Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education)
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) offers an interdisciplinary forum for the publication of original peer-reviewed, contributed and invited research articles of the highest quality that address different topics of science education with implications for improving and enhancing science education practices and theories. The topics involves biology, chemistry, physics, as well as some applications pedagogy and teacher development. The journal provides an invigorating and informative variety of research papers that expand and deepen our theoretical understanding. It also provides practice and policy based implications in the relevant contexts of science education.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016"
:
20 Documents
clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATERI IKATAN KIMIA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 PANGA
Syaribuddin Syaribuddin;
Ibnu Khaldun;
Musri Musri
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (802.44 KB)
Salah satu tujuan mata pelajaran kimia di tingkat SMA adalah untuk menerapkan konsep-konsep kimia dalam rangka penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataannya di lapangan justru bertolak belakang dengan tujuan di atas. Kesulitan peserta didik SMA Negeri 1 Panga dalam memahami materi pelajaran kimia masih banyak ditemukan. Berdasarkan permasalahan dimaksud penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran PBL dengan media audio visual terhadap penguasaan konsep peserta didik SMA Negeri 1 Panga pada materi ikatan kimia, 2) mengetahui pengaruh penerapan PBL dengan media audio visual terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 1 Panga. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen pendekatan deskriptif, menggunakan desain penelitian posttest only control design. Sampel dalam penelitian adalah peserta didik kelas X semester 1 SMAN 1 Panga tahun pelajaran 2014/2015. Pengumpulan data dilakukan dengan tes penguasaan konsep dan tes kemampuan berpikir kritis yang telah divalidasi. Data hasil tes yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan secara statistik pada taraf signifikan α = 0,05 (95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dengan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep peserta didik SMA Negeri 1 Panga pada materi ikatan kimia. Nilai rata-rata kelas eksperimen (84) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (62). Nilai indikator penguasaan konsep yang paling tinggi adalah pada indikator analisis (C4) (85). Penerapan PBL dengan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 1 Panga. Terbukti dari nilai rata-rata kelas eksperimen (82) yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (66). Nilai indikator kemampuan berpikir kritis yang paling tinggi adalah pada indikator mengidentifikasi dan menangani suatu ketidaktepatan dan indikator kemampuan memberikan alasan
PENERAPAN MODEL TPS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN SISWA SMAN 1 KLUET UTARA
Novi Surianti;
Yusrizal Yusrizal;
Saiful Saiful
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.272 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model think pair share (TPS) terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Kluet Utara dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPA pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan software Microsoft Office Excel dan uji t (2-pihak). Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis secara signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model TPS dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional (thit = 3,708; α = 0,05), (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep secara signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model TPS dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional (thit = 3,273; α = 0,05).
Model Virtual Laboratory Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa MA
Junaidi Junaidi;
Abdul Gani;
Mursal Mursal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.551 KB)
Penelitian ini tentang penerapan model pembelajaran virtual laboratory berbasis inkuiri dalam membelajarkan konsep gelomban telah di lakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan generik sains siswa MA. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuasi dengan desain ”the matching-only pretest-posttest control group.” Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas XII IPA MAN Beureunun tahun pembelajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata N-gain hasil belajar kelas eksperimen 0,69 dengan kategori sedang dan kelas kontrol 0,49 dengan kategori sedang. N-gain keterampilan generik sains tertinggi kelas eksperimen terjadi pada indikator inferensi logika sebesar 0,71 dengan kategori tinggi dan terendah terjadi pada indikator pengamatan langsung dan kerangka logika taat asas sebesar 0,55 dengan kategori sedang. Sedangkan pada kelas kontrol N-gain keterampilan generik sains tertinggi terjadi pada indikator inferensi logika sebesar 0,52 dengan kategori sedang dan terendah terjadi pada indikator pengamatan tak langsung sebesar 0,29 dengan kategori rendah. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran virtual laboratory berbasis inkuiri dapat lebih meningkatkan hasil belajar gelombang dan keterampilan generik sains siswa dibandingkan model pembelajaran konvensional. Selain itu, tanggapan siswa setelah memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran virtual laboratory berbasis inkuiri pada konsep gelombang berespon positif (sangat baik), dimana siswa merasakan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan memberi nuansa baru dan meningkatkan beberapa indikator keterampilan generik sains.
PENGARUH PENEREPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PADA MATERI KEMAGNETAN
Novi Maulidar;
Yusrizal Yusrizal;
Abdul Halim
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.194 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berfikir kritis siswa pada pelajaran fisika konsep kemagnetan dengan menggunakan model pembelajaran guided discovery dan pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan control group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling. Pengelompokan sampel terdiri dari dua kelas yaitu siswa kelas IX-7 sebagai kelas kontrol dan kelas IX-5 sebagai kelas eksperimen pada sekolah SMP Negeri 2 Indrajaya Kabupaten Pidie. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis berupa soal pilihan ganda sebanyak 33 soal pretes dan posttes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perbedaan peningkatan rata-rata pemahaman konsep dan keterampilan berfikir kritis siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajarn guided discovery mengalami peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berfikir kritis yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT PENILAIAN OTENTIK (AUTHENTIC ASSESSMENT) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA N 4 BANDA ACEH
Cut Putri Hayati;
Abdul Halim;
Yusrizal Yusrizal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.905 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan alat penilaian otentik yang valid dan reliabel untuk mengukur pengetahuan, sikap dan juga keterampilan peserta didik dalam pembelajaran fisika.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R D), dimana penelitian ini mengembangkan suatu produk dari yang sudah ada dan menguji keefektifan produk tersebut sehingga menghasilkan produk yang dapat dipakai.Sampel yang dipakai dalam penelitian ini hanya satu kelas, yaitu kelas XIA 1 di SMA Negeri 4 Banda Aceh.Dalam penelitian ini ada 3 hal yang yang dilihat, yaitu aspek pengetahuan dengan memberikan soal (Pre-test dan post-test), sikap (angket sikap pre-test dan post-test) dan keterampilan (LKPD serta lembar penilaian).Hasil uji normalitas untuk soal pengetahuan menujukkan bahwa data N-gain tidak berdistribusi normal. Nilai peserta didik yang paling tinggi adalah sub pokok bahasan viskositas fluida dengan persentase 3,10% dan yang paling rendah adalah hukum Pascal dengan persentase 2,00%. Pada aspek sikap, untuk penilaian diri sendiri peserta didik terdapat perbedaan antara Pre-test dan post-test.Yang paling terlihat adalah pada komponen objek sikap 3 dengan pernyataan terbanyak.Pada tahap observasi peserta didik sangat sedikit yang memenuhi aspek penilaian, sehingga perbedaannya sangat jauh bila dibandingkan peserta yang memenuhi aspek penilaian.Untuk aspek keterampilan peserta didik, nilai diskusi mengalami peningkatan disetiap pertemuannya dan untuk hasil praktikum juga menunjukkan peningkatan. Pada pertemuan pertama hasil seluruh kelompok praktik adalah 572 poin, untuk praktek kedua 602 poin dan untuk praktek tiga sebesar 608 poin.
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTU ICT UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
Kasmadi Kasmadi;
Abdul Gani;
Yusrizal Yusrizal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.304 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan penguasaan konsep larutan penyangga siswa SMAN 1 Glumpang Baro dengan penerapan model pembelajaran learning cycle 7E berbantu ICT. (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan berfikir kritis siswa SMAN 1 Glumpang Baro pada materi larutan penyangga dengan penerapan model pembelajaran learning cycle 7E berbantu ICT. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Glumpang Baro dengan sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI IPA. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, observasi, dan wawancara. Pengolahan data menggunakan rumus N-gain, danpersentase. Hasil penelitian diperoleh model pembelajaran learning cycle 7E berbantu ICT dapat meningkatkan penguasaan konsep larutan penyangga siswa SMAN 1 Glumpang Baro. Nilai rata-rata peningkatan dari 21,25 sebelum pembelajaran menjadi 61,88 setelah pembelajaran. Peningkatan pada kategori sedang (N-gain = 52,55). Model pembelajaran learning cycle7E berbantu ICT dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa SMAN 1 Glumpang Baro pada materi larutan penyangga. Nilai rata-rata peningkatan dari 21,25 sebelum pembelajaran menjadi 76,25 setelah pembelajaran. Peningkatan pada kategori sedang (N-gain = 67,44).
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS DI SMA INSHAFUDDIN
Rauziani Rauziani;
Yusrizal Yusrizal;
Cut Nurmaliah
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.982 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis setelah belajar menggunakan model pembelajaran project based learning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini memberi perlakuan kepada kelompok eksperimen dan dibandingkan dengan kelompok control. desain eksperimen yang digunakan adalah “Nonrandominzed control group Pretest-Posttest design. Pengelompokan sampel penelitian terdiri atas dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, tes berpikir kritis serta angket siswa. Hasil olahan data yang digunakan dengan N-gain hasil belajar siswa diperoleh persentase rata-rata kelas eksperimen sebesar 79,9% dengan kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 57,5% kategori . Hasil penelitian N-gain persentase rata-rata berpikir kritis diperoleh 73,4% untuk kelas eksperimen dengan kategori tinggi sedangakan kelas kontrol 61,9% dengan kategori sedang. Model pembelajaran Project Based Learning pada materi fluida statis dapat memberikan respon atau tanggapan yang baik pada siswa, karena dapat membantu siswa dalam berpikir kritis, aktif dalam diskusi tentang hipotesis-hipotesis , tanya jawab serta menarik kesimpulan dari fluida statis tersebut.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP MELALUI LABORATORIUM VIRTUAL BEBASIS INKUIRI
Eki Yuliyanti;
Muhammad Hasan;
Muhammad Syukri
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.76 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan generik sains dan penguasaan konsep pada materi arus listrik searah serta memperoleh gambaran respon mahasiswa terhadap penggunaan laboratorium virtual berbasis inkuiri. Penelitian ini dilakukan dengan metode pre-eksperimental design melalui one group pretest-posttest design yang dilaksanakan di Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Sampel yang terpilih menggunakan teknik porposive sampling yaitu angkatan 2014 unit 2 yang dijadikan kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan keterampilan generik sains dan penguasaan konsep, lembar observasi untuk mengamati aktivitas mahasiswa selama proses pembelajaran, serta angket untuk mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan laboratorium virtual berbasis inkuiri. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data N-gain berdistribusi normal. Persentase N-gain keterampilan generik sains tertinggi terjadi pada indikator kesadaran tentang skala sebesar 60% dengan kategori sedang dan terendah terjadi pada indikator pemodelan sebesar 27,81% dengan kategori rendah. Persentase rata-rata penguasaan konsep N-gain tertinggi pada sub konsep kuat arus dan beda potensial listrik sebesar 62,72% dan yang terendah pada sub konsep rangkaian hambatan listrik sebesar 33,33%. Mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan laboratorium virtual berbasis inkuiri. Dapat disimpulkan penggunaan laboratorium virtual berbasis inkuiri dapat meningkatkan keterampilan generik sains dan penguasaan konsep.
ANALISIS MISKONSEPSI DAN UPAYA REMEDIASI PEMBELAJARAN LISTRIK DINAMIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN LECTORA INSPIRE DAN PhET SIMULATION DI SMAN UNGGUL TUNAS BANGSA
Irsyaf Eka Putra;
Adlim Adlim;
Abdul Halim
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.316 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi di kalangan siswa SMA terhadap materi listrik dinamis dan upaya remediasinya dengan menggunakan media pembelajaran Lectora Inspire dan simulasi berbasis PhET. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa pada SMAN Unggul Tunas Bangsa Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian terdiri dari kelas X putih sebagai kelas eksperimen diberi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Lectora inspire dan simulasi berbasis PhET, kelas X merah sebagai kelas kontrol diberi pembelajaran tanpa menggunakan media pembelajaran Lectora Inspire dan simulasi berbasis PhET. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase miskonsepsi siswa kelas eksperimen 20% dengan kategori sangat rendah dan kelas kontrol 41% dengan kategori sedang. Media pembelajaran Lectora Inspire pada materi listrik dinamis yang didesain diinterprestasikan sangat layak digunakan berdasarkan uji kelayakan media dengan persentase total sebesar 84%. Keterlaksanaan model pembelajaran pada pertemuan I, II dan III berturut-turut sebesar 90%, 90% dan 87,5% dengan kriteria sangat baik. Nilai gain ternormalisasi kelas eksperimen 0,57 dan kelas kontrol 0,36 yang berarti peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol, namun kedua kelas tergolong kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya remediasi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Lectora Inspire dan simulasi berbasis PhET dapat menurunkan kuantitas miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi listrik dinamis.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN CHEMO-ENTREPRENEURSHIP (CEP) TERHADAP SIKAP SISWA PADA PELAJARAN KIMIA DAN MINAT BERWIRAUSAHA
Rahmawanna Rahmawanna;
Adlim Adlim;
Abdul Halim
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.387 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap siswa terhadap pelajaran kimia dan minat berwirausaha siswa, serta untuk menilai kualitas dari kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan CEP. Penelitian ini dilakukan dengan metode pre-experimental design melalui one group pretest-posttest design, yang dilaksanakan pada kelas XI IPA salah satu SMA Negeri di Banda Aceh tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 26 siswa. Analisis data angket sebelum dan sesudah pembelajaran dengan pendekatan CEP dilakukan untuk mengetahui sikap siswa terhadap pelajaran kimia dan minat berwirausaha siswa. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Uji hipotesis dilakukan dengan uji Wilcoxon melalui Software SPSS versi 19 dengan taraf signifikansi a = 0,05. Hasil uji hipotesis sikap siswa terhadap pelajaran kimia memberikan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan sikap siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil uji hipotesis minat wirausaha siswa memberikan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang artinya terdapat perbedaaan yang signifikan minat wirausaha siswa sebelum dan sedudah pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran dengan pendekatan CEP dapat meningkatkan sikap positif siswa tehadap pelajaran kimia dan meningkatkan minat wirausaha siswa.