cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas XI dengan Model Brain Based Learning Berbantuan Mobile Learning Ditinjau dari Self-Concept
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan pembelajaran Brain-Based Learning berbantuan mobile learning terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI; mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI ditinjau dari Self-Concept pada pembelajaran matematika dengan Brain-Based Learning berbantuan mobile learning. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan mix method serta ini menggunakan metode kombinasi desain sequential explanatory. Hasil penelitian ini adalah 1) Brain-Based Learning efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa; dan 2) Deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa sesuai dengan kelompok self-concept yang dimiliki: (1) kelompok Confidence Self-Concept (CSC), siswa CSC Rendah belum mampu pada pola komunikasi menulis dan mengekspresi secara matematis, siswa ESC Sedang belum mampu pada pola komunikasi mengekspresi secara matematis, siswa ESC Tinggi memenuhi tiga pola komunikasi matematis yaitu menulis secara matematis; melukis secara matematis; mengekspresi secara matematis (2) kelompok Effort Self-Concept (ESC), siswa ESC rendah belum mampu pada semua pola komunikasi matematis. Siswa ESC sedang memenuhi 2 pola komunikasi matematis. Siswa ESC Tinggi mampu memenuhi semua pola komunikasi matematis. Berdasarkan kategori self-concept disarankan ketika proses pembelajaran Brain-Based Learning berbantuan mobile learning guru perlu memperhatikan self-concept siswa yang berbeda-beda. Guru harus lebih mengenal siswa yang memiliki karakter berbeda-beda.
Studi Literatur: Lembar Permasalahan Berbasis Pembelajaran Model Eliciting Activities (MEAs) dengan Pendekatan Scientific mampu Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui bahwa Lembar Permasalahan berbasis pembelajaran Model Eliciting Activities (MEAs) dengan pendekatan scientific mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Lembar Permasalahan merupakan bentuk lain dari Lembar Kerja Siswa (LKS) yang disusun khusus dalam pembelajaran MEAs. Permasalahan nyata disajikan dalam Lembar Permasalahan untuk diselesaikan dalam bentuk pemodelan matematika yang berpedoman pada pendekatan pembelajaran scientific. Kemampuan komunikasi matematis siswa merupakan kemampuan siswa dalam menyampaikan ide-ide yang dimiliki dengan bahasa matematika yang sederhana, sistematis, dan jelas. Namun, beberapa penelitian seelumnya menyatakan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih berada dalam kategori rendah. Hasil kajian ini diperoleh bahwa Lembar Permasalahan berbasis pembelajaran MEAs menjadi salah satu media yang membantu siswa mengoptimalkan kemampuan mengkonstruk model matematika. Selain itu, pendekatan scientific mendukung proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Muhammadiyah Pangkalan Bun Ditinjau dari Kemandirian Belajar pada Pembelajaran Model Knisley
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian belajar adalah hal krusial menjadi tujuan belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan komunikasi matematis siswa menurut kemandirian belajar dalam merampungkan soal dalam materi kelas VII melalui pembelajaran model Knisley berbantuan suplemen buku ajar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian metode kombinasi (mix method). Subjek penelitian ini merupakan enam siswa kelas VII A di SMP Muhammadiyah Pangkalan Bun semester genap tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah: tes, dan angket. Output penelitian menerangkan bahwa pelukisan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kemandirian kategori tinggi sangat baik dalam memenuhi 6 indikator kemampuan komunikasi matematis, yaitu menaruh jawaban yang runtut disertai gambar dan alasan yang logis. Deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kemandirian kategori sedang memenuhi 5 indikator kemampuan komunikasi matematis, kekurangannya hanya belum sanggup menciptakan gambar yang relevan dengan soal. Deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa dengan kemandirian kategori rendah hanya sanggup memenuhi 2 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu subjek sanggup menjawab semua soal dan menuliskan simbol-simbol matematika. Pada 4 indikator kemampuan komunikasi matematis yang lain, siswa dengan kemandirian rendah kurang mampu memahami dengan baik.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaiakan Soal Open Ended Berdasarkan Prosedur Newman pada Pembelajaran Model Treffinger
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan dan penyebab kesalahan siswa ditinjau dengan prosedur Newman dalam menyelesaikan soal open ended materi geometri serta mengetahui kualitas dari pembelajaran dengan menggunakan model Treffinger berbasis kontekstual dan mencapai ketuntasan klasikal.Penelitian ini merupakan penelitian mix methods. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Semarang dengan sampel kelas VIII U1. Dipilih 6 siswa sebagai subjek penelitian. Data diambil dengan observasi, wawancara, tes dan dianalisis dengan uji ketuntasan belajar klasikal dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh kesalahan memahami masalah dilakukan salah satu subjek pada kelompok sedang dan semua subjek pada kelompok bawah, kesalahan transformasi dilakukan salah satu subjek pada masing-masing kelompok, kesalahan kemampuan memproses dilakukan oleh semua subjek pada kelompok atas dan salah satu subjek pada kelompok sedang maupun bawah, kemudian kesalahan penulisan dilakukan semua subjek pada kelompok atas dan salah satu subjek pada kelompok sedang. Berkualitasnya pembelajaran model Treffinger berbasis kontekstual dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal open ended materi geometri menggunakan model Treffinger berbasis kontekstual mencapai ketuntasan belajar klasikal.
Kemampuan Komunikasi dan Berpikir Kritis Matematis Ditinjau dari Self-Efficacy Menggunakan Quantum Teaching pada Siswa SMP
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah kemampuan komunikasi dan berpikir kritis matematis siswa menggunakan Quantum Teaching dapat mencapai ketuntasan belajar dan mendeskripsikan bagaimana kemampuan komunikasi dan berpikir kritis matematis siswa yang ditinjau dari self-efficacy menggunakan Quantum Teaching. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Pada penelitian kuantitatf menggunakan desain penelitian Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Shot Case Study Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan Quantum Teaching mencapai ketuntasan belajar, (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa menggunakan Quantum Teaching mencapai ketuntasan belajar (3) subjek dengan self-efficacy tinggi cenderung mampu pada semua indikator kemampuan komunikasi dan berpikir kritis matematis. Subjek dengan self-efficacy sedang cenderung kurang mampu pada indikator menginterpretasikan pendapatnya dengan ide matematis dan menuliskan simpulan dari hasil penyelesaian pada kemampuan komunikasi matematis, sedangkan pada kemampuan berpikir kritis matematis subjek cenderung kurang mampu pada indikator menggali informasi lain yang relevan, menentukan ide/konsep untuk menyelesaikan soal, dan mengerjakan soal dengan runtut dan benar. Subjek dengan self-efficacy rendah cenderung tidak mampu pada indikator menginterpretasikan pendapatnya dengan ide matematis dan kurang mampu pada indikator menuliskan simpulan hasil penyelesaian pada kemampuan komunikasi matematis, sedangkan pada kemampuan berpikir kritis matematis subjek cenderung kurang mampu pada indikator menggali informasi lain yang relevan, menentukan ide/konsep untuk menyelesaikan soal, mencapai simpulan dari masalah dan mengerjakan soal dengan runtut dan benar serta cenderung tidak mampu pada indikator menjelaskan langkah penyelesaian.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Limit Fungsi
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pembelajaran matematika sangat penting ketika ditunjang oleh kemampuan penalaran matematika, hal ini dikarenakan adanya hubungan matematika dan bernalar. Kemendikbud menyatakan bahwa pemebelajaran matematika mempunyai tujuan salah satunya adalah diharapkan siswa dapat bernalar dalam belajar matematika. Penelitian ini memiliki tujuan penelitian yakni untuk menganalisis kemampuan penalaran matematika mahasiswa di kelas C semester 2 pendidikan matematika Universitas Sanata Dharma dalam pemechana masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Perlengkapan yang digunakan sebagai istrumen penelitian adalah instumen pendukung dan utama. Metode pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan pelaksanaan tes hasil belajar. Untuk menganalisis data menggunakan Teknik reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Waktu pelaksanaan penelitian ini pada bulan Maret 2020. Hasil dari penelitian ini (1) mahasiswa dengan kemampuan tinggi menampilkan kemampuan penalaran matematika memenuhi indikator, mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi, menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, dan memeriksa kesahian suatu argumen. (2) Kemampuan penalaran matematis yang ditampilkan mahasiswa yang berkemampuan sedang dalam menyelesaikan masalah matematika memenuhi pada indikator mengajukan dugaan dan memberikan kesimpulan.
Kemampuan Imajinasi Matematis Siswa Tunanetra SMPLB pada Pembelajaran Joyfull Learning Berbantuan Media Audio Geobraille
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan imajinasi matematis siswa tunanetra di SLB-A Wantuwirawan Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia setelah dilakukan pembelajaran menggunakan strategi joyfull learning dengan bantuan media Audio Geobraille. Penelitian ini menggunakan gabungan antara kualitatif dan kuantitatif (mix-method) dengan desain penelitian subjek tunggal (Single Subject Research) tipe dasarA-B, dimana untuk fase baseline (A) dan intervensi (B) masing-masing dilakukan satu kali untuk subjek yang sama. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa tunanetra kelas IX tahun pelajaran 2019/2020. Analisis data kuantitatif yang digunakan adalah hasil tes imajinasi matematis siswa tunanetra pada fase baseline dan intervensi dalam menyelesaikan soal sebelum dan sesudah penerapan strategi joyfull learning berbantuan media audio geobraille sebagai dasar untuk mengetahui peningkatan imajinasi matematis. Selanjutnya, data kualitatif yang digunakan adalah data hasil wawancara tes imajinasi matematis siswa tunanetra. Data ini digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan imajinasi matematis siswa tunanetra setelah penerapan strategi joyfull learning berbantuan media Audio Geobraille. Kesimpulan bahwa terjadi peningkatan yang tinggi pada imajinasi matematis siswa tunanetra kelas IX SLB-A Wantuwirawan Salatiga setelah penerapan strategi joyfull learning berbantuan media Audio Geobraille. Imajinasi matematis siswa tunanetra telah memenuhi ketiga aspek imajinasi matematis menurut Jiyeong Mun et al. yaitu (1) Scientific Sensitivity; (2) Scientific Creativity; dan (3) Scientific Productivity.
Kajian Teori: Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Saintifik Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Melalui Model Preprospec Berbantuan TIK pada Materi Barisan dan Deret
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pembelajaran di era revolusi industri 4.0 mengacu pada inovasi, kreativitas dan aplikasi yang berbasis kemajuan pada teknologi dalam tatanan dunia secara global dan sangat kompetitif. Untuk menghadapi hal itu, perlu disiapkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis untuk mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi di masa depan melalui pendidikan. Matematika sebagai mata pelajaran wajib memegang peran penting dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk bepikir kritis, sistematis, logis, kreatif, dan berkolaborasi secara efektif. Sikap dan cara berpikir kritis seperti ini dapat dikembangkan melalui pembelajaran matematika, berupa inovasi pengembangan bahan ajar karena matematika merupakan ilmu yang memiliki struktur dan keterkaitan yang jelas antar konsepnya sehingga memungkinkan siapapun yang mempelajarinya terampil dalam berpikir secara rasional. Makalah ini memaparkan pengembangan bahan ajar berbasis saintifik, model pembelajaran preprospec berbantuan TIK, kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam pembelajaran matematika pada materi Barisan dan Deret. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model 4D Metode penulisan yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil akhir dalam penelitian bahwa Pengembangan bahan ajar berbasis saintifik melalui model pembelajaran preprospec berbantuan TIK dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Barisan dan Deret.
Kemampuan Imajinasi Matematis Siswa SLB Tunarungu dengan Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Alat Peraga Manipulatif
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan anak yang perlu mendapatkan bimbingan untuk meningkatkan berbagai macam kemampuan dalam pembelajaran, salah satunya adalah kemampuan imajinasi matematis. Kemampuan imajinasi matematis penting karena berkaitan erat dengan kehidupan sekitar. Tunarungu merupakan bagian dari ABK yang mengalami gangguan pada fungsi pendengarannya. Salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan imajinasi matematis ABK tunarungu adalah dengan menerapkan model pembelajaran berbantuan alat peraga manipulatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan imajinasi matematis siswa SLB tunarungu melalui model discovery learning berbantuan alat peraga manipulatif, dan (2) mendeskripsikan peningkatan imajinasi matematis siswa SLB tunarungu melalui model discovery learning berbantuan alat peraga manipulatif. Penelitian ini merupakan penelitian campuran yang menggunakan desain eksplorasi sekuensial dengan desain satu kelompok tes awal dan tes akhir. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMPLB Negeri Salatiga dengan sampel siswa kelas VIII-B. Metode penelitian ini adalah dengan observasi, dokumentasi, tes, dan wawancara. Pengujian kuantitatif menunjukkan bahwa tes akhir hasil imajinasi matematis lebih baik daripada hasil tes awal. Pengujian kualitatif menghasilkan deskripsi imajinasi matematis yang mencakup aspek-aspek yaitu scientific sensitivity, scientific creativity, dan scientiific productivity. Berdasarkan analisis data kuantitatif dan kualitatif disimpulkan bahwa model discovery learning berbantuan alat peraga manipulatif mampu meningkatkan kemampuan imajinasi matematis siswa tunarungu di SMPLB Negeri Salatiga.
Pentingkah Sebuah Intuisi dalam Pembelajaran Matematika?
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 4 (2021): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intuisi dapat diartikan sebagai daya atau kemampuan yang digerakkan oleh hati untuk dapat memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari lebih dahulu. Meskipun cukup berat dan ambigu untuk mendefinisikannya, namun tanpa kita sadari, sebuah intuisi memiliki peran penting dalam kehidupan dan ini telah diakui oleh matematikawan. Hanya saja, dalam kenyataannya intuisi masih sering diabaikan bahkan kurang diperhatikan oleh peneliti pendidikan matematika padahal intuisi berperan penting di saat seseorang harus memilih dan mengambil keputusan yang kritis. Intuisi juga berperan dalam memilih, mengembangkan dan menemukan teori-teori baru dalam matematika. Pengembangan kemampuan intuitif siswa ini dapat diupayakan melalui proses pembelajaran yang telah dilakukan seiring dengan hadirnya kajian-kajian mengenai intuisi dalam pembelajaran matematika dan didukung oleh teori-teori filosofis, namun masih ada keraguan dalam intuitif itu sendiri yaitu kerja intuitif pada siswa harus dikendalikan sebab jika siswa terbiasa dengan intuitif, maka akan menyebabkan siswa lebih cenderung mengandalkan argumen intuitifnya saja, tanpa memahami konsep dan apa yang diajarkan bukanlah matematika.