cover
Contact Name
Sabda Wahab
Contact Email
sabdaboda8@gmail.com
Phone
+6282290280383
Journal Mail Official
sabdaboda8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pinus I No.693, Kacang Pedang, Kec. Gerunggang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684
Location
Kota pangkal pinang,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
JURNAL SMART ANKes
ISSN : 26158221     EISSN : 28086546     DOI : https://doi.org/10.52120
Core Subject : Health,
Jurnal SMART ANKes adalah jurnal yang diterbitkan oleh Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa Pangkalpinang. Jurnal SMART ANKes, adalah Jurnal Ilmiah berkala yang diterbitkan oleh diterbitkan oleh Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa (UNABA) Pangkalpinang, sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni, dan Desember, Jurnal SMART ANKes sudah memiliki p-ISSN 2615-8221 (cetak), dan e-ISSN 2808-6546 (online). Jurnal ini menerima naskah-naskah hasil penelitian ilmu kesehatan masyarakat, review hasil penelitian, metode dan pendekatan baru dalam penelitian kesehatan. Jurnal SMART ANKes membuat hasil karya ilmiah yang membahas tentang kesehatan secara umum, kesehatan lingkungan dan manajemen kesehatan.
Articles 111 Documents
Analisis Tingkat Kepuasan Peserta Askes Sosial Terhadap Kualitas Pelayanan Askes Center di RSU Depati Hamzah Pangkalpinang Dedek Sutinbuk
JURNAL SMART ANKes Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.459 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v1i1.25

Abstract

Setiap tahunnya, PT Askes (Persero) terus-menerus memperbaiki pelayanan yang ada, terlebih lagi motto PT Askes (Persero) sendiri ialah “Melayani Pelanggan Melampaui Harapan”. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk evaluasi kinerja layanan maka PT. Askes (Persero) meminta pihak ketiga dalam hal ini “Haygroup” untuk melakukan pengukuran kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil survey awal terhadap 10 responden di Askes Center Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Pangkalpinang diperoleh gambaran 57% responden tidak puas dengan pelayanan yang diterima.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa tingkat kepuasan peserta Askes Sosial terhadap kualitas pelayanan Askes Center di Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Pangkalpinang Metode jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan metode survey dan kemudian dijabarkan dalam diagram kartesius. Jumlah sampel 109 responden, waktu pelitian juni-juli 2013. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat kepuasan peserta Askes Sosial berdasarkan masing-masing dimensi kualitas pelayanan adalah: dimensi Assurance (jaminan): 77,63%; Responsiveness (daya tanggap): 75,16%; Tangible (bukti fisik): 74,79%; Empathy (empati): 74,27%; dan Reliability (keandalan) sebesar 72,64%. Rata-rata tingkat penampilan dari semua atribut yaitu 3,62 dan rata-rata tingkat kepentingan dari semua atribut adalah 4,85. Kesimpulan bahwa dari lima dimensi kualitas pelayanan pelanggan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan, namun ada beberapa atribut pelayanan yang perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan terutama dimensi Reliability (keandalan) perlu ditingkatkan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS AIR ITAM KOTA PANGKALPINANG Novi Haryanti
JURNAL SMART ANKes Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2019)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.167 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v3i1.26

Abstract

Pendahuluan Penyakit diare merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak dibawah lima tahun (balita) dengan disertai muntah dan buang air besar encer, penyakit diare pada anak apabila tidak ditangani dengan pertolongan yang cepat dan tepat dapat mengakibatkan dehidrasi. Berdasarkan data dari Puskesmas Air Itam menunjukkan kejadian diare pada balita tahun 2016 sebanyak 358 kasus (17,67%), Tahun 2017 sebanyak 251 kasus (12,28%), dan pada Tahun 2018 sebanyak 295 kasus (14,25%), dan tahun 2019 dari bulan Januari – Juni sebanyak 158 kasus (21%). Penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan kejadian penyakit diare pada Balita di Puskesmas Air Itam Kota Pangkalpinang tahun 2019. Metode Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan menggunakan uji Chi-square dan teknik pengambilan sampel secara random sampling,Populasi pada penelitian ini adalah Balita yang berkunjung ke Poli MTBS untuk berobat di Puskesmas Air Itam tahun 2019 dengan jumlah sampel 98 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ASI eksklusif (p= 0,003), pendidikan Ibu (p= 0,001), pengetahuan Ibu (p= 0,000), sikap (p= 0,015), dan status Imunisasi (p= 0,002), Faktor yang cenderung dominan berpengaruh adalah pengetahuan Ibu.Kesimpulan diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan secara rutin kepada masyarakat, khususnya Ibu untuk memberikan pengetahuan tentang diare, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu tindakan preventif.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI DESA PETALING BANJAR KABUPATEN BANGKA Murniani
JURNAL SMART ANKes Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2019)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.772 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v3i1.27

Abstract

Posyandu merupakan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Berdasarkan data kunjungan balita ke Posyandu Desa Petaling Banjar pada tiga tahun terakhir mengalami penurunan yaitu: pada tahun 2016 sebesar 198 (82,9%), tahun 2017 sebesar 214 (72,8%) dan pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 204 (69,4%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor– faktor yang berhubungan dengan kunjungan balita ke Posyandu di desa Petaling Banjar Kabupaten Bangka tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional Populasi dalam Penelitian ini adalah semua balita di Desa Petaling Banjar wilayah kerja Puskesmas Petaling Kabupaten Bangka pada tahun 2018 sebanyak 314 balita. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dukungan kader Posyandu dan dukungan petugas kesehatan. Sedangkan variabel dependen penelitian ini adalah kunjungan balita ke Posyandu dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan balita ke Posyandu di desa Petaling Banjar Kabupaten Bangka tahun 2019 adalah pengetahuan (p=0,005, POR=4,255), sikap (p=0,004, POR=1,656), dukungan kader Posyandu (p=0,006, POR=4,625), dukungan petugas kesehatan (p=0,038, POR=2,880). Variabel yang paling dominan adalah dukungan kader Posyandu (POR=4,625). Disarankan kepada pihak Puskesmas Petaling untuk meningkatkan pelayanan promosi kesehatan tentang Posyandu melalui penyuluhan di masyarakat, sehingga kunjungan balita ke Posyandu meningkat dan meningkatkan bimbingan pada kader, sehingga menambah wawasan dan pengetahuan serta meningkatkan kerja kader dalam pelaksanaan Posyandu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR 30-50 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELINDUNG KOTA PANGKALPINANG Taufik Kurrohman
JURNAL SMART ANKes Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2020)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.076 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v4i1.28

Abstract

PHBS IVA adalah suatu metode untuk mendeteksi secara dini lesi pra kanker dengan menggunakan kapas lidi yang telah dicelupkan ke dalam asam cuka atau asam asetat dengan konsentrasi 3-5% yang nantinya akan dioleskan pada vagina tepatnya pada daerah portio dengan teknik pengolesan searah jarum jam. Berdasarkan data dari Puskesmas Selindung jumlah wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan IVA pada tahun 2016 sejumlah 106 orang (13,15%), pada tahun 2017 sejumlah 248 orang (20,4%) dan tahun 2018 sejumlah 500 orang (41,1%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Selindung Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan menggunkan uji chi-square test dengan analisa univariat dan bivariat, teknik pengambilan sampel secara lottery technique, serta pengambilan datanya menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner. Populasi penelitian ini adalah semua wanita usia subur 30-50 tahun yang berada di Puskesmas Selindung berjumlah 1.217 orang. Jumlah sampel minimal pada penelitian ini berjumlah 103 responden. Hasil penelitian menujukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), promosi kesehatan (p=0,000), dan dukungan suami (p=0,000). Faktor–faktor yang tidak berhubungan dengan pemeriksaan IVA adalah adalah pekerjaan (p=0,428). Faktor yang paling dominan dengan pemeriksaan IVA adalah pengetahuan (p=0,000, POR = 6,505). Rekomendasi dari penelitian ini adalah diharapkan kepada Puskesmas Selindung meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang IVA dengan cara memberikan promosi kesehatan melalui brosur, leaflet dan pamflet.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) PADA AKSEPTOR KB AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR BARA KABUPATEN BANGKA SELATAN Taufik Kurrohman
JURNAL SMART ANKes Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Desember 201
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.493 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v3i2.29

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi yang sangat efektif, mencakup durasi yang panjang dan bekerja hingga 10 tahun. di Wilayah Kerja Puskesmas Air Bara didapatkan yang menggunakan MKJP sebanyak 50 orang (3,3%) terdiri atas: Implant 43 orang (2,8%), IUD 3 orang (0,2%), Medis Operasi Wanita (MOW) 3 orang (0,2%), Medis Operasi Pria 1 orang (0,1%) sedangkan alat kontrasepsi yang lain yaitu : kondom 6 orang (0,4%), Suntik 830 orang (54,0%), Pil 654 orang (42,3%), Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada akseptor KB aktif di wilayah kerja Puskesmas Air Bara tahun 2018. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan metode case control, subyek penelitian ini adalah akseptor KB aktif dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang terdiri dari 50 kasus dan 50 kontrol. Data dikumpulkan dengan bantuan kuesioner serta wawancara langsung dengan akseptor KB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada akseptor KB aktif di wilayah kerja Puskesmas Air Bara Kabupaten Bangka Selatan tahun 2018 yaitu pengetahuan (p=0,028), sikap (p=0,015), pendapatan (p=0,005), sumber informasi (p=0,002) dan dukungan suami (p=0,036)sedangkan faktor yang dominan adalah Sumber Informasi (OR=4,030). Diharapkan kepada Puskesmas Air Bara agar meningkatkan koordinasi dengan petugas kesehatan di desa (Bidan Desa) dan meningkatkan penyuluhan, baik di lapangan maupun di Puskesmas agar akseptor kb aktif merasa lebih yakin menggunakan kontrasepsi yang mereka inginkan dan memberikan penyuluhan kepada suami ibu yang di wilayah Air Bara agar mau memberikan dukungan kepada isteri dalam memilih alat kontarsespsi jangka panjang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU BALITA PADA USIA 0-59 BULAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS GERUNGGANG Novi Haryanti
JURNAL SMART ANKes Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Desember 201
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.514 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v3i2.30

Abstract

Posyandu mempunyai manfaat terhadap masyarakat antara lain pertumbuhan balita pantau sehingga tidak menderita kurang gizi buruk, bayi dan anak balita mendapatkan vitamin A, bayi memperoleh imunisasi lengkap, stimulasi tumbuh kembang balita dengan menggunakan alat permainan edukatif di posyandu, mendeteksi dini tumbuh kembang, Pada tahun 2018 kunjungan Balita ke Posyandu antara lain : Kelurahan Air Kepala Tujuh sebanyak 136 Balita (73,5%), Kelurahan Bukit Merapen sebanyak 308 Balita (51,2%), Kelurahan Bukit Sari sebanyak 344 Balita (61,3%), Kelurahan Kacang Pedang sebanyak 373 Balita (61,3%), Kelurahan Taman Bunga sebanyak 139 Balita (54,5%), Kelurahan Tuatunu sebanyak 370 Balita (50,3%). Metode Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gerunggang pada tahun 2018 yang berjumlah 2.945 balita dengan jumlah sampel 105 responden. Data diperoleh dengan cara wawancara melalui kuesioner dan observasi di uji dengan Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Posyandu Balita adalah peran kader (P=0.000, POR=3.450). faktor yang tidak berhubungan adalah pendidikan (P=0.543, POR=1.408), pengetahuan (P=0.507, POR=0.653), pekerjaan (P=1.000, POR=0.938).Kesimpulan Diharapkan untuk peran kader lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada ibu tentang posyandu balita baik itu di posyandu, rumah warga, atau balai desa sehingga ibu terpacu untuk membawa anaknya ke posyandu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN ANTARA PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS KENAGA Murniani
JURNAL SMART ANKes Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Desember 201
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.434 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v3i2.31

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perseorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalan komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan, bina suasana, dan pemberdayaan masyarakat sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, dalam tatanan masing masing, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat, dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi square. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga diwilayah kerja Puskesmas Kenanga Kabupaten Bangka Tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Rumah Tangga berjumlah 9.799 dengan jumalah sampel sebanyak 109 responden di wilayah kerja Puskesmas Kenanga Kabupaten Bangka Tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukan secara statistik faktor yang berhubungan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat adalah pengetahuan (pvalue: 0,000, POR: 5,10), pendidikan (pvalue: 0,000, POR: 27,32), ketersediaan sarana dan prasarana (pvalue: 0,014, POR: 3,06), dan faktor yang tidak berhubungan adalah sikap (pvalue: 0,807, POR: 1,18) dan dukungan keluarga (pvalue: 0,289 POR: 1,99). Faktor yang paling dominan adalah Pendidikan . Petugas Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan frekuensi promosi kesehatan yang telah ada sebelumnya mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga sehingga masyarakat lebih meningkatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan menjaga lingkungan rumah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI PENTABIO BOOSTER PADA BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KACANG PEDANG KOTA PANGKALPINANG Novi Haryanti
JURNAL SMART ANKes Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2020)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.555 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v4i1.32

Abstract

Pendahuluan Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Imunisasi lanjutan / Booster diberikan pada Baduta terdiri atas Imunisasi terhadap penyakit Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Pneumonia dan meningitis,Hib), serta campak, Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi pentabio booster pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Kacang Pedang Kota Pangkalpinang tahun 2018. Metode Peneltian menggunakan survey analitik dengan rancangan/pendekatan studi Cross Sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah 224 anak baduta.di wilayah kerja Puskesmas Kacang Pedang, Sampel berjumlah 77 anak baduta. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Simple Random Sampling, Analisa data dilakukan secara bertahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi pentabio booster pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Kacang Pedang Kota Pangkalpinang. yaitu pengetahuan (p=0,005 POR = 4,533), pendidikan (p=0,019 POR = 3,503), sikap (p=0,015 POR =3,598),dukungan keluarga (p=0,009 POR =3,974) dan peran petugas kesehatan (p=0,514 POR =1,527) sedangkan faktor yang dominan adalah pengetahuan (POR=4,533). Kesimpulan Disarankan untuk Dinkes Kota Pangkalpinang agar bisa memberikan informasi tentang imunisasi pentabio booster berupa poster, flip chart sehingga dapat menambah informasi bagi ibu-ibu dengan harapan mereka aktif datang ke posyandu untuk memberikan imunisasi pentabio boster kepada anaknya
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN BPJS KESEHATAN PADA POLIKLINIK PENYAKIT DALAM UPTD RUMAH SAKIT DAERAH KELAS C KOTA PANGKALPINANG Murniani
JURNAL SMART ANKes Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2020)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.199 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v4i1.33

Abstract

Rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Kepuasan pasien adalah dapat dinilai berdasarkan interpretasi pasien terhadap pelayanan yang diterima sudah sesuai dengan harapan mereka seperti kelengkapan sarana dan prasarana, keramahan dan kesopanan petugas dalam memberikan pelayanan serta keterampilan petugas pada saat memberikan pelayanan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan BPJS Kesehatan pada Poliklinik Penyakit Dalam UPTD Rumah Sakit Daerah Kelas C Kota Pangkalpinang. Ruang lingkup penelitian terdiri dari lima dimensi kualitas pelayanan yaitu: reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangibles (keberwujudan). Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pengolahan data menggunakan diagram kartesius. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan di poliklinik penyakit dalam di UPTD Rumah Sakit Daerah Kelas C kota pangkalpinang sebanyak 5.685 pasien dengan jumlah sampel 109 responden. Hasilpenelitian memperlihatkan bahwa dari 25 atribut yang di teliti, 6 atribut menempati kuadran A (priorotas utama), 7 atribut menempati kuadran B (pertahankan prestasi), 8 atribut menempati kuadran C (prioritas rendah), dan 4 atribut menempati kuadran D (berlebihan). Tingkat kepuasan pasien Rawat Jalan BPJS Kesehatan pada Poliklinik Penyakit Dalam UPTD Rumah Sakit Daerah Kelas C Kota Pangkalpinang cukup puas dengan nilai rata-rata (2,66). Saran dari penelitian ini diharapkan pihak UPTD Rumah Sakit Daerah Kelas C kota pangkalpinang dapat meningkatan dan mempertahan kualitas pelayanan terhadap pasien BPJS kesehatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAILIAT Fitri Rizkiah
JURNAL SMART ANKes Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2020)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.986 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v4i1.34

Abstract

Diare adalah kejadian buang air besar dengan konsistensi lebih cair dari biasanya, dengan frekuensi tiga kali atau lebih dalam periode 24 jam, Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di kalangan anak-anak kurang dari lima tahun. Berdasarkan data puskesmas Sungailiat Menunjukkan kejadian diare pada balita tahun 2016 berjumlah 718 kasus, tahun 2017 berjumlah 660 kasus dan tahun 2018 berjumlah 678 kasus. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat bahwa masih tingginya kasus jumlah penderita diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Pendidikan Ibu, Pengetahuan Ibu, Sikap Ibu dan Penggunaan Jamban Sehat dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan menggunakan uji chi-square dan tekhnik pengambilan sampel menggunakan tabel bilangan acak sederhana untuk sebaran sempel masing-masing desa menggunakan rumus alokasi proposional, serta pengambilan datanya menggunakan tekhnik wawancara dan observasi melalui lembar kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita di wilayah kerja puskesmas Sungailiat tahun 2019 dengan jumlah sampel minimal penelitian dihitung berdasarkan rumus perhitungan sampel berjumlah 104 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan ibu (p=0,617), pengetahuan ibu (p=0,987) dan penggunaan jamban sehat (p=0,483). Dan ada hubungan antara sikap ibu dengan kejadian diare pada balita (p =0,012). Diharapkan ibu yang memiliki balita dapat melakukan tindakan pencegahan diare pada diare. Para ibu dapat mencari informasi tentang apa-apa saja yang harus dilakukan saat anak terkena diare melalui media informasi lainnya serta dapat meningkatkan pemahaman tentang bagaimana cara mencegah diare pada balita.

Page 3 of 12 | Total Record : 111