cover
Contact Name
syamsir
Contact Email
ancyagri@gmail.com
Phone
+6282290398899
Journal Mail Official
ancyagri@gmail.com
Editorial Address
jalan ahmad nadjamuddin no 17 kota gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Agricultural Review
ISSN : 29859115     EISSN : 29859115     DOI : https://doi.org/10.37195/arview.v2i1.354
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ARVIEW (Agricultural Review) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo yang ditandai dengan SK Dekan Fakultas Pertanian nomor: 203/FP-UIG/XII/2022 Jurnal ARVIEW mengakomodir hasil pemikiran - pemikiran original maupun hasil penelitian pada bidang pertanian, dengan fokus kajian sosiologi pertanian, penyuluhan pertanian, agribisnis, teknologi hasil pertanian dan agroteknologi. ARVIEW terbit sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan November, dalam satu No/issue ARVIEW hanya menerbitkan 10 maksimal naskah dan demi menjaga kualitas naskah yang diterbitkan, maka naskah yang akan dilanjutkan kepada Reviewer hanya yang mengikuti aturan penulisan Jurnal ARVIEW.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025" : 5 Documents clear
Analisis Kinerja Rantai Pasok Beras Dengan Pendekatan Efisiensi Pemasaran di Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo: Analysis of Rice Supply Chain Performance Using a Marketing Efficiency Approach in West Limboto District Gorontalo Regency Djailani, Alfian; Indriani, Ria; Boekoesoe, Yuriko
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i1.1309

Abstract

Kecamatan Limboto Barat adalah salah satu daerah penghasil beras di Kabupaten Gorontalo. Produktivitas padi di daerah ini selalu pasang surut dan dipengaruhi oleh iklim cuaca, terjadi penurunan nilai tukar petani dalam memenuhi kebutuhan beras sebagian dari beberapa kendala. Penelitian ini mempunyai dua tujuan, yaitu: 1) memahami mekanisme rantai pasok beras di Kecamatan Limboto Barat; dan 2) menyelidiki performa rantai pasok beras di daerah Kecamatan Limboto Barat telah dilakukan pada bulan Desember hingga Januari 2024 di Kabupaten Gorontalo. Dalam studi ini, metode yang digunakan adalah Analisis Deskriptif. dengan penggunaan teknik sampling Purposive dan Snowball Sampling. Hasil analisis mengungkapkan bahwa mekanisme rantai pasok beras di wilayah tersebut terdiriatas enam saluran yang berbeda, yakni Saluran I melibatkan distribusi langsung dari petani ke konsumen. Saluran II mencakup alur dari petani ke pedagang besar, kemudian menuju Kotamobagu. Sementara itu, Saluran III terdiri dari petani, pedagang besar, pengecer Limboto, dan akhirnya ke konsumen, yang juga dikenal sebagai Saluran IV; Petani – Penggilingan – Pengecer Limbot – Konsumen merupakan Saluran V; Petani – Pengecer Limbot – Pengecer Isimu dan Bongomeme – Konsumen adalah Saluran VI; Petani – Kolektor – Konsumen adalah Saluran VII.Penilaian kinerja rantai pasok beras dari sisi efisiensi pemasaran menunjukkan Saluran VI dinilai sebagai saluran pemasaran yang paling efisien. Sementara itu, saluran dengan margin pemasaran terendah adalah saluran II, yaitu sebesar Rp 1.000 per kilogram; sementara saluran yang memberikan farmer's share tertinggi adalah saluran IV yaitu mencapai 92,6 %.
Analisis Manajemen Usaha dalam Pengembangan Usaha Sagu Kasbi di Kelurahan Jaya, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan : Business Management Analysis in the Development of Kasbi Sago Business in Jaya Village, North Tidore District, Tidore Islands City Fitriani, Dian; Zain, A. Majdah M; Ibrahim, Helda; Baso, Andi Kasirang A.T; Yunus , Awaluddin
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i1.1361

Abstract

Sagu kasbi merupakan salah satu produk pangan berbasis ubi kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat di Kelurahan Jaya. Kebutuhan sagu Kasbi banyak digemari karena memiliki karakteristik yang khas dibanding produk-produk dalam jenisnya. Sehingga dalam memproduksi sagu Kasbi ini akan memunculkan peluang usaha dengan prospek yang menguntungkan dalam pasar. Tetapi apabila melirik dalam aspek pengembangan, masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses pasar, minimnya modal finansial, serta kurangnya inovasi dalam produksi dan pemasaran. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yakni untuk menganalisis terkait manajemen usaha yang selama ini dilakukan terhadap produksi sagu kasbi. Pelaksanaan penelitian yakni di Kelurahan Jaya, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, tepatnya pada bulan Januari-Februari 2025. Selain itu, dengan memanfaatkan metode penelitian wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi, serta responden yang diambil yakni 46 pelaku usaha sagu Kasbi. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan sebagai analisis data dalam penelitian ini, yang dimana dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen usaha yang dilakukan pelaku usaha terhadap sagu Kasbi di Kelurahan Jaya terdiri dari perencanaan (50,86%), produksi (71,30%), pemasaran (59,13%), promosi (13,59%) dan kerjasama (37,83%).
Efektivitas Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Terhadap Mortalitas Hama Kutu Kebul (Bemisia Tabaci Genn.): Effectiveness of Noni Fruit Extract (Morinda Citrifolia L.) on Whitefly (Bemisia Tabaci Genn.) Mortality Manitik, Maykel
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i1.1369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak buah mengkudu terhadap mortalitas hama kutu kebul, selanjutnya untuk mengetahui konsentrasi esktrak buah mengkudu yang paling efektif terhadap mortalitas hama kutu kebul pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini telah dilaksanakan bulan April sampai bulan Juni 2024, bertempat di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Kab. Gorontalo Utara. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak buah mengkudu yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan yaitu: P0: tanpa perlakuan, P1: Konsentrasi 40%, P2: Konsentrasi 60%, P3: Konsentrasi 80%. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 20 ekor kutu kebul. Pengamatan terhadap jumlah kutu kebul yang mati dilakukan sebanyak 12 kali dengan frekuensi setiap 6 jam mulai 6 hingga 72 jam setelah aplikasi. Pengamatan dilakukan dengan menghitung jumlah mortalitas hama kutu kebul setiap waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh Ekstrak Buah Mengkudu terhadap mortalitas hama kutu kebul pada tanaman cabai rawit. Ekstrak Buah Mengkudu dengan konsentrasi 80% yang paling efektif terhadap mortalitas hama kutu kebul pada tanaman cabai rawit.
Model Kelembagaan Agribisnis (Model Rantai Nilai) Pada Tanaman Kelapa Sawit Rakyat: Agribusiness Institutional Model (Value Chain Model) In Smallholder Oil Palm Crops Muflihani, Andra Rizky; Yuliarso, M Zulkarnain; Mulyasari, Gita; Sulistyowati, Endang
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i1.1111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas model kelembagaan agribisnis pada tanaman kelapa sawit rakyat, yang merupakan komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia. Penelitian ini meggunakan metode literature review. Kelapa sawit dipilih sebagai fokus penelitian karena potensi ekonominya yang tinggi dan peranannya dalam meningkatkan pendapatan petani serta kontribusinya terhadap ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi lokal. Tanaman ini memiliki kemampuan untuk tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, sehingga menjadi pilihan menarik bagi petani kecil yang ingin meningkatkan taraf hidup mereka. Berbagai aktor dalam kelembagaan agribisnis, seperti koperasi, pengepul, pabrik pengolahan, lembaga keuangan, dan penyuluh pertanian, memiliki peran krusial dalam mendukung setiap subsistem yang ada. Dalam penelitian ini, nilai-nilai yang dihasilkan di setiap aktivitas dalam subsistem kelembagaan agribisnis diidentifikasi, bersama dengan kontribusi masing-masing aktor dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Pendekatan kolaboratif antara petani dan aktor terkait diharapkan dapat memfasilitasi akses terhadap informasi, sumber daya, dan teknologi yang diperlukan untuk mengoptimalkan hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antaraktor sangat penting untuk mencapai keberlanjutan dalam pengelolaan kelapa sawit rakyat. Dengan demikian, penguatan kelembagaan agribisnis dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong perkembangan sektor kelapa sawit secara berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengembangan kebijakan yang lebih baik dalam sektor agribisnis
Identifikasi Penyakit Secara Morfologi pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frustescens L): Identification Dsease by Morphology In Chili Plants (Capsicum Frustescens L) Nur, Muh. Jabal
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i1.1315

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang buahnya dimanfaatkan untuk keperluan aneka pangan. Cabai rawit banyak digunakan sebagai bumbu dapur seperti bumbu  penyedap masakan dalam industri makanan, ekstrak bubuk cabai rawit digunakan sebagai pengganti lada untuk membangkitkan selera makan bagi kebanyakan orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui gejala serangan pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L. dan  untuk mengetahui jenis mikroorganisme yang menyerang tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Survei dilakukan pada lahan pertanian yang menanam tanaman cabai rawit dikecamatan Alla. pada tanaman yang bergejala seperti: serangan bakteri, virus, cendawan dan nematoda. Hasil perhitungan insidensi serangan Gemini virus pada tanaman cabai rawit sebanyak 100 %, Karena penyakit Gemini virus ditularkan oleh kutu kebul. Penyebaran gemini virus dipengaruhi oleh jumluh populasi serangga vektor (Bemisia T). Hasil perhitungan insidensi serangan yang diakibatkan oleh Cercospora capsici pada tanaman cabai rawit sebanyak 98%. Karena Penyakit bercak daun akan bertambah jika tanaman cabai rawit dibudidayakan pada musim hujan, dan di lahan yang mempunyai drainase tidak baik, dan gulmanya tidak terkendali dengan baik dan Pola jarak tanam juga mempengaruhi proses perkembangbiakan penyakit bercak daun cabai rawit.

Page 1 of 1 | Total Record : 5