruskan Pemahaman Nash Misoginis Umam, Khaerul; Bustomi, Muhammad Yazid; Maulana, Agung
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 01 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i01.41458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagimana problematika seputar bias gender yang kerap diduga terjadi akibat doktrinitasi dari Al-Qur’an atauupun Hadis. Dalam hal ini penijauan dilakukan melalui pemikiran Amina Wahid dalam bidang tafsir dan Fatima Mernissi dalam bidang Hadis. Di samping itu, sumber data yang dilampirkan pada tulisan ini berupa sumber primer yang didasarkan pada kitab hadis otoritatif dan tafsir klasik, serta didukung dengan data sekunder yang dihasilkan dari buku atau jurnal yang bersangkutan dengan melalui kajian kepustakaan. Metode penelitian pada tulisan ini menggunakan kualitatif yang berbentuk sebuah pernyataan. Kemudian, untuk menganalisis, penulis menggunakan analisis deskriptif dimana mengumpulkan data-data sesuai dengan yang sebenarnya, yang kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan inti pembahasan. Sehingga hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwaal-Qur’an maupun hadis tidak menunjukkan sikap maskulinitas atau mengagungkan satu pihak, namun Al-Qur’an dan Hadis justru ingin meninggikan derajat dan martabat perempuan. Dengan demikian nash al-Qur’an dan hadis dapat dijadikan solusi sebagai penyelesaian dalam kasus bias gender yang kerap terjadi di kalangan masyarakat.
Analisis Manfaat dari zingiber officinale Sebagai Pengobatan Alternatif dan Sebagai Tanaman Obat di Dalam Al-Qur’an dan Hadist Rohaedi, Edi; Majidi, Fathul; Mahtama, Reza Resky
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 01 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i01.41479

Abstract

: Jahe telah lama dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan dan telah digunakan dalam berbagai praktik pengobatan tradisional di seluruh dunia. Artikel ini menyajikan pandangan jahe dari berbagai sudut pandang, termasuk kegunaan agama, ilmiah, dan pengobatan alternatif. Dari sudut pandang agama, Al-Qur'an mengakui jahe sebagai salah satu tanaman obat alami yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Hadits tersebut juga menggarisbawahi manfaat jahe sebagai obat yang mujarab, terutama dalam memperkuat lambung dan mengatasi gangguan pencernaan. Dalam pengobatan tradisional, jahe digunakan untuk meringankan berbagai penyakit seperti gerd, radang sendi, rematik, dan nyeri otot. Senyawa aktif dalam jahe seperti gingerol dan shogaol terbukti memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, bahkan antikanker. Dari segi ilmiah, jahe diketahui mengandung berbagai senyawa aktif seperti minyak atsiri, gingerol, dan shogaol yang memiliki efek farmakologis yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa inilah yang memberikan manfaat pada jahe seperti antiradang, analgesik, dan penambah sistem kekebalan tubuh. Penggunaan jahe sebagai imunomodulator juga telah diteliti dan hasilnya menunjukkan bahwa jahe dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi. Namun konsumsi jahe sebaiknya seimbang dan dalam jumlah yang tepat untuk menghindari efek samping negatif. Secara keseluruhan jahe mempunyai potensi besar sebagai obat yang dapat membantu dalam pengobatan berbagai penyakit dan menjaga kesehatan secara holistik. Dengan pemahaman menyeluruh mengenai manfaat dan risiko penggunaannya, jahe dapat menjadi tambahan yang berharga untuk layanan kesehatan berkelanjutan
Pandangan Islam Mengenai Fotografer (Studi Kasus: Photo Prewedding sebelum sah) Yudha, Tanjung Arswendo; Hatmanto, Ridho
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 01 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i01.41511

Abstract

 Pandangan Islam tentang fotografer, terutama dalam prewedding sebelum ijab sah, bervariasi. Secara umum, Islam menekankan kesucian dan keabsahan pernikahan dengan ijab kabul yang jelas. Praktik prewedding dengan pemotretan sebelum ijab sah memunculkan pertanyaan etika. Beberapa ulama mengkritik praktik ini karena dianggap melanggar kesucian pernikahan Islam, melibatkan komitmen sebelum ijab kabul resmi. Namun, ada juga pandangan yang mengizinkan foto prewedding selama tidak melanggar norma agama dan nilai-nilai moral Islam. Dalam konteks ini, penting untuk menyelidiki pandangan ulama, fatwa, dan kesesuaian praktik prewedding dengan prinsip-prinsip pernikahan Islam. Ini bertujuan agar pasangan dan fotografer memahami konsekuensi agama dari keputusan mereka dan menjaga agar praktik tersebut tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam. Islamic views on photographers, especially in pre-wedding before legal marriage,vary. In general, Islam emphasizes the sanctity and validity of marriage with a clear consent. The practice of pre-wedding with a photo shoot before the marriage ceremony raises ethical questions. Some clerics have criticized this practice because it violates the sanctity of Islamic marriage, involving commitment before the formal consent. However, there are also views that allow pre-wedding photos as long as they do not violate religious norms and Islamic moral values. In this context, it is important to investigate the views of ulama, fatwas, and the suitability of pre-wedding practices with Islamic marriage principles. This aims to ensure that couples and photographers understand the religious consequences of their decisions and keep the practice in line with Islamic values.
Analisis Pemetaan Tren Penelitian pada Topik Literasi Pesantren di Era Digital Periode 2019-2023 Maylaffayza, Hilya; Hidayanti, Fitri; Rahma, Keyla Aulia
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 01 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i01.41791

Abstract

Abstrak:Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah semakin pesat, serta munculnya literasi digital merupakan Peluang serta tantangan bagi lembaga pendidikan khususnya di kalangan pasantren untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Karena di era modern saat ini, banyak model literasi yang menggunakan internet sebagai media referensi dan sumber utama. Budaya literasi di kalangan pondok pasantren saling berkaitan dengan sikap dan perilaku pada santri dalam memanfaatkan literasi digital dan komunikasi sebgai infrastruktur pemampaatan media sosial dan media online untuk mengembangkan silabus pembelajaran keagamaan islam kontemporer di lembaga pondok pesantren. Penelitian ini akan menganalisis bibliometrik pada topik literasi pesantren di era digital. Analisis dilakukan terhadap artikel jurnal yang berasal dari basis data Google Scholar yang terhimpun dalam software Publish or Perish. Artikel jurnal yang dianalisis ditetapkan berdasarkan rentang 5 tahun terakhir yaitu periode 2019-2023. Peneliti mengeskplorasi artikel jurnal melalui teori bibliometrik untuk mencari visualisasi jaringan topic penelitian, overlay subjek penelitian pada topic literasi pesantren di era digital, dan 10 Google Scholar (GS) ranking. Software yang digunakan untuk menganalisis data yaitu Vosviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel dengan judul “Penguatan Budaya Literasi Santri Di Era Digital Pada Pondok Pesantren Zahrotul Islam” adalah artikel yang memiliki korelasi paling tinggi sesuai kata kunci yang dicari. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan perbaikan dan pengembangan pada topik literasi pesantren di era digital. Penelitian ini juga memberikan kognisi dan gambaran kepada pembaca terkait kajian-kajian di bidang literasi pesantren yang dapat dijadikan sebagai rujukan bahan penelitian.  Abstract:The development of information technology is currently increasingly rapid, and the emergence of digital literacy is an opportunity and challenge for educational institutions, especially Islamic boarding schools, to adapt to their environment. Because in this modern era, many literacy models use the internet as a reference medium and main source. The culture of literacy among Islamic boarding schools is interrelated with the attitudes and behavior of students in utilizing digital literacy and communication as infrastructure for implementing social media and online media to develop contemporary Islamic religious learning syllabi in Islamic boarding school institutions. This research will analyze bibliometrics on the topic of Islamic boarding school literacy in the digital era. Analysis was carried out on journal articles originating from the Google Scholar database collected in the Publish or Perish software. The journal articles analyzed were determined based on the last 5 years, namely the 2019-2023 period. Researchers explored journal articles using bibliometric theory to look for visualizations of research topic networks, overlays of research subjects on Islamic boarding school literacy topics in the digital era, and 10 Google Scholar (GS) rankings. The software used to analyze the data is Vosviewer. The research results show that the article with the title "Strengthening Santri Literacy Culture in the Digital Era at the Zahrotul Islam Islamic Boarding School" is the article that has the highest correlation according to the keywords searched. This research aims to provide direction to future researchers to make improvements and developments on the topic of Islamic boarding school literacy in the digital era. This research also provides readers with cognition and an overview regarding studies in the field of Islamic boarding school literacy which can be used as reference material for research.
Hukum Kandungan Babi dalam Sediaan Farmasi Menurut Pandangan Islam Audifa, Waode Rahmah; Syahida, Nahya
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 01 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i01.41794

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hukum kandungan babi dalam sediaan farmasi dari perspektif kehalalan dalam Islam yang berfokus pada implikasi etis dan kepercayaan konsumen. Dengan menggunakan metode analisis konten dan kajian literatur Islam, penelitian ini mengevaluasi pandangan ulama dan hukum Islam terkait penggunaan bahan dari babi dalam produk farmasi. Hasil penelitian mengidentifikasi kerangka panduan kehalalan yang lebih ketat dalam industri farmasi dan implikasi etis yang harus dipertimbangkan oleh produsen. Diskusi mengenai kepercayaan konsumen dan dampaknya terhadap citra merek juga menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang pandangan Islam terhadap sediaan farmasi yang mengandung bahan dari babi dan merinci aspek-aspek kehalalan yang perlu diperhatikan untuk memelihara kepercayaan dan kepatuhan terhadap nilai-nilai agama. Abstract:This study aims to investigate the law of pig ingredients in pharmaceutical preparations from the perspective of halalness in Islam, focusing on ethical implications and consumer trust. Using content analysis and Islamic literature review methods, this study evaluated the views of scholars and Islamic law regarding the use of ingredients from pigs in pharmaceutical products. The results identify a stricter framework of halal guidelines in the pharmaceutical industry and ethical implications that manufacturers should consider. A discussion on consumer trust and its impact on brand image was also the focus of this study. This research contributes to the understanding of the Islamic view of pharmaceutical preparations containing ingredients from pigs and details the aspects of halalness that need to be considered to maintain trust and adherence to religious values.
Kurikulum Meja Makan: Upaya Aktualisasi Gen-Z Menuju Indonesia Emas 2045 Menurut Perspektif Al-Qur'an Alamy, Ahmad Mukhollish
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 02 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i02.43256

Abstract

Abstrak: Bonus demografi sebgai fenomena menghadirkan dua hal utama yakni peluang dan tantangan. Dalam rangka merealisasikan peluang yang menguntungkan bagi Indonesia, tentu peningkatan kualitas manusia terutama generasi muda harus dijadikan fokus utama. Tulisan ini berusaha menghadirkan solusi dalam rangka mendorong suksesi Indonesia Emas tahun 2045 sebagaimana yang dicanangkan pemerintah melalui nilai dan ajaran Al-Qur’an. Tulisan ini berbentuk kualitatif dengan metode pengumpulan data literatur riview. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, tulisan ini menyatakan bahwa kurikulum meja makan merupakan solusi yang sesuai dengan nilai dan ajaran Al-Qur’an sekaligus menjadi alternatif dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Abstract: Demographic bonus as a phenomenon presents two main things, namely opportunities and challenges. In order to realize the opportunities that are beneficial for Indonesia, of course improving human quality, especially the younger generation, must be the main focus. This paper seeks to present solutions in order to encourage the succession of the Golden Indonesia in 2045 as launched by the government through the values and teachings of the Qur'an. This paper is qualitative with a literature review data collection method. Based on the research conducted, this paper states that the dining table curriculum is a solution that is in accordance with the values and teachings of the Qur'an as well as an alternative in realizing the Golden Indonesia of 2045. 
Meninjau Ulang Konsep Agama dan Islam Umam, Khaerul
Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan Vol. 3 No. 02 (2024): Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan
Publisher : Mahad Al Jamiah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tadabbur.v3i02.43302

Abstract

Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius dengan enam agama resmi: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Mayoritas penduduk Indonesia memeluk Islam. Keberagaman agama dipandang sebagai takdir ilahi yang harus diterima. Namun, pemahaman esensial tentang agama, khususnya Islam, sering kali kurang dipahami secara mendalam, baik oleh pemeluknya sendiri maupun masyarakat umum. Kesalahpahaman ini sering dianggap sebagai wujud ajaran Islam, meski bertentangan dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Oleh karena itu, diperlukan upaya mendalam untuk memahami kembali makna Islam secara menyeluruh. Tulisan ini bertujuan untuk mengajak umat Islam di Indonesia memahami agama Islam secara komprehensif berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Dengan pendekatan ini, diharapkan umat Islam dapat mencerminkan nilai-nilai universal seperti toleransi, kasih sayang, dan kedamaian sesuai ajaran Islam yang sesungguhnya.