cover
Contact Name
Muhammad Zuhair Zahid
Contact Email
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285729226625
Journal Mail Official
zuhairzahid@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jalan Tamansiswa Kelurahan Sekaran Gunungpati Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
ISSN : -     EISSN : 26139189     DOI : -
Core Subject : Education,
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, mempublikasikan ide, gagasan, hasil penelitian matematika atau pembelajarannya. Prisma diterbitkan berkala setiap tahun, sebagai ajang publikasi seminar nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Naskah yang dipublikasikan telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah tersebut. PRISMA diterbitkan setiap Februari pada tahun setelah pelaksanaan Seminar Nasional Matematika UNNES.
Articles 837 Documents
Kajian Teori : Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Ditinjau dari Self-Efficacy pada Model Pembelajaran Preprospec Berbantuan TIK
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Namun fakta dilapangan menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah. Ditunjukkan dari hasil PISA pada tahun 2015 Indonesia berada di peringkat 61 dari 70 peserta kemudian pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi peringkat 72 dari 78 peserta. Kemampuan pemecahan masalah matematis juga dipengaruhi oleh aspek psikologis yaitu self-efficacy. Pentingnya self-efficacy dalam kemampuan pemecahan masalah berfungsi sebagai alat untuk menilai keberhasilan dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah matematis dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran Preprospec berbantuan TIK yang bersifat student-centered dan dapat melatih kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengumpulkan sumber berupa artikel, jurnal, serta dokumen lain yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Preprospec berbantuan TIK dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian selanjutnya perlu dianalisis lebih lanjut mengenai kemampuan pemecahan masalah peserta didik ditinjau dari self-efficacy dengan mengimplementasikan model pembelajaran Preprospec berbantuan TIK.
Kesesuaian Teori Perkembangan Piaget pada Hukum Kekekalan Volume
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut piaget dalam teori perkembangan kognitif dan mental anak salah satunya adalah anak usia 11 hingga 12 tahun dapat menentukan kekekalan volume. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan teori perkembangan kognitif dan mental anak khususnya hukum kekekalan volume pada usia pra operasional, operasional, dan pasca operasional. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini didapatkan dua hasil dari dua percobaan yang berbeda kepada anak yang berbeda pula di setiap percobaanya di mana pada uji coba pertama menggunakan alat peraga tingkat tinggi. Hasilnya, beberapa anak pada usia pra-operasional dan pasca-operasional sesuai dengan teori perkembangan Piaget, dan anak pada tahap usia operasional ada yang belum sesuai dengan teori Piaget. Sedangkan hasil pada percobaan kedua dimana alat peraga tersebut lebih sederhana. Hasilnya yaitu beberapa anak pada usia pra-operasional dan pasca-operasional sesuai dengan teori perkembangan Piaget, dan anak pada tahap usia operasional ada yang belum sesuai dengan teori Piaget. Jadi, dapat disimpulkan bahwa anak pada usia operasional masih ada yang belum memahami teori kekekalan volume.
Kajian Teori: Pengembangan Model Brain Based Learning berbantuan E-Module berbasis Multiple Intelligences untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik SMP
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan menganalisis tingkat tinggi, dimana memproses dan menerapkan informasi untuk memecahkan masalah agar dapat membuat keputusan yang tepat. Rendahnya kemampuan berpikir kritis seringkali ditemukan dalam kelas matematika pada materi Geometri (Bangun Ruang). Peserta didik seringkali melakukan kesalahan konsep, terjemahan dan strategi dalam mempelajari Geometri. Hal ini dikarenakan kebiasaan peserta didik pada sistem hafalan dan praktik berhitung sederhana. Sehingga diperlukan solusi untuk mengurangi dampak penurunan kemampuan berpikir kritis yaitu berupa ketidakmampuan peserta didik memecahkan masalah sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bahwa pengembangan model Brain Based Learning (BBL) berbantuan E-Module berbasis Multiple Intelligences (MI) dapat menjadi solusi dan inovasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini berupa artikel, jurnal, serta buku yang berkaitan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model BBL berbantuan E-Module berbasis MI dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian selanjutnya yang potensial untuk dikembangkan sebagai riset adalah bagaimana proses pengembangan model BBL berbantuan E-Module berbasis MI dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Penelitian Sederhana Untuk Membuktikan Teori Jean Piaget Mengenai Hukum Kekekalan Banyak pada Anak-Anak
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kognitif merupakan salah satu pusat perhatian pendidikan matematika dan sains. Untuk mewujudkan perkembangan kognitif yang baik dapat dilakukan dengan mengkaji teori-teori perkembangan kognitif yang dikembangkan oleh Jean Piaget. Salah satunya yaitu teori hukum kekekalan banyak. Hukum ini baru dapat dipahami oleh anak kira-kira umur 6−7 tahun, bahkan kadang kala umur 5−6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perkembangan kognitif anak usia 6-7 tahun dalam memahami hukum kekekalan bilangan dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah satu anak dengan usia 5 tahun, satu anak usia 6 tahun, satu anak usia 7 tahun, dan satu anak usia 8 tahun. Adapun instrumen non-test yang digunakan berupa wawancara yang dipadukan dengan percobaan sederhana. Wawancara dan percobaan sederhana dalam penelitian ini memanfaatkan dua buah gambar yang berbeda. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tiga dari empat orang anak belum memahami hukum kekekalan banyak. Jadi, bisa disimpulkan bahwa perkembangan anak tidak selalu sesuai dengan teori piaget.
Analisis Penerapan Teori Piaget Pada Anak Usia 9-10 Tahun Mengenai Hukum Kekekalan Berat
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian teori Piaget tahap operasional-konkret dan penerapan konsep hukum kekekalan berat pada anak usia 9-10 tahun yang ada di lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Kegiatan utamanya: (1) menerapkan hukum kekekalan berat, kemudian anak diberi objek yang berkaitan dengan kekekalan berat. (2) dianalisis pemahaman hukum kekekalan berat. (3) dipilih subjek penelitian sebanyak lima anak. (4) subjek penelitian diwawancarai. Penelitian dilaksanakan secara daring dan luring. Hasil penelitiannya: dari lima subjek, didapatkan dua subjek (usia 9 tahun dan 12 tahun) sudah memahami mengenai hukum kekekalan berat. Kesimpulan: ternyata penerapan teori Piaget mengenai hukum kekekalan berat sudah sesuai dengan anak usia 9-10 tahun pada tahap operasional-konkret.
Penelitian Tingkat Pemahaman Hukum Kekekalan Banyak Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 6 -7 Tahun
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman anak terkait dengan Teori Jean Piaget mengenai hukum kekekalan banyak atau bilangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tim peneliti bekerja sama dengan warga sekitar Sekaran, Gunungpati dan warga sekitar Bangking, Blora. Dengan melibatkan empat anak yang memiliki usia berbeda, tim peneliti menguji tingkat pemahaman anak mengenai hukum kekekalan banyak. Penelitian diawali dengan mengamati anak-anak yang ada di lingkungan sekitar. Kemudian tim peneliti mengajaknya berinteraksi dan meminta izin orang tua mereka untuk melakukan penelitian yang melibatkan anak-anak tersebut. Tim peneliti melakukan dua percobaan, percobaan pertama meletakkan 10 permen di atas meja dan menyusun permen tersebut menjadi 2 barisan memanjang. Percobaan kedua, tim peneliti mengubah susunan permen yang semula 2 barisan memanjang dijadikan satu atau digerombolkan. Percobaan tersebut dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada masing-masing anak dan dari empat anak tersebut, mereka memiliki pendapat yang berbeda-beda. Dua diantaranya belum bisa menjawab dengan tepat dan dua anak lainnya bisa menjawab dengan tepat.Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini belum semua anak pada usia 6-7 tahun dalam penelitian ini telah memiliki pemahaman konsep kekekalan banyak.
Analisis Klaster Spasial Data Infrastruktur Kesehatan Desa di Kabupaten Purworejo Menggunakan Metode SKATER
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Pusat Statistik melakukan pengukuran indeks pembangunan desa, dimensi yang diukur salah satunya adalah indeks pelayanan dasar, dalam indeks pelayanan dasar terdapat beberapa variabel yang diteliti dimana salah satunya yaitu pelayanan kesehatan. Makalah ini bertujuan melakukan analisis data pelayanan kesehatan yaitu infrastruktur kesehatan desa di Kabupaten Purworejo menggunakan metode SKATER. Data yang diteliti berasal dari data Potensi Desa (PODES) tahun 2021 setiap desa di Kabupaten Purworejo dengan total terdapat 494 desa. Software R digunakan sebagai alat bantu dalam melakukan analisis. Hasil analisis dengan SKATER menghasilkan 4 kelompok yaitu klaster 1 terdiri dari 239 desa dengan kategori infrastruktur Kesehatan rendah. Klaster 2 terdiri dari 2 desa dengan kategori infrastruktur Kesehatan tinggi. Klaster 3 terdiri dari 249 desa dengan kategori infrastruktur Kesehatan sedang, dan klaster 4 terdiri dari 4 desa dengan kategori sangat rendah. Daerah dengan kategori sangat rendah merupakan desa di Kecamatan Bruno.
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Implementasi Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Ditinjau Berdasarkan Gaya Belajar
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan implementasi model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau berdasarkan gaya belajar pada model pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan jenis penelitian sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Brebes Tahun Ajaran 2022/2023 dengan sampel penelitian kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran Contextual Teaching and Learning efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah (2) siswa dengan gaya belajar visual mampu memenuhi empat indikator kemampuan pemecahan masalah, siswa dengan gaya belajar auditorial mampu memenuhi keempat indikator kemampuan pemecahan masalah dan sebagian lain hanya mampu memenuhi dua indikator, serta siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu memenuhi dua indikator kemampuan pemecahan masalah, dan sebagian lain hanya mampu memenuhi satu indikator.
Metode Radial Basis Function Neural Network (RBFNN) untuk Peramalan Kunjungan Wisatawan dengan Perbandingan Kombinasi Fungsi Pelatihan
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi dari segi sektor pariwisata. Data kunjungan wisatawan merupakan data runtun waktu yang dapat digunakan untuk meprediksi dimasa mendatang. Jaringan syaraf tiruan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memprediksi data nonlinier. Radial Basis Function Neural Network (RBF) adalah model jaringan syaraf yang mentransformasikan input secara nonlinier dengan menggunakan fungsi aktivasi Gaussian pada lapisan tersembunyi sebelum diproses secara linier di lapisan output. RBFNN merupakan salah satu metode yang baik digunakan pada peramalan kunjungan wisatawan karena dapat memberikan nilai akurasi yang tinggi. Kecepatan proses pelatihan jaringan sangat diperlukan, oleh karena itu perlu dilakukan berbagai kombinasi fungsi pelatihan untuk mempercepat konvergensi pelatihan jaringan. Pada penelitian ini model RBFNN dikembangkan dengan kombinasi fungsi pelatihan levenberg-marquadrt (trainlm), gradient descent with momentum and adaptive learning rate (traingdx) dan regulasi bayesian (trainbr). Penelitian ini menggunakan data kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia dari bulan Januari 2008 hingga Januari 2020 dan jumlah kunjungan wisatawan sebagai variabel input Arsitektur jaringan metode RBFNN menggunakan 2 neuron pada input layer, 8 neuron pada hidden layer, dan 1 neuron pada output layer dengan nilai spread 1, Hasil menunjukan bahwa model terbaik untuk peramalan kunjungan wisatawan menggunakan fungsi pelatihan levenberg-marquadrt (trainlm). Nilai MSE pelatihan diperoleh sebesar 0,0088 dengan kecepatan konvergesi pelatihan selama 1 menit 16 detik dan nilai MAPE pengujian sebesar 5,2559% dengan akurasi jaringan sebesar 94,7441%.
Penerapan Metode Clustering dengan Algoritma K-Means untuk Pengelompokkan Data Migrasi Penduduk Tiap Kecamatan di Kabupaten Rembang
PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika Vol 6 (2023): PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika XVI
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kemajuan teknologi informasi saat ini menjadikan kebutuhan akan informasi dari sekumpulan data semakin tinggi. Salah satuya adalah informasi mengenai bidang kependudukan yaitu migrasi. Migrasi merupakan satu dari tiga faktor dasar yang mempengaruhi dinamika kependudukan, selain faktor kelahiran dan kematian. Migrasi diartikan sebagai perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain dengan tujuan untuk menetap. Peninjauan migrasi sangat penting untuk ditelaah mengingat adanya desentralisasi dan distribusi penduduk yang tidak merata. Data penelitian diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang. Metode pengolahan data yang digunakan dalam pembahasan ini adalah metode clustering dengan algoritma K-Means, dimana data akan dikelompokkan menjadi 3 cluster yaitu tinggi (C1), sedang (C2), dan rendah (C3). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengelompokkan data migrasi penduduk tiap kecamatan di Kabupaten Rembang. Analisis data menggunakan algoritma K-Means dilakukan dengan cara perhitungan manual dan memanfaatkan aplikasi RapidMinner. Hasil yang diperoleh dari pembahasan ini adalah bahwa terdapat sedikit perbedaan antara perhitungan manual dengan aplikasi RapidMinner dimana pada perhitungan manual cluster 1 (C1) sebanyak 7 kecamatan, cluster 2 (C2) sebanyak 6 kecamatan, dan cluster 3 (C3) sebanyak 1 kecamatan. Sedangkan pada aplikasi RapidMinner cluster 1 (C1) sebanyak 10 kecamatan, cluster 2 (C2) sebanyak 3 kecamatan, dan cluster 3 (C3) sebanyak 1 kecamatan.