cover
Contact Name
Husnun Nahdhiyyah
Contact Email
husnun.nahdhiyyah@iainptk.ac.id
Phone
+6282336137711
Journal Mail Official
assyamil.counseling@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letnan Jenderal Soeprapto No. 19, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak , Kalimantan Barat 78122
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Counseling As Syamil
ISSN : 28087445     EISSN : 28087151     DOI : https://doi.org/10.24260
FOKUS DAN RUANG LINGKUP Jurnal Konseling as Syamil menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian dalam bimbingan dan konseling Islam di Indonesia, yang meliputi: Bimbingan dan Konseling Pendidikan Bimbingan dan Konseling Keagamaan Bimbingan dan Penyuluhan Masyarakat Bimbingan dan Penyuluhan Masyarakat Bimbingan dan Konseling Keluarga Bimbingan dan Konseling Multikultural Teknik dan Model Komunikasi Media dan Teknologi Bimbingan Konseling Penilaian dalam Bimbingan dan Konseling Konseling Lintas Budaya Bimbingan dan Konseling Manajemen pendidikan konselor Layanan Konseling Individu dan layanan konseling sebaya Pengembangan program layanan Bimbingan Konseling Dan lain-lain
Articles 54 Documents
Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Dampak Bermain Video Game Melalui Layanan Konseling Informasi Menggunakan Media Cerita Bergambar sinta, Sinta; Nurrahmi, Hesty; Fatimah, Syf.
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.874 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i1.248

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pemahaman siswa tentang dampak bermain video game sebelum mengikuti layanan konseling informasi menggunakan media cerita bergambar. 2) Proses pelaksanaan layanan konseling informasi melalui media cerita bergambar dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak bermain video game. 3) Berapa besar tingkat pemahaman siswa setelah diberikan layanan konseling informasi melalui media cerita bergambar tentang dampak bermain video game. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 15 Siantan Desa Jungkat. Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian pre-eksperimental dengan desain penelitian one group pre-test and post-test. Berdasarkan hasil olahan data menggunakan Program Software Microsoft Office Excel For Windows dan aplikasi Stactical Package For The Social Scienses (SPSS) versi 25.0 for windows diperoleh hasil : 1) Tingkat pemahaman siswa sebelum treatment terletak pada kategori sangat kurang terindikasi 26 siswa. 2) Proses layanan konseling informasi dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan tahapannya mencangkup perencanaan kegiatan, pelaksanaan layanan, melakukan evaluasi, menganalisa hasil kegiatan, tindak lanjut kegiatan dan memberikan laporan. 3) Tingkat pemahaman siswa setelah treatment terletak pada kategori sangat baik yang terindikasi 12 siswa dan kategori baik yang terindikasi 7 siswa. Berdasarkan analisis uji t maka diperoleh nilai t adalah -10,489, mean -29,818, dan simpangan baku (std.deviation) selisih antara pretest dan posttest 16,331 dengan perbedaan taraf kepercayaan 95% sehingga dapat dipercaya. Pada tabel t diperoleh hasil -10,489 dengan nilai sig. (2-tailed) lebih kecil dari nilai kritik 0.05 (0.000 ≤ 0.05). Dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
Upaya Konselor Sekolah Terhadap Pernikahan Anak dalam Perspektif Tugas Perkembangan Remaja Fazny, Bella Yugi
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.941 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i1.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kajian literatur pustaka lebih dalam dengan memaknai pernikahan anak di bawah umur, dan keterkaitannya dengan upaya konselor sekolah dalam memenuhi capaian tugas perkembangan remaja. Metode dalam penelitian ini berupa analisis kajian literatur dengan hasil sintesa penelitian berupa (1) perlu adanya pelaksanaan langkah kongkrit upaya preventif layanan konselor sekolah berupa bimbingan, kolaborasi, konsultasi dan advokasi pada remaja dengan isu kesehatan reproduksi, sehingga laju angka pernikahan dibawah umur dapat ditekan, (2) selain itu perlu dikaji kembali upaya konselor sekolah dalam memfasilitasi tugas perkembangan remaja yang putus sekolah akibat dikeluarkan dengan isu hamil pranikah hingga menikah di usia dini. Konselor sekolah dapat melakukan layanan advokasi dan bimbingan perencanaan karir sejak dini, sebagai upaya dukungan sistem pemberdayaan hak anak sehingga anak tetap dapat berkarir dan memiliki harapan hidup yang tinggi meski dengan keterbatasan yang dimiliki.
Layanan Informasi Tentang Penyesuaian Diri Pada Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Pontianak Susanti, Devi -; Irfani, Amalia
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.748 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i1.282

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan informasi dalam meningkatkan penyesuaian diri warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Pontianak. Secara khusus, tujuan penelitian ini untuk mengungkap: (1) Penyesuaian diri warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Pontianak sebelum diadakan layanan informasi; (2) Pemberian materi layanan informasi pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Pontianak; (3) Penyesuaian Diri warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Pontianak sesudah diadakan layanan informasi; dan (4) efektivitas keberhasilan layanan informasi dalam meningkatkan penyesuaian diri warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) kelas II A Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Tingkat penyesuaian diri warga binaan perempuan kelas eksperimen rendah, dengan nilai rata-rata pretest 64%. Sedangkan kelas kontrol juga sama rendah, dengan nilai rata-rata pretest 67%. Hal ini mengindikasikan bahwa perlu diadakan layanan informasi untuk meningkatkan penyesuaian diri warga binaan perempuan pada kelas eksperimen; 2) Pemberian materi layanan informasi sebanyak empat kali dengan materi yang berbeda setiap pertemuan; 3) Setelah dilaksanakan layanan informasi pada kelas eksperimen, maka didapatkan nilai rata-rata posttest 77%. Terdapat peningkatan penyesuaian diri warga binaan setelah diberikan layanan layanan informasi sebesar 13%. Akan tetapi kelas kontrol memiliki tingkat kategori rendah, dengan nilai rata-rata posttest 65% dan penurunan sebanyak 2% penyesuaian diri. Hal ini menunjukan bahwa sebenarnya kelas kontrol juga memerlukan layanan informasi, agar dapat mempertahankan dan meningkatkan penyesuaian diri.
Kesehatan Mental Remaja Pada Masa Pandemi Meilinda, Mita -
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.59 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i1.342

Abstract

Abstract: This study is a qualitative study that aims to describe the mental health condition of adolescents during the COVID-19 pandemic. COVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered type of coronavirus. The new virus and the disease it causes were unknown before the outbreak began in Wuhan, China, in December 2019. COVID-19 is now a pandemic affecting many countries around the world. Mental health is the level of psychological well-being or mental disorders. Mental health consists of several types of conditions that are commonly categorized under healthy conditions, anxiety disorders, stress and depression. This study took data with structured interviews on students of the Islamic Counseling Guidance study program who carried out bold learning. Interviews were conducted by asking questions in the form of documents that were sent via private messages to each student who was sampled. Closed questionnaires were carried out by distributing them through WhatsApp groups and private messages using the Google form page to obtain complete information. The results of this study indicate that the COVID-19 pandemic has become a separate problem for the mental health of adolescents during courageous learning during the pandemic. This is because there are several factors and challenges during learning. This condition results in the emergence of inner conflicts and pressures experienced by teenagers so that it interferes with their mental health. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi kesehatan mental remaja di masa pandemic COVID-19. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Kesehatan mental adalah tingkatan kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa. Kesehatan jiwa terdiri dari beberapa jenis kondisi yang secara umum dikategorikan dalam kondisi sehat, gangguan kecemasan, stres dan depresi. Penelitian ini mengambil data dengan wawancara terstruktur pada mahasiswa prodi Bimbingan Konseling Islam yang melaksanakan pembelajaran daring. Wawancara dilakukan dengan memberikan pertanyaan berupa dokumen yang dikirim lewat pesan pribadi kepada setiap mahasiswa yang dijadikan sampel. Kuesioner tertutup dilakukan dengan disebarkan lewat grup WhatsApp dan pesan pribadi menggunakan laman Google form agar memperoleh informasi yang lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemic COVID-19 ini telah menjadi masalah tersendiri bagi kesehatan mental remaja selama pembelajaran daring di masa pandemi. Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa factor dan tantangan selama pembelajaran. Kondisi inilah yang mengakibatkan timbulnya konflik batin dan tekanan yang di rasakan para remaja sehingga mengganggu kesehatan mental mereka.
Pelayanan Konseling Kelompok Dalam Menangani Kasus Bullying ningtyas, Izzati wahyu
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.337 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i1.363

Abstract

Abstract: This discussion discusses about group counseling services in dealing with bullying cases. Bullying is a negative action physically or verbally that shows a hostile attitude, causing stress for the victim, repeated within a certain period of time and involving differences in strength between the perpetrator and the victim. group counseling becomes an alternative to prevent cases of bullying in the community. The subject of the discussion that I use is to use reference sources, both from electronic books and scientific works sourced from the internet. The research method we use is a qualitative method where we use the discussion of the figures we find in ebooks and scientific works. The results of the method we use, namely revealing the definition of bullying, the meaning of Group Counseling, Factors that affect group counseling, structures and stages as well as the manifestation of functions and goals resulting from the existence of group counseling. Abstrak: Pada Pembahasan kali ini membahas tentang pelayanan konseling kelompok dalam menangani kasus bullying. Bullying merupakan suatu tindakan negatif secara fisik atau lisan yang menunjukkan sikap permusuhan, sehingga menimbulkan stres bagi korbannya, berulang dalam kurun waktu tertentu dan melibatkan perbedaan kekuatan antara pelaku dan korbannya. Dengan adanya Konseling kelompok menjadi suatu alternatif untuk mencegah kasus bullying di lingkungan masyarakat. Subjek pembahasan yang saya gunakan yaitu memanfaatkan sumber-sumber referensi Baik dari Buku elektronik dan karya ilmiah yang di bersumber dari internet metode penelitian yang kami gunakan adalah metode kualitatif dimana kami memanfaatkan bahasan dari Tokoh-tokoh yang kami temukan di Ebook maupun Karya Ilmiah. Hasil dari metode yang kami gunakan, yaitu mengungkap definisi bullying, artian Konseling Kelompok, Faktor-faktor yang mempengaruhi konseling Kelompok, Struktur-struktur dan Tahap-tahap serta manifestasi fungsi dan tujuan yang dihasilkan dari adanya konseling kelompok tersebut.
Peningkatan Pemahaman Bahaya Merokok Siswa Melalui Media Poster dan Video di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Kabupaten Kubu Raya Fazny, Bella Yugi; Nurrahmi, Hesty; ., Habibah
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.031 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i2.392

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effectiveness of the process of implementing classical guidance services using poster and video media. The success of this study occurs when there is an increase in the understanding of the dangers of smoking in active smokers. Counseling Guidance Action Research (PTBK) was carried out in 2 cycles using questionnaires, interviews, observations and documentation. Based on the results of study, it can be concluded that the use of video media in cycle 2 is considered more effective in providing classical guidance services than the use of poster media in cycle 1. Submission material of understanding the dangers of smoking using poster in cycle 1 received a passive participation response from students. After the students finished studying the poster information, the students looked bored, and not enthusiastic until the activity ended. That contrast with cycle 2 of providing classical guidance services using the video media, students seemed to be more actively focused on listening to videos, expressing themselves during the brainstorming session. Submission of material using video is considered more effective, because it appears a decrease in the number of students experiencing boredom. The results of the evaluation of the questionnaire on the understanding of the dangers of smoking showed that before the provision of classical guidance services, the level of students' understanding of the dangers of smoking was low (mean score of 25). After cycle 1 was run using poster media, there was an increase in understanding of the dangers of smoking to a moderate level (mean score 38). Then after the researchers ran cycle 2 the provision of classical guidance services using video media, students experienced an increase in understanding the dangers of smoking to a high level (mean 60). The use of video media is considered effective and recommended in providing classical guidance services to active smoking students at Madrasah Aliyah Miftahul Ulum.
Motivasi Calon Pengantin Yang Menikah Usia Dini Di KUA Rasau Jaya Silvia, Rita Silvia; Putri, Nur Aldina Eka; Kholifah, Eti Nur; Riyadi, Mohamad Dikta; ., Sartunah
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.559 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i2.435

Abstract

Abstract: Early marriage is a marriage that is carried out by a couple, both male and female, who are under the minimum age of marriage based on marriage law, which under 19 years old both for men and woman. There are many reasons that causing them to choose married under age some of them caused by culture and religion, economic and educational level of the family. This study aims to determine the motivation of early married couples. In this research is using qualitative method and two bride. Collecting data by observation, interviews, and secondary data. Qualitative methods can make it easier for researchers to describe what the motivations of couples who want to marry underage are like. The results of the research taken on underage married couples show that there is no special motivation but of their own will who have agreed to marry underage and there are also those who follow the wishes of their parents to get married even though their age is not enough to following the law of marriage, which is in marriage law number 19 in 2019, the minimum age for marriage is 19 years, for both male and female. Abstrak: Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan suami istri, baik laki-laki maupun perempuan, yang masih di bawah usia minimal perkawinan yang diatur dalam undang-undang perkawinan, yaitu 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Faktor penyebab pernikahan dini adalah budaya dan agama, tingkat ekonomi dan pendidikan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi pasangan menikah dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan data sekunder. Jumlah subjek berjumlah 2 orang. Metode kualitatif dapat memudahkan peneliti untuk mendeskripsikan seperti apa motivasi pasangan yang ingin menikah di bawah umur. Hasil penelitian yang dilakukan pada pasangan suami istri di bawah umur menunjukkan bahwa tidak ada motivasi khusus melainkan atas kemauan sendiri yang telah menyetujui untuk menikah di bawah umur dan ada juga yang menuruti keinginan orang tuanya untuk menikah walaupun usianya tidak mencukupi. yang diatur dalam undang-undang. perkawinan dalam UU no. 19 Tahun 2019, usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun, baik pria maupun wanita.
Upaya Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Menangani Peserta Didik Yang Membolos Nuriman, Puspita; Irfani, Amalia; ., Barriyati
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.603 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i2.436

Abstract

Abstract: Ditching is the act of students not attending school without a clear explanation. This study aims to reveal how the strategies, actions and the level of success of the strategies and actions taken by BK teachers against students skipping school. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach. The data sources of this study consisted of primary sources, namely 1 BK teacher, and secondary sources of 5 students. The technique of collecting data is direct communication to both primary and secondary sources with interview guidelines, then using observation and documentation techniques. The analysis of the discussion is that the BK teacher makes a strategy by making a letter of agreement or a contract of punishment, by providing individual or group counseling services as well as providing punishment in accordance with the contract agreement. The success of these strategies and actions provides a deterrent effect to students, so that students do not take truant action again.
Analisis Tingkat Kedisiplinan Siswa Dalam Mengikuti Pembelajaran Daring Di SMA PGRI 2 Palembang Afriansyah, Diman; Putri, Ramtia Darma
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.761 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i2.446

Abstract

Abstract: During bold learning, teaching and learning activities (KBM) are currently ineffective, so that subject teachers have difficulty in paying attention to students optimally and make many students absent, late in collecting assignments, not paying attention to learning and late logging in to the quipper account ( Online Media), The purpose of the researcher is to determine the discipline of students in participating in learning at SMA PGRI 2 Palembang. The type of research used is descriptive qualitative. Where the researcher collects as much data as possible, both from reference books, journals, interviews with relevant sources and going directly to the field to get results that are in accordance with the title that you want to examine both in oral and written forms. The discipline aspect in brave learning during the covid-19 pandemic at SMA PGRI 2 Palembang almost met the criteria but there were some who did not meet the criteria, including students who were not able to divide their time, had not been able to take advantage of study time, and some students did not collect assignments on time. The obstacles faced by students in learning challenges are a) network problems and internet quotas, b) access to smartphone and computer technology, c) home disturbances. So that students are enthusiastic in learning and able to overcome all bad possibilities in learning during the covid-19 pandemic. So that teachers can serve as much as possible, be able to overcome student discipline problems in learning to be brave through programs that are considered to stimulate the spirit of learning, students make it easier for students to learn.
Peran Komisi Perlindungan Dan Pengawasan Anak Daerah Provinsi Kalimantan Barat Dalam Penanganan Kekerasan Seksual Pada Anak Tahun 2021 diana, Mar; Jannah, Nur; Irfani, Amalia
Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : BKI IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.432 KB) | DOI: 10.24260/as-syamil.v1i2.449

Abstract

Abstract: This paper aims to discuss the efforts of the West Kalimantan Regional Child Protection Commission in dealing with sexual violence against minors. The method used in collecting data in writing this article is a combination of field study methods with literature studies. Sexual violence is an act that is intentional and can harm victims who are children, both physically and psychologically. The role of the West Kalimantan Regional Child Protection and Supervision Commission is very much needed in handling cases of minors, especially on the issue of sexual crimes. Furthermore, parents should also be involved in handling minimal sexual violence by teaching children to recognize, refuse, and report potential threats of sexual violence if it occurs to them. Finally, parents should also have good emotional attachment and also support children legally if sexual violence occurs so that the perpetrators of sexual violence roaming the community can be punished accordingly for their behavior.