cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361721930
Journal Mail Official
JurnalSustainAgr@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batang Kuis - Lubuk Pakam Gg. Cempaka Dusun III No. 3, Tanjung Sari, Batang Kuis, Kab. Deli Serdang Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 29628644     DOI : https://doi.org/10.56211/tabela
Core Subject : Agriculture,
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan merupakan terbitan berkala ilmiah yang menyajikan hasil-hasil penelitian maupun telaah ilmiah yang menitikberatkan pada upaya-upaya yang dilakukan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Jurnal ini dikelola oleh Ilmu Bersama Center bersama Dosen-Dosen Profesional dari berbagai perguruan tinggi yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian atau telaah ilmiah dari Dosen, Peneliti maupun mahasiswa. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan terbit dua issue dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli, terbitan pertama pada bulan Januari 2023. Manuscript yang diterima pada Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan akan diperiksa kemiripannya menggunakan Plagiarism Checker dengan similarity index maksimal 25%. Manuscript yang lolos akan direview secara blind review oleh Mitra Bestari. Ruang lingkup Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan adalah Ilmu Pertanian dengan topik pengelolaan lahan, pengelolaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, agroklimat dan sosial ekonomi pertanian.
Articles 40 Documents
Analisis Komparatif Penanganan Pascapanen Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.) di Indonesia dan Turki: Aspek Pemanenan, Pengemasan, Penyimpanan, dan Distribusi Yulia Pradana; Shella Shella; Ade Diah Anindita; Fitria Riany Eris; Yayu Romdhonah
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i1.1439

Abstract

Bunga sedap malam adalah salah satu florikultura yang memiliki aroma harum mengagumkan sehingga disukai oleh masyarakat. Namun, bunga sedap malam (Polianthes tuberosa L.) mudah mengalami kerusakan, sehingga membutuhkan penanganan pascapanen yang baik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Studi kasus ini dilakukan secara komparatif terkait penanganan pascapanen bunga sedap malam (Polianthes tuberosa L.) di Indonesia dan Turki. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dan wawancara terhadap responden yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan pengalaman, peran, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan pascapanen dengan jumlah responden sebanyak empat orang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan penanganan pascapanen bunga sedap malam di Indonesia dan negara Turki dalam aspek pemanenan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi.
Efektivitas Hidropriming dalam Meningkatkan Mutu Fisiologis Benih Padi (Oryza sativa) Simpanan Lama Rafi Fauzan
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i1.1470

Abstract

Subang merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Indonesia sehingga kebutuhan akan benih padi yang bermutu sangat mendesak dengan jumlah yang besar. Namun, penyimpanan benih-benih padi yang digunakan masih dilakukan dengan cara tradisional yang mampu menurunkan kemampuan fisiologis benih yang akan digunakan sebagai bahan tanam. Hidropriming merupakan salah satu cara sederhana untuk meningkatkan mutu fisiologis benih padi sehingga tetap memiliki nilai viabilitas dan vigor yang tinggi ketika akan ditanam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu fisiologis benih yang diukur dalam pengukuran viabilitas dan vigor benih padi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua perlakuan yaitu varietas benih padi IPB 3S (V1) dan Cibatu (V2) serta empat taraf hidropriming yaitu H0 = kontrol, H1 = perendaman air, H2 = perendaman air kelapa 25%, H3 = perendaman air kelapa 75%. Penggunaan air kelapa sebagai metode hidropriming dengan konsentrasi 25% secara umum memiliki kemampuan terbaik untuk meningkatkan mutu fisiologis benih padi berdasarkan parameter daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakan tumbuh hingga berat kering kecambah normal.
Isolasi Bakteri Rhizosfer Tanaman Padi dan Uji kemampuan Antagonisnya terhadap Helminthosporium sp secara in-vitro Wawan Setiawan
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i1.1489

Abstract

Bakteri rhizosfer berperan penting dalam meningkatkan kesehatan tanaman, salah satunya melalui kemampuan antagonistik terhadap patogen tular tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi, dan mengevaluasi potensi antagonistik bakteri rhizosfer dari tanah sawah di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, terhadap patogen uji secara in vitro. Sebanyak 30 isolat bakteri berhasil diisolasi, dimurnikan, dan dikarakterisasi berdasarkan morfologi koloni. Hasil karakterisasi menunjukkan dominasi koloni berbentuk circular dengan tepi entire, elevasi convex hingga umbonate, serta variasi warna koloni meliputi putih, putih tulang, cream, kuning, orange, dan pink, yang mengindikasikan keragaman fenotipik bakteri rhizosfer. Uji antagonisme menunjukkan bahwa empat isolat, yaitu S10, S11, S12, dan S18, mampu menghambat pertumbuhan patogen uji yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat. Lebar zona hambat yang dihasilkan berkisar antara 1,0–1,4 cm, dengan isolat S18 menunjukkan aktivitas antagonistik tertinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri rhizosfer dari tanah sawah Cibogo memiliki potensi sebagai agen pengendali hayati, khususnya isolat S18, namun diperlukan pengujian lanjutan secara in vivo untuk memastikan efektivitas dan kestabilan kinerjanya.
Bioremediasi dan Fitoremediasi Tanah Pertanian Tercemar Pestisida sebagai Upaya Pengelolaan Lahan Berkelanjutan: Studi Kasus: Desa Slemanan, Kec.Udanawu, Kab. Blitar Eko Siswanto
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i1.1492

Abstract

Penggunaan pestisida secara intensif dalam sistem pertanian berkontribusi terhadap akumulasi residu kimia di dalam tanah yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan keberlanjutan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan bioremediasi dan fitoremediasi sebagai upaya pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan pada tanah tercemar pestisida di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional eksperimental melalui pengambilan sampel tanah pada lahan terpapar pestisida dan lahan pembanding. Bioremediasi in situ dilakukan dengan penambahan pupuk kompos organik untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, sedangkan fitoremediasi dievaluasi melalui identifikasi tanaman indigenous yang toleran terhadap kondisi tercemar. Analisis meliputi populasi mikroorganisme tanah menggunakan metode Total Plate Count (TPC), pengukuran sifat kimia tanah (pH, C-organik, dan N-organik), serta analisis residu pestisida menggunakan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos organik mampu meningkatkan populasi mikroorganisme tanah secara signifikan dan mempercepat penurunan residu pestisida hingga berada di bawah ambang batas aman (<0,003 ppm). Kondisi pH tanah relatif stabil pada kisaran netral, yang mendukung aktivitas mikroba pendegradasi. Selain itu, beberapa tanaman indigenous, terutama Chromolaena odorata L. dan Vetiveria zizanioides L., menunjukkan potensi sebagai agen fitoremediasi berdasarkan tingkat dominansi dan adaptasinya terhadap lahan tercemar. Integrasi bioremediasi dan fitoremediasi terbukti efektif dalam memulihkan kualitas tanah serta mendukung pengelolaan lahan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pertumbuhan Vegetatif Mucuna bracteata D.C dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Kopi Ari Angga Pratama Depari; Daniel Mendrofa; lidia Sembiring; Billi Sanjaya Ginting; Andry Admaja Tarigan; Muhammad Arif Nasution; Laura Juita Pinem; Yustina Sri Sulastri; Bayu Pratomo
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i1.1570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan awal benih Mucuna bracteata D.C. sebagai tanaman penutup tanah yang umum digunakan di perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Medan dan Sibolangit pada Februari–Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan enam taraf dosis POC, yaitu 0, 20, 40, 60, 80, dan 100 ml per 100 ml air per polybag, serta empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi panjang sulur dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah kulit kopi tidak berpengaruh nyata terhadap kedua parameter pertumbuhan yang diamati. Panjang sulur tertinggi diperoleh pada dosis 40 ml dengan rerata 17,95 cm, sedangkan jumlah daun terbanyak terdapat pada dosis 80 ml dengan rerata 9,88 helai. Namun, berdasarkan hasil analisis ANOVA, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi POC limbah kulit kopi pada dosis yang diuji belum mampu meningkatkan pertumbuhan awal Mucuna bracteata D.C. secara nyata.
Substitusi Pupuk NPK Berbasis Ecoenzyme-Ekstrak Azolla Melalui Pengaturan Frekuensi Aplikasi Pada Bibit Kelapa Sawit Sakiah Sakiah; Eka Bobby Febrianto; Ramedo Lumban Gaol; Muhammad Hanafi
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i2.1805

Abstract

Tahap pra-pembibitan merupakan fase kritis dalam menghasilkan bibit kelapa sawit yang kuat dan seragam. Pemupukan organik cair menawarkan alternatif yang menjanjikan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik serta mendukung pengelolaan pembibitan yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi pupuk NPK dengan campuran ecoenzyme dan ekstrak Azolla pada frekuensi aplikasi yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap non-faktorial dengan empat perlakuan dan empat ulangan: M0 = NPK 15-15-6-4, M1 = ecoenzyme 2 mL L⁻¹ air + ekstrak Azolla 20 mL diaplikasikan setiap hari, M2 = ecoenzyme 2 mL L⁻¹ air + ekstrak Azolla 40 mL diaplikasikan setiap 3 hari, dan M3 = ecoenzyme 2 mL L⁻¹ air + ekstrak Azolla 60 mL diaplikasikan setiap 7 hari. Variabel yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, berat segar, berat kering, dan sifat kimia tanah terpilih sebagai data pendukung. Hasil menunjukkan bahwa penggantian NPK dengan campuran ecoenzyme–ekstrak Azolla meningkatkan tinggi bibit dan diameter batang pada tahap pertumbuhan selanjutnya serta menghasilkan biomassa yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol NPK, sementara jumlah daun tetap relatif serupa di antara perlakuan. Perlakuan substitusi juga cenderung meningkatkan karbon organik tanah, sedangkan pH tanah dan nitrogen total tetap relatif stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak ecoenzyme–Azolla memiliki potensi sebagai alternatif pemupukan yang lebih berkelanjutan untuk pengelolaan pra-pembibitan kelapa sawit.
Pengaruh Umur Panen terhadap Kandungan Protein dan Serat Kasar Polong Muda Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Yuni Nurfiana; Eko Setiawan; M. Amien Rais
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i2.1846

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman polong-polongan tropis yang memiliki kandungan protein dan serat setara kedelai, namun informasi mengenai umur panen optimal untuk konsumsi polong muda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh umur panen terhadap panjang buah, bobot buah, kandungan protein, dan kandungan serat kasar polong muda kecipir, serta menentukan umur panen optimal untuk konsumsi. Penelitian dilaksanakan di Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, dan Laboratorium Dasar Universitas Trunojoyo Madura, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh taraf umur panen (3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 hari setelah bunga mekar) dan empat kelompok. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5%, dilanjutkan uji Beda Nyata Jarak Duncan (BNJD) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh nyata terhadap panjang buah, bobot buah, kandungan protein, dan kandungan serat kasar. Kandungan protein dan serat kasar meningkat seiring bertambahnya umur panen, dengan nilai tertinggi pada umur panen 21 hari setelah bunga mekar, yaitu protein 7,1 g/100 g dan serat kasar 2,0 g/100 g. Berdasarkan analisis regresi korelasi dan pertimbangan keseimbangan antara ukuran polong, kandungan protein, dan kandungan serat kasar, umur panen 18 hari setelah bunga mekar merupakan umur panen yang paling optimal untuk konsumsi polong muda kecipir sebagai sayuran, karena polong sudah mencapai ukuran yang baik dengan kandungan protein yang memadai sebelum terjadinya peningkatan serat kasar yang tajam sehingga akan menyebabkan tekstur polong yang keras.
Dampak Alih Fungsi Lahan terhadap Perubahan Aspek Sosial dan Aspek Ekonomi (Studi Kasus Warga RW 10, Kebonagung, Kaliwates, Jember) Iyus Nita Mawaddah; Lisana Oktavisanti Mardiyana; Irmadatus Sholekhah; Muthmainnah Muthmainnah; Putri Wulandari
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i2.1873

Abstract

Indonesia terus mengalami pertumbuhan penduduk mengakibatkan peningkatan tutupan hutan dan non-hutan. Peningkatan populasi manusia menjadi penyebab meningkatnya permintaan akan kawasan pemukiman yang menjadi faktor konversi lahan. Kondisi ini terjadi pada warga RW 10, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak konversi lahan terhadap aspek sosial meliputi adaptasi sosial, stratifikasi sosial, perubahan sosial, dan mobilitas sosial serta aspek ekonomi meliputi pekerjaan, pendapatan, dan aset kepemilikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses Pengumpulan data penelitian melalui observasi dan wawancara dengan partisipan pada Desember 2025. Wawancara dilakukan secara mendalam baik sebelum maupun saat penelitian kepada subjek penelitian berjumlah 29 orang meliputi petani dan non-petani. Partisipan dipilih sesuai kriteria berdasarkan tujuan penelitian yaitu warga terdampak adanya konversi lahan, warga yang menempati wilayah baru setelah disediakan oleh pihak pelaku konversi lahan dan warga yang merupakan petani pemilik sawah di daerah konversi lahan. Wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab oleh partisipan penelitian secara langsung menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun oleh peneliti terkait aspek sosial dan aspek ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya alih fungsi lahan dinilai berdampak positif dan negatif jika dilihat dari aspek sosial karena banyak gagasan baru dan fasilitas publik yang sebelumnya belum ada. Sementara itu, dalam aspek ekonomi, terjadinya konversi lahan dinilai berdampak negatif, terutama bagi buruh tani yang tidak dapat berkembang dalam kegiatan yang menghasilkan pendapatan. Selain itu, aset yang dimiliki warga atas nama sendiri sebelum konversi lahan terjadi, saat ini tidak lagi mereka miliki.
Pengaruh Perendaman Buah sebagai Bahan Tanam dalam Berbagai Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Sintetik terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) Choirul Umam; Syifa' Aisyatina; Baswarsiati Baswarsiati; Illiyien Sita Permadani; Nimas Safina Wulansari Haryanti; Rizki Nur Oktavia; M. Rikza Fiqih Yuliansyah; Yuni Nurfiana
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i2.1905

Abstract

Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi biji labu siam bersifat rekalsitran dan peka terhadap kehilangan air, sehingga viabilitasnya dapat menurun dengan cepat selama penyimpanan atau penanganan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman buah sebagai bahan tanam dalam berbagai zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal labu siam serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada November–Desember 2024 di Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu kontrol (A0), air kelapa muda 75% (A1), IAA 1,5 mL L⁻¹ (A2), PGPR 5 mL L⁻¹ (A3), dan ekstrak bawang merah 150 g L⁻¹ (A4). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5% dan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPT berpengaruh nyata hanya terhadap panjang tunas pada umur 15 hari setelah tanam (HST), dengan perlakuan IAA 1,5 mL L⁻¹ menghasilkan panjang tunas tertinggi (6,2 cm). Parameter waktu tumbuh akar, panjang akar, waktu tumbuh tunas, dan luas daun tidak menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas ZPT eksogen pada buah labu siam dalam kondisi penelitian ini cenderung terbatas dan hanya berpengaruh pada parameter pertumbuhan tertentu, sehingga diperlukan kajian lanjutan mengenai dosis, waktu aplikasi, dan metode perlakuan yang lebih optimal.
Distribusi Kadar Hara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium pada Profil Tanah di Lahan Kelapa Sawit Perkebunan Rakyat Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat Alvin Cristi Sitepu; Sakiah Sakiah
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v4i2.1932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi vertikal dan status N, P, dan K dalam profil tanah perkebunan kelapa sawit skala kecil di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan di tiga desa yaitu Raja Tengah, Balai Kasih, dan Parit Bindu menggunakan metode survei deskriptif. Dua lubang profil tanah dibuat di setiap desa, dan sampel tanah dikumpulkan pada tiga kedalaman (0–20, 20–40, dan 40–60 cm), menghasilkan total 18 sampel. Sampel dianalisis menggunakan metode Kjeldahl untuk N, Bray II untuk P, dan ekstraksi NH4OAc pH 7 untuk K, kemudian dibandingkan dengan kriteria nutrisi tanah Lembaga Penelitian Tanah Indonesia (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan N secara konsisten menurun seiring kedalaman di semua lokasi (0,07–0,33%), sedangkan P (<0,01–22,02 ppm) dan K (0,07–0,88 me/100 g) sangat bervariasi di antara lokasi dan kedalaman. Raja Tengah dan Parit Bindu didominasi oleh status N rendah, P sangat rendah, dan K sangat rendah, sedangkan Balai Kasih didominasi oleh status N rendah, P sedang, dan K sedang hingga tinggi. Perbedaan antar lokasi dikaitkan dengan topografi, drainase, dan bahan induk tanah. Disimpulkan bahwa pengelolaan pupuk pada lahan kelapa sawit skala kecil di Kabupaten Kuala harus spesifik lokasi dan berdasarkan analisis profil tanah, bukan praktik seragam berdasarkan pengalaman.

Page 4 of 4 | Total Record : 40