Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN)
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) menerima artikel dalam bidang Pembelajaran, Pengajaran, Pendidikan dasar, Pendidikan Menengah.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024"
:
12 Documents
clear
Strategi Orang Tua dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Anak
Rizal;
Sitti Trinurmi;
Syamsidar
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2392
Penelitian ini mengangkat pokok masalah tentang “Bagaimana Strategi Orang Tua dalam Mengatasi Kesuliatan Belajar Anak”, dengan sub masalah yaitu: Bagaimana peran orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar anak dan Apa saja kendala yang dialami orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan bimbingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar anak yaitu, pemberian motivasi dalam belajar, mendidik menggunakan metode ketauladanan, menyediakan fasilitas belajar anak, orang tua sebagai guru di rumah. Kendala yang dihadapi orang tua yaitu ekonomi orang tua, kurangnya pendidikan dan pemahaman orang tua, anak tidak mendengar perkataan orang tua dan faktor lingkungan yang terlalu bebas. Implikasi dalam penelitian ini yaitu: Perlu adanya kesadaran dari pihak orang tua dalam memberikan keteladanan yang baik kepada anaknya agar mampu mendidik, membina dan mengatasi kesulitan belajar anak. Bagi para anak, hendaknya lebih patuh dan mendengar orang tuanya, walaupun cara atau metode orang tua dalam mendidik masih belum tepat.
Teknik Assertive Training untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di Pendidikan Sekolah Menengah
Nurhikmah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2394
Tujuan penelitian (1) Untuk mengetahui gambaran tingkat kepercayaan diri siswa. (2) Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan teknik Assertive Training untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa .(3) Untuk mengetahui apakah penerapan teknik Assertive Training dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen (Quasi Eksperiment Design) dalam bentuk Non Equaevalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data mealui Skala dan Observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan Kepercayaan diri pada kelompok eksperimen pada saat pretest pada saat pretest berada pada kategori rendah dan pada saat posttest berada pada kategori tinggi. Sedangkan pada kelompok kontrol pada saat pretest berada pada kategori rendah dan pada saat posttest berada pada kategori rendah.. Penerapan Teknik Assertive Training dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa secara signifikan.
Meningkatkan Kesadaran Terhadap Bullying melalui Layanan klasikal di Sekolah Pendidikan Menengah
Wahyu Anita Amalia
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2411
Tujuan penelitian untuk mengetahui proses dan hasil pelaksanaan layanan konseling klasikal untuk mendeskripsikan efektivitas layanan konseling klasikal dalam meningkatkan pemahaman tentang bullying di kalangan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis-Mc. Taggart (1988). Model ini membagi siklus satu proses penelitian tindakan kelas menjadi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII 4 SMP Negeri 26 Makassar . Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, hasil belajar kognitif siswa meningkat. Dengan menerapkan teknik experiential learning digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying.
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Peserta Didik Penyandang Tuna Daksa di Sekolah Luar Biasa
Wildawati
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2415
Komponen utama dalam hidup di lingkungan yang harus kita miliki adalah rasa percaya diri. Karena kepercayaan diri, segalanya akan menjadi lebih sederhana. Meskipun semua anak memiliki tingkat rasa percaya diri tertentu, hal ini tentu tidak semudah yang dialami anak-anak dengan kebutuhan unik, seperti anak-anak penyandang disabilitas. Keterbatasan fisik mereka menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, diperlukan terapi untuk memaksimalkan rasa percaya diri siswa penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penyandang tuna daksa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa literatur review. Hasil kajian literatur review berdasarkan 5 jurnal yang dikaji secara mendalam mengemukakan bahwa upaya meningkatkan kepercayaan diri peserta didik penyandang tuna daksa efektif atau mampu serta memberi pengaruh untuk peningkatan kepercaya diri. Dengan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus dapat berinteraksi dengan baik ketika bersama orang baru. Indikator keberhasilan yang membangun kepercayaan diri siswa tunadaksa dapat dilihat dari aspek keyakinan atas kemampuan yang dimiliki dan aspek optimis. Keberhasilan ini pula dapat dilihat dengan prestasi yang diraih peserta didik tunadaksa dan interaksinya dengan teman sebaya ataupun lingkungan sekitarnya.
Fenomena Bullying Terhadap Kenyamanan Belajar di Lingkungan Sekolah
Zulfahmi Barsah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2416
Perilaku bullying memiliki dampak yang signifikan terhadap kenyamanan belajar di lingkungan sekolah. Korban bullying sering kali mengalami stres, kecemasan, dan depresi, yang secara langsung mempengaruhi kemampuan mereka untuk fokus dan belajar dengan efektif. Lingkungan yang tidak aman dan tidak mendukung juga dapat membuat korban merasa terisolasi dan takut, mengurangi rasa percaya diri dan motivasi untuk hadir di sekolah. Selain itu, bullying dapat menciptakan ketegangan antar siswa dan mempengaruhi dinamika sosial di kelas, yang dapat mengganggu proses belajar dan pengembangan hubungan yang sehat antara sesama siswa. Dalam jangka panjang, dampak psikologis dan emosional dari bullying dapat mempengaruhi kinerja akademik korban dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, penting bagi sekolah untuk mengambil tindakan preventif yang proaktif dan menegakkan kebijakan anti-bullying yang ketat. Pendidikan tentang pentingnya penghormatan, empati, dan toleransi juga harus diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk mempromosikan budaya sekolah yang inklusif dan mengurangi insiden bullying secara keseluruhan
Perilaku Self Harm dan Penangannya
Nurfadillah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2417
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku Self Harm pada MA di SMP Negeri 8 Makassar, faktor-faktor penyebab self harm pada MA, dengan Upaya membantu MA dalam menangani perilaku self Harm yang dilakukannya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawacara dan observasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa MA terbukti melakukan Self Harm. MA melakukan self harm dengan menyanyat atau mengiris tangannya menggunakan silet. Faktor penyeban MA melakukan Tindakan self harm penolakan yang dilakukan oleh teman kelasnya. Salah satu intervensi yang digunakan dengan menggunakan pendekatan REBT melalui empat tahapan: tahap eksplorasi masalah, tahap personalisasi, tahap integritasi Teknik terminasi. Melalui proses intervensi MA diarahkan untuk mengubah pikiran irasional ke rasional. Dengan demikian penerapan pendekatan REBT memberikan perubahan perilaku positif kepada MA.
Konseling Individual dengan Teknik Empty Chair Mengatasi Unfinished Business Siswa di Pendidikan Menengah Kejuruan
Andi Fany Fajriani
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2418
Esensi dari penelitian ini adalah bentuk pemberian layanan konseling individual terhadap peserta didik yang terindikasi memiliki gejala emosional yang kurang normal. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengatasi unfinished business dengan teknik empty chair. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Analisis hasil instrumen pengumpulan data tersebut dilakukan dengan 3 tahapan yaitu redusi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan konseling dalam intervensi yang dilakukan pada kasus unfinished business menggunakan teknik empty chair, konseli dapat mengungkapkan semua emosi negatif yang dirasakan dan tidak lagi suka memendam perasaan sedih, dan takut. Konseli juga sudah mulai merasa tenang dan lega. Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan dalam pelaksanaan konseling individual menggunakan teknik pendekatan gestalt dengan teknik empty chair mampu mengatasi unfinished business
Penanganan Kecemasan Sosial dan Penurunan Prestasi Akibat Prilaku Bullying Pendekatan Cognitive Behavior Therapy
Ria Gatria
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2420
Bullying di sekolah merupakan fenomena yang umum terjadi dan memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam menangani kecemasan sosial dan penurunan prestasi pada seorang siswa kelas X yang mengalami bullying. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, dengan memanfaatkan penggunaan instrumen observasi dan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Analisis hasil instrumen pengumpulan data tersebut dilakukan dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) efektif dalam menangani kecemasan sosial dan penurunan prestasi akibat bullying pada peserta didik kelas X. Melalui langkah-langkah konseling individu yang mencakup pembangunan hubungan terapeutik, identifikasi dan penanggulangan pola pikir negatif, serta fokus pada hal yang positif, peserta didik berhasil mengalami peningkatan signifikan dalam mengatasi masalahnya.
Konseling Cognitive Behavioral Therapy dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif dalam Menurunkan Prokrastinasi Akademik
Usman, Fathurrahman;
Muhammad Rafli;
Aswar
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2421
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik kognitif behavior terapi dengan teknik restrukturisasi kognitif dalam menurunkan prokrastinasi akademik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara analisis deskriptif dan argumentatif melalui model systematic review. Hasil penelitian menemukan beberapa temuan: 1) Terdapat faktor internal dan eksternal prokrastinasi akademik; 2) Upaya pencegahan prokrastinasi dapat diterapkan melalui pendekatan konseling; 3) Salah satu pendekatan yang efektif adalah konseling kognitif behavior terapi dengan teknik restrukturisasi kognitif. Kesimpulan menunjukkan bahwa konseling CBT berbasis teknik restrukturisasi kognitif berhasil dalam menurunkan prokrastinasi akademik.
Analisis dan Penanganan Perilaku Menarik Diri (Withdrawal) pada Siswa Pendidikan Menengah Kejuruan
Latifah, Nurul
Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Volume 3 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : ILIN Institute Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/dikdasmen.v3i3.2422
Tujuan penelitian untuk mengetahui 1) Deskripsi perilaku menarik diri (withdrawal) pada ARP dari SMK Negeri 3 Makassar, 2) Faktor Penyebab perilaku menarik diri pada ARP, 3) Upaya penanganan perilaku menarik diri (withdrawal) pada ARP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus (case study). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi serta menggunakan analisis kualitatif dari Model Miles & Huberman, yaitu reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya adalah 1) Deskripsi perilaku menarik diri pada ARP adalah mencakup perilaku sering menyendiri, kurang antusias dan pasif dalam berkomunikasi, pendiam dan tidak banyak bicara baik dalam situasi pembelajaran seperti diskusi atau kerja kelompok, melakukan apa yang diminta oleh orang lain meski terkadang hal tersebut menyusahkan dirinya dan merasa lebih senang mengerjakan suatu hal secara mandiri, meminta tolong kepada teman akrab. 2) Faktor penyebab perilaku tersebut adalah pemikiran irasional yang di konstruksikan berdasarkan pengalaman kurang baik dimasa lalu. 3) Penanganannya, peneliti menerapkan konseling pendekatan REBT dengan teknik dispute dan reframing. Setelah penanganan terjadi perubahan dari segi pemikiran dan perasaan pada subjek ARP dimana ia memiliki inisiatif tindakan untuk berubah yakni inisiatif memulai komunikasi, keinginan untuk berteman dengan beberapa orang serta mulai belajar dengan teman lain di kelas.