cover
Contact Name
ASEF WILDAN
Contact Email
acheif90@gmail.com
Phone
+6285790241092
Journal Mail Official
ezrasciencebulletin@gmail.com
Editorial Address
Gogorante - Ngasem - Kediri Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Ezra Science Bulletin
Published by Kirana Publisher
ISSN : -     EISSN : 29881897     DOI : https://doi.org/10.58526/ez-sci-bin.v1i1.9
Ezra Science Bulletin is a open-access publication journal of research results, scientific research articles, conceptual articles, literature reviews, and/or ideas from various disciplines science. Ezra Science Bulletin is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world. Ezra Science Bulletin is a periodic scientific journal twice a year (January June and July December) published by Kirana Publisher.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 472 Documents
KARYA TARI RAYUAN SANG BATU INTERPRETASI MITOS SISYPHUS SEBAGAI REFLEKSI PSIKOLOGI KORUPSI DI INDONESIA Laila Rahmah Tusa’diah; Wardi Metro; Yan Stevenson; Syahril
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.618

Abstract

Karya Tari Rayuan Sang Batu merupakan karya tari kontemporer yang terinspirasi dari mitos sisyphus dalam mitologi Yunani Kuno. Karya ini berangkat dari kegelisahan terhadap kondisi manusia yang terjebak dalam siklus hasrat, ambisi dan keinginan untuk meng      uasai keadaan. Dalam karya ini, batu tidak hanya di maknai sebagai beban hukuman, tetapi juga sebagai simbol godaan, kekuasaan dan kenikmatan yang terus di kejar meskipun membawa penderitaan. Interpretasi tersebut di kaitkan dengan fenomena korupsi di Indonesia melalui perspektif psikologi korupsi, yaitu kondisi ketika manusia terus mengulangi penyalah gunaan kekuasaan karena dorongan hasrat dan kepentingan pribadi Penciptaan karya ini menggunakan pendekatan tari kontemporer dengan eksplorasi gerak yang menekankan pada tubuh sebagai representasi kondisi psikologi manusia. Bentuk gerak di kembangkan melalui gerakan repetitif, tekanan tubuh, dorongan dan ketegangan untuk menggambarkan hubungan manusia dengan hasrat yang memikat dirinya sendiri. Karya ini tidak menghadirkan korupsi secara langsung ,tetapi lebih menekankan pada refleksi batin manusia yang terjebak dalam siklus keinginan, hasrat ,kekuasaan dan keterikatan terhadap ambisi tanpa akhir.
PERLINDUNGAN KAUM PEREMPUAN DALAM PERNIKAHAN DINI DENGAN MEDIA EDUKASI FILM “WAKTU UNTUK MEKAR” DI NAGARI AIA TAJUN KABUPATEN PADANG PARIAMAN Aisyah Fi Jannah; Silvana Nurdiani
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.619

Abstract

 Praktik pernikahan dini masih menjadi salah satu benalu sosial yang merampas hak-hak fundamental anak perempuan, tidak terkecuali di Nagari Aia Tajun, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini berangkat dari keresahan terhadap fenomena di mana anak perempuan dari keluarga ekonomi lemah sering kali dianggap sebagai beban moril dan finansial, sehingga pernikahan di usia belia dijadikan jalan pintas oleh orang tua untuk mengalihkan tanggung jawab ekonomi. Padahal, realitas pasca-nikah justru menjebak mereka dalam penyesalan mendalam akibat beratnya beban domestik, hilangnya kebebasan masa remaja, hingga tingginya risiko kesehatan reproduksi akibat belum matangnya kondisi biologis calon ibu. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara mendalam bersama tokoh adat (Bundo Kanduang), perangkat nagari, kru produksi, serta pelaku pernikahan dini di Nagari Aia Tajun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan preventif dan represif dari Bundo Kanduang sangat krusial, mulai dari sosialisasi bahaya nikah muda hingga pendampingan program penjarangan anak bagi yang sudah terlanjur menikah. Selain itu, penggunaan media edukasi film "Waktu Untuk Mekar" terbukti jauh lebih efektif dan direspons positif oleh warga. Kesimpulannya, sinergi antara edukasi visual yang persuasif dan penguatan peran tokoh adat adalah kunci utama dalam memutus rantai pernikahan dini dan memastikan anak perempuan bisa "mekar" pada waktunya.