cover
Contact Name
Yulita Nilam Fridiyanti
Contact Email
lanskappolitik@unwahas.ac.id
Phone
+6289689667670
Journal Mail Official
lanskappolitik@unwahas.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI ILMU POLITIK Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50236, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lanskap Politik
ISSN : 29866774     EISSN : 29866146     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/jlp.2023.1.2
Core Subject : Social,
Jurnal Lanskap Politik is committed to significant advances in knowledge and understanding of citizenship, government, and politics, and the public value of political science research. As the journal of Political Science, Jurnal Lanskap Politik publishes research in all major areas of political science including public policy, regional politics, democracy, political economy, elections, political parties, political communications, comparative politics, political methodology, and political theory.
Articles 37 Documents
Kepemimpinan Politik Joko Widodo Dalam Politik Luar Negeri Aziz, Muhammad Fachri; Surya, Dian Ariyani
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jlp.2024.2.2.12086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepemimpinan politik Joko Widodo dalam politik luar negeri Indonesia yang merupakan Presiden ketujuh Republik Indonesia. Hasil penelitian ini bahwa setiap kepemimpinan politik Indonesia memiliki ciri khas dalam politik luar negeri Indonesia sesuai kepentingan nasionalnya. Presiden Joko Widodo dalam politik luar negeri Indonesia oreintasi ke dalam (Inward looking) dengan prinsip bebas aktif. Dimana Presiden berkeinginan negara Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan menggunakan jalur diplomasi yang disertai dengan meningkatkan aspek pertahanan dan keamanan. Selain itu dalam politik luar negeri Indonesia dalam aspek ekonomi menggunakan jalur deplomasi ekonomi yang berkunjung ke beberapa negara untuk mendapatkan investasi asingagar mendorong pembangunan infrastruktur dan perekenomian Indonesia. Selain mencari investasi asing dalam memajukan perekenomian, Presiden Joko Widodo berkeinginan untuk menguasai pasar halal dunia dengan menggunakan jalur diplomasi ekonomi dengan mempromosikan produk-produk halal negara Indonesia dengan dengan menyelenggarakan forum-forum internasional dengan bertemakan produk halal dengan mengundang beberapa negara.
The Politics of Power: Ridwan Kamil and the Dynamics Of the 2024 Jakarta Election Bangun, Immanuel Cristwo
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2024 Jakarta elections reflect the complexity of politics in Indonesia, where power is used strategically to maintain dominance. This paper aims to analyse the dynamics of power used by Ridwan Kamil, through the approach of Steven Lukes' (2005) three-dimensional view of power. Using a qualitative descriptive method based on literature study, this paper finds that although Ridwan Kamil utilizes the dimensions of Visible, Hidden and Invisible Power strategically; public resistance hinders the effectiveness of this strategy. This confirms that in an increasingly elitist political system, the 2024 Jakarta election still proves that as in democratic politics, power is not solely about elite dominance but also a matter of legitimacy and public acceptance that cannot be fully controlled by political actors. Although it cannot be denied that the power struggle between elites will always continue to occur. Keywords: Elections, Jakarta Elections, Power, Political Strategy, Public Legitimacy Abstrak Pilkada Jakarta 2024 mencerminkan kompleksitas politik di Indonesia, di mana kekuasaan digunakan secara strategis untuk mempertahankan dominasi. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kekuasaan yang dimanfaatkan oleh Ridwan Kamil, melalui pendekatan kekuasaan tiga dimensi dari Steven Lukes (2005). Dengan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, tulisan ini menemukan bahwa meskipun Ridwan Kamil memanfaatkan dimensi Visible, Hidden dan Invisible Power secara strategis; resistansi masyarakat menghambat efektivitas strategi tersebut. Hal ini menegaskan bahwa dalam sistem politik yang kian elitis, Pilkada Jakarta 2024 masih membuktikan bahwa sebagaimana dalam politik yang demokratis, kekuasaan semata-mata bukan soal dominasi elit, tetapi juga soal legitimasi dan penerimaan publik yang tidak bisa sepenuhnya dikendalikan oleh aktor-aktor politik. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa pertarungan kekuasaan antar elit akan terus terjadi. Kata kunci: Pilkada, Pilkada Jakarta, Kekuasaan, Strategi Politik, Legitimasi Publik
Analisis Faktor-Sosio Demografis Dalam Partisipasi Pemilih Meutya Hafid Pada Pemilihan Legislatif 2024 Di Kabupaten Deli Serdang Simbolon, Geby Monica; Arifin, Adil
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the socio-demographic factors influencing voter participation in supporting Meutya Hafid during the 2024 Legislative Election in Deli Serdang Regency. Meutya Hafid, a politician from the Golkar Party, successfully secured 147,004 valid votes, with significant contributions from Deli Serdang. The research employs a quantitative approach with survey analysis, involving 100 respondents selected through stratified random sampling. The analyzed variables include age, gender, education level, occupation, income, and emotional connection with the candidate. The findings reveal that education level and emotional connection significantly impact voter participation, while age and gender have a moderate influence. Furthermore, the effectiveness of Meutya Hafid's political communication strategy via social media was found to strengthen the relationship between socio-demographic factors and voter participation. This study provides essential insights for developing data-driven political campaign strategies to enhance voter participation. Keywords: Voter Participation, Socio-Demographic Factors, 2024 Legislative Election, Meutya Hafid, Deli Serdang Regency. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosio-demografis yang memengaruhi partisipasi pemilih dalam mendukung Meutya Hafid pada Pemilihan Legislatif 2024 di Kabupaten Deli Serdang. Meutya Hafid, politisi Partai Golkar, berhasil meraih 147.004 suara sah, dengan kontribusi signifikan dari Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis survei, melibatkan 100 responden yang dipilih secara stratified random sampling. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan kedekatan emosional dengan kandidat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan dan kedekatan emosional memiliki pengaruh signifikan terhadap partisipasi pemilih, sementara variabel usia dan jenis kelamin memiliki pengaruh moderat. Selain itu, efektivitas strategi komunikasi politik Meutya Hafid melalui media sosial juga ditemukan memperkuat hubungan antara faktor sosio-demografis dan partisipasi pemilih. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi kampanye politik yang berbasis data sosio-demografis untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Kata kunci : Partisipasi Pemilih, Faktor Sosio-Demografis, Pemilihan Legislatif 2024, Meutya Hafid, Kabupaten Deli Serdang.
Implikasi Keluarnya Amerika Serikat dari Paris Agreement terhadap Kestabilan Politik Global Amiruddin, Amiruddin; Muksin, Nani Nurani
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The United States' withdrawal from the Paris Agreement in 2025 under the Trump administration has raised significant questions about its implications for global political stability. This study examines the political implications of the US withdrawal, focusing on its impact on global leadership, multilateral cooperation, climate diplomacy, and domestic political dynamics. Using a qualitative case study approach and drawing on a variety of data sources, including official documents, academic literature, and policy analysis, this study finds that the US withdrawal has had a mixed impact. While it has created challenges for global climate governance and cooperation, it has also opened opportunities for other actors to play a more prominent role. The study concludes that the US withdrawal from the Paris Agreement is a significant event with far-reaching political implications, and further research is needed to fully understand its long-term consequences. Keywords: Paris Agreement, United States, climate change, global political stability, multilateral cooperation Abstrak Penarikan diri Amerika Serikat dari Paris Agreement pada tahun 2017 di bawah pemerintahan Trump telah menimbulkan pertanyaan signifikan tentang implikasinya terhadap stabilitas politik global. Studi ini meneliti implikasi politik dari penarikan diri AS, dengan fokus pada dampaknya terhadap kepemimpinan global, kerjasama multilateral, diplomasi iklim, dan dinamika politik domestik. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dan berbagai sumber data, termasuk dokumen resmi, literatur akademis, dan analisis kebijakan, studi ini menemukan bahwa penarikan diri AS memiliki dampak yang beragam. Meskipun menciptakan tantangan bagi tata kelola dan kerjasama iklim global, hal ini juga membuka peluang bagi aktor lain untuk memainkan peran yang lebih menonjol. Studi ini menyimpulkan bahwa penarikan diri AS dari Paris Agreement adalah peristiwa penting dengan implikasi politik yang luas, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya konsekuensi jangka panjangnya. Kata kunci: Paris Agreement, Amerika Serikat, perubahan iklim, stabilitas politik global, kerjasama multilateral
Peran Pemerintah Dalam Menghadapi Tantangan Demokrasi Akibat Diskriminasi Ekonomi: Studi Kasus Hak Kesempatan Kerja Di Papua Argoebie, Bella; Sizdah, Raisha; Kurniawan, Syahwa Fitria; Azis, Ardhana Ulfa
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The right to employment in Papua is still a crucial issue that is included in the challenges of democracy in Indonesia. It is evident from the 6.48% open unemployment rate that is still high in Papua because indigenous Papuans feel the inequality of access they get compared to immigrant groups. The problem studied is how the government's role in facing democratic challenges arising from economic discrimination, especially related to the right to employment opportunities in Papua. This research identifies the specific role of the government in reducing unequal access to employment and the impacts of this problem on democratic stability and explores how this economic injustice affects the principle of inclusiveness in Indonesian democracy. The researcher used a qualitative method approach that drew data sources from books, journals, previous research, and data from various websites on the internet. The research process involves systematic data collection techniques through observation and analysis of documents or archives related to the research subject, such as records of reports, books, or official documents. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the central and regional governments have made many efforts to provide solutions to the problem of solving the challenges to democracy that occur in Papua. This is evidenced by the discovery of various special policies made by the central government for Papua such as the special autonomy policy, affirmation quota, scholarships to the Papua youth creative hub program. The author hopes that this research is useful for reference or foundation and supports further research and can be useful for the advancement of political science. Keywords: Economic Discrimination, Democracy, Papua. Abstrak Hak kesempatan kerja di Papua masih menjadi permasalahan krusial yang termasuk ke dalam tantangan demokrasi di Indonesia. Terbukti dari angka 6,48% tingkat pengangguran terbuka yang masih tinggi di Papua disebabkan oleh orang asli Papua merasakan ketimpangan akses yang mereka dapatkan dibandingkan dengan kelompok pendatang. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana peran pemerintah menghadapi tantangan demokrasi yang timbul akibat diskriminasi ekonomi, khususnya terkait hak kesempatan kerja di Papua. Penelitian ini mengidentifikasi peran spesifik pemerintah dalam mengurangi ketimpangan akses kerja serta dampak-dampak masalah ini pada kestabilan demokrasi serta mengeksplorasi bagaimana ketidakadilan ekonomi ini memengaruhi prinsip inklusivitas dalam demokrasi di Indonesia. Peneliti menggunakan pendekatan metode kualitatif yang mengambil sumber data dari buku, jurnal, penelitian terdahulu, dan data-data dari berbagai situs web di internet. Proses penelitian melibatkan teknik pengumpulan data secara sistematis melalui observasi serta analisis dokumen atau arsip yang berhubungan dengan subjek penelitian, seperti catatan laporan, buku, atau dokumen-dokumen resmi. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemerintah pusat maupun daerah banyak banyak melakukan segala upaya untuk memberi solusi atas penyelesaian masalah tantangan demokrasi yang terjadi di Papua. Hal ini dibuktikan dari ditemukannnya berbagai kebijakan khusus yang dibuat pemerintah pusat untuk Papua seperti kebijakan otonomi khusus, kuota afirmasi, beasiswa hingga adanya program Papua youth creative hub. Penulis berharap penelitian ini bermanfaat untuk acuan atau landasan serta mendukung penelitian selanjutnya dan dapat berguna untuk kemajuan ilmu politik. Kata kunci : Diskriminasi Ekonomi, Demokrasi, Papua.
Perdagangan Drugs Transnasional di Asia Tenggara : Pengaruh Kerangka Kebijakan dan Efektivitas ASEAN terhadap Indonesia Ningrum, Deby Puspita; Fridiyanti, Yulita Nilam
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug trafficking and illicit drugs have become a global issue faced by all countries, especially Southeast Asia, especially Indonesia. This is a serious challenge that must be watched out for, influenced by the policy framework and effectiveness of ASEAN. The purpose of writing this journal is to analyze how ASEAN plays a role in combating drug trafficking through initiatives such as Drug Free ASEAN and the establishment of a special agency ASOD, as well as the impact of narcotics and illicit drugs on ASEAN countries, especially Indonesia. In making this journal, the author uses a qualitative method, which is a type of research that is carried out to solve phenomena with a secondary data source approach, descriptive analysis, and empirical law. Secondary data used in this study comes from various journals. In this case, ASEAN policy functions to strengthen cooperation between member countries in combating transnational crime, including drug trafficking and illicit drugs. Through forums such as the ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD). This policy also aims to improve coordination between law enforcement agencies in member countries, as well as prioritize preventive and rehabilitative approaches in dealing with drug problems. Keywords: Drug trafficking, Transnational, ASEAN Policy, Indonesia, Law Enforcement Abstrak Perdagangan narkoba dan obat-obatan terlarang telah menjadi isu global yang dihadapi oleh semua negara, terlebih Asia Tenggara,khususnya Indonesia. Hal ini menjadikan tantangan serius yang harus diwaspadai, dengan dipengaruhi oleh kerangka kebijakan dan efektivitas ASEAN. Tujuan dalam penulisan jurnal ini yaitu menganalisis bagaimana ASEAN berperan dalam memerangi peredaran narkoba melalui inisiatif seperti Drug Free ASEAN dan pembentukan badan khusus ASOD, serta bagaimana impact narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut terhadap negara- negara di ASEAN, khususnya Indonesia. Dalam pembuatan jurnal ini,penulis menggunakan merode kualitatif, yang merupakan jenis penelitian yang dilakukan memecahkan fenomena dengan pendekatan sumber data sekunder,analisis deskriptif, serta hukum empiris. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari berbagai jurnal. Dalam hal ini, kebijakan ASEAN berfungsi untuk memperkuat kerjasama antarnegara anggota dalam memerangi kejahatan transnasional,termasuk perdagangan narkoba dan obat-obatan terlarang.Melalui forum seperti ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD). Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara lembaga penegak hukum di negara-negara anggota, serta mengedepankan pendekatan preventif dan rehabilitatif dalam menangani masalah narkoba. Kata Kunci: Perdagangan narkotika, Transnasional,Kebijakan ASEAN, Indonesia, Penegak Hukum
Analisis Semiotika Kritik Sosial Politik Lagu (Studi Kasus Lagu “Punya Apa Lagi” Karya Iksan Skuter) Ghoffur, Ahmad Abdul; Ni’am, Harun
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Independent music or indie music has an idealism in playing songs without having to look at the market and music industry while still providing the best music and innovation. In it there is often socio-political criticism. The song "Punya Apa Lagi" by Iksan Skuter is one example. This study is to find out the meaning of the song. In terms of signs, the song expresses a sense of anxiety and complaints from the community. This type of research is descriptive qualitative. The theory used in this study is Ferdinand De Saussure's semiotic analysis theory which uses signifiers and signifieds. Keywords: Socio-Political Criticism, Songs, Semiotics, Iksan Skuter Abstrak Musik independen atau musik indie mempunyai idealisme dalam memainkan lagu tanpa harus memandang pasar dan industri musik dengan tetap memberikan sajian musik dan inovasi yang terbaik. Di dalamnya sering ada kritik sosial politik. Lagu “Punya Apa Lagi” karya Iksan Skuter merupakan salah satu contohnya. Penelitian ini untuk mengetahui makna lagu tersebut. Secara penanda lagu tersebut mengungkapkan rasa kegelisahan dan keluhan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori analisis semiotika Ferdinand De Saussure yang menggunakan signifier (penanda) dan signified (petanda). Kata Kunci: Kritik Sosial Politik, Lagu, Semiotika, Iksan Skuter

Page 4 of 4 | Total Record : 37