cover
Contact Name
Supriadi
Contact Email
supriadi_fkip@unram.ac.id
Phone
+6287824990414
Journal Mail Official
jpimi.unram@gmail.com
Editorial Address
Gedung E2 Lantai 2, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Mataram
ISSN : 28280865     EISSN : 28280768     DOI : https://doi.org/10.29303/jpimi.v1i2.1471
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia (JPIMI) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Jurnal ini memuat artikel hasil pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan inovasi pendidikan, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk mengcover masalah yang berkaitan langsung dengan berbagai disiplin ilmu atau ruang lingkup di lapangan, kemudian menyebarluaskan hasil pemikiran, ide, atau gagasan konseptual dan hasil pengabdian yang telah dicapai pada wilayah layanan melalui publikasi jurnal. Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia menerima manuskrip atau naskah artikel kedalam format pengabdian masyarakat terkait bidang keilmuan yang relevan mencakup: Kependidikan Matematika dan Sains Sosial Pertanian dan Peternakan Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian Ciri khas dari publikasi jurnal pengabdian ini adalah kebaruan (novelty), kualitas, dan kebermanfaatan kepada khalayak umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
Pelatihan Pembuatan Produk Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah sebagai Pengolahan Limbah Rumah Tangga di Desa Gambiran Laila Widyaiswara Sukardi; Letta Frinzky Novanda Putri Purnomo; Lailatul Zulfiah Kurniasari Rahmadani; Salma Fitria Mufidah; Salsabiela Hermawan; Samara Galih Dhiya Nastiari; Nanik Haryana
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8077

Abstract

Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah merupakan sebuah upaya inovatif dalam mengolah limbah minyak goreng bekas rumah tangga. Limbah minyak jelantah ini berpotensi untuk mencemari lingkungan terutama jika dibuang sembarangan di saluran air. Pelatihan ini dilakukan di Desa Gambiran dengan sasaran utama ibu rumah tangga dengan tujuan untuk mengurangi limbah sekaligus memberikan keterampilan dalam pengolahan minyak jelantah sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan langsung melalui sosialisasi pelatihan dengan beberapa tahapan untuk mengukur keefektifan materi yang diberikan. Hasil dari pelatihan ini menunjukan bahwa peserta mampu memahami teknik pengolahan serta bahan yang digunakan dalam proses pembuatan. Produk yang dihasilkan juga berpotensi menjadi alternatif pendapatan serta solusi untuk mengurangi limbah minyak jelantah rumah tangga di Desa Gambiran.
Peningkatkan Kesadaran Remaja Sekolah Terhadap Risiko Pernikahan Dini di Desa Karangpring Jember Syayidati Fatimatushshalichah; Talitha Raissa Asmawati; Tegar Samudra Hidayat; Vera Lutfiyah; Yunia Putri Paraswati; Kalvin Edo Wahyudi
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8136

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi persoalan serius di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, termasuk Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Praktik ini dipicu oleh faktor ekonomi, rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta budaya menjodohkan sejak dini. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik dan psikologis remaja, tetapi juga berimplikasi pada pendidikan, ekonomi, hingga rentannya kekerasan dalam rumah tangga. Menyikapi hal tersebut, Kelompok 162 KKN Kolaboratif melaksanakan program “Cerdas Cinta” yang berfokus pada peningkatan kesadaran remaja sekolah terhadap risiko pernikahan dini. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan di tiga sekolah menengah (SMP dan MTs) dengan melibatkan 118 siswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kolaboratif bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Sukorambi dan BKKBN, yang memberikan materi mengenai aspek hukum, sosial, dan kesehatan reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman siswa mengenai bahaya pernikahan dini, pentingnya menunda usia pernikahan, serta menjaga kesehatan reproduksi. Program ini menegaskan peran penting KKN dalam mendorong perubahan pola pikir remaja, serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan pernikahan dini di lingkungan pedesaan.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal Berbasis Manajemen Talenta Inklusif, Ketahanan Pangan, dan Literasi Keuangan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Pertanian Singkong Bagi Ibu-Ibu PKK Desa Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Nobertus Citra Irawan; Zandra Dwanita Widodo; Atik Lusia; Retnoning Ambarwati; Muhammad Faiz Hardiansyah; Syahriar Abdullah; Eny Kusumawati9
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8565

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan dan keterampilan manajerial ibu-ibu PKK di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, dalam mengelola hasil pertanian singkong sebagai komoditas unggulan daerah. Potensi lahan pertanian yang luas dan produktivitas singkong yang cukup tinggi belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan masyarakat dalam mengolah, mengemas, mencatat, dan memasarkan produk secara berkelanjutan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perempuan desa melalui penguatan literasi keuangan, manajemen usaha produktif, inovasi produk pangan berbasis singkong, serta pengembangan strategi pemasaran sederhana berbasis digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui identifikasi kebutuhan masyarakat, pelatihan dan pendampingan berbasis praktik langsung, serta evaluasi partisipatif bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun pencatatan keuangan sederhana, mengelola usaha produktif, mengembangkan produk olahan singkong, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Inovasi produk berupa donat singkong, getuk, keripik singkong menjadi bentuk diversifikasi pangan lokal yang berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal, kemandirian ekonomi perempuan, dan pemanfaatan potensi desa secara produktif. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa integrasi manajemen talenta inklusif, literasi keuangan, dan ketahanan pangan mampu memperkuat kemandirian ekonomi perempuan perdesaan serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan replikatif bagi wilayah agraris lain di Indonesia.  
Pemberdayaan Talenta Inklusif Masyarakat Desa Kepatihan Melalui Edukasi Pengelolaan Limbah Pertanian untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata dan Sport Tourism Desa Hijau Nuruddin Priya Budi Santosa; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Nobertus Citra Irawan; Zandra Dwanita Widodo; Teguh Santosa; Agus Supriyoko; Fatkhul Imron; Retnoning Ambarwati; Eny Kusumawati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8569

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya produksi limbah pertanian di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, yang belum dikelola secara optimal dan masih menimbulkan persoalan lingkungan. Di sisi lain, desa ini memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang dapat dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan sport tourism berbasis desa hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kapasitas awal masyarakat dalam memahami pengelolaan limbah pertanian yang bernilai ekonomi, (2) memperkuat talenta inklusif dalam kewirausahaan hijau, dan (3) menumbuhkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekonomi desa berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) partisipatif yang melibatkan 15 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, kelompok tani, karang taruna, perangkat desa, dan perempuan tani. Data yang dikumpulkan meliputi hasil diskusi kelompok, catatan lapangan fasilitator, lembar identifikasi kebutuhan, dokumentasi kegiatan, serta rumusan rencana tindak lanjut peserta. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan tabulasi frekuensi sederhana dari temuan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 70% pelaku UMKM belum memiliki pencatatan keuangan yang terstruktur dan lebih dari 60% limbah pertanian belum dimanfaatkan secara produktif. Setelah kegiatan, masyarakat menunjukkan penguatan kapasitas awal yang terlihat dari meningkatnya pemahaman tentang potensi ekonomi limbah pertanian, pentingnya pencatatan keuangan digital sederhana, dan kemampuan menyusun rencana aksi kolektif. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan kelompok kerja tematik pada bidang eco-product, eco-tourism, dan green finance sebagai bentuk penguatan talenta inklusif dan kolaborasi desa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan inklusif efektif sebagai langkah awal untuk memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan kesadaran ekologis, dan membangun fondasi sosial-ekonomi bagi pengembangan agrowisata serta sport tourism berkelanjutan di Desa Kepatihan.
Program Work Life Balance Terhadap Kinerja Karyawan Fungsi Sales Area Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dwi Hurriyati; Rahmat Hidayat
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.7279

Abstract

Abstract Work-life balance is one of the important factors in supporting employee productivity and well-being. An imbalance between work and personal life can cause stress, reduce performance, and have a negative impact on mental health. Through the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) internship program, the author designed and implemented a psychoeducation program on work-life balance at PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. The purpose of this activity is to increase employees' understanding of the importance of maintaining a balanced life, and analyze its impact on performance. The methods used were field observations, interviews, and participatory implementation of educational programs. The results of the activity showed that the majority of employees already had a fairly good work-life balance condition, and the program prepared received positive responses. This activity makes a real contribution to increasing psychological awareness and work performance in the corporate environment.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Mikroplastik di Perairan Melalui Program Sosialisasi di SMAN 1 Bintan Pesisir Jelita Tri Amanda Gulo; Rizki Setiawan Pamungkas; Muhammad Ivan; Usman Nof Nif Afan; Nadia Irani; Nana Amelia Sefti; Nurpah Nurpah; Juliarta Juliarta; Norwanda Norwanda; Khansa Nabila Adha Rambe; Dody Irawan
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8202

Abstract

Mikroplastik semakin menjadi perhatian global karena berdampak pada ekosistem laut dan kesehatan manusia. Berbagai penelitian terbaru bahkan menemukan mikroplastik dalam jaringan paruparu, darah, dan plasenta manusia, serta terdeteksi pada udara pedesaan maupun produk konsumsi harian seperti kantong teh. Kondisi ini menegaskan bahwa paparan mikroplastik tidak hanya terbatas pada laut, tetapi juga menyentuh aktivitas keseharian masyarakat. Penelitian ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya mikroplastik melalui sosialisasi di SMAN 1 Bintan Pesisir. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 dengan melibatkan 65 siswa. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi interaktif, pre-test, dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman dari 74% menjadi 80% setelah sosialisasi. Selain itu, siswa menunjukkan kesadaran baru mengenai sumber mikroplastik dari pakaian sintetis, udara, dan produk konsumsi harian. Temuan ini membuktikan bahwa edukasi di sekolah efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan sekaligus mendukung pencapaian SDG 12 (Responsible Consumption and Production) tentang Pengurangan Limbah dan Mikroplastik dan SDG 14 (Life Below Water) tentang Pelestarian Ekosistem Laut.
Ekonomi Sirkular Dari Desa: Edukasi dan Inovasi Talenta Muda dalam Pengelolaan Limbah Berkelanjutan Susilaningtyas B Kurniawati; Nuruddin Priya Budi Santosa; Zandra Dwanita Widodo; Michael Andriano Zulfikar; Vela Agustin; Julianto Jati; Zidan Nurwahid
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8730

Abstract

Permasalahan pengelolaan limbah di pedesaan masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri belum memiliki sistem pengelolaan limbah terpadu. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif kolaboratif, mencakup tiga tahapan utama: (1) identifikasi kebutuhan mitra dan potensi lokal, (2) pelatihan interaktif melalui sesi tatap muka, diskusi kelompok, dan praktik langsung, serta (3) evaluasi partisipatif dan replikasi hasil. Dua mitra utama terlibat aktif dalam kegiatan ini, yaitu Kelompok Tani Subur Makmur dan Karang Taruna Indonesia Desa Kepatihan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap keterampilan teknis dan kesadaran ekologis masyarakat. Tingkat penguasaan pengelolaan limbah organik meningkat dari 35% menjadi 75%, sementara diversifikasi produk berbasis limbah naik dari 15% menjadi 55%. Produk yang dihasilkan meliputi pupuk organik, pakan ternak pelet, pupuk cair, serta kerajinan daur ulang (eco-craft). Selain itu, muncul unit usaha baru seperti Bank Sampah Karang Taruna dan Subur Makmur Green Product, yang berperan dalam memperkuat ekonomi sirkular desa. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil membangun model pemberdayaan berbasis ekonomi hijau yang memadukan edukasi, inovasi teknologi, dan kepemimpinan talenta muda desa. Model ekonomi sirkular dari desa ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menurunkan timbulan limbah secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Gen-Z Siswa SLB-C TPA Jember Melalui Tactile Learning Berbasis Etnosains Storybook Touch Adinda Nikmatul Maula; Siti Silfi Farhana; Puput Aprilia Eka Sari; M. Fathor Rohman; Mariska Yudha Amindri; Suci Nafiatus Sadea; Hikmah Wulansari; Siti Nurfazira; Nila Mutia Dewi
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8913

Abstract

Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan lembaga pendidikan khusus yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Dalam konteks pembelajaran, scientific understanding atau pemahaman ilmiah menjadi salah satu tujuan utama. Di sisi lain, self-efficacy adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan demi mencapai suatu tujuan tertentu. Pada sekolah luar biasa keadaan siswa tidak menjadi halangan untuk meningkatkan scientific understanding dan self-efficacy. Untuk mencapai kedua hal tersebut penggunaan media pembelajaran menjadi hal yang sangat dipertimbangkan. Dengan ini, dihadirkan sebuah media storybook touch berbasis etnosains yang didukung oleh alat peraga untuk membantu guru dan siswa selama proses pembelajaran. metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Service Learning. Pengabdian akan dilakukan di SLB-C TPA Jember dengan subjek anak tunagrahita yang bersekolah di sekolah tersebut. Penggunaan storybook touch (pop up) berbasis etnosains dalam pembelajaran terbukti efektif untuk meningkatkan scientific understanding dan self-efficacy siswa SLB-C TPA Jember pada materi gerhana.
Optimalisasi Sektor Pertanian Jagung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan Widya Aryadi; Inaya Sari Melati; Sus Widayani; Bella Mei Mulya Wati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wjehmf53

Abstract

Sektor pertanian Indonesia berkontribusi besar bagi penyerapan tenaga kerja, stabilitas pangan nasional dan swasembada pangan. Optimalisasi sektor pertanian harus dilakukan dengan cepat, tepat guna dan tepat sasaran. Salah satu sektor pertanian dengan potensi unggulan adalah jagung. Diversifikasi produk olahan jagung juga masih sangat minim. Permasalahan lain pada pertanian jagung adalah pada bonggol yang menjadi limbah, karena masyarakat belum memahami optimalisasi limbah boggol tersebut agar lebih bernilai guna dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Permasalahan tersebut juga terjadi di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan. Luas lahan produktif pertanian jagung yang mendominasi daerah tersebut, mencapai 223Ha belum dapat dioptimalkan terlebih pada permasalahan limbah bonggol jagung yang terus menumpuk. Selama ini, bonggol jagung hanya dibuang begitu saja bahkan dibakar sehingga menyebabkan pencemaran udara. Disamping itu, biji jagung juga masih dijual langsung kepada tengkulak dengan harga rendah, tanpa adanya pengolahan bentuk lain. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Integrasi Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pemipil jagung dan pencacah bonggol jagung, 2) Diversifikasi olahan produk dengan bahan baku jagung, 3) Pendampingan pembuatan briket arang, 4) Pemberian edukasi pembuatan kerajinan/kriya dan budidaya jamur, dan 5) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan: 1) Ceramah/Penyuluhan, 2) Demonstrasi, 3) Praktik Langsung, dan 4) Pendampingan.
Optimalisasi Strategi Upscalling UMKM Desa Plumbon, Kabupaten Semarang Berbasis Implementasi Iptek dan Digital Marketing Pudji Astuti; Bayu Bagas Hapsoro; Widya Aryadi; Moch Faizal Rachmadi; Bella Mei Mulya Wati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ss2dwa29

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkontribusi cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi, mengurangi masalah kemiskinan dan pengangguran, menyerap lapangan pekerjaan dan pemberdayaan masyarakat. Sektor olahan pangan menjadi usaha paling besar dan konsisten terus bertumbuh di Indonesia. Peningkatan pendapatan masyarakat dapat dilakukan dengan berwirausaha atau home industri, salah satunya adalah SB11 yang merupakan UMKM produsen frozeen food & aneka snack. SB11 memproduksi berbagai jenis olahan pangan seperti ceker tanpa tulang, dodol sirsak, citul/sempolan dan bakso goreng (basreng). Sebelum pandemi Covid-19, SB11 mampu menyerap lapangan pekerjaan yang cukup besar di sekitar wilayahnya. Akan tetapi pasca pandemi tersebut sampai dengan sekarang, produktivitas dan profitabilitas usaha SB11 tidak stabil. Permasalahan yang terjadi adalah minimnya daya inovasi dan kreativitas dalam berwirausaha, adopsi literasi digital masih rendah, belum optimalnya implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG), pemasaran digital (digital marketing), branding dan perizinan usaha tidak maksimal. Mindset dan penggunaan alat/metode produksi yang masih konvensiona serta sederhana juga menjadi kendala tersendiri dalam upaya peningkatan produktivitas, profitabilitas, efektivitas dan efisiensi menuju upscalling UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan: 1) Sosialisasi; 2) Pelatihan; 3) Penerapan teknologi; 4) Pendampingan dan evaluasi; serta 5) Keberlanjutan program. Kegiatan yang dilakukan adalah: 1) Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pengaduk isometris dan mesin peniris minyak (spinner); 2) Pendampingan manajemen usaha; 3) Redesign kemasan dan label produk yang eye catching, menarik dan penuh makna; 4) Pendampingan perluasan ekspansi kerja sama dan; 5) Pendampingan legalitas perizinan usaha.