cover
Contact Name
Wahid Tuftazani Rizqi
Contact Email
wahidtuftazani95@gmail.com
Phone
+6287845710354
Journal Mail Official
wahidtuftazani95@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No.19, Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Sanggitarupa
ISSN : 28088301     EISSN : 29876877     DOI : -
Core Subject : Art,
Sanggitarupa is an Fine arts journals covering art in interior design, visual communication design, photography, film and television, sculpture, printmaking, painting supported by the concept of creation, which are innovative and scientific works that are always oriented towards quality improvement Sanggitarupa is published twice a year, in July and December. Admitted and published articles can be freely accessed on this website.
Articles 82 Documents
REFLEKSI PERSONAL ANXIETY DISORDER MELALUI FOTOGRAFI KONSEPTUAL Sukmawati, erina; Setiawan, Agus Heru
Sanggitarupa Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i1.3933

Abstract

ABSTRACTAnxiety disorder is a mental state characterized by excessive fear and uncontrollable anxiety. Nearly everyone has experienced anxiety at various levels. Artwork act as a bridge between human emotion and the psychological problem that could be materialized. In this project, photography is an instrument of documentary likewise conveying the photographer's ideas. The creation of this final project is a reflection of personal experiences that the photographer has been through, then visualized through art media, specifically conceptual photography which focused on the conception. The idea exploration has been achieved by adapting both sources of references and personal experiences, then discover an analysis of the model, tools, and technical equipment to the perceived desired visual presentation. A technical aspect related to this creation of projects is the photography equipment and lighting approach. The aim of this project to deliver that conceptual photography become a media communication for psychological problems and provides knowledge about one of the mental conditions, namely anxiety disorderKeywords: Reflection, personal, anxiety disorder, conceptual photographyABSTRAKAnxiety disorder adalah perasaan cemas yang berlebihan dan merupakan salah satu gangguan mental yang dapat dialami siapa saja. Karya seni merupakan jembatan bagaimana permasalahan yang berhubungan dengan emosi dan psikis seseorang dapat termaterialisasikan. Fotografi sebagai salah satu medium seni, dalam karya ini selain memiliki fungsi dokumentatif, juga memiliki fungsi untuk menyampaikan ide/gagasan seorang fotografer. Penciptaan karya Tugas Akhir ini, merupakan refleksi dari pengalaman personal selama mengalami anxiety disorder, disampaikan melalui media seni, khususnya fotografi konseptual yang fokus pada ide/gagasan. Eksplorasi ide dilakukan dengan menyesuaikan sumber referensi dan pengalaman personal, kemudian mengeksplorasi model dan properti, serta persiapan teknis guna mencapai visual yang diinginkan. Teknis yang berkaitan dengan penciptaan karya ini diantaranya adalah alat dan tata cahaya. Dengan dibuatnya karya ini diharapkan dapat menjadi edukasi bagaimana fotografi konseptual dapat menjadi sarana untuk menyampaikan permasalahan psikologis dan juga menambah wawasan tentang salah satu gangguan mental yaitu anxiety disorder.Kata Kunci: Refleksi, personal, anxiety disorder, fotografi konseptual
PROSES KREATIF PRAPRODUKSI SUTRADARA DI KOMUNITAS MONTASE FILM DALAM PRODUKSI FILM-FILM BERTEMA BUDAYA JAWA ajie, purwoko; Adji, Titus Soepono
Sanggitarupa Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i1.3935

Abstract

ABSTRAKLatar belakang masalah yang mendasari penelitian ini adalah keingintahuan bagaimana budaya Jawa menjadi salah satu proses kreatif praproduksi sutradara kedalam film-film di komunitas Montase Film. Konsep budaya Jawa yang akan dikembangkan tidak lepas dari kebiasaan dan adat istiadat yang ada pada masyarakat Jawa.Analisis yang digunakan mengacu pada proses kreatif menurut Ed Gaskell pada bukunya berjudul Make Your Own Hollywood Moviedan dijelaskan melaluiide cerita, menulis skenario, genre dan tema, storyboard, setting lokasi, setting dalam scene, pemeran, mencari kru produksi filmdan riset produksi dalam film.Selanjutnya, penelitian ini dijabarkan menggunakan metode kualitatif. Teknik purposive sampling yang digunakan mengacu pada potongan scene-scene budaya Jawa dan proses kreatif praproduksi sutradara. Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa komunitas Montase Film mampu mengembangkan proses kreatif budaya Jawa kedalam film-film produksinya antara tahun 2013 hingga 2018. Proses kreatif budaya Jawa yang muncul dalam film produksi Montase Film seperti Rembugan, Nyumbang, bahasa Jawa baik Ngoko maupun Krama, kain batik, musik gamelan, tembang Jawa, sistem bertani tradisional dan rumah beratap kampung yang sesuai dengan visual kebiasaan masyarakat di Jawa. Kata kunci:proses kreatif, budaya jawa, komunitas, montase.
MEMORI KETAKUTAN ANAK SEBAGAI SUMBER INSPIRASI KARYA SENI PATUNG Sukmawati, silviya; Indratmo, effy
Sanggitarupa Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i1.3936

Abstract

ABSTRACTViolence from parents and violence from the immediate environment at the age of children causes them to become children who are easily afraid of sounds (Verbal), fear of physical violence (objects), and fear of the immediate environment. This final artwork project aims to create a sculpture art with the theme of the memory of a child's fear, which also explains the concept and process of creation and also the visual aesthetics of sculpture. The shape of the memory of children's fear is portrayed in the media of sculpture art with cast printing techniques. The creation of sculpture in this final project provides more insight into empirical experiences in creating works of art as well as the deepening of concepts in children's memory of fears.Keywords: Memory, Fear, Children, Sculpture Art, Cast Printing.  ABSTRAKKekerasan dari orangtua dan kekerasan dari lingkungan terdekat pada usia anak-anak menyebabkan diri menjadi anak yang mudah takut akan suara (verbal), takut akan kekerasan Fisik (benda), dan takut akan lingkungan terdekat. Tujuan dari karya seni patung tugas akhir ini adalah menciptakan karya seni patung yang mengambil tema Memori ketakutan Anak yang juga menjelaskan konsep dan proses penciptaan serta estetika visual karya seni patung. Wujud memori ketakutan anak dituangkan kedalam media karya seni patung dengan teknik cetak Cor. Penciptaan karya seni patung tugas akhir ini memberikan wawasan yang lebih dari pengalaman empiris dalam penciptaan karya seni serta pendalaman konsep dalam memori ketakutan anak.Kata Kunci: Memori, Ketakutan, Anak, Seni Patung, Cetak Cor.
PENERAPAN MOTIF KATAK PADA KERIS DHAPUR BETOK PAMOR UDAN MAS Dewanti, Itok; Darmojo, Kuntadi Wasi
Sanggitarupa Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i1.3937

Abstract

ABSTRAKKatak (kodok) merupakan salah satu hewan yang cukup populer dalam kehidupan masyarakat Jawa. Katak (kodok) dalam habitatnya sering dijumpai pada tumbuhan teratai yang hidupnya tidak lepas dari unsur air. Bagi masyarakat agraris katak (kodok) dan tumbuhan teratai identik dengan lambang kesuburan dan kemakmuran. Oleh karena pada penciptaan karya tugas akhir ini penulis tertarik terhadap katak dan teratai untuk diterapkan menjadi hiasan tinatah pada bilah keris dhapur betok. Keris dhapur Betok merupakan prototipe awal bentuk keris dan juga bentuk penggambaran dari ikan betok atau bethik yang memiliki makna simbolik sebagai motivasi meraih cita-cita. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk mewujudkan keris dhapur Betok dengan hiasan tinatah motif katak dan teratai. Penciptaan tugas akhir ini menggunakan metode tiga tahap enam langkah yakni: tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Proses pembuatan karya keris menggunakan teknik tempa, dengan menggunakan bahan besi, baja dan nikel. Estetika keindahan karya keris ini diulas dengan pendekatan berdasarkan konsep pemikiran dari Hadiwijoyo yakni: pamor, wesi, waja, garap, greget, guwoyo, dan wangun. Karya keris yang dibuat menghasilkan satu buah karya dengan nama Keris Dhapur Betok Kodok Karonsih yang mengandung makna sesuai dengan filosofi judul karya yang dihasilkan.Kata kunci: katak, keris, dhapur, dan estetika   Abstract Frogs are one of the animals that are quite popular in the life of the Javanese people. Frogs (toads) in their habitat are often found in lotus plants whose life cannot be separated from the element of water. For agrarian societies, frogs (toads) and lotus plants are synonymous with symbols of fertility and prosperity. Therefore, in the creation of this final project, the author is interested in frogs and lotuses to be applied as inscriptions on the blade of the dapur betok kris. The dhapur Betok keris is an early prototype of the shape of a keris and also a form of depiction of betok fish or bethik which has a symbolic meaning as motivation to achieve goals. The purpose of this creation is to create a Betok dhapur keris with frog and lotus motifs. The creation of this final project uses a three-stage six-step method, namely: the exploration stage, the design stage, and the embodiment stage. The process of making kris works using forging techniques, using iron, steel and nickel. The aesthetics of the beauty of this keris is reviewed with an approach based on the concept of thought from Hadiwijoyo, namely: prestige, wesi, waja, garap, greget, guwoyo, and wangun. The keris made produces a work with the name Keris Dhapur Betok Kodok Karonsih which contains meaning in accordance with the philosophy of the title of the work produced.Keywords: frog, kris, dhapur, and aesthetics
RELIEF CERITA SUDAMALA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN BATIK UNTUK BUSANA PESTA WANITA Bentri, Swesti Anjampiana; Jati, Muh.Arif
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4164

Abstract

Relief cerita Sudamala berada di kawasan candi Sukuh yang berdiri di lereng gunung Lawu. Karya tugas akhir yang berjudul “Relief Cerita Sudamala Sebagai Sumber Ide Penciptaan Batik untuk Busana PestaWanita” ini menjelaskan tahapan proses dalam mewujudkan karya kreatif dan inovatif pada desain busana pesta wanita dewasa Awal dan memvisualisasikan bentuk dasar relief cerita Sudamala kedalam batik yang kemudian digunakan sebagai bahan utama untuk busana pesta wanita. Relief cerita Sudamala dikombi- nasikan dengan motif abstrak pada batik dengan bahan dasar kain katun dan rayon. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya,hasil pemikiran SP Gustami. Seluruh karya melalui proses batik sesuai dengan bahan bakunya masing – masing. Batik dengan bahan dasar katun menggunakan teknik cabut warna, sedangkan untuk bahan dasar rayon proses pembuatan batik dilakukan dengan membatik pada kain rayon yang masih putih. Batik yang telah selesai kemudian melalui proses jahit sesuai dengan pola desain busana. Busana pesta itu kemudian masuk pada proses terakhir yaitu pemberian payet, hiasan bunga dan prodo. Karya tugas akhir ini memiliki desain busana yang berbeda dengan busana pesta pada umumnya, pada satu busana pesta terdapat dua model. Perbedaan ini bisa didapatkan dengan melepas bagian tertentu dari busana pesta, sehingga busana pesta tersebut dapat digunakan untuk kesempatan pesta pagi/siang hari dan pesta malam hari. Karya batik untuk busana pesta ini berwarna merah dengan gradasi biru dan kuning sehingga menghasilkan warna ungu danorange.
PERANCANGAN INTERIOR PET CENTER DENGAN KONSEP PAW PRINT DI SURAKARTA Taradipa, Azzahra; Indarto, Indarto
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4165

Abstract

Perkembangan komunitas pecinta hewan yang cukup pesat di Surakarta masih belum diimbangi dengan fasilitas – fasilitas yang dapat mengakomodasi segala kebutuhan terkait hewan peliharaan. Di Surakarta terdapat cukup banyak outlet penjual makanan dan aksesoris hewan serta beberapa klinik dokter hewan yang berada di tempat terpisah. Fasilitas seperti penitipan hewan dan perawatan hewan peliharaan masih cukup sulit untuk dijumpai. Seiring dengan perkembangan hobi masyarakat dan komunitas pecinta hewan, maka perlu adanya fasilitas yang dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan pemilik hewan peliharaan terkait kebutuhan hewan peliharaan mereka dalam satu tempat (one stop service). Perancangan Interior Pet Center dengan Konsep Paw Print di Surakarta merupakan perancangan sebuah tempat yang dapat mengakomodir kebutuhan para pemilik hewan peliharaan anjing dan kucing dengan fasilitas berupa medic, store, grooming, penitipan dan playspace. Perancangan interior Pet Center memiliki konsep paw print danmengangkat gaya desain kontemporer berdasarkan analisis yang di wujudkan dengan desain yang dina- mis yang diimplementasikan pada elemen pembentuk ruang serta elemen pengisi ruang. Sehingga ber- dasarkan analisis tersebut fasilitas Pet Center dapat dijadikan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang perawatan hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing yang baik dan benar.
FABEL SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Prasetyo, Rony; Nurata, Gusti Nengah
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4166

Abstract

Penulisan laporan penciptaan karya Tugas Akhir yang berjudul “Fabel Sebagai Sumber Ide PenciptaanKarya Seni Lukis” dilatarbelakangi oleh kesenangan terhadap cerita fabel yang menimbulkan fantasi yangmenyenangkan terhadap tokoh-tokoh di dalam fabel dan dipadukan dengan respon terhadap fenomena sosial seperti hoax, interaksi antar sesama manusia dan pengalaman pribadi yang berhubungan tentang sifat manusia. Penggarapan tugas akhir ini menggunakan metode L.H Chapman dengan 3 tahapan, yaitu menemukan gagasan, mengembangkan gagasan dan visualisasi, visualisasi menggunakan media kanvas dengan cat akrilik. Kehadiran karya ini diharapkan mampu menjadi salah satu media introspeksi supaya menjadi pembelajaran untuk diri sendiri khususnya dan masyarakat pada umumnya yang berhubungan dengan sifat dan perilaku manusia.
PATAH HATI SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS Hidayati, Laili Nur; Adisukma, Wisnu
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4167

Abstract

Patah hati merupakan pokok pembahasan yang dilatarbelakangi pengalaman percintaan yang memuncul- kan kenangan menyedihkan membuat penulis ingin mengenal diri lebih dalam. Patah hati dipilih karena pernah diduakan dan dikhianati, sehingga pengalaman ini menjadi kenangan, pembelajaran dan muncul- nya terapi luka. Pengalaman tersebut menjadi landasan penciptaan karya seni grafis yang selanjutnya diekspresikan melaui karya seni grafis bergaya surealisme. Gaya suralisme dari Amy Sol menjadi pijakan untuk mewujudkan karya seni grafis yang diciptakan. Metode penciptaan dari Herman Von Helmholtz yang digunakan terdiri: Saturation (Pengumpulan Data), Incubation (Pengendapan), dan Ilumination (Perwuju- dan Karya). Metode tersebut digunakan untuk mewujudkan karya-karya seni grafis. Proses penciptaan karya seni grafis ini menghasilkan pengalaman empiris dalam penciptaan karya seni grafis dan pembelaja- ran dalam proses kreatif baik berupa teknik, konsep maupun pesan yang ingin disampaikan melalui karya.
JENDELA PADA BANGUNAN MODERN DI KOTA SEMARANG DALAM KARYA FOTOGRAFI ARSITEKTUR Widowati, Lintang; Pratmajaya A.L., Purwastya
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4168

Abstract

Fotografi arsitektur merupakan memotret keindahan gedung baik interior maupun eksterior dengan eksplorasistruktur bangunan secara keseluruhan ataupun sebagian. Banyak bagian dari sebuah bangunanyang menarik untuk dijadikan objek. Salah satunya jendela. Jendela merupakan salah satu bagian darisebuah bangunan yang umumnya digunakan sebagai penghubung antara bagian dalam ruang denganbagian luar ruang dan juga sebagai sarana masuknya cahaya matahari ke dalam bangunan. Terlepas darifungsinya, jendela dapat dijadikan sebagai objek eksplorasi komposisi dan elemen visual. Objek yangdigunakan merupakan bagian dari gedung modern di Kota Semarang. Konsep dalam penciptaan karyafotografi ini menampilkan jendela pada bangunan modern yang divisualisasikan menggunakan komposisirepetisi, simetris, balance, diagonal, dan bidang dengan elemen visual garis, bentuk, pola, dan warna sertatetap memperhatikan angle. Pencahayaan yang digunakan menggunakan cahaya matahari (availablelight) dan arah datang cahaya yang disesuaikan dengan posisi gedung, yaitu cahaya depan dan samping.
ANALISIS VISUAL KARAKTER SRI ASIH CELESTIALGODDESS DENGAN TEORI MANGA MATRIX Tyagi, Dwan Kumara; Murfianti, Fitri
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4169

Abstract

Komik merupakansalah satubentuk hiburan dengan peminat yang cukup banyak, mulai dari anak-anakhingga dewasa. Hal ini mendorong perusahaan komik untuk menciptakan karya komik yang digemari kon- sumen, salah satu caranya dengan Penciptaan karakter yang dapat diterima oleh pembaca. Perusahaan BumiLangitmenciptakan karakter baru Sri Asih dan merilis ulangKomik Sri Asih sebagai komik digital di platform Webtoon dengan judul Sri Asih Celestial Goddess. Bagaimana visualisasi karakter Sri Asih di platform ini menjadi fokus kajian.Teori Manga Matrix milik Hiroyosi Tsukamoto diaplikasikan untuk mem- bongkar visualisasi desain karakter tokoh Sri Asih melalui 3 tahap Manga Matrix yaitu Form, Costume dan Personality. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwadesain karakter Sri Asih memiliki bentuk tubuh manusia seutuhnya, dengan body langsing dan paras yang cantik.Karakter ini diciptakan dengan menggu- nakan gaya manga yaitu karakterkhas komik jepang. Kostum yang digunakan Sri Asih menonjolkan segi glamouratau penuh gaya, menegaskan bahwa Sri Asih adalah perempuan muda hebat, cantik, sekaligus fashionable.Sementara dari sisi kepribadian, karakter ini secara emosional digambarkan sebagai anak muda yang memiliki sifat pantang menyerah, semangat yang berapi-api dan sedikit rasa takut disebabkan usia yang masih muda. Karakter Sri Asih Celestial Goddess ini didesain sangat baik dan matang, dimana karakter dan tema saling menyatu.