PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles
837 Documents
Analisis Penerapan Teori Perkembangan Mental Piaget pada Konsep Kekekalan Luas dalam Pembelajaran Matematika
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tahapan perubahan terjadi dalam rentang kehidupan manusia. Jean Piaget salah satu tokoh yang mengemukakan tahapan perkembangan kognitif. Pengetahuan peserta didik yang terbentuk berangsur sejalan dengan tahap-tahap perkembangan kognitif. Ini dilakukan untuk melihat perbedaan kemampuan peserta didik yang diteliti dalam menguasai kekekalan luas sesuai tingkat berpikir peserta didik pada tahap usia operasional konkret 7-12 tahun. Dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara sehingga hasil wawancara digunakan untuk menarik kesimpulan dalam penelitian. Kegiatan inti dari penelitian ini adalah (1) membuat tes instrumen; (2) melakukan wawancara; dan (3) menganalisis data menggunakan konten analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik di bawah usia 8-9 tahun belum menguasai hukum kekekalan luas, sedangkan peserta didik usia 8-9 tahun masih dalam tahap pemahaman, dan peserta didik di atas usia 8-9 tahun sudah menguasai hukum kekekalan luas.
Model Peramalan Laju Inflasi di Jawa Tengah Menggunakan Metode Hybrid ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average)-ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System)
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indikator untuk mengukur perkembangan suatu negara salah satunya adalah inflasi. Jika inflasi tidak dikendalikan, maka akan memiliki banyak efek negatif pada masyarakat. Untuk memprediksi tingkat inflasi di masa depan, peramalan itu penting. Peramalan adalah tindakan memprediksi kejadian di masa depan berdasarkan data masa lampau. Pada artikel ini metode yang digunakan untuk memprediksi laju inflasi yaitu metode hybrid ARIMA-ANFIS. Model ARIMA cukup fleksibel karena dapat mewakili time series tertentu namun ARIMA mengasumsikan linearitas model. Metode hybrid yang menggabungkan model ARIMA dan ANFIS dibandingkan dengan menggunakan satu metode menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan akurasi peramalan. Berdasarkan hasil analisis pada data IHK Jawa Tengah tahun 2014-2021, model ARIMA (3,2,0) menghasilkan nilai RMSE sebesar 3,8825 sedangkan metode ARIMA-ANFIS menghasilkan nilai RMSE sebesar 0,004656. Oleh karena itu, dengan nilai RMSE yang lebih rendah disimpulkan bahwa model hybrid ARIMA-ANFIS merupakan model yang lebih baik dibandingkan model ARIMA saja.
Gaussian Mixture Model dengan Algoritme Expectation Maximization untuk Pengelompokan Data Distribusi Air Bersih di Jawa Barat
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Air bersih menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ketersediaan air bersih harus tetap terjaga agar kehidupan masyarakat sejahtera dan tidak terjadi krisis air bersih. Namun, meskipun jumlah air relatif tetap menurut ruang dan waktu, kebutuhan terhadap air bersih semakin tinggi akibat pertumbuhan jumlah penduduk dan taraf hidup yang semakin meningkat. Dari data yang ada, kemudian akan diolah menggunakan Gaussian Mixture Model (GMM) dengan algoritme Expectation Maximization (EM) untuk mengelompokan data distribusi air bersih di Jawa Barat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan kebijakan atau upaya untuk memaksimalkan distribusi air bersih di Jawa Barat. Pada data tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa cluster yang dihitung menggunakan Bayesian Information Criterion (BIC). Dari hasil clustering menunjukan bahwa, ada beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat belum sepenuhnya memperoleh distribusi air bersih dari PDAM secara maksimal seperti Kabupaten Purwakarta dan Kota Banjar.
Kajian Teori: Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Ditinjau Dari Self-Confidence Pada Pembelajaran Preprospec Berbantuan TIK
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matematika merupakan mata pelajaran di sekolah yang berperan penting dalam menciptakan siswa yang berkualitas. Terdapat keterampilan dasar matematika yang harus dimiliki dari aspek kognitif siswa salah satunya yaitu koneksi matematis. Disamping aspek kognitif, aspek lain yang perlu ditingkatkan adalah aspek afektif, dalam hal ini self-confidence. Pada abad ke-21 peranan terknologi informasi dan komunikasi merupakan bentuk upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, untuk itu pemilihan model pembelajaran harus tepat. Salah satunya menggunakan model pembelajaran preprospec berbantuan TIK. Penelitian ini bertujuan memaparkan kajian bagaimana kemampuan koneksi matematis ditinjau dari self-confidence pada pembelajaran preprospec berbantuan TIK. Studi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan studi literatur dengan mengumpulkan sumber berupa artikel, jurnal, dan dokumen lain yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran preprospec berbantuan TIK dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian selanjutnya perlu dianalisis lebih lanjut bagaimana kemampuan koneksi matematis siswa ditinjau dari self-confidence dengan mengimplementasikan model pembelajaran preprospec berbantuan TIK.
Kajian Teori: Pengembangan Modul Matematika pada Pembelajaran Problem Solving dengan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu keterampilan yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan penalaran matematis. Penalaran merupakan alat yang sangat penting untuk matematika dan kehidupan sehari-hari. Dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa di kelas, diperlukan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah sangat mendukung dalam kemampuan penalaran sehingga model Pembelajaran Problem Solving dengan pendekatan kontekstual merupakan model yang sesuai digunakan. Dalam pembelajaran di kelas, siswa diberikan modul agar menunjang kemampuannya di sekolah dan di rumah. Oleh karena itu, pengembangan modul matematika untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis sangat diperlukan. Pada penelitian ini, penulis menggunakan berbagai sumber tertulis seperti artikel, jurnal, buku, dan dokumen-dokumen yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan adanya pengembangan modul matematika pada Pembelajaran Problem Solving dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian berikutnya yang menarik dikembangkan sebagai riset adalah bagaimana proses pengembangan modul matematika pada Pembelajaran Problem Solving dengan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa.
Penelitian Teori Perkembangan Kognitif Piaget Terhadap Hukum Kekekalan Materi
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh teori pembelajaran kognitif oleh Piaget yang menyatakan bahwa pemahaman seseorang itu mengalami perkembangan dari lahir sampai dewasa. Piaget meyakini bahwa perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahapan. Tahapan tersebut yaitu sensorimotor, pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan perkembangan anak terkait hukum kekekalan materi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu berupa hasil wawancara secara virtual kepada empat subjek orang anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat seorang anak berusia 6 tahun yang memahami konsep kekekalan materi yang secara teori sebenarnya belum memasuki tahap operasional konkret. (2) Terdapat anak usia 7 dan 9 tahun yang sudah memahami konsep kekekalan materi dan sesuai dengan rentang usia tahap operasional konkret. (3) Terdapat anak berusia 8 tahun yang belum memahami konsep kekekalan materi walaupun sudah memasuki rentang usia dalam tahap operasional konkret. Jadi diperoleh kesimpulan bahwa teori perkembangan kognitif Piaget tidak selamanya sesuai karena terdapat faktor lain yang mempengaruhi.
Teori Perkembangan Mental Piaget dalam Penerapannya di Hukum Kekekalan Massa
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hukum kekekalan massa menurut teori Piaget menyatakan bahwa massa suatu benda akan tetap sama meskipun bentuk, tempat, atau penimbangan benda tersebut berbeda. Untuk membuktikan teori ini dilakukan suatu penelitian pada peserta didik. Tujuan dilakukan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apakah peserta didik sudah memenuhi atau menguasai hukum kekekalan massa. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berdasarkan wawancara secara langsung dan virtual. Kegiatan utamanya berupa percoban penimbangan pada plastisin terhadap 4 subjek dengan kategori umur yang berbeda. Diperoleh hasil bahwa Subjek 1 dengan umur 6 tahun memenuhi hukum kekekalan massa, Subjek 2 dan 3 dengan umur 10 tahun hanya terdapat satu yang memenuhi hukum kekekalan massa, dan Subjek 4 dengan umur 12 tahun memnuhi hukum kekekalan massa. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 peserta didik yang sudah memenuhi atau menguasai hukum kekekalan massa.
Kesesuaian Teori Kognitif Jean Piaget Pada Kemampuan Anak Tahap Operasional Konkret Tentang Kekekalan Panjang Pada Usia 7-8 Tahun
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kognitif anak-anak dalam memahami hukum kekekalan panjang sesuai dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Populasi penelitian ini adalah anak-anak dengan usia 6-12 tahun, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan teknik tersebut didapatkan 4 sampel penelitian. 1 sampel dari usia 6 tahun, 2 sampel dari usia 7 tahun, dan 1 sampel dari usia 12 tahun. Instrumen yang digunakan adalah non-test berupa wawancara yang dipadukan dengan percobaan sederhana langsung di depan masing-masing sampel tentang hukum kekekalan panjang. Wawancara dan percobaan sederhana dalam penelitian ini memanfaatkan sebuah sedotan sebagai medianya. Berdasarkan hasil wawancara dan percobaan sederhana, dari 4 sampel yang diteliti diketahui bahwa ada 1 anak usia 7 tahun dan 1 anak usia 12 tahun yang sudah memahami hukum kekekalan panjang serta ada 1 anak usia 6 tahun dan 1 anak usia 7 tahun yang belum memahami konsep kekekalan panjang. Untuk peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian lanjutan mengenai penyebab adanya anak yang sudah memasuki tahap berpikir konkret akan tetapi belum mampu memahami hukum kekekalan panjang.
Desain E-LKPD Berbasis Model Discovery Learning Materi Statistika untuk Memfasilitasi Kemampuan Literasi Matematis
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan literasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki oleh seorang peserta didik. Model discovery learning merupakan model pembelajaran yang dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain E-LKPD berbasis model discovery learning yang diharapkan mampu memfasilitasi kemampuan literasi matematis peserta didik serta dapat digunakan dalam proses pembelajaran luring maupun daring. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) sampai tahap design. Tahap analyze diperoleh hasil bahwa kemampuan literasi matematis peserta didik masih rendah sehingga dibutuhkan E-LKPD yang mampu memfasilitasi kemampuan literasi matematis. Langkah-langkah model discovery learning yang terdiri dari 6 tahapan dikombinasikan dengan indikator kemampuan literasi matematis yaitu memformulasikan situasi matematika; menggunakan konsep matematika, fakta, prosedur, dan penalaran; dan menafsirkan, menerapkan, dan mengevaluasi hasil matematika. Pada tahap design berhasil terwujud desain E-LKPD berbasis model discovery learning materi statistika yang mampu memfasilitasi kemampuan literasi matematis peserta didik. Hasil dari tahapan ini dinamakan produk awal E-LKPD.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Pembelajaran Mandiri Berbasis E-modul dengan Daring Scaffolding
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari kemandirian belajar melalui penerapan pembelajaran mandiri berbasis e-modul dengan daring scaffolding. Metode penelitian ini menggunakan metode kombinasi desain sequential explanatory untuk menjawab rumusan masalah dengan metode kualitatif dan kuantitatif secara berurutan. Sampel diambil dari dua kelas dengan teknik purposive sampling dari populasi kelas VIII SMPN 15 Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan analisis kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari kemandirian belajar siswa diperoleh hasil siswa dengan kemandirian belajar tinggi mampu menguasai semua indikator kemampuan pemecahan masalah, siswa dengan kemandirian belajar sedang mampu mengusai empat indikator, sedangkan siswa dengan kemandirian rendah mampu menguasai satu indikator; dan (2)pembelajaran mandiri berbasis e-modul dengan daring scaffolding memenuhi kriteria pembelajaran berkualitas yaitu instrumen penelitian memiliki nilai rata-rata validasi dengan kriteria sangat baik, pelaksanaan pembelajaran memperoleh presentase penilaian 90% dengan kategori sangat baik, hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran mandiri berbasis e-modul dengan daring scaffolding mencapai ketuntasan belajar sebesar 88%, terdapat pengaruh positif antara kemandirian belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam pembelajaran mandiri berbasis e-modul dengan daring scaffolding sebesar 70%.