cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Teori Behaviour (E. Throndike) dalam Pembelajaran Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori belajar behaviour menekankan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku melalui stimulus respon. Salah satu tokoh terkenal dalam teori belajar behaviour adalah Edward Throndike. Throndike dikenal dengan teori koneksionisme artinya bahwa siswa berubah tingkah lakunya karena adanya koneksi dengan stimulusnya. Teroi ini juga dikenal tiga tahapan penting dalam teori throndike yaitu Law of Readiness, Law of Exercise dan Law of Effect. Melalui teori ini bahwa guru matematika harus mempersipakan pembelajaran matematika mulai dari kesiapan siswa dalam belajar, kemudian pengulangan dalam bentuk drill perlu dilakukan dalam pembelajaran matematika dan pemberian penghargaan baik verbal maunon verbal perlu diberikan agar siswa merasa setiap aktivitasnya dalam belajar matematika dihargai oleh gurunya.
Strategi Pembelajaran Think Talk Write dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Confidence Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence mempunyai peran penting dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil penilaian TIMSS 2015, kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, tujuan artikel ini adalah mengkaji pustaka terkait strategi pembelajaran Think Talk Write dengan pendekatan Realistic Mathematics Education sebagai metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa. Berdasarkan beberapa hasil kajian dan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Think Talk Write dengan pendekatan Realistic Mathematics Education terbukti mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa.
Kajian Teori: LKPD Berbasis Kontekstual pada Model Preprospec Berbantuan TIK untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada abad 21, kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan matematika yang perlu untuk dikembangkan oleh peserta didik. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis adalah dengan penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran. Pada era kemajuan teknologi, diperlukan model pembelajaran yang efektif dan efisien. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik tersebut adalah model pembelajaran Preprospec berbantuan TIK. Model pembelajaran Preprospec memiliki lima tahapan pembelajaran yaitu Prepare, Problem Solving, Presentation, Evaluation, dan Conclusion. Artikel ini menggunakan metode studi literatur. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis melalui Lembar Kerja Peserta Didik berbasis kontekstual dengan model Preprospec berbantuan TIK. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, Lembar Kerja Peserta Didik berbasis kontekstual pada model Preprospec berbantuan TIK dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Selain itu, dengan penerapan pendekatan kontekstual dan model Preprospec dalam pembelajaran akan mendorong peserta didik untuk mengonstruksi konsep-konsep matematika sehingga akan membuat pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna
Mitos dalam Matematika dan Aplikasinya dalam Pendidikan Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan kajian tentang mitos matematika yang disampaikan oleh Reuben Hers pada buku What Is Mathematic Really? Khususnya yang membahas mathematic has front and back yaitu matematika memiliki bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan matematika adalah bagian yang tampak dan dipelajari sekarang ini dan bagian belakang adalah bagian yang tidak semua mengerti dan dipahami secara khusus oleh ahli-ahli matematika. Tulisan ini juga membahas bagaimana pendidikan matematika diterapkan menurut bagian depan matematik, bagian belakang matematika dan dari sisi filosofi matematika. Filsafat matematika memiliki peran dalam pembelajaran matematika sekolah dari level pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sehingga aplikasinya memberikan pengaruh secara langsung maupun tidak langsung.
Bahan Ajar Berbasis STEM dalam Pembelajaran Matematika: Potensi dan Metode Pengembangan
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian konseptual ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan metode pengembangan bahan ajar berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam pembelajaran matematika. Artikel yang dikaji merupakan hasil penelitian pengembangan bahan ajar cetak berbasis STEM yang berupa buku, modul, dan lembar kerja siswa. Setiap artikel membahas kemampuan matematis dan metode pengembangan yang berbeda. Kemampuan yang dibahas seperti kemampuan koneksi matematis, kemampuan berpikir kritis, kemampuan literasi, dan lainnya. Pengintegrasian bahan ajar dengan STEM sebagai alternatif yang potensial dalam mengembangkan kemampuan matematis, minat belajar, motivasi belajar, dan hasil belajar siswa. Selain itu, metode pengembangan yang dibahas beraneka ragam seperti model 4D, ADDIE, dan Sugiyono. Hal ini memberi gambaran bahwa bahan ajar berbasis STEM dapat dikembangkan dalam berbagai metode pengembangan.
Penerapan Model Accelerated Learning Cycle terhadap Penalaran Matematis Ditinjau dari Kemampuan Spasial
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah model yang lebih efektif pada kemampuan penalaran siswa antara Accelerated Learning Cycleatau Konvensional dilihat dari kemampuan Spasialnya. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian eksperimental semu. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dua jalan sel tak sama. Pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa: (1) model Accelerated Learning Cycle (ALC) dan konvensional memberikan kemampuan penalaran matematis yang sama efektifnya, (2) siswa berkemampuan spasial tinggi mempunyai kemampuan penalaran matematis yang lebih baik dari siswa berkemampuan spasial sedang dan rendah, dan siswa berkemampuan spasial sedang mempunyai kemampuan penalaran matematis yang sama baik dengan siswa yang berkemampuan spasial rendah, (3) pada masing-masing penggunaan model pembelajaran, siswa berkemampuan spasial tinggi mempunyai kemampuan penalaran matematis yang lebih baik dari siswa berkemampuan spasial sedang dan rendah, dan siswa berkemampuan spasial sedang mempunyai kemampuan penalaran matematis yang sama baik dengan siswa yang berkemampuan spasial rendah,(4) siswa dengan kemampuan spasial tinggi memiliki penalaran matematis yang lebih baik dari siswa dengan kemampuan spasial sedang dan rendah, siswa dengan kemampuan spasial sedang memiliki penalaran matematis yang lebih baik dari siswa dengan kemampuan spasial rendah.
Kemampuan Penalaran Matematis ditinjau dari Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Generatif secara Daring
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketuntasan belajar untuk kemampuan penalaran matematis peserta didik pada pembelajaran generatif secara daring dan mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran generatif secara daring. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, angket, dan wawancara. Indikator kemampuan penalaran matematis yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) menyajikan pernyataan matematika secara lisan , tertulis, gambar, dan diagram, (2) mengajukan dugaan (conjegtures), (3) melakukan manipulasi matematika, (4) menarik simpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapa solusi, (5) menarik simpulan dari pernyataan, (6) memeriksa kesahihan suatu argumen, (7) menemukan pola atau sifat dari segala matematis untuk membuat generalisasi. Penelitian ini menghasilkan bahwa kemampuan penalaran matematis peserta didik pada pembelajaran generatif secara daring mencapai ketuntasan belajar. Subjek yang bermotivasi belajar tinggi cenderung mampu memenuhi semua indikator kemampuan penalaran matematis. Subjek yang bermotivasi belajar sedang cenderung mampu memenuhi 4 indikator kemampuan penalaran matematis, meliputi : (3) melakukan manipulasi matematika, (4) menarik simpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapa solusi, (5) menarik simpulan dari pernyataan, (6) memeriksa kesahihan suatu argumen,. Subjek yang bermotivasi rendah cenderung mampu memenuhi satu indikator kemampuan penalaran matematis, yaitu (5) menarik simpulan dari pernyataan.
Kemampuan Siswa pada Aspek Berpikir Kreatif Ditinjau dari Gaya Belajar Melalui Pembelajaran Problem Posing Berbasis Open-Ended Problem
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif memiliki posisi penting bagi siswa pada pembelajaran matematika. Salah satu variabel yang mendorong kemampuan berpikir kreatif adalah gaya belajar. Untuk melatih kemampuan berpikir kreatif diperlukan suatu inovasi dalam pembelajaran yaitu melalui model pembelajaran Problem Posing berbasis Open-Ended Problem. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketuntasan klasikal kemampuan siswa pada aspek berpikir kreatif, menguji adanya peningkatan kemampuan siswa pada aspek berpikir kreatif, dan mendeskripsikan kemampuan siswa pada aspek berpikir kreatif ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian concurrent embedded. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VII A SMP Miftahul Huda dan dipilih 6 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dengan tes, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan kemampuan berpikir kreatif mencapai ketuntasan klasikal; ada peningkatan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran Problem Posing berbasis Open-Ended Problem dengan hasil uji n-gain sebesar 0,47 (kategori sedang); dan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan gaya belajar visual menempati tingkat kemampuan berpikir kreatif tingkat 4 (sangat kreatif) dan tingkat 3 (kreatif), siswa dengan gaya belajar auditorial menempati tingkat kemampuan berpikir kreatif tingkat 4 (sangat kreatif) dan tingkat 3 (kreatif), serta siswa dengan gaya belajar kinestetik memenuhi tingkat kemampuan berpikir kreatif tingkat 3 (kreatif) dan tingkat 2 (cukup kreatif).
Kajian Teori: Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbantuan GeoGebra untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Model Pembelajaran Preprospec Berbantuan TIK pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang penting untuk dipelajari dalam berbagai tingkatan pendidikan. Dalam mencapai tujuan pembelajaran matematika, salah satu kemampuan matematis yang harus dimiliki peserta didik dan penting untuk dikembangkan adalah kemampuan pemecahan masalah. Namun, kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik di Indonesia berdasarkan hasil studi Programme for International Student Assesment (PISA) masih tergolong rendah. Untuk itu pengembangan bahan ajar yang mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dirasa perlu. Pengembangan bahan ajar matematika berbantuan GeoGebra melalui model pembelajaran Preprospec berbantuan TIK dapat dijadikan pilihan yang tepat dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga tujuan dalam suatu pembelajaran dapat tercapai. Pemanfaatan GeoGebra sangat cocok digunakan dalam bidang geometri, salah satunya pada materi bangun ruang sisi datar. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana pengembangan bahan ajar matematika pada materi bangun ruang sisi datar melalui model pembelajaran Preprospec berbantuan TIK untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Dari hasil pembahasan, hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis, model pembelajaran Preprospec berbantuan TIK, dan bahan ajar matematika berbantuan GeoGebra saling berkaitan, sehingga pengembangan bahan ajar matematika berbantuan GeoGebra pada materi bangun ruang sisi datar melalui model pembelajaran Preprospec berbantuan TIK dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Meningkatkan Efikasi Diri Kepuasan Belajar dan Kemampuan Analisis Melalui Pembelajaran Andragogi Berprogram
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan pengaruh pembelajaran andragogi berprogram guna meningkatkan: efikasi diri, kepuasan proses pembelajaran dan kemampuan analisis mahasiswa. Penelitian ekperimen kuasi dilaksanakan di program studi pendidikan matematika tahun 2019 pada mata kuliah analisis real. Data diperoleh dari tes dan angket yang telah divalidasi dan realiabilitasnya baik, kemudian dianalisis menggunakan normalitas gain, size effect Cohen’s D, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan efikasi diri dan kepuasan proses pembelajaran berpengaruh signifikan secara statistik pada peningkatan dan pencapaian kemampuan analisis, (2) Efikasi diri dan kepuasan proses pembelajaran memberikan kontribusi variasi peningkatan kemampuan analisis sebesar 51,1 persen, (3) Efikasi diri lebih dominan pengaruhnya dibandingkan kepuasan pada proses belajar untuk peningkatan dan pencapaian kemampuan analisis. Simpulannya pembelajaran andragogi berprogram efektif digunakan untuk meningkatkan efikasi diri, proses pembelajaran, dan kemampuan analisis mahasiswa yang diteliti.