cover
Contact Name
Mardalius
Contact Email
mardalius18@gmail.com
Phone
+6285156829831
Journal Mail Official
padang.tekno.corp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambe, Perumahan Pelita Bangsa, Blok A, No.15, Kab. Asahan, Sumatera Utara
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara
Published by PT. Padang Tekno Corp
ISSN : 29863805     EISSN : 29862884     DOI : https://doi.org/10.59435/jimnu
Core Subject :
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) sebuah publikasi akademis yang memuat hasil penelitian dan kajian dari berbagai disiplin ilmu. Ini memungkinkan para peneliti dan akademisi untuk mempresentasikan hasil karya mereka dan mempublikasikan hasil penelitian mereka untuk dibaca oleh masyarakat akademis. Jurnal multidisiplin ini menawarkan sudut pandang yang beragam dan memberikan wawasan yang berbeda dari berbagai disiplin ilmu seperti Komputer, sosiologi, Psikologi, Manajemen, Ekonomi, Biologi, Matematika, Pendidikan, Kesehatan, Hukum, Filsafat, Pertanian dan ilmu lainnya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 110 Documents
Pengaruh Media Audio Visual Terhadap  Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran Matematika Reni Tio Fransiska Samosir; Hetdy Sitio; Canni Loren Sianturi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 3 No. 3 (2025): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v3i3.648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Audio Visual terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV di UPTD SD Negeri 122379 Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kuantitatif dengan “Pre-Experimental Design”bentuk one grup pre-test post-test yang dilaksanakan di UPTD SD Negeri 122379 Pematangsiatar pada siswa kelas IV dengan jumlah populasi 24 siswa dan sampel sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan test sebanyak 2 kali yaitu pretest-posttest. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik, dari hasil analisis data diperoleh taraf sinifikan 0,01 < probabilitas (0,05) dan thitung = 21,929 > ttabel =1,713 Maka disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti “Terdapat pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Terhadap hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Matematika di UPTD SD Negeri 122379 Pematangsiantar
The Effect Of Quiz-Based Interactive Media On Civic Education Learning Outcomes In Third Grade Rolita Dolok Saribu; Janwar Tambunan; Emelda Thesalonika
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 3 No. 3 (2025): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v3i3.651

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of quiziz-based interactive media on Civics learning outcomes in class III of UPTD SD Negeri 124392 Pematangsiantar. This study was quantitative with a one-group pretest-posttest design. The sample of this study was all students of class III of UPTD SD Negeri 124392 Pematangsiantar in the 2025/2026 academic year, totaling 25 people. The research instrument used in this study was a learning outcome test instrument, the data obtained were analyzed using statistical analysis techniques. Data from the initial conditions before the treatment was carried out until after the treatment was carried out showed an increase in student learning outcomes. Before the treatment, the average score was 68 and after the treatment, the average score was 84. It can be concluded that the student learning outcomes before the treatment were given were still not reaching the KKTP, namely 25 students (100%) and after the treatment, student learning outcomes increased, namely 26 students (100%) had scores above the KKTP. Based on the results of the hypothesis test with a significance level of 0.05 and a t table of 2.060, the calculated t is 11.238. Thus, t count > t table 11.238 > 2.060, it can be concluded that there is an influence of Quiziz-based interactive media on Civics learning outcomes in grade III at the UPTD of SD Negeri 124392 Pematangsiantar
Implementasi Model Pembelajaran TOS (Teaching With Ordered Sequence Of Pictures) Gambar (Picture And Picture) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Miserikordias Domini Manurung; Bangun Munthe; Justinos Ray Nainggolan
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 3 No. 3 (2025): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v3i3.653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model pembelajaran Tos (Teaching with Ordered Sequence of Pictures)  Gambar (picture and picture) terhadap peningkatan minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Uuan. Latar belakang penelitian ini adaah rendahnya minat belajar siswa yang disebabkan kurangnya inovasi guru daam menerapkan model pembelajaran, sehingga masih dominan menggunakan metode ceramah. Jenis penelitian ini adaah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasiona. Popuasi penelitian adaah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Uuan yang berjumlah 31 orang, sekaigus dijadikan sampel dengan teknik tota sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup dengan skaa Likert. Variabel bebas (X) adaah implementasi model pembelajaran Tos Gambar, sedangkan variabel terikat (Y) adaah minat belajar siswa. Anaisis data menggunakan uji vaiditas, reliabilitas, uji normaitas, koefisien korelasi, uji signifikansi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Tos Gambar berada pada kategori sangat berpengaruh, demikian pua minat belajar siswa juga berada pada kategori sangat berpengaruh. Uji korelasi diperoleh nilai r = 0,43 dengan koefisien determinasi sebesar 18,5%, yang berarti implementasi model pembelajaran Tos Gambar memberikan pengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan demikian dapat disimpukan bahwa penerapan model pembelajaran Tos Gambar berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Uuan.
A Study on the CTC Method Grinding Machine in Black Tea Processing at PTPN IV Unit Kebun Sidamanik Ayub Januari Sidauruk; Winforstein Naibaho; Tambos Agust Sianturi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 3 No. 3 (2025): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v3i3.659

Abstract

Black tea processing Is categorized into two methods: (1” Orthodox and (2) CTC (Crushing, Tearing, and Curling). These methods are implemented through hands-on activities at the company/factory based on theoretical knowledge, which is then applied in the form of field work practice (PKL). The conclusions drawn from the field work practice are as follows: The Sidamanik Plantation Is one of 24 tea plantations under the Sidamanik Plantation Unit of PTPN IV, located in Sidamanik ’istrict. The CTC black tea produced at the Sidamanik factory Is then shipped to the main factory for ’lending there, with the composition regulated by the technology department, as the CTC black tea from the Sidamanik factory does not yet have a s’les label. At the Sidamanik factory, grinding Is performed in two stages using a 15” Rotorvan” (RV) machine for the first grinding and a 36” Teaman CTC 4-Cut machine with four sets of sequential rollers for the second grinding. The Rotorvane’s capacity is 484,739.3533 kg of withered tea leav’s per hour, equivalent to 581,710.4923 ’g of fresh withred tea leaves per hour, and equivalent to ’21,810.1771 kg of dry tea per hour” The CTC plant’s capacity is 18,274.7704 kg of ground tea pe” hour, equivalent to a capacity of 21,930.6017 kg of fresh withered tea leaves per hour, and ”quiv’lent to a capacity of 4,592.2680 k” of dry tea per hour
Public Preferences In Choosing Fracture Treatment In Laucimba Village, Kabanjahe District Juliani Simanjuntak; Fitri Handayani Siregar; Sri Muri Dasa Wardhani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 3 No. 3 (2025): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v3i3.660

Abstract

This study aims to determine the perceptions and reasons or factors underlying community preferences in choosing fracture treatment in Laucimba Village, Kabanjahe District. The study was conducted in Laucimba Village using a qualitative descriptive method, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that traditional medicine has a more dominant positive perception compared to modern medicine, traditional medicine is considered more affordable in terms of cost, comfort, and a relatively faster healing process. Meanwhile, modern medicine is perceived as a more certain and safe treatment because it is supported by medical examinations and professional health workers, but some people consider this treatment expensive and high risk because it requires surgery. Community preferences are generally influenced by factors such as cost, distance and accessibility, personal experience, and the influence of family and social environment. Community decision-making in choosing fracture treatment is a rational action that is adjusted to conditions, needs, and beliefs
Parents' Knowledge Level About First Aid For Children Experiencing Fever Seizures In Sei Mencirim Village, Sei Mencirim Public Health Center, Sunggal District, Deli Serdang Regency In 2025 Nove Kasman Sarful Zendrato; Indra H. Perangin-angin; Ance M. Siallagan
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 1 (2026): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i1.662

Abstract

Febrile seizures are a common emergency in children aged 6 months to 5 years and can cause significant anxiety in parents. Proper early management of febrile seizures largely depends on parent's knowledge as the primary caregivers. Inadequate knowledge may lead to inappropriate first aid measures that can worsen the child's condition. This research aims to identify the level of parent's knowledge regarding first aid management for children experiencing febrile seizures in Sei Mencirim. This study uses a descriptive design method with a cross-sectional approach. The population in this study are all parents who brought their children for treatment to the Sei Mencirim Community Health Center in the last three months, wiht a sample of 36 respondents taken using an accidental sampling technique. The research instrument is a questionnaire consisting of 25 questions. Data analysis was carried out univariately to describe the level of respondents' knowledge. The results of the study show that parental knowledge based on the management of febrile seizures, parents have a good level of knowledge of 55.6%. Based on the administration during seizures, parental knowledge is in the sufficient category of 38.9%. Based on the administration of medication from the hospital after the child is treated, parental knowledge is in the good category off 66.7%. Based on information about seizures, parental knowledge is in the good category of 75.0%. concluded that the level of parental knowledge about first aid for children experiencing febrile is in the good category of 80.5%.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model PjBL Pada Materi Dekomposisi Siswa Kelas IV SDN 066666 Medan Denai Sonia Dhelafani; Ramadhani Ramadhani; Umar Darwis
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 1 (2026): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i1.678

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi dekomposisi bilangan melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV UPT SDN 066666 Medan Denai. Subjek penelitian adalah 28 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 46% pada pra-siklus menjadi 71% pada siklus I, dan meningkat menjadi 89% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model PjBL terbukti dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi dekomposisi bilangan. 
The Role Of Reciprocity of The Nyumbang Tradition In Wedding Celebrations Of Javanese Ethnic Communities In The Village Loyal Bandar Dinda Auliya; Zanrison Naibaho
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 1 (2026): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i1.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk implementasi tradisi donasi dalam perayaan pernikahan, peran dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan timbal balik dalam tradisi yang berkontribusi pada masyarakat etnis Jawa di Desa Bandar Setia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi donasi adalah praktik timbal balik berdasarkan kewajiban memberi, menerima, dan membalas. Donasi diberikan dalam bentuk uang, barang, atau tenaga sebagai dukungan kepada penyelenggara perayaan pernikahan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi meringankan beban ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas dan memperkuat jaringan sosial antar warga. Mekanisme respons yang tertunda membuat hubungan timbal balik berlangsung secara berkelanjutan. Keberlanjutan tradisi donasi dipengaruhi oleh kebiasaan turun-temurun, hubungan kekerabatan, serta kondisi ekonomi masyarakat. Meskipun mengalami penyesuaian akibat perubahan zaman, tradisi ini tetap bertahan karena didukung oleh nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
Transformasi Kompetensi Guru PAI Dalam Era Kurikulum Merdeka Ke Kurikulum KBC Amelia; Jasiah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 2 (2026): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i2.671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam era Kurikulum Merdeka menuju Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Perubahan paradigma pendidikan menuntut guru tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter, empati, dan kasih sayang dalam proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan dimensi afektif dan humanistik dalam pendidikan, yang diperkenalkan dalam berbagai sosialisasi kebijakan pendidikan keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi guru PAI mencakup penguatan kompetensi pedagogik berbasis nilai, kompetensi sosial yang empatik, serta kompetensi kepribadian yang berlandaskan akhlak. Selain itu, guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan pendekatan Kurikulum Merdeka dengan nilai-nilai KBC guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru PAI sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik secara holistik.     This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education (PAI) teachers’ competencies in the era of the Merdeka Curriculum toward the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC). The shift in the educational paradigm requires teachers not only to possess pedagogical and professional competencies, but also to be capable of integrating character values, empathy, and compassion into the learning process. The Love-Based Curriculum (KBC) emerges as an approach that emphasizes the affective and humanistic dimensions of education, which has been introduced through various socialization programs of religious education policies in Indonesia. This study employs a qualitative approach using a library research method. The data were obtained from books, scientific journals, and relevant policy documents, and were analyzed using content analysis techniques. The findings reveal that the transformation of PAI teachers’ competencies includes the strengthening of value-based pedagogical competence, empathetic social competence, and personality competence grounded in moral values (akhlak). In addition, teachers are required to integrate the Merdeka Curriculum approach with the values of KBC in order to create meaningful learning experiences oriented toward the holistic character development of students. Therefore, the implementation of the Love-Based Curriculum becomes a strategic step in strengthening the role of PAI teachers as educators who not only transfer knowledge, but also shape the character and personality of students holistically.
Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Agama Islam Di Era Digital Muhammad Hafizh Afqah; Nayla Salsabila; Ririn Cahyani; Ronif Al Ikhsan; Abdul Aziz
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 4 No. 2 (2026): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v4i2.673

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap proses pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Media sosial yang awalnya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan kini berkembang menjadi sumber belajar yang interaktif, fleksibel, dan mudah diakses oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penggunaan media sosial sebagai sumber belajar Pendidikan Agama Islam di era digital serta mendeskripsikan manfaat dan tantangan penggunaannya dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui pengkajian berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah akses materi keagamaan, serta mendukung pembelajaran PAI yang lebih inovatif dan komunikatif. Namun, penggunaannya juga menghadapi beberapa tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak valid, rendahnya literasi digital, dan potensi distraksi dalam belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pengawasan agar penggunaan media sosial dapat mendukung pembelajaran PAI secara efektif dan bertanggung jawab di era digital.   The development of digital technology has a significant impact on the learning process, including in Islamic Religious Education (PAI). Social media, which was initially used as a means of communication and entertainment, has now developed into an interactive, flexible, and easily accessible learning resource for students. This study aims to analyze the optimization of social media use as a learning resource for Islamic Religious Education in the digital era and to describe the benefits and challenges of its use in the learning process. The research method used is a qualitative approach with a literature study type through the review of various journals, scientific articles, and relevant reference sources. The results of the study indicate that platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok are able to increase learning interest, facilitate access to religious materials, and support more innovative and communicative PAI learning. However, its use also faces several challenges, such as the spread of invalid information, low digital literacy, and potential distractions in learning. Therefore, guidance and supervision are needed so that the use of social media can effectively and responsibly support Islamic Education learning in the digital era. 

Page 10 of 11 | Total Record : 110