cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Study Literature of ICT toward Mathematics Anxiety for Students
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematical anxiety is the emergence of feelings of panic, helplessness, inability to act, and unable to control the mentality that occurs when someone is asked to solve mathematical problems. Mathematical anxiety has an influence on student learning outcomes. Researchers conducted an analysis of the studies that have been done related to the use of ICT-based learning media and students' mathematical anxiety. The purpose of this study was to examine in depth the use of ICT-based mathematics learning media to reduce students' math anxiety in learning mathematics. The method used in this research is literature study. The results of this study are students who use ICT as a medium in learning mathematics have lower levels of anxiety than students who do not use ICT as a medium in learning. Therefore, it can be concluded that the use of ICT-based learning media can help reduce math anxiety experienced by students when learning mathematics so as to increase interest, motivation, and student learning outcomes. The suggestion from this research is that further studies can be carried out regarding the maximum use of ICT-based learning media to overcome students' mathematical anxiety.
Kesesuaian Teori Perkembangan Kognitif Piaget pada Peserta Didik dalam Memahami Hukum Kekekalan Luas
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlakuan teori tahapan perkembangan kognitif Piaget tahap operasional konkret, dan pemahaman konsep kekekalan luas pada peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara yang terdiri dari tiga pertanyaan. Subjek penelitian ini berjumlah empat orang yaitu satu peserta didik berusia 7 tahun, satu peserta didik berusia 8 tahun, satu peserta didik berusia 9 tahun, dan satu peserta didik berusia 10 tahun. Dalam penelitian ini, subjek pertama belum memahami hukum kekekalan luas, sedangkan subjek kedua, ketiga, dan keempat sudah memahami hukum kekekalan luas. Berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah keberlakuan teori tahapan perkembangan kognitif Piaget tahap operasional konkret dapat berlaku juga pada peserta didik subjek pertama, kedua, ketiga, dan keempat, sehingga sudah sesuai dengan teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget.
Penerapan Teori Perkembangan Mental Anak Usia 8-9 Tahun oleh Piaget Pada Hukum Kekekalan Luas
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada sebuah teori oleh Jean Piaget bahwa perkembangan mental yang dialami anak terdiri dari empat tahapan salah satunya yaitu tahap operasi kongkrit (7-11 tahun) dimana pada saat itu anak sudah memahami tentang hukum kekekalan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman yang dimiliki siswa usia rentang 8-9 tahun serta usia diatas dan dibawahnya mengenai hukum kekekalan luas. Penelitian ini dilakukan pada 4 anak dengan metode yang digunakan adalah wawancara dan eksperimen sehingga dapat mengetahui secara langsung kemampuan pemahaman anak tentang hukum kekekalan luas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang berusia 9 tahun ke atas mampu memahami kekekalan luas sesuai dengan teori yang dikemukakan Jean Piaget sedangkan anak yang berusia 8 tahun dan dibawahnya belum mampu memahami hukum kekekalan luas.
Pemanfaatan Virtual Manipulatives Berbasis Learning Community Sebagai Upaya Penguatan Literasi Digital
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidik perlu melakukan up-grading diri dengan meningkatkan kemampuan literasi digital untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi yang sangat pesat di era revolusi industri 4.0. Keterbatasan keterampilan pendidik dalam memanfaatkan sumber belajar dan alat peraga virtual patut menjadi perhatian, seperti halnya yang dialami guru- guru di KKGMI Ngaliyan. Pengadaan kegiatan pelatihan pemanfaatan Virtual Manipulatives dalam pembelajaran menjadi salah satu solusi yang tepat. Kegiatan pelatihan dan pendampingan melalui Workshop Pelatihan Pemanfaatan Virtual Manipulatives Berbasis Learning Community Sebagai Upaya Penguatan Literasi Digital bagi Guru KKGMI Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam mengembangkan produk berupa Virtual Manipulatives. Metode yang digunakan adalah pre-test, post-test, ceramah, diskusi dan tanya jawab, demonstrasi, serta pendampingan dan penugasan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah sebagai berikut. Pertama, peserta workshop semakin paham terhadap literasi digital. Kedua, peserta workshop menunjukkan peningkatan pemahaman tentang Virtual Manipulatives. Keduanya terlihat dari hasil pre- test dan post-test. Ketiga, peserta workshop dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensinya dalam mengembangkan produk berupa Virtual Manipulatives yang lebih lanjut dapat dikembangkan oleh peserta sebagai pedoman pemanfaatannnya dalam kegiatan pembelajaran.
Penelitian Teori Perkembangan Piaget Tahap Operasional Konkret Hukum Kekekalan Volume Anak Usia 11─12 Tahun
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi guna menganalisis pemahaman konsep anak terhadap materi volume bangun ruang berbasis pada teori Piaget melalui Hukum Kekekalan Volume. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara melalui media Video Call WhatsApp dengan melalui percobaan sederhana. Responden dalam penelitian ini sebanyak empat orang terdiri dari satu laki-laki di bawah usia teori (6 tahun), satu perempuan sesuai usia teori (11 tahun), satu laki-laki sesuai usia teori (12 tahun), dan satu laki-laki di atas usia teori (13 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia bukan menjadi patokan bagi perkembangan kognitif anak dalam memahami konsep kekekalan volume.
Kesesuaian Teori Perkembangan Mental Jean Piaget pada Anak Tahap Operasi Konkret dalam Memahami Hukum Kekekalan Panjang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan teori perkembangan mental yang diutarakan oleh Jean Piaget pada hukum kekekalan panjang. Teori perkembangan mental Jean Piaget menjelaskan bahwa kemampuan kognitif anak dapat berkembang secara bertahap pada rentang waktu yang berbeda-beda, termasuk perkembangan dalam mengamati ilmu pengetahuan. Ada empat tahapan perkembangan kognitif, yaitu: 1) Tahap sensori motor, yaitu dari usia 0 hingga 2 tahun; 2) Tahap pra operasional, yaitu dari usia 2 hingga 7 tahun; 3) Tahap operasi konkrit, yaitu dari usia 7 hingga 11 tahun; 4) Tahap operasi formal, yaitu dari usia 11 tahun hingga anak dewasa. Pada tahap operasi kongkrit anak sudah mulai memahami konsep kekekalan. Salah satu konsep kekekalan yaitu konsep kekekalan panjang (7-8 tahun). Kami melakukan penelitian konsep kekekalan panjang ini dengan menggunakan 2 buah tali lalu diterapkan kepada anak-anak. Kami menggunakan 4 subjek penelitian, yaitu anak yang berusia kurang dari 7 tahun, lalu yang 2 anak yang berusia antara 7-8 tahun, dan anak yang berusia 9 tahun. Hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa anak-anak yang menjadi subjek penelitian belum memahami konsep kekekalan panjang.
Penerapan Teori Perkembangan Mental Anak Usia 7-13 Tahun Pada Konsep Hukum Kekekalan Volume
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berpikir manusia merupakan suatu perkembangan yang bertahap dari berpikir intelektual konkret ke abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati perkembangan kognitif anak, terutama pada tahap operasional konkret yakni, pada pemahaman konsep mengenai kekekalan volume. Dalam percobaan tersebut, menurut Piaget mengenai konsep kekekalan volume terbukti, bahwa anak usia 11-12 tahun lah yang sudah memahami konsep kekekalan volume. Namun, dalam percobaan tersebut terdapat anak yang belum bisa menentukan kesamaan banyak air walaupun diletakkan di wadah yang berbeda. Sedangkan berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, seharusnya anak dalam usia ini sudah memahami konsep hukum kekekalan tersebut. Teridentifikasi pula bahwa anak usia dibawah 11 tahun belum mampu menjawab dengan benar mengenai percobaan yang dilakukan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada tahap operasi konkret terdapat anak yang sudah memasuki tahap berpikir konkret tetapi belum mampu mememahami konsep dari hukum kekekalan volume.
Penerapan Teori Perkembangan Mental Piaget dalam Hukum Kekekalan Banyak
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kognitif siswa berumur 6-7 tahun dalam memahami hukum kekekalan banyak. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 4 orang anak, yaitu 1 anak di bawah teori yang berusia 5 tahun, 2 anak sesuai teori yang berusia 7 tahun, dan 1 anak di atas teori yang berusia 12 tahun. Hasilnya adalah anak berusia 5 tahun belum mampu memahami hukum kekekalan banyak, sedangkan 2 anak berusia 7 tahun dan 1 anak berusia 12 tahun sudah memahami hukum kekekalan banyak. Dapat disimpulkan, anak yang sudah memahami hukum kekekalan banyak akan mengerti bahwa banyaknya suatu benda akan tetap sama meskipun letaknya diubah. Sebaliknya, anak yang belum memahami hukum kekekalan banyak belum mengerti bahwa banyaknya suatu benda akan tetap sama meskipun letaknya diubah.
Telaah Pengintegrasian Etnomatematika pada Problem Based Learning Terhadap Komunikasi Matematis Siswa dalam Pembelajaran Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Problem Based On Etnomatematika Learning (PBL – Etnomatematika) merupakan pengintegrasian Etnomatematika pada model Problem Based Learning (PBL). Artikel ini bertujuan untuk menelaah pengaruh model PBL – Etnomatematika terhadap komunikasi matematis siswa. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik analisis data yang terdiri dari tiga tahapan antara lain organize, synthesize, dan identify. Data yang dianalisis merupakan data sekunder dengan kata kunci pencarian sesuai tujuan penelitian. Hasil dari penelitian adalah terbentuknya langkah – langkah pembelajaran model PBL – Etnomatematika berdasarkan beberapa literatur yang telah dianalisis dan keterkaitan model PBL – Etnomatematika terhadap komunikasi matematis siswa. Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh bahwa model PBL – Etnomatematika berpengaruh dalam meningkatkan komunikasi matematis siswa. PBL – Etnomatematika memberikan rangkaian aktivitas pemecahan masalah dalam konteks dunia nyata yang dipadukan dengan budaya sehingga siswa akan terbantu dalam melakukan proses berpikir yang lebih kreatif untuk menghadapi setiap tantangan. Dengan PBL – Etnomatematika, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar yang menarik, meluas, dan bermakna. Saran yang diajukan dari penelitian ini yaitu diperlukan adanya pengembangan instrumen dan media pembelajaran terintegrasi model PBL – Etnomatematika serta penelitian lebih lanjut terkait implementasi model PBL – Etnomatematika pada pembelajaran matematika dengan memperhatikan indikator komunikasi matematis dalam setiap aktivitas pembelajarannya.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa pada Pembelajaran Project Based Learning dengan Pendekatan Realistics Mathematics Education
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa melalui pembelajaran PjBL dengan pendekatan RME. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi siswa kelas VII SMP N 1 Jiken Blora, dengan random sampling terpilih siswa kelas VII A sebagai sampel. Metode pengumpulan data dengan menggunakan tes, yang berupa soal pretest dan postest yang disusun berdasarkan indikator kemampuan koneksi matematis. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji t berpasangan dan uji n-gain. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa di SMP N 1 Jiken Blora pada pembelajaran PjBL dengan pendekatan RME. Peningkatan kemampuan koneksi matematis tertinggi berada pada indikator 3, sedangkan peningkatan terendah berada di indicator 2.