cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Konsep Pengembangan Kawasan Krueng Aceh Melalui Perancangan Waterfront Mall dengan Penerapan Prinsip-Prinsip Arsitektur Tepi Air Siti Zahrina Fakhrana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 1, No 1 (2017): Volume 1, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2923.681 KB)

Abstract

The development of Banda Aceh City influences the people’s lifestyles. It’s indicated by the people are becoming more consumptive. Therefore, it’s important to provide facilities not only for fulfilling the lifestyle, but also as a place for people to kill their boring urban life by providing several beauty natural places. Waterfront mall is expected to be a facility fulfillment for urban lifestyles, shopping center as well as providing entertainment which has recreational waterfront architectures by utilizing the beauty of Krueng Aceh’s waterfront area. Ultimately, it will increase an image of  waterfront area, and become the supporting facility for community public space.
Penerapan Tema Extending Tradition Pada Perancangan Museum Kebudayaan Aceh di Banda Aceh Araini Magfirah; Dyah Erti Idawati; Muliadi Muliadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, No.1, Februari 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.078 KB)

Abstract

Abstrak               Museum kebudayaan merupakan tempat memamerkan benda kebudayaan tradisional suatu daerah. Sebuah museum hendaknya mampu memenuhi fungsi sebagai sarana edukasi dan wisata. Museum Kebudayaan Aceh yang dibangun dimaksudkan dapat menjadi sarana edukasi serta rekreasi dengan memberikan pemahaman dan pejelasan mengenai 8 etnis yang ada di Aceh yaitu Etnis Aceh, Jamee, Singkil, Devayan, Kluet, Gayo, Alas dan Tamiang. Kota Banda Aceh  sendiri terdapat museum kebudayaan Aceh, namun belum terdapat penjelasan mendalam terkait 8 etnis di Aceh Serta bangunan museum yang tidak terlalu menarik minat wisatawan sehingga kurangnya jumlah pengunjung pada museum tersebut. Penerapan tema pada sebuah rancangan merupakan sebuah solusi, yaitu mampu mempengaruhi minat wisatawan untuk datang. Penerapan tema Extending Tradition pada Museum Kebudayaan Aceh dengan menggunakan metode 3D Visualization diharapkan dapat memberikan pengalaman mengenal budaya yang lebih realistis dibanding sebelumnya. Pembangunan museum kebudayaan Aceh ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi serta rekreasi dan sebagai wadah mengenalkan beragam kebudayaan 8 Etnis di Aceh kepada masyarakat setempat serta wisatawan. Application of the Extending Tradition Theme in the Design of the Aceh Cultural Museum in Banda AcehAbstract          Cultural museum is a place to exhibit traditional cultural objects of an area. A museum should be able to fulfill its function as a means of education and tourism. The Aceh Cultural Museum that was built is intended to be a means of education and recreation by providing an understanding and explanation of the 8 ethnic groups in Aceh, namely the Acehnese, Jamee, Singkil, Devayan, Kluet, Gayo, Alas and Tamiang. The city of Banda Aceh itself has a museum of Acehnese culture, but there is no in-depth explanation regarding the 8 ethnicities in Aceh. And the museum building is not very attractive to tourists, so there is a lack of visitors to the museum. The application of a theme in a design is a solution, which is able to influence the interest of tourists to come. The application of the Extending Tradition theme at the Aceh Cultural Museum using the 3D Visualization method is expected to provide a more realistic cultural experience than before. The construction of the Aceh cultural museum is expected to be a means of education and recreation and as a place to introduce various 8 Ethnic cultures in Aceh to the local community and tourists. 
The design of flats (Rusunawa) in Banda Aceh city Ega Sara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 2 (2020): Volume 4, No.2, Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.748 KB)

Abstract

The design of flats (Rusunawa) in Banda Aceh city aim to solve the problem of the increasing number of shelter needs due to the increasing number of population in Banda Aceh every year. To prevent the limitation of residential land in the future, it needs residential buildings that can accommodate a lot of space. This design applies "Tropical Architecture" with emphasis on thermal comfort for residents and modify the climate in buildings by harnessing the natural potential that exists in the wet tropics.
The Designing of Resort Hotels in Sabang Muhammad Askal Satria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 4 (2019): Volume 3, No.4, November 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.143 KB)

Abstract

Every year Sabang City continues to experience an increase in the number of local and international tourists who come totravel. This increase in number was unfortunately not accompanied by an increase in temporary housing facilities found inSabang City. According to the projection table, in 2017 the number of visitors to Sabang is not comparable with the numberof available rooms which is 1672 or equivalent to 2.2:1. The lack of temporary housing facilities has the potential to hamperthe development of the tourism sector in Sabang. The refore it is necessary to build a resort hotel facility as an effort toaccommodate the increasing number of tourists visiting Sabang. The resort hotel that will be built has a tropical architecturaltheme with the concept of environmental responsiveness. This hotel was built by utilizing the natural potential containedaround the site as an attraction for tourists as potential customers. The facilities provided by this hotel are of a 3-star standardwith affordable prices for tourists from various backgrounds and economic strata. The construction of this resort hotel isexpected to be one of the supporting factors that contribute to advancing the tourism sector and can help solve the problemof lack of temporary housing for tourists in the city of Sabang.
Kinerja Termal Green Roof dengan Penggunaan Tanaman Hidroponik Fika Risdana; Abdul Munir; Ardian Ariatsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.958 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21761

Abstract

Green roof merupakan sebagian atau seluruh permukaan atap suatu bangunan yang dilapisi oleh vegetasi dan media tanam dimana lapisan/membran yang digunakan memiliki sifat tahan air sehingga memungkinkan adanya sistem drainase di seluruh permukaan atap. hidroponik merupakan pengelolaan atau pemberdayaan air yang digunakan sebagai media tumbuh tanaman, pada penelitian ini green roof akan dilapisi dengan sistem tanam hidroponik guna membandingkan efek termah menggunakan tanaman hidroponik terhadap pengurangan suhu atap, serta dapat membantu dalam sektor pertanian perkotaan (urban farming). Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 modul, yaitu modul pertama identifikasi kinerja termal pada green roof hidroponik jenis tanaman selada, modul kedua identifikasi kinerja termal pada green roof hidroponik jenis tanaman pokcoy, ketiga identifikasi kinerja termal pada modul green roof berisi air. Alat yang digunakan adalah Thermocouple wire yang dihubungkan dengan Data logger untuk membaca dan merekam data selama proses pengukuran.
Perancangan Gedung Pusat Kesenian Rapa’I U-roh di Kota Lhokseumawe Azkar Maulana; Muslimsyah Muslimsyah; Ardian Ariatsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 3 (2021): Volume 5, No.3, Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.468 KB)

Abstract

Akhir ini Rapai sangat banyak diminati oleh masyarakat dewasa maupun remaja sekalipun, dengan itu kota lhokseumawe sangat kurang adanya wadah untuk berlatih kesenian rapa`I itu sendiri. Disamping itu sendiri terdapat banyak seniman dan juga para pemain Rapa`I yang sangat kuran dengan wadah tersebut, dengan itu diciptakannya sebuah wadah pusat kesenian rapa`I ini di kota Lhokseumawe, dengan adanya wadah Gedung ini semoga bisa menjadi sebuah penunjang bagi seniman Rapa`I dan para peminat Rapa`I tersebut, disamping itu Perancangan Pusat Kesenian Rapa`I uroh di Kota Lhokseumawe diharapkan bisa menjadi destinasi untuk kedepannya para wisata di bagian seni tabuhan rapa`i.Pendekatan terhadap tema Perancangan bangunan Pusat Kesenian Rapa`I uroh di Kota Lhokseumawe melalui Arsitektur Neo Vernakular. Arsitektur Vernakular mengambil konsep pada acuan dari bagimana kehidupan sehari-hari para penabuh rapa`I, bagimana adat dan kebudayaan mereka, sehingga terciptanya bangunan ini dengan budaya daerah mereka sendiri.
Penguatan Konsep Kearifan Lokal sebagai Bentuk Keharmonisan Lingkungan Hidup dan Sosial pada Perancangan Perumahan Dhuafa di Kota Lhokseumawe Ana Raihan Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 1 (2019): Volume 3, No.1, Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.454 KB)

Abstract

Perancangan perumahan dhuafa di kota Lhokseumawe merupakan suatu upaya Pemerintah Kota dan masyarakat Lhokseumawe  dalam menyediakan rumah layak huni untuk kalangan yang tercatat secara ekonomi berada di bawah garis kemiskinan. Pada perancangan ini, penulis mencoba menghadirkan konsep perancangan perumahan dhuafa yang merupakan bentuk harmonis lingkungan hidup dan sosial. Perumahan dhuafa yang direncanakan merupakan sebuah kawasan binaan yang juga akan menjadi kawasan baru untuk kaum dhuafa di kota Lhokseumawe dalam mengembangkan kualitas kehidupan ekonomi mereka, dengan memanfatkan potensi lingkungan sekitar. Perumahan dhuafa akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas publik seperti, masjid, ruang komersil, aula, PAUD, dan taman, serta fasilitas untuk ekonomi binaan yang meliputi, ruang pelatihan keterapilan skill (pengolahan sampah organik dan anorganik menjadi benda komersil), penangkaran ikan dan urban farming. Tujuan perancangan adalah untuk menciptakan ruang kota yang lebih tertata dan terhindar dari perkampungan kumuh sekaligus untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan penyediaan kebutuhan dasar tempat tinggal layak huni yang lengkap dengan fasilitas yang mendukung kegiatan ekonomi kaum dhuafa. Perancangan ini juga menerapkan tema arsitektur konstektual dengan penekanan pada kearifan lokal (local wisdom). Pengunaan material alami dibalut dengan gaya arsitektur vernakular setempat, diharapkap mampu menghadirkan harmonisasi budaya, lingkungan alam dan sosial, di dalam balutan kemajuan modern.
Perancangan Museum kesulthanan Aceh di Banda Aceh sebagai sarana edukasi dan rekreasi dengan penerapan tema cultural symbol Tgk. Yumna Darayani; Irzaidi Irzaidi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, No.2, Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.191 KB)

Abstract

    This journal aims to interpret the history of Aceh through the kingdom of Aceh which was led by Sulthan-Sulthan who had a glorious leadership status in his time as a knowledge and also revealed the glory of Aceh. Telling Aceh is of course inseparable from the Acehnese Society, which has an extraordinary history and culture and is able to share with each other as a strenghth and make it a character of the people of Aceh. However, if we look at this generations, the Acehnese no longer have the knowledge or identity regarding the history of Acehnese (Kingdom of Aceh). Of course this needs a facility that is able to remind Acehnese people of their identity, which has brought Aceh to its glory. The Kesulthanan Museum is capable of carrying out its function to convey a reality that once existed as a means of education and also recreation (tourism). This process will not proceed on its own without any support that can ensure that Aceh has a very broad history and culture so that the application of this cultural symbol theme shows the expression of the Aceh Kesulthan Museum to Acehnese people that history is not only stored in books, poems or memories but it can make the image of Aceh again have an identity based on the Museum of Kesulthanan Acehnese.Abstrak
Penerapan Tema High-tech Architecture pada Perancangan Gedung Stasiun TVRI Aceh Anisah Ainiyyah; Irfandi Irfandi; Masdar Djamaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 1 (2021): Volume 5, No.1, Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.333 KB)

Abstract

TVRI merupakan Lembaga Penyiaran Publik untuk kepentingan pelayanan nasional bangsa Indonesia. Stasiun TVRI Aceh adalah salah satu stasiun daerah yang terdapat di 29 Provinsi di Indonesia. Gedung Stasiun TVRI Aceh adalah tempat untuk menampung segala aktivitas dalam proses penyiaran dan aktivitas inilah salah satu faktor terjadinya permasalahan pada gedung TVRI Aceh tersebut, permasalahan yang muncul dikarenakan kebutuhan ruang tidak sesuai dengan aktivitas seperti tidak ada ruang untuk berkumpul atau ruang yang seharusnya tidak dapat mewadahi kegiatan tersebut sehingga menyebabkan terganggunya efektivitas bekerja dalam gedung TVRI Aceh. Maka dari itu dibutuhkan fasilitas yang dapat mewadahi seluruh aktivitas dengan organisasi dan hubungan ruang yang tertata dengan baik dan menerapkannya dengan pendekatan tema High-tech Architecture. High-tech Architecture adalah pendekatan tema dengan konsep desain yang akan diaplikasikan agar dapat mewadahi segala kebutuhan pengguna dan tidak hanya menyelesaikan efektivitas gedung tetapi juga mencitrakan gedung stasiun TVRI Aceh dengan bangunan yang berteknologi tinggi.
perancangan pusat kebugaran melalui pendekatan tema curious movement nurul fatlawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.261 KB)

Abstract

Fitness center is a place for doing exercise which make people to be fit and healhty. Recently, urban communities with their activities tend to override healthy lifestyles with a lot of works  without physical activities that affect their health. the design of a fitness center will be a solution for urban communities to balance their lifestyle into a healthy lifestyle. the Curious Movement’s perspective makes the fitness center as a form of movement’s application of activities in sports. The curious movement theme approach to the design of the Fitness Center focuses more on the style, shape, circulation and aesthetics of the building such as the facades and forms that respond to sports fitness activities. The curious movement theme is applied in the design of Fitness Center because getting fit means has to move through the movement of sports activities.

Page 6 of 27 | Total Record : 268