cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281361721930
Journal Mail Official
JurnalSustainAgr@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batang Kuis - Lubuk Pakam Gg. Cempaka Dusun III No. 3, Tanjung Sari, Batang Kuis, Kab. Deli Serdang Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 29628644     DOI : https://doi.org/10.56211/tabela
Core Subject : Agriculture,
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan merupakan terbitan berkala ilmiah yang menyajikan hasil-hasil penelitian maupun telaah ilmiah yang menitikberatkan pada upaya-upaya yang dilakukan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Jurnal ini dikelola oleh Ilmu Bersama Center bersama Dosen-Dosen Profesional dari berbagai perguruan tinggi yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian atau telaah ilmiah dari Dosen, Peneliti maupun mahasiswa. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan terbit dua issue dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli, terbitan pertama pada bulan Januari 2023. Manuscript yang diterima pada Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan akan diperiksa kemiripannya menggunakan Plagiarism Checker dengan similarity index maksimal 25%. Manuscript yang lolos akan direview secara blind review oleh Mitra Bestari. Ruang lingkup Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan adalah Ilmu Pertanian dengan topik pengelolaan lahan, pengelolaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, agroklimat dan sosial ekonomi pertanian.
Articles 35 Documents
Perkebunan Sagu berbasis Kearifan Lokal dalam Mengelola dan Mewujudkan Pertanian Sagu Berkelanjutan Dahliani, Lili
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i1.441

Abstract

Perubahan iklim global mencakup periode kekeringan yang berkepanjangan, curah hujan yang tinggi, serangan hama, dan wabah penyakit yang mengancam stabilitas pasokan pangan. Namun, Indonesia memiliki sagu, sumber pangan yang menjanjikan terkait dengan ketahanan pangan. Meskipun kandungan patinya tinggi, Sagu dapat bertahan hidup di iklim yang tidak bersahabat seperti rawa dan lahan gambut. Oleh karena itu, pengelolaan perkebunan sagu yang berkelanjutan memerlukan pertimbangan lingkungan, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Studi ini mengkaji pola pertumbuhan perkebunan sagu dan sistem pengetahuan adat yang dapat membantu mempertahankannya. Penelitian ini menggunakan strategi kualitatif Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji artikel jurnal yang relevan dari tahun 2013-2023. Literaturnya berasal dari Google Scholar dan Harzing Publish or Perish. Penelusuran literatur meliputi “Perkebunan Sagu”, “Keberlanjutan”, “Kearifan Lokal”, dan “Dampak Menguntungkan Perkebunan Sagu”. Penelitian menunjukkan bahwa produktivitas yang rendah, kelembagaan petani yang buruk, dan kebijakan yang tidak mendukung menghambat pertumbuhan perkebunan sagu. Praktik pengelolaan sagu berbasis pengetahuan masyarakat adat meningkatkan kelangsungan kebun dalam jangka panjang. Hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai sektor perkebunan sagu. Menciptakan perkebunan sagu berkelanjutan dengan menggunakan kearifan lokal disarankan untuk penelitian lebih lanjut. Model pengembangan sagu harus berkelanjutan dan berdasarkan pemahaman masyarakat adat.
Reaksi Tanah Akibat Perbedaan Perlakuan Lingkungan Irham, Wardatul Husna; Saragih, Sri Wahyuna; Parinduri, Sulthon; Sitepu, Maichal Timoty; Tua, Siswo Nelson Purba
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i1.445

Abstract

Tanah merupakan salah satu media yang sangat penting bagi tumbuhan. Tanaman dapat tumbuh di beberapa tempat seperti di tanah gambut, tanah salin, dan tanah pasang surut yang mana tanah tersebut digolongkan sebagai lahan marginal yang memiliki karakteristik fisik dan kimia tanah yang secara langsung mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Tanah sebagai sumberdaya alam yang dipergunakan untuk kelangsungan hidup manusia, hewan maupun tumbuhan, tentu memberikan dampak terhadap kualitas tanah. Penggunaan tanah menjadi lahan pertanian, pemukiman maupun perkebunan tentu mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda dari lingkungannya yang dalam hal ini dimungkinkan mempengaruhi reaksi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi reaksi tanah akibat perlakuan lingkungan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, reaksi tanah diamati dari pH tanah yang diambil dari dari beberapa lokasi. Metode pada penelitian ini meliputi pengumpulan sampel tanah dan penetapan pH tanah dengan cara elektrometri yang menggunakan alat pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah vegetasi 6,2; pH tanah bakaran 7,8; pH tanah sawah 5,8; pH tanah organik 6,4; pH tanah pantai 6,2 dengan rentang kriteria pH sedang hingga tinggi dengan reaksi agak masam hingga agak alkalis.
Metode Life Cycle Assessment (LCA) Dalam Penilaian Dampak Lingkungan Industri Kelapa Sawit Untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan Maisarah, Maisarah; Dian, Rahmad
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i1.452

Abstract

Konsumsi energi dan penghasilan emisi gas rumah kaca telah menghasilkan peningkatan polutan ke lingkungan dari limbah kegiatan industri, salah satunya industri kelapa sawit yang sangat masif di Indonesia. Life Cycle Assessment (LCA) atau Penilaian Siklus Hidup merupakan metode yang dapat digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan dari proses produksi pada industri kelapa sawit. Industri kelapa sawit dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, seperti pencemaran udara akibat mesin, pencemaran air dan tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida, serta konsumsi air yang berlebihan. Tetapi hal ini dapat diatasi dengan menilai dan mendeteksi pada tahapan mana di industri kelapa sawit yang menjadi kontributor utama. Artikel ini memaparkan penerapan LCA pada sektor perkebunan kelapa sawit sebagai pendukung pengambil keputusan. Pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis Item (PRISMA) digunakan untuk mengidentifikasi, menyaring, dan memasukkan artikel yang relevan. Mengidentifikasi artikel terkait penilaian siklus hidup di sektor perkebunan kelapa sawit yang memenuhi syarat untuk analisis menjadi salah satu metode penulisan. Temuan menunjukkan bahwa tren penelitian tentang LCA di sektor perkebunan kelapa sawit terbagi atas subsistem perkebunan kelapa sawit dan industri pabrik kelapa sawit. Dampak lingkungan yang ditemukan dalam artikel tersebut adalah parameter global warming potential (GWP dan asidifikasi. Didapatkan hasil bahwa penilaian LCA dapat menjadi salah satu pendukung pengambilan keputusan dengan berorientasi pada dampak lingkungan negatif terkecil yang dihasilkan dari suatu proses. Didapatkan bahwa pada industri kelapa sawit tahapan yang menghasilkan GWP terbesar ialah proses pemupukan dan pengelolaan limbah POME, sehingga pengambilan keputusan kedepannya dapat mempertimbangkan proses tersebut.
Pemanfaatan Trichoderma sp dan Aspergillus sp dalam Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sakiah, Sakiah; Arfianti, Dina; Silalahi, Alyuda B; Lesmana, Indra
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i1.459

Abstract

Pengembalian hara yang terangkut saat panen perlu dilakukan dengan cara mengembalikan biomassa kedalam tanah, salah satunya dilakukan dengan mengubah biomassa segar menjadi kompos. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan isolat Trichoderma sp dan Aspergillus sp sebagai dekomposer dalam pengomposan tandan kosong kelapa sawit serta mengetahui karakteristik kompos yang dihasilkan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial, sebagai perlakuan yaitu jenis dekomposer terdiri atas 4 taraf yaitu P1 (100 % TKKS), P2 (100 % TKKS + Aspergillus sp 30 ml), P3 (100 % TKKS + Trichoderma sp 100 ml), P4 (100 % TKKS + Aspergillus sp 30 ml + Trichoderma sp 100 ml). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian dekomposer berpengaruh tidak nyata pada parameter C, N, K dan rasio C/K kompos TKKS, tetapi berpengaruh nyata pada pada parameter kadar P kompos dan rendemen kompos. Pemanfaatan isolat Trichoderma sp dan Aspergillus sp dalam pengomposan TKKS belum mampu mengimbangi mikroorganisme indigenous yang terdapat didalam TKKS. Meskipun secara statistik perlakuan perbedaan dekomposer berpengaruh nyata terhadap kadar P kompos, namun kadar P kompos TKKS tanpa pemberian isolat lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Untuk mendapatkan hasil kompos TKKS yang optimal, disarankan agar memanfaatkan mikroba indigenous yang bersumber TKKS tersebut.
Growth Response of Mucuna bracteata with the Application of Local Micro Organisms (LMO) of Banana Weevil Pratomo, Bayu; Tanjung, Agung Rafiul Naldi; Aryska, Dini; Ginting, Chelvin Van Roy
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i1.461

Abstract

This research aims to determine the effect of concentration and duration immersion giving LOM banana weevil against the gowth of Mucuna bracteata. The research was conducted in the garden of Jalan Setia Bangun Pasar III, Sei Beras Sekata, Kecamatan sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra utara and continued in the laboratory of the Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI). This research was started in April-June 2020. This study used a randomized complete block design (RCBD) factorial. The first factor was the concentration of local microorganisms (LMO) of Banana Weevil consisting of 4 levels, namely: Without treatment, 15%, 30%, 45%. The second factor. The duration of immersion consists of 4 levels, namely: No immersion time, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes. Observation data were analyzed usingDuncan's Multiple Range Test with a significant 5%. The results showed that the LMO concentration of banana weevil was effective in increasing the gowth of the number of leaves 39.77, tendril length 83.14 cm, shoot fresh weight 28.54 g, and shoot dry weight 6.03 g. The duration of soaking had a significant effect on the highest number of leaves at week 3 (9.63 pieces). The interaction application of banana weevil concentration and soaking time affected the number of root nodules (40.50 gains) and root dry weight (0.73) g of theplant Mucuna bracteata.
Respon Pertumbuhan Tanaman Edamame terhadap Aplikasi Biofertilizer Berbasis Asam Amino Ikan Lemuru dan PGPR Akar Edamame Maulana, Ade Jutawan Yusuf; Fakuroji, Muh Muchlis; Angga, Septa Dwi; Wardah, Nabila Ika; Ulfa, Widya; Jumiatun, Jumiatun
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i2.567

Abstract

Edamame merupakan komoditas yang dapat tumbuh didaerah beriklim tropis seperti Indonesia. Produksi edamame di Indonesia bisa dikatakan masih rendah dan permintaan pasar domestik ataupun pasar luar negeri belum bisa terpenuhi. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi edamame. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi edamame adalah dengan pemanfaatan PGPR akar edamame dan asam amino ikan lemuru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara perlakuan PGPR akar edamame dan asam amino ikan lemuru dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi edamame. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Negeri Jember yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama adalah konsentrasi PGPR terdiri dari 2 taraf (0 ml/l sebagai kontrol dan 150 ml/l). Sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi asam amino ikan lemuru yang terdiri dari 5 taraf (0 ml/l sebagai kontrol, 5 ml/l, 10 ml/l, 15 ml/l, dan 20 ml/l). Analisa data yang digunakan analisis ANOVA, apabila terdapat beda nyata diuji lanjut menggunakan uji DMRT taraf 5% dan 1%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa perlakuan PGPR akar edamame dan asam amino ikan lemuru secara faktor tunggal dan interaksi memberikan respon berbeda tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian asam amino ikan lemuru 15 ml/l dan tanpa pemberian PGPR akar edamame berbeda tidak nyata akan tetapi memiliki potensial untuk meningkatkan tinggi tanaman pada umur 14 HST, sedangkan pemberian asam amino ikan lemuru 20 ml/l dan 150 ml/l PGPR akar edamame berbeda tidak nyata akan tetapi memiliki kecenderungan untuk meningkatkan tinggi tanaman pada umur 28 HST. Pemberian asam amino ikan lemuru 10 ml/l dan tanpa PGPR akar edamame memiliki kecenderungan meningkatkan jumlah daun pada umur 14 HST dan 28 HST. Kajian mengenai pengunaan asam amino dan PGPR memiliki potensial untuk ditinjau di pengamatan generatifnya.
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Cair (POC) Rebung Bambu dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Siahaan, Megawati; Pratama, Yos Putra
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i2.571

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang sangat menentukan produksi dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Rebung bambu berpotensi sebagai pupuk organik karena mengandung fitohormon dan unsur hara yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit. Pemakaian POC ini kemungkinan harus didampingi oleh pupuk anorganik karena kandungan hara POC diperhitungkan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hara bibit kelapa sawit di pembibitan utama untuk itu aplikasi pupuk organik cair didampingi dengan pupuk majemuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dosis POC rebung bambu (P) dan pupuk Majemuk NPK (M) serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian dilakukan di lahan penelitian Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Medan, Sumatera Utara. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan perlakuan pertama adalah dosis POC rebung bambu (P) terdiri dari 4 taraf yaitu P0 (0 ml POC rebung bambu/polibag), P1 ( 120 ml POC rebung bambu per polybag), P2 (240 ml/polybag), P3 (420ml POC rebung bambu/polybag); perlakuan kedua adalah dosis pupuk majemuk NPK (M), dengan 3 taraf yaitu M1 (0.5 kali rekomendasi), M2 (sesuai rekomendasi), M3 (1.5 kali rekomendasi) dengan dosis rekomendasinya sebesar 5 gram/polybag sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan; jumlah ulangan yang digunakan adalah 2 dan jumlah tanaman per plot sebanyak 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat segar dan kering tajuk dengan dosis POC terbaik adalah P3 yaitu 420 ml/polybag. Perlakuan dosis pupuk majemuk NPK (M) berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter demikian juga dengan interaksi antara dosis POC rebung bambu (P) dan pupuk majemuk NPK (M) berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.
Konsentrasi Asam Amino Sistem Kocor terhadap Hasil Melon (Cucumis melo L. inodorus) Hidroponik di Smart Green House Pertami, Rindha Rentina Darah; Prayoga, Aldi Lila; Kusparwanti, Tri Rini; Suwardi, Suwardi; Ermawati, Netty
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i2.578

Abstract

Melon merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai komersial tinggi dan juga mempunyai nilai gizi yang mencukupi sehingga layak untuk diusahakan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa konsentrasi asam amino pada pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-September 2022 di Smart Greenhouse Politeknik Negeri Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yaitu asam amino dan terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 5 ulangan dan setiap masing-masing ulangan terdapat 3 sampel yang diambil sehingga terdapat 60 populasi tanaman yang diteliti. 4 taraf perlakuan yang dilakukan yaitu, P0: Tanpa pemberian Asam amino , P1: Pemberian Asam amino 2 ml/l, P2: Pemberian Asam amino 4 ml/l, P3: Pemberian Asam amino 6 ml/l analisis data dilakukan dengan menggunakan sidik ragam Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tidak berbeda nyata (ns) terhadap parameter pada fase vegetatif yaitu parameter tinggi tanaman(cm) dan parameter jumlah daun (helai) dan parameter pada fase generatif yaitu jumlah bunga betina (kelopak), jumlah bunga jadi (buah), bobot buah per sampel (kg), diameter buah per sampel (cm), brix (tingkat kemanisan) per sampel, ketebalan daging buah per sampel (cm), ketebalan kulit buah per sampel. Hal ini disebabkan karena pemberian nutrisi AB mix dan perlakuan pemberian konsentrasi asam amino dengan sistem kocor yang berlebih sehingga pertumbuhan dan hasil menurun. Pada perlakuan pemberian konsentrasi 4 taraf, konsentrasi terbaik pada P3 dalam pertumbuhan dan hasil tanaman dalam fase vegetatif, namun pada fase generatif tanaman pemberian konsentrasi melebihi kebutuhan tanaman sehingga menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon hidroponik tidak optimal.
Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Buah dan Sayur dengan Penambahan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Ningsih, Tuty; Pransiska, Ike; Prayitno, Habib; Giyanto, Giyanto
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i2.579

Abstract

Semakin meningkatnya limbah buah, sayur dan Tanda Kosong Kelapa Sawit (TKKS) berpotensi tinggi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Maka dari itu POC dijadikan sebagai media yang baik dalam mengurai jumlah limbah yang terdapat dilingkungan serta untuk meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Pengolahan Pemanfaatan Sampah (SP2S) Dusun III, Desa Selemak, kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang pada bulan juni sampai agustus 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian parameter dengan analysis of variance (ANOVA) dan dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan Kadar unsur hara POC yang berasal dari sayur dan buah dengan penambahan TTKS yaitu 1) rataan kadar hara nitrogen sebesar 0,06%; rataan kadar hara fosfor sebesar 0,09% dan rataan kadar kalium sebesar 0,31%. Kadar Hara ini belum memenuhi standar mutu pupuk cair organik. 2)Kadar hara nitrogen signifikan dan berbeda nyata pada setiap perlakuan dimana P1dan P2 berbeda nyata dengan P3. Sedangkan perlakuan untuk kadar hara Posfor dan Kalium tidak berbeda nyata. Peningkatan unsur makro POC seiring dengan pengurangan volume POC yang berasal dari TTKS. Penambahan volume POC yang berasal dari TTKS akan mengakibatkan penurunan kadar hara Nitrogen (N) sebesar 30-40%, Phospor (P) sebesar 0-54%, dan Kalium (K) sebesar 17-36%.
Evaluasi Kesuburan Tanah Asal Desa Pantai Labu Kecamatan Pantai Labu Anggraini, Mutia Dwi; Kamal, Afifuddin; Sakiah, Sakiah
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i2.590

Abstract

Kesuburan tanah tidak terlepas dari sifat fisik dan kimia tanah, keduanya sangat berarti dan akan saling terkait satu sama lain. Kesuburan tanah perlu diketahui secara berkala agar pengguna melakukan pengelolaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat fisik dan kimia tanah asal Desa Pantai Labu. Penelitian menggunakan metode survey, tanah diambil secara komposit dari 10 titik yang berbeda, sampel tanah diuji di laboratorium terpadu Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan. Parameter pengamatan yaitu total ruang pori, bulk density, partikel density, kadar air tanah, pH tanah dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bulk density tanah adalah 1,1 gr/ml, ruang pori 50%, dan partikel density 2,2 gr/ml. Kadar air tanah pada kondisi kering udara adalah 13,6%, sementara pada kapasitas lapang mencapai 41%. Pengukuran pH tanah dilakukan dengan metode perbandingan tanah dan air, serta tanah dan KCl. Hasilnya menunjukkan pH tanah 6,5 pada perbandingan 1:1, 6,3 pada perbandingan 1:2,5, dan 5,5 pada perbandingan tanah dengan KCl 1:2,5. Analisis kandungan bahan organik menunjukkan nilai C organik 1,639 % dan bahan organik 2,84%, yang termasuk kategori sedang. Berdasarkan hasil ini, kesuburan tanah di kawasan Pantai Labu cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman, tetapi memerlukan pengelolaan yang tepat untuk meningkatkan kesuburan kimia tanah guna menunjang keberlanjutan pertanian di wilayah ini.

Page 2 of 4 | Total Record : 35