cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Perancangan Pusat Showroom Furnitur di Banda Aceh dengan Pendekatan Arsitektur Modern, Louis Henri Sullivan Aulia Nurul Zahrina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 1 (2020): Volume 4, No.1, Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.838 KB)

Abstract

    Pusat showroom furnitur merupakan salah satu usaha yang berprospek  tinggi untuk dikembangkan di Banda Aceh sebagai kota yang sedang berkembang. Perancangan pusat showroom furnitur ini menggunkan tema arsitektur modern dengan prinsip form follow function yang dikembangkan oleh Louis Henry Sullivan. Kemegahan bentuk menurut Sullivan yaitu keselarasan dan keseimbangan antara fungsi bangunan dan pengguna bangunan. Prinsip tersebut dicapai dengan penerapan tataletak ruang yang disusun sesuai dengan alur kegiatan pengguna bangunan, serta respon terhadap lingkungan sekitar bangunan. Penerapan tema ini diharapkan mampu melahirkan  rancangan pusat showroom furnitur yang memiliki karakteristik tersendiri, serta mampu menjunjung tingkat kenyamanan pengguna bangunan dengan sempurna.
Gedung Pertunjukan Seni Tari Aceh di Banda Aceh Mai Sarah; Zahriah Zahriah; Nasrullah Ridwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.212 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.19488

Abstract

Pertunjukan Seni Tari Aceh adalah hal diminati oleh masyarakat Indonesia khususnya Aceh karena mampu mewakili eksisteni seni di nusantara, namun pada saat ini para seniman dan penikmat tari aceh merasa dari segii pementasan dan gedung pertunjukan masih ada yang belum memenuhi standar dan kurang mengikuti perkembangan zaman ditambah belum adanya gedung pertunjukan yang menerapkan konsep Neo Vernakular. Selama ini gedung pertunjukan cenderung menerapkan konsep dengan gaya Barat. Banda Aceh memerlukan sebuah gedung pertunjukan yang menunjang dan dapat memenuhi kegiatan tersebut. Tujuan perancangan ini adalah untuk menghadirkan sebuah gedung pertunjukan khusus untuk pertunjukan seni Tari Aceh yang memiliki fasilitas yang memadai dan menjadi tempat bereskpresi bagi para seniman, serta mampu menarik wisatawan lokal maupun asing. Gedung pertunjukan inii  menggunakan pendekatan NeoVernakular yaitu berusaha menampilkan dan mencerminkan tradisi lokal tetapi juga terlihat modern.
Perancangan Resort Rumah Tradisional Aceh dengan Penerapan Tema Arsitektur Tropis Saskia Morina Putri; Irzaidi Irzaidi; Muhammad Haiqal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 4 (2021): Volume 5, No.4, November 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.769 KB)

Abstract

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami perkembangan yang sangat pesat di sektor pariwisata keanekaragaman adat, budaya dan keindahan alam merupakan asset yang berharga yang selama ini mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang dan berkunjung menikmati keindahan alam untuk mempelajari adat dan budaya Aceh. Salah satu budaya Aceh yang harus diperkenalkan kepada wisatawan adalah Rumoh Aceh. Rumoh adat Aceh merupakan salah satu artefak dari sebuah kebudayaan masyarakat yang berfungsi sebagai hunian. Dengan perancangan sebuah “Resort Rumoh Aceh” dengan fasilitas yang memadai bagi  pengguna resort bertujuan untuk memperkenalkan keindahan budaya yang dimiliki oleh Aceh. 
Aceh Exhibition Center with an Iconic Concept Approach Cultural Symbol theme cut nora ernanda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 3 (2019): Volume 3, No. 3, Agustus 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.797 KB)

Abstract

AbstractProgress in the field of business and tourism is very important in an area and is supported by activities to promote the existing potential through meetings, incentives, conventions, exhibitions (MICE). Aceh is one of the many provinces in Indonesia that plays a role in realizing MICE and is trying to present exhibition activities to promote Aceh overseas. The thing to be shown in realizing the iconic design of the theme taken is the cultural symbol, which in this design can show cultural symbols or identities as well as the characteristics of the Aceh region. The choice of location is located on Jl. Taman Sri Ratu Syafiatuddin, Kuta Alam District, Banda Aceh supports the achievement of the iconic approach by taking on the characteristics of the surrounding buildings. This design provides many facilities for activities according to the exhibition function by displaying sequences in the building circulation so that it can give a certain impression to visitors of the building. 
Sejarah Umah Rabung Lime di Kota Takengon Lisa Maharani; Cut Dewi; Laina Hilma Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.159 KB)

Abstract

AbstrakUmah Rabung Lime merupakan rumah tinggal yang memiliki atap berbentuk kerucut landai bersegi. Keberadaan Umah Rabung Lime di lansekap Kota Takengon menjadi perhatian khusus karena memiliki bentuk berbeda dengan rumah adat suku Gayo yang berbentuk panggung dan menggunakan atap pelana. Perbedaan tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan menarik, salah satunya bagaimana sejarah Umah Rabung Lime dapat hadir dan menyebar. Penelitian ini adalah penelitian studi literatur dari tulisan ilmiah, arsip, dan sumber ilmiah lainnya yang bertujuan untuk menganalisis sejarah Umah Rabung Lime di Kota Takengon. Hasil penelitian menunjukkan Umah Rabung Lime merupakan bangunan dengan bentuk segilima yang dibangun oleh bangsa Belanda saat menduduki Kota Takengon. Bangunan tersebut  berfungsi sebagai pesanggrahan yang kemudian difungsikan sebagai rumah tinggal. Bentuk segilima yang unik dan dapat mencerminkan status sosial pemiliknya kemudian diadopsi dan diadaptasi oleh beberapa kalangan masyarakat bahkan setelah masa pendudukan berakhir. Hal ini menyebabkan Umah Rabung Lime banyak dibangun dan tersebar di lansekap Kota Takengon.  Kata kunci: Umah Rabung Lime, Kota Takengon, Studi Literatur The History of Umah Rabung Lime in Takengon CityAbstractUmah Rabung Lime is a residence with a sloping conical roof. The presence of Umah Rabung Lime in Takengon City's landscape is of particular concern because it differs from the traditional Gayo’s house, which is shaped like a stage and has a gable roof. These distinctions raise some intriguing questions, one of which is how Umah Rabung Lime came to exist and spread. This research is a literature review that uses scientific writings, archives, and other scientific sources to examine the history of Umah Rabung Lime in Takengon City. The findings revealed that Umah Rabung Lime was a pentagon-shaped building constructed by the Dutch during their occupation. The structure serves as a guesthouse before becoming a residence. Even after the occupation ended, some communities adopted and adapted the unique pentagon shape, which can reflect the social status of its owner. As a result, many Umah Rabung Lime are constructed and spread across the landscape of Takengon City.Keywords: Umah Rabung Lime, Takengon City, Literature Study
Penerapan Konsep Futuristic Architecture Pada Perancangan Gelanggang Olahraga Berstandar Nasional Provinsi Aceh Muhammad Agung Ramadhan; Nasrullah Ridwan; Muhammad Heru Arie Editya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 2 (2021): Volume 5, No.2, Mei 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.411 KB)

Abstract

Gelanggang olahraga adalah ruang yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan berbagai bentuk kegiatan olahraga dengan tujuan meningkatnya kualitas dalam setiap kegiatan olahraga tersebut. Gelanggang olahraga ini berencana mengatasi ketiadaan fasilitas permainan yang dapat digunakan sebagai ajang untuk menciptakan kualitas olahraga yang lebih baik sehingga para peserta dapat mengembangkan kemampuan fisik dan mentalnya, serta sebagai wadah yang dapat bekerjasama dengan pertandingan-pertandingan umum nantinya. Perancangan gelanggang olahraga ini diharapkan dapat menjadi magnet dan pusat bagi kemajuan olahraga, selain itu, gelanggang olahraga ini diharapkan juga dapat  mempengaruhi kecepatan peningkatan kemajuan daerah yang dapat memberikan nilai tambah bagi kabupaten Aceh Besar dan Provinsi Aceh itu sendiri. Gelanggang olahraga ini dimaksudkan untuk memenuhi tiga fungsi utama, yaitu fungsi pendidikan hingga pelatihan, fungsi kompetisi dan fungsi hiburan dan rekreasi. Gelanggang olahraga ini menerapkan tema futuristic architecture dengan konsep yang mengarah ke masa depan dengan bentuk yang tidak seperti biasanya. Penerapan futuristic architecture pada gelanggang olahraga ini dapat dilihat dengan pemilihan segi warna yang cenderung menggunakan warna cerah, desain yang lebih dinamis dan lebih mengekspose material yang digunakan.
Implementation of Educative Recreative Architecture on Children's Library in Banda Aceh siti shara
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 4 (2019): Volume 3, No.4, November 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.434 KB)

Abstract

Indonesia is one of the country that has low interest in reading, even though we all know it has something to do in a person’s intelligence. To increase the interest in reading, it has to be started by introducing books since earlier age. Children needs to know about books more often to increase their interest in reading. It need some facilities to make it happen, such as libraries for children. This library has to match with the character of children that loves to play. Therefore, entertaining and educating theme fits well to this library. This theme provides entertaining facilities such as playground, story-telling, perform stage, etc. with these facilities, hopefully will create a fun situation while studying.Keywords: entertaining, educating, children’s library.
Penerapan Konsep Extending Tradition pada Perancangan Taman Wisata Budaya Dan Seni di Banda Aceh Safiatuddin Syah; Mirza Irwansyah; Burhan Nasution
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.061 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21798

Abstract

Banda Aceh merupakan ibu kota Provinsi Aceh dan salah satu daerah dengan tempat wisata yang indah. Meskipun kota Banda Aceh dilanda tsunami dahsyat pada tahun 2004, namun kota Banda Aceh kembali berkembang sebagai destinasi wisata dengan bertumpu pada destinasi wisata, adat dan budaya. Kota Banda Aceh saat ini sedang mengalami  banyak perubahan dan situasi di lapangan berubah dengan cepat dalam banyak aspek  ekonomi, pendidikan, administrasi dan terutama pariwisata. Seiring berjalannya waktu, tradisi dan budaya daerah yang selama ini dilestarikan dan dibina  oleh setiap daerah dan masyarakat Aceh seakan hampir hilang  di Aceh saat ini. Oleh karena itu, perancangan taman wisata budaya dan seni ini merupakan solusi yang tepat untuk melestarikan budaya dan seni dan dapat menjadi destinasi wisata yang lebih berkembang di Banda Aceh. Berdasarkan potensi dan permasalahan tersebut perancangan taman wisata budaya seni dengan pendekatan konsep Extending Tradition dapat mengeksplorasi keberlanjutan tradisi lokal  di Banda Aceh.
Evaluasi Kenyamanan Termal Pada Rumah Panggung Modifikasi di Gampong Jawa Kota Banda Aceh Dinda Maryna Najamuddin; Erna Meutia; Era Nopera Rauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 3 (2021): Volume 5, No.3, Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.336 KB)

Abstract

Kenyamanan termal pada rumah tradisional Aceh pada awalnya sudah cukup baik karena didesain dengan menerapkan prinsip-prinsip sustainable design serta memperhatikan iklim sekitarnya, namun dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada rumah tersebut seiring berjalannya waktu juga menyebabkan perubahan kenyamanan termal dalam bangunan. Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah perancangan, karena kenyamanan termal dapat merubah persepsi pengguna bangunan tersebut. Sebuah bangunan dapat dikatakan memiliki kenyamanan termal yang baik apabila sudah memenuhi standar kenyamanan termal yang berlaku di daerahnya yang dapat ditinjau dari beberapa faktor seperti suhu udara, kecepatan angin, dan suhu permukaan material yang dapat dikaji berdasarkan orientasi bangunan, arah dan jumlah bukaan, serta material yang digunakan pada bangunan. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui kenyamanan termal pada rumah panggung yang telah mengalami modifikasi baik dari arah orientasi, bentuk bukaan, serta jenis material yang digunakan. Teknik pengumpulan data berupa pengisian kuesioner oleh pemilik rumah dan pengukuran langsung di lapangan menggunakan perangkat Anemometer (untuk mengukur kecepatan angin sekaligus dengan suhu udara), dan Infrared Thermometer Gun (untuk mengukur suhu permukaan material). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-kualitatif (mixed methods). Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah kenyamanan termal yang dirasakan penghuni rumah panggung modifikasi sudah cukup nyaman, walaupun terjadi ketimpangan jika dibandingkan dengan hasil pengukuran lapangan yang menunjukkan bahwa suhu udara, kecepatan angin, serta suhu permukaan material pada rumah panggung melampaui batas standar kenyamanan termal SNI. Hal ini disebabkan karena penghuni sudah tinggal lebih dari lima tahun di rumah ini dan sudah beradaptasi terhadap kondisi termal di lingkungannya, dapat disimpulkan pula kenyamanan termal juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis masing-masing orang yang berbeda-beda.
PERANCANGAN PLANETARIUM DI ACEH BESAR DENGAN PENDEKATAN HIGH TECH ARCHITECTURE Amanda Cahyani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, No.2, Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.125 KB)

Abstract

AbstrakPengetahuan merupakan salah satu hal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama pengetahuan dibidang teknologi (IPTEK) yang terus mengalami perkembangan seiring dengan berkembangan peradaban manusia. Ada beberapa ilmu pengetahuan yang sangat menarik untuk dipelajari. Salah satunya cabang ilmu astronomi. Astronomi sendiri mempelajari tentang tata surya dan fenomena alam yang terjadi di luar angkasa. Namun ilmu astronomi sendiri merupakan cabang ilmu yang membutuhkan daya imajinasi yang tinggi pada saat mempelajarinya. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu wadah yang dapat menampung masyarakat yang ingin mempelajari Astronomi. Planetarium sendiri merupakan suatu wadah yang dapat menampung masyarakat yang ingin mengenal hal-hal yang terkait dengan ilmu astronomi. Bangunan ini dilengkapi dengan seperangkat alat yang mendukung aktivitas seperti proyektor, teropong bintang yang dapat memroyeksikan kedudukan benda langit dalam waktu tertentu dari berbagai titik. Planetarium berfungsi sebagai wahana edukasi dibidang pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang astronomi. Bangunan ini dapat dijadikan sebagai tempat untuk kegiatan sekolah (ekstrakurikuler) para pelajar Aceh Besar dan sekitarnya. Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan pada bangunan ini diantaranya ialah melihat simulasi tata surya, melihat pameran tata surya, melihat benda langit melalui teleskop dan lainnya. Bangunan palnetarium ini didesain dengan menggunakan tema hi-tech architecture karena bangunan ini merupakan bangunan yang menampilkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di bidang astronomi. Bangunan ini juga menampilkan sejarah perkembangan ilmu astronomi.Kata kunci : Astronomi, Planetarium, Wahana Edukasi, Hi-tech Architecture

Page 8 of 27 | Total Record : 268