Articles
231 Documents
PENILAIAN ESAI JAWABAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE SVM - LSA DENGAN FITUR GENERIK
Rama Adhitia;
Ayu Purwarianti
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (845.401 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i1.260
Paper ini mengkaji sebuah solusi untuk permasalahan penilaian jawaban esai secara otomatis dengan menggabungkan support vector machine (SVM) sebagai teknik klasifikasi teks otomatis dengan LSA sebagai usaha untuk menangani sinonim dan polisemi antar index term. Berbeda dengan sistem penilaian esai yang biasa yakni fitur yang digunakan berupa index term, fitur yang digunakan proses penilaian jawaban esai adalah berupa fitur generic yang memungkinkan pengujian model penilaian esai untuk berbagai pertanyaan yang berbeda. Dengan menggunakan fitur generic ini, seseorang tidak perlu melakukan pelatihan ulang jika orang tersebut akan melakukan penilaian esai jawaban untuk beberapa pertanyaan. Fitur yang dimaksud meliputi persentase kemunculan kata kunci, similarity jawaban esai dengan jawaban referensi, persentase kemunculan gagasan kunci, persentase kemunculan gagasan salah, serta persentase kemunculan sinonim kata kunci. Hasil pengujian juga memperlihatkan bahwa metode yang diusulkan mempunyai tingkat akurasi penilaian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode lain seperti SVM atau LSA menggunakan index term sebagai fitur pembelajaran mesin. This paper examines a solution for problems of assessment an essay answers automatically by combining support vector machine (SVM) as automatic text classification techniques and LSA as an attempt to deal with synonyms and the polysemy between index terms. Unlike the usual essay scoring system that used index terms features, the feature used for the essay answers assessment process is a generic feature which allows testing of valuation models essays for a variety of different questions. By using these generic features, one does not need to re training if the person will conduct an assessment essay answers to some questions. The features include percentage of keywords, similarity essay answers with the answer reference, percentage of key ideas, percentage of wrong answer, and percentage of keyword synonyms. The test results also show that the proposed method has a higher valuation accuracy rate compared to other methods such as SVM or LSA, use term index as features in machine learning.
PENGEMBANGAN ALTERNATIF MODEL E-PAYMENT B2C (BUSINESS TO CONSUMER) UNTUK MASYARAKAT INDONESIA
Agung Firmansyah;
Muhammad Ilman Akbar;
Mursal Rais;
Mustafa Kamal;
Putu Wuri Handayani
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (894.539 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i1.261
Saat ini, perkembangan aplikasi e-commerce di Indonesia khususnya aplikasi B2C (Business to Consumer) semakin meningkat. Salah satu komponen penting dalam proses jual beli secara online adalah proses pembayaran elektronik (e-payment). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan empat model pembayaran elektronik berdasarkan kondisi ekonomi, keamanan, tingkat pendidikan, akses teknologi, pengguna telepon seluler dan pengguna kartu kredit dan ATM di Indonesia. Model pembayaran tersebut yaitu ATMPal, iCash, Pulsa E-payment dan Mobile Banking. Selain itu, dalam penelitian ini akan ditentukan peringkat kesesuaian untuk masing-masing model pembayaran tersebut dengan kondisi di Indonesia. Nowadays, the development of e-commerce applications in Indonesia, especially the application for B2C (Business to Consumer) is increasing. An important component in the process of online buying and selling is the electronic payment (e-payment). This research aims to develop four models of electronic payments based on economic conditions, safety, education level, access to technology, cell phone users, and credit cards and ATMs users in Indonesia. The payment model is ATMPal, iCash, Toll E-payment, and Mobile Banking. Moreover, this research will determined to rank the suitability of each such payment model to the conditions in Indonesia.
INFORMATION TECHNOLOGY PLAN AS AN IT GOVERNANCE MATURITY DRIVER
Budi Yuwono;
Rein Nusa Triputra;
Muhammad Nasri
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.411 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i1.262
Having an information technology (IT) plan is a minimum baseline for optimal IT governance. But, creating a plan is only one problem, executing it poses even more challenging problems. In this research, we investigate the correlation between an organization’s IT plan and the organization’s IT governance maturity level. We show that, on one hand, executing an IT plan requires a certain IT governance maturity level, on the other hand, the experience of executing an IT plan drives the organization IT governance maturity level. We compare the situations in two government institutions and found indications that the organization with an ambitious IT plan has more mature IT governance than the other whose IT plan is relatively modest. The results suggest that an effective IT plan should include plans for the development of IT governance mechanisms relevant to the goals that the plan is intended to achieve, and the plan’s implementation schedule, also known as the IT roadmap, should take into consideration the growth of the IT governance mechanisms’ maturity levels. Memiliki rencana untuk teknologi informasi (TI) adalah base line untuk tata kelola TI yang optimal. Tapi, membuat rencana hanyalah satu masalah, melaksanakannya akan menciptakan masalah baru yang lebih menantang. Dalam penelitian ini, kami menyelidiki korelasi antara rencana TI suatu organisasi dengan tingkat maturity tata kelola TI-nya. Kami menunjukkan bahwa, di satu sisi, untuk melaksanakan rencana TI memerlukan tingkat kematangan tata kelola TI tertentu, di sisi lain, pengalaman dalam menjalankan rencana TI mendorong organisasi dalam meningkatkan tata kelola TI. Kami membandingkan situasi di dua lembaga pemerintah dan menemukan indikasi bahwa organisasi dengan rencana TI yang ambisius memiliki tata kelola TI lebih matang dari organisasi yang rencana TI-nya relatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan TI yang efektif harus mencakup rencana untuk pengembangan mekanisme tata kelola TI yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai, dan jadwal pelaksanaan rencana atau roadmap TI, harus mempertimbangkan pertumbuhan tingkat mekanisme tata kelola TI.
MEASURING THE EFFECTIVENESS OF A SIMPLIFIED COBIT-BASED IT PROCESS MATURITY ASSESSMENT METHOD
Budi Yuwono;
Muhammad Nasri;
Rein Nusa Triputra
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (708.628 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i1.263
We propose a simplified method for measuring the maturity levels of an organization’s information technology (IT) processes that is based on IT Governance Institute’s COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) framework. The method is designed for quickly assessing an organization’s IT process maturity in situations where the availability of information for a more thorough assessment method is very limited. To investigate the accuracy of the proposed method, we evaluate the consistency between the result of the IT process maturity assessment of an organization and the conditions reported by the organization as impediment to the achievement of its IT goals. The underlying assumption is that a condition that is perceived by an organization as a problem will drive the organization to develop a process that can effectively deal with the condition. We show that there is good enough consistency to support the use of the proposed maturity assessment method. Kami mengusulkan sebuah metode sederhana untuk mengukur tingkat kematangan (maturity) dari proses teknologi informasi (TI) suatu organisasi yang didasarkan pada IT Governance Institute’s COBIT framework (Control Objectives for Information and Related Technology). Metode ini dirancang untuk melakukan penilaian dengan cepat dari tingkat kematangan proses TI suatu organisasi dalam situasi di mana ketersediaan informasi untuk metode penilaian yang lebih menyeluruh sangat terbatas. Untuk mengetahui ketepatan metode yang diusulkan, kami mengevaluasi konsistensi antara hasil penilaian kematangan proses TI dari suatu organisasi dan kondisi yang dilaporkan oleh organisasi sebagai rintangan bagi tercapainya tujuan IT. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa suatu kondisi yang dirasakan oleh organisasi sebagai masalah akan mendorong organisasi untuk mengembangkan sebuah proses yang dapat secara efektif menangani kondisi tersebut. Kami menunjukkan bahwa ada konsistensi yang cukup baik untuk mendukung penggunaan metode penilaian kematangan yang diusulkan.
FINDING STRUCTURED AND UNSTRUCTURED FEATURES TO IMPROVE THE SEARCH RESULT OF COMPLEX QUESTION
Dewi Wisnu Wardani
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1125.142 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i2.264
The current researches on question answer usually achieve the answer only from unstructured text resources such as collection of news or pages. According to our observation from Yahoo!Answer, users sometimes ask in complex natural language questions which contain structured and unstructured features. Generally, answering the complex questions needs to consider not only unstructured but also structured resource. In this work, researcher propose a new idea to improve accuracy of the answers of complex questions by recognizing the structured and unstructured features of questions and them in the web. Our framework consists of three parts: Question Analysis, Resource Discovery, and Analysis of The Relevant Answer. In Question Analysis researcher used a few assumptions and tried to find structured and unstructured features of the questions. In the resource discovery researcher integrated structured data (relational database) and unstructured data (web page) to take the advantage of two kinds of data to improve and to get the correct answers. We can find the best top fragments from context of the relevant web pages in the Relevant Answer part and then researcher made a score matching between the result from structured data and unstructured data, then finally researcher used QA template to reformulate the questions. Penelitian yang ada pada saat ini mengenai Question Answer (QA) biasanya mendapatkan jawaban dari sumber teks yang tidak terstruktur seperti kumpulan berita atau halaman. Sesuai dengan observasi peneliti dari pengguna Yahoo!Answer, biasanya mereka bertanya dalam natural language yang sangat kompleks di mana mengandung bentuk yang terstruktur dan tidak terstruktur. Secara umum, menjawab pertanyaan yang kompleks membutuhkan pertimbangan yang tidak hanya sumber tidak terstruktur tetapi juga sumber yang terstruktur. Pada penelitian ini, peneliti mengajukan suatu ide baru untuk meningkatkan keakuratan dari jawaban pertanyaan yang kompleks dengan mengenali bentuk terstruktur dan tidak terstruktur dan mengintegrasikan keduanya di web. Framework yang digunakan terdiri dari tiga bagian: Question Analysis, Resource Discovery, dan Analysis of The Relevant Answer. Pada Question Analysis peneliti menggunakan beberapa asumsi dan mencoba mencari bentuk data yang terstruktur dan tidak terstruktur. Dalam penemuan sumber daya, peneliti mengintegrasikan data terstruktur (relational database) dan data tidak terstruktur (halaman web) untuk mengambil keuntungan dari dua jenis data untuk meningkatkan dan untuk mencapai jawaban yang benar. Peneliti dapat menemukan fragmen atas terbaik dari konteks halaman web pada bagian Relevant Answer dan kemudian peneliti membuat pencocoka skor antara hasil dari data terstruktur dan data tidak terstruktur. Terakhir peneliti menggunakan template QA untuk merumuskan pertanyaan.
PENYUSUNAN STRONG’S CONCORDANCE UNTUK ALKITAB PERJANJIAN BARU BAHASA INDONESIA
. Gunawan;
Devi Dwi Purwanto;
Herman Budianto;
Indra Maryati
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1024.99 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i2.265
Sampai saat ini belum pernah ditemukan Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Indonesia secara online yang dilengkapi dengan Strong’s Concordance. Oleh karena itu penelitian ini melakukan penyusunan Strong’s Concordance ke dalam Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Indonesia. Penyusunan Strong’s Concordance dilakukan dengan menggunakan pedoman teori yang ada pada Natural Language Processing (NLP) dan teori Web Mining. Penyusunan nomor strong tersebut dimulai dengan melakukan pendekatan nomor strong berdasarkan kemunculan katanya. Kemudian pada tahap selanjutnya digunakan pendekatan alignment antara kata yang ada pada Alkitab Bahasa Indonesia dengan nomor strong yang terdapat pada Alkitab Bahasa Inggris dengan menggunakan word alignment. Pendekatan ketiga menggunakan pendekatan n-gram dengan perhitungan mutual information untuk mencari arti kata yang terdiri lebih dari satu kata. Pendekatan keempat dilakukan dengan cara melakukan stemming pada corpus Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Indonesia yang mana nantinya digunakan sebagai corpus baru untuk melakukan pencarian pada tahap satu sampai dengan tahap tiga. Dilakukan juga pendekatan lain seperti pencarian proper name, pencarian nomor strong yang hanya memiliki satu frekuensi dan pendataan nomor strong yang termasuk dalam conjuction, preposition, dan pronoun. Hasil penelitian adalah adanya Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Indonesia yang dilengkapi dengan nomor strong, pembelajaran Alkitab menjadi lebih mudah. Until now have not found a New Bible Testamen in Bahasa online which is equipped with a Strong's Concordance. Therefore, this study prepare a Strong's Concordance to the New Bible Testament Indonesian. Preparation of Strong's Concordance is done using the existing guidelines on the theory of Natural Language Processing (NLP) and the theory of Web Mining. The preparation of these strong numbers begins with based on the word strong numbers aproach. Then on the next phase alignment approach between existing words in the Bible Bahasa with strong numbers contained in the English Bible using the word alignment. The third approach uses n-gram approach with the calculation of mutual information to find the meaning of words consisting in more than one word. The fourth approach is performed by stemming the New Bible Testament corpus Bahasa which will be used as a new corpus to perform a search in stage one up to stage three. There is also another approach such as the proper name search, the search for strong numbers that have only one frequency, and data collection that included strong numbers in conjuction, preposition, and pronoun. The result is the New Bible Testament Bahasa which comes with a number of strong more easier to learn.
SOA REFERENCE ARCHITECTURE BLUEPRINT
. Edison;
Virginia Tulenan;
Ford Lumban Gaol
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (756.076 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i2.266
Service Oriented Architecture (SOA) is a framework for integrating business processes and supporting IT infrastructure as secure, standardized components services that can be reused and combined to address changing business priorities. Services are the building blocks of SOA and new applications can be constructed through consuming these services and orchestrating services within a business process. In SOA, services is map to the business functions that are identified during business process analysis. Upon a successful implementation of SOA, the enterprise gain benefit by reducing development time, utilizing flexibility and responsive application structure, and following dynamic connectivity of application logics between business partners. This paper presents SOA reference architecture blueprint as the building blocks of SOA which is services, service components and flows that together support enterprise business processes and the business goals. Layanan Berorientasi Arsitektur (SOA) merupakan framework untuk mengintegrasikan proses bisnis dan mendukung infrastruktur TI secara aman, layanan komponen standar yang dapat digunakan kembali dan dikombinasikan untuk mengatasi perubahan prioritas bisnis. Layanan merupakan blok bangunan SOA, di mana aplikasi baru dapat dibangun melalui konsumsi layanan ini dan merancang layanan dalam proses bisnis. Dalam SOA, layanan dipetakan ke fungsi bisnis yang diidentifikasi selama analisis proses bisnis. Setelah keberhasilan implementasi SOA, perusahaan memperoleh keuntungan diantaranya mengurangi waktu pengembangan, memanfaatkan fleksibilitas dan struktur aplikasi responsif, dan mengikuti konektivitas dinamis dari logika aplikasi antara mitra bisnis. Paper ini menyajikan cetak biru referensi arsitektur SOA sebagai blok bangunan SOA yang merupakan komponen pelayanan jasa, dan arus yang bersama-sama mendukung proses bisnis perusahaan dan tujuan bisnis.
PERBANDINGAN KINERJA PENDEKATAN VIRTUALISASI
Rio Rasian;
Petrus Mursanto
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (773.528 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i2.267
Kajian terhadap beberapa pendekatan virtualisasi telah dilakukan dan dilaporkan dalam paper ini. Pendekatan virtualisasi yang dikaji adalah full virtualization, hardware-assisted virtualization, paravirtualization, dan operating system-level virtualization. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kinerja masing-masing pendekatan dengan beban kerja tertentu saat dijalankan menggunakan virtualisasi dan saat virtualisasi tidak digunakan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa operating system-level virtualization lebih efisien dalam hal penggunaan sumber daya komputer dibanding pendekatan lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan virtualisasi seharusnya ikut menjadi pertimbangan dalam memilih solusi virtualisasi. Study of some of the virtualization approach has been carried out and reported in this paper. Virtualization approaches that were examined are full virtualization, hardware-assisted virtualization, paravirtualization, and operating system-level virtualization. Evaluation is done by measuring the performance of each approach with a particular work load when run using virtualization and virtualization when not in use. The experimental results show that the operating system-level virtualization is more efficient in the use of computer resources than other approaches. Evaluation results show that the virtualization approach should help to be a consideration in choosing a virtualization solution.
PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI BERBASIS WEB UNTUK PEMBELAJARAN
Widyo Nugroho;
Fikri Saleh
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (752.031 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i2.268
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak kepada pendidikan, tidak terkecuali di Indonesia. Program pendidikan yang bersifat konvensional sukar dipertahankan seutuhnya, karena tersedianya media dan informasi baru yang semakin banyak dan bervariasi. Salah satu media yang perkembangannya semakin melesat adalah penggunaan komputer. Penggunaan komputer sebagai sarana pendidikan dimungkinkan karena banyak potensi yang dapat dimanfaatkan dari komputer tersebut. Penelitian ini mencoba melihat efektifitas dan efisiensi pembelajaran dengan merancang media komunikasi berbasis web. Situs pembelajaran Universitas telah diujicobakan terhadap tiga puluh mahasiswa. Sebanyak 96% menyatakan program ini sangat menarik dan sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu 90% menyatakan program ini dapat mengatasi kebosanan terhadap perkuliahan di kelas dalam bentuk metode ceramah. The rapid development of science and technology has affected education, including in Indonesia. Conventional education programs are difficult to be maintained completely, because the availability of new information media is becoming increasingly numerous and varied. One more shot of media development is the use of computers. The use of computers as a means of education is possible because a lot of potential that can be used from that computer. This study tries to see the effectiveness and efficiency of learning by designing a web-based communications media. The e-learning site has been tested to thirty students. As many as 96% said the program is very interesting and very helpful in learning activities. In addition 90% stated that this program can overcome the boredom of lectures in the classroom in the form of the lecture method.
IMPLEMENTASI SISTEM PENGELOLAAN PROSES BISNIS MENGACU PADA MIT PROCESS HANDBOOK
Putu Wuri Handayani;
Stéphane Bressan;
Doan Khanh Han;
Omar Boucelma
Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (829.646 KB)
|
DOI: 10.21609/jsi.v5i2.270
MIT Process Handbook menawarkan metode penyimpanan dan pencarian proses bisnis suatu organisasi. Komunitas bisnis atau mahasiswa yang mengambil topik kuliah proses bisnis dapat mempelajari best-practice proses bisnis yang terdapat dalam MIT Process Handbook. Kumpulan proses bisnis yang terdapat di MIT Process Handbook hanya mengelola deskripsi proses bisnis tersebut dalam format teks. Kemunculan teknologi Extensible Markup Language (XML), kemampuan XML dalam melakukan query, adopsi dari banyak industri untuk menggunakan standar berbasis XML dalam pendefinisian dan pengeksekusian proses bisnis serta dukungan dari sistem basis data yang sudah mendukung penyimpanan data dalam format XML memudahkan semua pihak dalam perancangan dan implementasi sistem pengelolaan bisnis proses dengan mengadopsi standar dan teknologi XML ini. Sistem pengelolaan proses bisnis ini dapat digunakan untuk mengelola, mendistribusikan, dan melakukan query terhadap proses bisnis tertentu. Penelitian ini menjelaskan mengenai rancangan dan arsitektur sistem pengelolaan proses bisnis dengan kumpulan proses bisnis yang dapat digunakan untuk mengajar mata kuliah Business Process Management di program studi Sistem Informasi. MIT Process Handbook offers a method of storage and retrieval of an organization's business processes. Business community or college students who take the topic of business processes can learn best-practice business processes contained in the MIT Process Handbook. Collection of business processes that are contained in the MIT Process Handbook only manage the business process description in text. The emergence of Extensible Markup Language (XML), XML querying capabilities, adoption of many industries to use XML-based standards in the definition and execution of business processes and data base system that supports data storage in XML format facilitates all parties in the design and implementation of business process management systems by adopting these standards and XML technologies. Business process management systems can be used to manage, distribute, and perform a query against a particular business process. This study describes the design and architecture of business process management system with a collection of business processes that can be used to teach Business Process Management in Information Systems courses.