cover
Contact Name
Kiki Kristiandi
Contact Email
pakisjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jfsa@pakisjournal.com
Editorial Address
Jl. Tabrani, Saing Rambi, Sambas, 79462 Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Food Security and Agroindustry
ISSN : 29860555     EISSN : 29860563     DOI : https://doi.org/10.58184/jfsa
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Food Security and Agroindustry (JFSA) provides readers with the state of the theory and its application in all aspects of food security and agroindustry. The aim of JFSA is to publish compelling empirical research, current scientific developments, and high-quality science that answers fundamental questions in food security and agroindustry. The scope of this journal includes but is not limited to research results on processing food, production, packaging, nutrition, food security, agriculture, process engineering, agricultural management, functional food, and agro-industrial biotechnology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE" : 5 Documents clear
Pengaruh Formulasi Bumbu Terhadap Nilai Sensori Kerupuk Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Ansar, Ansar; Syam, Agus Salim; Arfah, Aziza Noor Sheha
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v3i2.631

Abstract

Rumput laut (Eucheuma cottonii) memiliki potensi ekonomi yang tinggi, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal. Kandungan gizinya yang tinggi memungkinkan rumput laut diolah menjadi berbagai produk makanan bernilai jual, salah satunya adalah kerupuk rumput laut yang renyah dan lezat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut dengan mengolahnya menjadi kerupuk melalui formulasi bumbu yang disukai oleh masyarakat berdasarkan nilai sensorinya (warna, rasa, aroma, dan kerenyahan). Metode penelitian yang digunakan adalah uji organoleptik dengan metode hedonik untuk mengetahui penilaian dari 20 orang panelis, yang terdiri dari Mahasiswa, Dosen, dan staf Fakultas Pertanian, terhadap nilai sensori produk yang dihasilkan mencakup: warna, rasa, aroma, dan kerenyahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A2 (1000 gram tepung dasar tanpa merica dan 200 gram rumput laut) menghasilkan kerupuk dengan nilai sensori warna, rasa, dan aroma terbaik. Sementara itu, perlakuan A1 (1000 gram tepung dasar dengan bumbu lengkap dan 200 gram rumput laut) menghasilkan kerupuk dengan kerenyahan terbaik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan A2 merupakan pilihan terbaik untuk menghasilkan kerupuk rumput laut dengan kualitas sensori yang optimal secara keseluruhan.
Identifikasi Kandungan Kadar Air Nuget Bayam (Amaranthus spp.) dengan Metode Gravimetri Aini, Nuraini; Lidia, Lidia; Ledyanna, Amy
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v3i2.666

Abstract

Kadar air merupakan parameter penting dalam menentukan kualitas produk seperti rasa, tekstur, dan penampilan. Ketahanan produk akan lebih terjaga apabila kadar airnya sesuai dengan batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Kandungan air yang tinggi dalam produk olahan dapat mempercepat aktivitas mikroba yang dapat mempercepat kerusakan suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan kadar air pada nuget bayam. Kegiatan ini berlangsung pada November 2024. Metode yang digunakan, yaitu metode gravimetri dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengeringkan sampel menggunakan oven selama beberapa jam untuk mendapatkan selisih berat sebelum dan sesudah pemanasan. Selisih tersebut digunakan untuk menghitung kadar air yang terkandung dalam sampel nuget bayam sehingga dapat diketahui seberapa besar kandungan air yang didapatkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kadar air sebesar 41,394% angka tersebut sudah sesuai dengan SNI 01-6638-2002 yang menyatakan bahwa kadar air nuget maksimal 60%. Kesimpulan dari pengujian kadar air nuget bayam, yaitu adanya perubahan berat pada sampel setelah dilakukan pemanasan menunjukkan adanya kandungan kadar air pada produk tersebut.
Identifikasi Vitamin C Pada Obat Tradisional Secara Kromatografi Lapis Tipis Khairunisa, Cinta Agma
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v3i2.667

Abstract

Obat tradisional merupakan bahan atau kombinasi beberapa bahan yang telah digunakan secara luas dalam praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi dengan mempertimbangkan norma dan ketentuan yang berlaku. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C pada obat tradisional. Identifikasi vitamin C pada obat tradisional dilakukan dengan menggunakan kromatografi lapis tipis. Kromatografi lapis tipis (KLT) merupakan teknik pemisahan yang digunakan untuk menganalisis bahan alam, pangan, pewarna, racun, vitamin serta berbagai jenis senyawa lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan vitamin C pada obat tradisional negatif karena nilai Rf sampel setelah divisualisasi dengan sinar UV dengan panjang gelombang 254 nm tidak sama dengan nilai Rf baku vitamin C pada eluen A dan eluen B. Obat tradisional umumnya terdiri dari bahan bahan alami dan tidak mengandung bahan sintetis serta bahan aktif yang diatur secara ketat. Penggunaan vitamin C pada obat tradisional tidak diizinkan agar dapat sesuai dengan definisi dan standar yang telah ditetapkan.
Penetapan Kadar Asam Benzoat, Sorbat dan Sakarin pada Selai dan Minuman Ringan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Sari, Desi Ratna
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v3i2.711

Abstract

Industri makanan dan minuman mengalami pertumbuhan yang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk olahan yang praktis dan tahan lama. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, produsen umumnya menambahkan Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pengawet dan pemanis buatan guna memperpanjang umur simpan serta meningkatkan cita rasa produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam benzoat, asam sorbat, dan sakarin pada sampel selai dan minuman ringan, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan batas maksimum yang ditetapkan dalam Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang penggunaan BTP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar benzoat dalam sampel selai sebesar 1.532,94 mg/kg melebihi batas yang diizinkan dan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Kadar sorbat dalam sampel selai sebesar 465,06 mg/kg, dan dalam sampel minuman ringan sebesar 70,94 mg/kg keduanya masih berada dalam batas aman dan dinyatakan Memenuhi Syarat (MS). Sakarin tidak terdeteksi pada kedua jenis sampel sehingga juga dikategorikan Memenuhi Syarat (MS). Dengan demikian, dari ketiga jenis BTP yang dianalisis, hanya kandungan benzoat dalam produk selai yang melampaui batas yang ditetapkan dan perlu menjadi perhatian dalam pengawasan keamanan pangan.
Pengaruh Penambahan Vitamin A Pada Bahan Pangan: Studi Pustaka Salfiana, Salfiana; Arqam, Muhammad Darul; Ilham, Muhammad
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 3 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan vitamin A pada berbagai jenis bahan pangan melalui pendekatan fortifikasi. Data yang dianalisis berasal dari tiga studi berbeda, yaitu penambahan vitamin A pada tepung ubi kayu, minyak kelapa murni (VCO), dan nuget ikan gabus. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan kadar vitamin A yang signifikan seiring peningkatan level perlakuan fortifikasi. Pada tepung ubi kayu, kadar vitamin A meningkat dari 6,13 µg (kontrol) menjadi 14,66 µg pada perlakuan maksimal. Minyak VCO menunjukkan peningkatan dari 0,00 µg menjadi 16,03 µg, sedangkan nuget ikan gabus mengalami peningkatan paling tinggi, dari 0,00 µg menjadi 241,34 µg. Perbedaan peningkatan ini dipengaruhi oleh karakteristik bahan pangan, terutama kandungan lemak dan protein, yang berperan penting dalam mengikat dan mempertahankan stabilitas vitamin A. Kajian ini memperkuat bahwa fortifikasi vitamin A merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kualitas gizi bahan pangan, dan efektivitasnya sangat bergantung pada jenis media makanan yang digunakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5