cover
Contact Name
Onie Dian Sanitha
Contact Email
onie.sanitha@eng.upr.ac.id
Phone
+6282227316489
Journal Mail Official
jpa@arch.upr.ac.id
Editorial Address
Jurusan/Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya, Kampus UPR Tunjung Nyaho Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya (73111), Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Perspektif Arsitektur
ISSN : 19078536     EISSN : 2988120X     DOI : 10.36873
Fokus dan Ruang Lingkup pada Jurnal Perspektif Arsitektur 1. Desain Arsitektur 2. Perumahan dan Permukiman 3. Konstruksi Bangunan 4. Sains dan Teknologi Bangunan 5. Perkembangan Arsitektur 6. Teori Arsitektur 7. Lansekap 8. Filsafat dalam Arsitektur 9. Metodologi Penelitian dalam Arsitektur 10. Interdisiplin Ilmu yang memiliki korelasi dengan Arsitektur Jurnal Perspektif Arsitektur (JPA) merupakan media publikasi naskah tertulis hasil penelitian dan desain dalam ranah Arsitektur dan Lingkungan Binaannya. JPA berada di dalam naungan Program Studi Arsitektur Jurusan S1-Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya
Articles 138 Documents
UKURAN ELEMEN ARSITEKTUR BETANG TOYOI Yoga Restyanto
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2117.137 KB)

Abstract

Betang sebagai ruamh tinggal tradisional mesyarakat kalimantan, memiliki nilai startegis, sakral serta historis. Memiliki nilai penting terhadap perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan dimasa yang akan datang. Pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang semakin meningkat terus mewarnai seluruh aspek kehidupan masyarakat, dimana nilai-nilai kultur kini kurang di hormati dan terkikis, yang pada akhirnya menggerogoti nilai kebudayaan dan adat istiadat sebagai kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Di kabupaten Gunung Mas Kecamatan Rungan, terdapat pusaka peninggalan leluhur yang bernilai tinggi, sebagai cermin kejayaan masa lalu, kekuatan dan kegigihan, serta jiwa yang besar para leluhur kita di petak Dayak. Betang Toyoi merupakan objek cagar budaya yang elok dan memendam berjuta informasi masa itu. Sejalan dengan perubahan waktu mengalami perubahan-perubahan dari bentuk awalnya. Betang Toyoi kini hanya tersisa sekitar setengah dari awal mulanya. Betang yang tersisa ini saat ini masih besar dan kokoh dengan elemen-elemen arsitektur yang melekat pada Betang Toyoi.
PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH TEPI SUNGAI BARITO PURUK CAHU Hibnu Mardhani
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.964 KB)

Abstract

Tujuan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh adalah meningkatan Permukiman ke arah yang lebih baik. Dengan sasaran seluruh aspek yang terkait dan berpengaruh terhadap kawasan lingkungan terutama kawasan permukiman tepian sungai Barito dari termasuk Pasar hingga Dermaga ini akan menjadi dasar untuk menyusun Penanganan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup di kawasan Permukiman tersebut.
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN FLAMBOYAN BAWAH Amiany; Elis Sri Rahayu; Rony Setya Siswadi
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.978 KB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) hadir sebagai sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat perkotaan yang setiap harinya kehidupannya dipenuhi dengan aktivitas rutin. Namun ketersediaan RTH kota yang dirasakan kurang, menjadikan RTH sebagai sesuatu yang langka, padahal terdapat berbagai macam peraturan yang dibuat pemerintah perihal keberadaan RTH tersebut. Publik merupakan sekumpulan orang-orang tak terbatas siapa saja, dan space atau ruang merupakan suatu bentukan tiga dimensi yang terjadi akibat adanya unsur-unsur yang membatasinya (ching, 1992). Berdasarkan Keputusan Presiden No.32 tahun 1990, tentang pengelolaan kawasan lindung Bab I Pasal 1 ayat 7 menjelaskan bahwa tepian sungai seharusnya memiliki sempadan sungai yaitu kawasan sepanjang kiri kanan sungai , termasuk sungai buatan / kanal / saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Namun pada kenyataan yang ada saat ini di lokasi penelitian di tepian Sungai Kahayan (DAS) Kahayan ini justru ditutupi oleh permukiman penduduk tanpa adanya Ruang Terbuka Hijau seperti yang diharuskan dalam peraturan tersebut. Penelitian ini pada hakekatnya akan mengkaji lebih mendalam terhadap aspek fisik keberadaan Ruang Terbuka Hijau yang berada di sepanjang Sungai Kahayan tepatnya Flamboyan Bawah (dari arah belakang Aline Photo Studio hingga belakang Toko Swalayan Telaga Biru RT 01-RT 05/ RW VIII) karena ternyata hampir seluruh rumah dikawasan permukiman tepian sungai Kahayan khususnya Flamboyan bawah ini sudah tumbuh berkembang kawasan permukiman padat padahal sejak awalnya memang peruntukan tanah tepian sungai Kahayan merupakan jalur hijau.
KAJIAN STRATEGI MARKETING THE PEAK AT SUDIRMAN Theresia Susi
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena meningkatnya nilai tanah/bangunan seiring dengan perkembangan ekonomi suatu wilayah atau kawasan dimana tanah/ bangunan tersebut berada mendorong munculnya para pengembang (developer). Salah satu pengembang yang cukup ternama adalah Agung Podomoro Group (APG). The Peak at Sudirman merupakan salah satu proyek APG yang fenomenal. Proyek hunian vertikal ini membidik kalangan kelas atas/high end. Karya ini mampu mendobrak pasar dan mematahkan teori supply dan demand, walupun harga yang ditawarkan cukup tinggi namun produk yang dihasilkan mampu menembus pasar dan sangat diterima oleh konsumen. Hal ini terbukti dengan data penjualan dimana produk telah terjual 80 % sebelum pembangunan selesai. Dalam mewujudkan ”The Peak at Sudirman” tentu saja bukan merupakan hal yang mudah, terdapat berbagai strategi manjemen yang dilakukan oleh APG baik untuk produksi, pembiayaan, pemasaran, maupun penjualan.
IDENTIFIKASI PRODUK WISATA PARIWISATA KOTA (URBAN TORISM) KOTA PANGKALAN BUN SEBAGAI URBAN HERITAGE TOURISM Yesser Priono
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1779.043 KB)

Abstract

Peninggalan sejarah adalah salah satu dari sekian banyak potensi wisata dalam pariwisata kota. Kota Pangkalan Bun yang merupakan kota dari Kabupaten Kotawaringin Barat mempunyai sumber daya yang potensial untuk dikembangkan sebagai pariwisata kota, dilihat dari corak kehidupan masyarakat dan peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutaringin. Pariwisata Kota (Urban Tourism) pada dasarnya adalah produk wisata, dimana di dalamnya terdapat konsentrasi berbagai bentuk atraksi, amenitas dan kemudahan aksesibilitas yang dapat menarik pengunjung baik dari domestic maupun international, termasuk wisatawan dan para pelaku bisnis dan konferensi. Kota Pangkalan Bun mempunyai sumber daya yang potensial dalam pengembangan sebagai pariwisata kota. Kota Pangkalan Bun dikategorikan sebagai Urban Heritage Tourism.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI RUMAH DI WILAYAH KECATAMAN JEKAN RAYA DAN KECAMATAN SEBANGAU KOTA PALANGKA RAYA Subrata Aditama; Feny Yuliekanamita
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.099 KB)

Abstract

Pada masa sekarang ini pembangunan di sektor perekonomian mengalami peningkatan yang luar biasa. Dengan demikian meningkat juga kesejahteraan masyarakat, maka dari itu kebutuhan manusia akan semakin beragam, dan salah satunya kebutuhan akan tempat tinggal yaitu rumah. Salah satu developer yang menawarkan suatu perumahan yang layak huni yaitu Perumahan Bama Raya, Bangas Permai, Panenga dan Kereng Indah Permai. Akan tetapi, permasalahan yang dihadapi yaitu bagaimana penjualan rumah dapat terus meningkat setiap tahunnya, padahal sekarang ini banyak bermunculan pengembang-pengembang perumahan yang berani memunculkan terobosan-terobosan baru. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan menganalisis faktor penting untuk diteliti, seperti faktor harga, lokasi, bangunan, dan fasilitas penunjang terhadap keputusan beli. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan program SPSS Versi 17.0. Populasi yang digunakan adalah masyarakat Palangka Raya yang menghuni rumah di Perumahan Bama Raya, Bangas Permai, Panenga dan Kereng Indah Permai. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 40 orang dengan metode proportional sampling. Berdasarkan analisis yang telah digunakan, dapat ditarik beberapa kesimpulan pada saat dilakukan pengolahan regresi berganda. Penelitian ini memenuhi syarat validitas, reliabilitas, multikolinearitas dan telah lolos uji normalitas. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel harga dan fasilitas penunjang yang diteliti secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian. Sedangkan lokasi dan bangunan secara signifikan tidak ada pengaruh keputusan pembeli. Pada uji f menunjukkan signifikan < 0,05. Hal ini berarti variabel harga dan fasilitas penunjang berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sedangkan variabel lokasi dan bangunan tidak ada pengaruh terhadap keputusan pembelian. Koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R2=0,220%. Artinya, hanya 22 % keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel harga dan variabel fasilitas penunjang, sisanya 78 % tidak ada pengaruh terhadap variabel lokasi dan variabel bangunan.
PERANAN MANAJER DALAM MENGELOLA KONFLIK ORGANISASI
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.807 KB)

Abstract

Perkembangan manajemen konstruksi di negara kita tidak dapat lepas dari perkembangan industri jasa konstruksi yang semakin meningkat. Semakin banyak dan kompleknya proyek membutuhkan suatu keahlian yang lebih dari Manajer Proyek untuk dapat menjalankan dan mengelola proyek agar tetap efektif dan efisien. Peranan manajer dalam mengelola konflik organisasi adalah Sebagai pembuat keputusan, dengan adanya hal yang dilakukan dalam memecahkan konflik yang terjadi maka organisasi melalui manajer dapat mengambil keputusan untuk memberikan hal yang perlu dilakukan; Sebagai motivator, manajer dapat mempengaruhi motivasi kerja yang dimiliki oleh karyawan dengan memberikan dorongan, bimbingan, dan pengarahan kepada karyawan; dan. Sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik di dalam organisasi. Hambatan-hambatan yang dihadapi manajer dalam organisasinya adalah Kurang adanya keterbukaan dari karyawan, dan Kurangnya kedisiplinan karyawan. Upaya-upaya yang dilakukan oleh manajer untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan adalah Mendiskusikan setiap permasalahan kerja yang terjadi dalam organisasi dan Mengadakan pengawasan untuk mencegah tindakan indisipliner.
URBAN HOUSING ENERGY CONSUMPTION ON PEATSWAMP Case: City dense peatland area in Palangka Raya Yunitha; Mandarin Guntur
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 01 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.209 KB)

Abstract

Population growth in combination with intensive energy consumption is the main driving force in urban area in developing countries that has caused impacts on socio-economic aspects, and environmental systems lead to green house gas (GHG) emissions into the atmosphere. Indirectly, life style and consumption pattern of urban people are also affecting the impacts. Nowdays, the phenomenon of global warming is becoming major concerns in environmental management. Urban planners and policy makers are being to minimize dan reduce the impacts of energy consumption and GHG emission when they are planning the cities. It is important to understand urban form as element in the city planning process and relationship between urban form, energy, and the environmental impacts to establish effective strategies to meet environmental goals (Anderson, 1996). Urban residential density is the main factor contributing to urban form. Therefore, dealing with energy use and carbon emissions related to climate change in urban environment, especially in residential sector is one of the challenges due to its unfavourable effect on the ecosystem. This study aims at determining factors contributing, particularly at the local level and also identifying the responses from citizen and local government regarding to energy consumption and carbon emissions in urban residential development on peatland area. The results will bring some recommendations on better measures for urban residential that will be develop on the peatland area particularly in Kalimantan Tengah, Indonesia related to carbon emission and energy use for present day and for next generation.
PENGELOLAAN KAWASAN RUANG HIJAU DI DAS KAHAYAN KOTA PALANGKA RAYA Noor Hamidah; Tatau Wijaya Garib; Mahdi Santoso
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 01 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.879 KB)

Abstract

Palangka Raya sebagai ibukota Kalimantan Tengah sekarang ini sedang mengalami proses pembangunan perkotaan. Seiring perkembangannya, pembangunan Kota Palangka Raya juga mengalami perkembangan fisik kota seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia, yakni lebih banyak dibangun sarana dan prasarana dengan didukung peningkatan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat, maka pembangunan fisik kota juga terus melaju dengan pesat. Namun di sisi lain pembangunan kota ini memberi dampak negatif terhadap lahan yang bervegetasi atau ruang hijau, karena semakin banyak terjadi alih fungsi dari kawasan hijau menjadi kawasan terbangun, mengakibatnya semakin terbatasnya lahan untuk ruang hijau. Gejala pembangunan Kota Palangkaraya merupakan degradasi awal dari menurunnya ketersediaan ruang terbuka hijau atau menghilangkan ruang hijau. Lahan-lahan hijau banyak dialih fungsikan menjadi pertokoan, permukiman, industri, jalan dan lain-lain. Pada akhirnya akan terjadi ketidakseimbangan antara luasnya lahan terbangun dengan sedikitnya lahan untuk hutan kota. Keberadaan ruang hijau sangat diperlukan dalam penataan kawasan terpadu Kota Palangka Raya untuk mengimbangi kepadatan bangunan. Bentuk ragam kegiatan ruang hijau ini secara umum adalah sebagai peneduh dari pemanasan lingkungan sekitar dan sebagai wadah bagi masyarakat kota Palangkaraya untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan alam. Pemenuhan kawasan hijau di Kota Palangka Raya adalah upaya awal menumbuhkan kesadaran akan media penyelaras lingkungan ditinjau dari kecenderungan menurunnya ketersediaan udara bersih dan sehat akibat degradasi alam di Kota Palangka Raya.
KONSEP GAGASAN DAN IDE MASJID TERAPUNG KOTAPARIAMAN Wijanarka; Doddy Soedigdo; Agus Prianto
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 01 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.955 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan narasi produk sayembara gagasan / ide pradisain Masjid Terapung Kota Pariaman yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pariaman tahun 2014. Isi narasi berupa lokasi, Konsep kegiatan, konsep arsitektural, konsep struktural dan konsep tata ruang luar. Metode yang digunakan adalah deskripsi, yaitu mendiskripsikan desain-desain grafis kedalam bentuk narasi / tulisan.

Page 4 of 14 | Total Record : 138


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Menjaga Identitas, Menggagas Inovasi dalam Rupa Gagasan Perancangan dan Riset Vol. 19 No. 2 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan" Vol. 18 No. 1 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan Arsitektur" Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Nomor 1 Tahun 2022 Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Edisi II, Desember 2022 Vol. 16 No. 01 (2021): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 16 Nomor 1 Tahun 2021 Vol. 16 No. 2 (2021): JPA - Jurnal Perspektif Arsitektur. Volume 16 No. 2, Desember 2021 Vol. 13 No. 02 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 2 Tahun 2018 Vol. 13 No. 01 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 1 Tahun 2018 Vol. 12 No. 02 (2017): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 12 Nomor 2 Tahun 2017 Vol. 11 No. 02 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 2 Tahun 2016 Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016 Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015 Vol. 10 No. 01 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 1 Tahun 2015 Vol. 9 No. 02 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 2 Tahun 2014 Vol. 9 No. 01 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 1 Tahun 2014 Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012 Vol. 7 No. 01 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 1 Tahun 2012 Vol. 6 No. 02 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 2 Tahun 2011 Vol. 6 No. 01 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011 Vol. 5 No. 02 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 2 Tahun 2010 Vol. 5 No. 01 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 1 Tahun 2010 More Issue