cover
Contact Name
Sucipto
Contact Email
sucipto@unpkediri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
semnainotek@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Kampus II, Mojoroto Gang 1 No. 6 Kediri, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi)
ISSN : 25803336     EISSN : 25497952     DOI : https://doi.org/10.29407/inotek
Teknologi saat berkembang sangat cepat selama beberapa tahun terakir ini. Perkembangan teknologi tersebut merupakan salah satu dampak dari peningkatan inovasi dalam bidang teknologi. Ide-ide dan produk baru selalu ada untuk membantu kemingkatkan kualitas kehidpan manusia. Dalam rangka mendukung inovasi dalam bidang teknologi, Fakultas Teknik Universitas Nusantara PGRI Kediri menyelenggarakan Seminar Nasional Inovasi Teknologi (Semnasinotek)
Articles 1,283 Documents
Analisis Aerodinamika Bodi Kendaraan KMHE Jayabaya Prototype 2.0 Ananda, Rengga Purwa; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1106

Abstract

Besar konsumsi bahan bakar dari sebuah kendaraan tergantung dari berbagai faktor. Faktor-faktor yang paling penting adalah tingkat ke-aerodinamis-an bodi kendaraan, sasis dan rangka, dimensi dan ruang bakar mesin, serta bahan yang diaplikasikan pada bodi maupun sasis dan rangka tersebut. Aerodinamika merupakan salah satu ilmu yang memiliki dampak besar pada rekayasa otomotif modern. Pada penelitian ini objek yang diteliti adalah bodi kendaraan KMHE dari tim Jayabaya Universitas Nusantara PGRI Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui koefisien drag dari bodi kendaraan dilihat dari aspek variasi bentuk area depan bodi kendaraan. Dengan mengubah atau memodifikasi area depan bodi kendaraan yang sebelumnya berbentuk setengah bola menjadi pipih, diharapkan mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap tingkat ke-aerodinamis-an dari bodi kendaraan tersebut. Berdasarkan analisa melalui SolidWorks, dapat diketahui bahwa koefisien drag dari Jayabaya 1.0 dengan variasi kcepatan 8,33; 11,11; 13,89; 16,67 m/s didapat angka 0,14; 0,17; 0,27; 0,41 N. Sedangkan hasil analisa untuk Jayabaya 2.0 adalah 0,235;0,240;0,254;0,247. Dari hasil tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa meskipun pada kecepatan rendah koefisien drag pada Jayabaya 2.0 lebih tinggi dari Jayabaya 1.0, akan tetapi pada kecepatan 13,89 m/s dan 16,67 m/s lebih rendah dari Jayabaya 1.0 dan hasil rata-rata dari empat variasi kecepatan Jayabaya 2.0 lebih unggul yakni 0,244 dibanding dengan Jayabaya 1.0 yakni 0.252. Seperti yang kita tau bahwa semakin rendah angka koefisien drag, maka tingkat aerodinamikanya juga semakin baik sehingga beban yang menghambat laju kendaraan semakin berkurang dan kendaraan lebih hemat bahan bakar.
Rancang Bangun Alat Pengiris Bawang Merah Yang Efektif Dan Efisien Untuk Home Industry Hidayat, Dhimas Ramadhan; Akbar, Ali; Pramesti, Yasinta
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1108

Abstract

Proses pengiris bawang Merah pada umumnya masih menjadi kendala para pelaku usaha UMKM. karena masih menggunakan cara yang manual yang dinilai kurang efisien karena memerlukan waktu yang cukup lama dan memerlukan banyak tenaga. Selain itu dari tingkat keamanan dinilai kurang aman dan juga dapat menimbulkan mata perih, dari permasalahan diatas maka akan dilakukan perancangan bangun alat pengiris bawang merah yang efektif dan efisien untuk home industry. Cara kerja dari alat pengiris bawang merah adalah bawang merah yang sudah terkupas kulit arinya akan masuk ke dalam corong penampung. setelah dari corong bawang tersebut akan masuk dengan sendirinya menuju ruang pisau pemotong. Pisau pemotong tersebut di gerakan oleh motor listrik. Dengan memodifikasi jumlah mata pisau yang lebih banyak dapat menghasilkan potongan dengan cepat dalam jumlah banyak. Sehingga dengan modifikasi tersebut dapat menghemat waktu yang dibutuhkan untuk mengiris bawang merah. Tahap ujicoba menghasilkan 3 hasil dengan RPM yang berbeda beda. Percobaan pertama dengan menggunakan Rpm 500 membutuhkan waktu 11,08 detik yang hasil irisan terlalu lembut karena putaran terlalu kencang. Ujicoba yang kedua menggunakan Rpm 400 membutuhkan waktu 24,92 detik dengan hasil irisan yang rapi. Percobaan ketiga menggunakan Rpm 300 membbutuhkan waktu 26,69 detik dengan potongan yang agak besar karena putaran pisau yang rendah. Dari ketiga percobaan yang paling rapi irisan potongannya ialah pada RPM 400 dengan waktu 24,92 detik. Dikarenakan pada RPM inilah putaran pisau pengiris stabil yang dapat menghasilkan potongan yang pas.
Analisa Perbandingan Mesin Pengayak Ampas Tahu Sistem Pengayak Berputar dan Sistem Pisau Berputar Kapasitas 25 kg Rofiq, Aji Rizal Ainur; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1110

Abstract

Didukung dalam perkembangan zaman industri revolusi 4.0 menuntut kita untuk selalu berinovasi menciptakan sesuatu yang baru. Salah satu usaha yang menerapkan tenaga mesin dan manusia adalah usaha pembuatan tempe bungkil yang berada di desa Padangan di Kabupaten Kediri yang dikelola oleh Ibu Juminar. Proses pengayakan yang dilakukan oleh usaha industri ini masih menggunkan mesin tradisional yang itu dengan cara menggunakan kayu untuk mengayak ampas tahu. Melihat hal itu akhirnya dibuatlah alat mesin pengayakan ampas tahu menggunakan sistem pengayak berputar dan sistem pisau berputar. Tujuan analisis ini untuk melihat bagaimana tingkat efisiensi dan karakteristik hasil ayakan ampas tahu menggunakan sistem pengayak berputar dan sistem pisau berputar. Lokasi penelitian ini dilakukan di tempat usaha pembuatan tempe bungkil milik Ibu Juminar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan cara observasi dan wawancara. Hasil dari wawancara dan observasi adalah tingkat efisiensi dicapai ketika menggunakan mesin pisau berputar dengan kapasitas 25kg menghasilkan output 23kg dengan waktu 5 menit, sedangkan karakteristik hasil ayakan saat menggunakan pisau berputar masih cenderung kasar dan jika menggunakan sistem pengayak berputar hasil ayakan bagus atau sudah halus.
Analisis Perbandingan Nilai Guna Pada Penggunaan Mesin Semi Otomatis Dengan Peralatan Tradisional Pada Pembuatan Tempe Bungkil Anam, Muchammad Khoyrul; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1111

Abstract

Proses produksi di industri tempe bungkil di daerah Kediri, salah satunya milik Ibu Juminar masih menggunakan alat tradisional untuk memenuhi kebutuhan pasarnya. Semakin hari semakin besar pula permintaan pasar akan hasil olahan dari ampas tahu yang berupa tempe bungkil. Seiring meningkatnya permintaan tetapi peralatan yang berada di UMK milik Ibu Juminar masih menggunkan alat yang masih tradisional membuat UMK sangat kualahan dan bahkan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar. Maka dari itu diperlukannya sebuah inovasi mesin semi otomatis pada alat tradisional agar dapat membantu produksi pengolahan tempe bungkil pada UMK Ibu Juminar supaya bisa mencapai target produksi. Tetapi dalam pembuatan sebuah mesin semi otomatis harus dipertimbangkan tingkat efisiensi waktu proses produksi pengolahan tempe bungkil dan juga biaya yang seimbang supaya tidak terjadi pembengkakan biaya produksi mesin semi otomatis tetapi tidak ada perbedaan waktu dalam proses pengolahan tempe bungkil. Maka dibuatlah Analisis Perbandingan Nilai Guna Pada Penggunaan Mesin Semi Otomatis Dengan Peralatan Tradisional Pada Pembuatan Tempe Bungkil.
Perancangan Mesin Pencuci Pisang Semi Otomatis Dengan Kapasitas 120 Kg/Jam Irawan, Andri Putra; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1112

Abstract

Produksi keripik pisang bisa menjadi salah satu alternatif pemanfaatan hasil tani yang dapat meningkatkan nilai jula pisang, proses pencucian pisang di industri keripik pisang yang adadi Desa Papar Kediri masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama. Beberapa studi terdahulu yang terkait dengan alat pencuci pisang yang pernah ada masih mahal, untuk itu perlu desain ulang agar mesin pencuci pisang supaya lebih ekonomis. Dari pemaparan diatas maka penulisan peneliti bertujuan untuk merancang bangun model pencuci pisang semi otomatis dengan kapasitas 120kg/jam dengan menggunakan motor listrik dimana pisang dimasukkan di dalam tabung, tabung yang berputar sambil dialiri air yang bersih, setelah pisang bersih tutup pada ujung tabung dibuka, dan pisang jatuh ke wadah sudah keadaan bersih yang siap untuk diiris
Rancang Bangun Mesin Press Ampas Kedelai Dengan Sistem Ulir Semi Otomatis pamungkas, Danu; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1113

Abstract

Kediri merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan sebutan kota tahu karena mayoritas masyarakatnya memiliki industri pembuatan tahu. Limbah dari pembuatan tahu berupa ampas basah sering kali hanya di gunakan untuk pakan ternak saja. Sedangkan kandungan protein ampas tahu cukup tinggi yaitu 24,77% dan kandungan karbohidrat 25,46%. ampas kedelai juga memiliki kandungan serat kasar yang sangat tinggi, yaitu 23,58%. Industri kecil pembuatan tempe bungkil tradisional milik Ibu Juminar sangat potensial jika ada inovasi pada proses produksi salah satunya proses pengepresan ampas kedelai sebagai bahan dasar tembuatan tempe. Hal ini bertujuan untuk efisiensi SDM dan waktu penyelesaiannya. Dimana UMKM tempe bungkil Ibu Juminar melakukan produksi dengan sistem manual sedangkan permintaan pasar terus meningkat. Maka dicari solusi membuat mesin pres ampas kedelai. Proyek akhir ini bertujuan merancang, membuat, menguji mesin pres semi otomatis. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan. Dari perancangan yang dilakukan, dihasilkan suatu mesin pres ampas tahu dengan sistem ulir semi otomatis dengan spesifikasi: kapasistas pengepresan 1,04kg/menit, motor listrik dc dengan daya 0,12HP. Data yang dihasilkan penggunakan alat pengepres ampas tahu dengan sistem ulir semi otomatis lebih baik dibandingkan manual. Sehingga alat ini sangat dibutuhkan untuk proses pengepresan pada UMKM pembuatan tempe bungkil
Perancangan Sistem Tungku Pelebur Kaca Dengan Kapasitas 5 Kg Rahmat, Moh Ficky Nur; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1114

Abstract

tujuan penelitian perancangan system tungku pelebur kaca dengan kapasitas 5 kg adalah untuk menangani masalah serius pada limbah kaca yang tidak terpakai seperti limbah kemasan berupa botol kaca karena banyak produk minuman praktis atau siap saji. Botol kaca termasuk dalam daftar limbah yang tidak dapat terurai secara hayati. Salah satu cara yang bisa diterapkan dalam upaya meminimalisir limbah kaca adalah dengan mengolah limbah kaca tersebut dengan mesin untuk dijadikan souvenir. Tungku pelebur kaca ini mempunyai kapasitas 5 kg sekali proses dan membutuhkan waktu 1 jam. Pembahasan dikhususkan pada tungku pembakaran dan konstruksi kekuatan rangka pada tungku pelebur kaca. Metode yang digunakan adalah metode sintering untuk pembentukan outputnya. Metode sintering adalah proses pembentukan material dengan memanaskannya tidak sampai titik leleh material tersebut, selanjutnya akan dipadatkan agar material pecahan kaca saling menyatu satu sama lain. Berdasarkan hasil pembahasan diperoleh kesimpulan tungku peleburan pada mesin pengolah limbah kaca mampu melelehkan kaca dalam waktu 60 menit untuk jenis kaca oval dan kaca kristal.
Analisis Perbandingan Bentuk Pisau Pengaduk Pada Alat Pencampur Ampas Tahu Dan Ragi Dengan Kapasitas 25 Kg Prasinta, Hendra Tri; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1115

Abstract

Pengolahan tempe bungkil mayoritas masih menggunakan proses secara manual. Proses pembuatan tempe bungkil yang memegang bagian penting sebagai penentu mutu tempe bungkil yaitu proses peragian ampas tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil dari tempe bungkil juga ditentukan oleh jenis pengaduk yang digunakan yaitu model spiral dan model jari-jari. Setelah melakukan penelitian hasil analisa data dapat ditentukan maka untuk interpretasi mengenai hasil analisis sebagai berikut. Observasi ini untuk mengetahui bagaimana hasil perbandingan pengaduk ampas tahu dan ragi dengan pisau model spiral dengan pisau model jari-jari. Jika dilihat pada hasil observasi dan wawancara, tingkat efisiensi alat tercapai jika menggunakan pisau model spiral. Untuk karakteristik hasil pengadukan menghasilkan tempe bungkil yang bagus jika menggunakan pisau model spiral, sedangkan menggunakan pisau model jari-jari pengadukan masih kurang merata. Hasil analisis dan uji coba dari mesin pencampur ampas tahu dan ragi kapasitas 25 kg menjadi alat pengaduk yang efisien dan masih perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, untuk mengoptimalkan kinerja, kelengkapan komponen untuk digunakan pada industri.
Rancang Bangun Mesin Pengiris Pisang Dengan Kapasitas 120 Kg/Jam Putra, Herdika Kurnia; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1116

Abstract

Perencanaan alat ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk mempermudahkan suatu pekerjaan dan mempersingkat waktu kerja dengan hasil yang sangat memuaskan. Salah satunya adalah pengiris pisang. Mesin ini banyak dibutuhkan oleh umkm di desa papar kediri Proses pengirisan pisang pada umumnya masih menggunakan alat sederhana dan manual sehingga proses pengirisan pisang tersebut membutuhkan waktu yang lama. Beberapa studi terdahulu yang terkait dengan alat pengiris pisang yang pernah ada tapi masih relatif mahal, untuk itu perlu desain ulang agar alat pengiris pisang lebih ekonomis dan optimal. Adapun tujuan dari penulis tugas akhir ini adalah merancang bangun suatu model alat pengiris pisang yang mekanis dengan empat mata pisau, dengan menggunakan motor listrik.Hasil dari perencanaan mesin pengiris pisang ini yaitu di dapatkan hasil (1) Rancang bangun dari mesin pengiris pisang yang efisien, (2) sistem transmisi mesin pengiris pisang ini dengan komponen berupa 2 pulley diameter Ø55 mm/Ø100 mm untuk hasil menghabiskan pisang 2,4 kg pisang dalam waktu satu menit sedangkan dengan pulley Ø 55mm/ Ø 80mm untuk hasil menghabiskan pisang 2,9kg pisang dalam waktu satu menit dan dihubungkan oleh v-belt A-29 dan v-belt A-33. kapasitas kerja mesin pengiris pisang 120 kg/jam.
Analisa Rasio Perbandingan Pembakaran Kaca Antara Gas Elpiji Dan Oksigen Yulfa, M. Iqbal; Nadliroh, Kuni
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1117

Abstract

Tujuan penelitian iniTujuan penelitian ini adalah mengukur laju aliran antara gas LPG dan oksigen dengan mengunakan Flowrate 0-8 LPM dengan pressure 0,2 (Mpa) dan temperature C dengan diameter 6 mm serta mengukur rasio pembakaran. Dan pengujian ini di lakukan 2 kali percobaan dengan mengunakan tungku dan tidak mengunakan tungku, dari hasil pengujian pembakaran di dapatkan hasil AFR 1 : 1 dan 2 : 1 pengunaan tungku dengan dimensi 40 cm sangatlah tidak efektif dikarenakan titik didih pada kaca sangatlah tinggi sangat berbeda dengan logam, dari percobaan mengunakan sekitar 6-3 LPM gas LPG dan untuk oksigen 3 LPM dan AFR yang paling optimal dalah 2 : 1 dengan temperatur mencapai 1350 sedangkan AFR 1 : 1 temperatur yang dicapai hanya 800 . adalah mengukur laju aliran antara gas LPG dan oksigen dengan mengunakan Flowrate 0-8 LPM dengan pressure 0,2 (Mpa) dan temperature C dengan diameter 6 mm serta mengukur rasio pembakaran. Dan pengujian ini di lakukan 2 kali percobaan dengan mengunakan tungku dan tidak mengunakan tungku, dari hasil pengujian pembakaran di dapatkan hasil AFR 1 : 1 dan 2 : 1 pengunaan tungku dengan dimensi 40 cm sangatlah tidak efektif dikarenakan titik didih pada kaca sangatlah tinggi sangat berbeda dengan logam, dari percobaan mengunakan sekitar 6-3 LPM gas LPG dan untuk oksigen 3 LPM dan AFR yang paling optimal dalah 2 : 1 dengan temperatur mencapai 1350 sedangkan AFR 1 : 1 temperatur yang dicapai hanya 800 .

Page 45 of 129 | Total Record : 1283


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025 Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025 Vol. 9 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025 Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024 Vol. 7 No. 3 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2023 Vol. 7 No. 2 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): PROSIDING NSEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2023 Vol. 6 No. 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022 Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021 Vol. 5 No. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021 Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020 Vol. 4 No. 2 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020 Vol. 3 No. 1 (2019): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-III Tahun 2019 Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018 Vol. 1 No. 1 (2017): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-I Tahun 2017 More Issue