cover
Contact Name
ASEF WILDAN
Contact Email
acheif90@gmail.com
Phone
+6285790241092
Journal Mail Official
ezrasciencebulletin@gmail.com
Editorial Address
Gogorante - Ngasem - Kediri Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Ezra Science Bulletin
Published by Kirana Publisher
ISSN : -     EISSN : 29881897     DOI : https://doi.org/10.58526/ez-sci-bin.v1i1.9
Ezra Science Bulletin is a open-access publication journal of research results, scientific research articles, conceptual articles, literature reviews, and/or ideas from various disciplines science. Ezra Science Bulletin is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world. Ezra Science Bulletin is a periodic scientific journal twice a year (January June and July December) published by Kirana Publisher.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 472 Documents
MARAWA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN BUSANA ETNIK KONTEMPORER Nanda Aulia; Nofi Rahmanita
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.594

Abstract

Marawa merupakan bendera tradisional masyarakat Minangkabau yang memiliki nilai filosofis dan budaya yang tinggi. Tiga warna utama pada Marawa, yaitu merah, kuning, dan hitam, melambangkan unsur adat, kepemimpinan, serta kekuatan yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap eksplorasi ide, perancangan desain, eksperimen bahan dan teknik hias, serta proses perwujudan karya. Unsur-unsur visual Marawa diterapkan pada pemilihan warna, siluet, detail dekoratif, dan komposisi desain busana sehingga menghasilkan karya yang tetap merepresentasikan identitas budaya Minangkabau dengan tampilan yang modern. Karya ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya Minangkabau serta menjadi alternatif pengembangan desain busana etnik yang relevan dengan kebutuhan dan selera masyarakat masa kini. Penggunaan warna khas Marawa serta pengolahan bentuk yang inovatif mampu menghadirkan busana yang memiliki nilai artistik, fungsional, dan budaya. Busana ini diwujudkan dalam tiga tingkatan busana yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat busana ini dipublikasikan melalui pagelaran busana (fashion show) serta publikasi di media sosial sebagai sarana promosi dan edukasi.
INOVASI BUSANA PESTA MALAM BERMOTIF "KALUAK PAKU" DENGAN TEKNIK HIAS BORDIR Salmi Khairani; Dini Yanuarmi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.595

Abstract

Inovasi Busana Pesta Malam Bermotif Kaluak paku Dengan Teknik Hias Bordir terinspirasi dari keindahan motif tradisional minangkabau yaitu kaluak paku. motif ini menggambarkan kebersamaan, tanggung jawab dan keluwesan hidup yang dituangkan kedalam busana pesta malam modern. Adapun busana pesta malam ini menggunakan siluet A-line, dan L dalam penciptaan karya ini menggunakan teknik butik dan menggunakan bahan kawasaki silk, tenun Silungkang, beludru, dan organza. Metode penciptaan yang dilakukan dimulai dari persiapan yaitu mencari referensi atau buku yang berkaitan dengan ide penciptaan yang dibuat melakukan busana pesta malam untuk mendapatkan sumber ide penciptaan untuk mengenal lebih dalam tentang bentuk karya yang dihasilkan. Bentuk penyajiannya berupa fashion show , kemudian detail utama pada karya ini menerapkan ragam hias motif kaluak paku yang diwujudkan menggunakan teknik bordir manual yang halus, dikombinasikan dengan payet serta manik -manik untuk memberikan efek kilau mewah. Busana pesta malam ini menggunakan tingkatan busana ready to wear dengan judul “Rantiang Kaluak”, ready to wear deluxe “Kaluak Rancak”, dan haute couture “Ratu Kaluak”.
TRANSMISI TARI PODANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA DI NAGARI KOTO NAN GADANG KOTA PAYAKUMBUH PROVINSI SUMATERA BARAT Ayu Maharani; Muhammad Fikri; Auliana Mukhti Maghfirah; Suaida
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transmisi Tari Podang sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Nagari Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, serta mengidentifikasi hambatan dalam keberlanjutannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara bersama pihak Dinas Pariwisata, masyarakat, penari, serta dua maestro Tari Podang, yaitu Bapak Dt. Lelo Sati dan Bapak Dt. Bijo Nan Hitam. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumen kebudayaan terkait.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transmisi Tari Podang di Sanggar Puti Elok berlangsung melalui empat jalur utama. Pertama, transmisi vertikal secara antargenerasi dari maestro ke murid. Kedua, transmisi material dan simbolik berupa pemenuhan syarat adat seperti bareh sagantang, sakabuang kain putiah, pitih sapiek, dan ritual darah ayam sebagai pengikat komitmen moral. Ketiga, transmisi praktik tubuh melalui metode demonstrasi dan peniruan gerak silat baku. Keempat, transmisi institusional melalui pengelolaan sanggar seni.Meskipun telah resmi ditetapkan sebagai WBTB Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 315/M/2023, proses regenerasi tarian ini menghadapi hambatan serius. Faktor internal berupa ketatnya aturan pakem, keharusan menguasai kuda-kuda rendah (stralak), penggunaan properti pedang, serta keterbatasan jumlah pewaris utama membuat tarian ini terkesan monoton bagi generasi muda. Faktor eksternal seperti pergeseran selera seni remaja ke arah modern, gempuran tren digital, serta belum meratanya pengetahuan masyarakat Payakumbuh turut memperlambat perluasan ilmu. Untuk mengatasinya, sanggar melakukan strategi adaptasi dengan membuka akses bagi penari perempuan demi menjaga keberlanjutan tradisi agar tidak punah.
KARYA TARI “SENGAL” TERINSPIRASI DARI PERJUANGAN PENGENDARA OJEK DAN DAMPAK KESEHATANNYA Siti Humaera; Adjuoktoza Rovylendes; Kurniadi Ilham; Fattahul Anugraha
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.597

Abstract

Karya "SENGAL" adalah sebuah pertunjukan tari bertipe dramatik yang menceritakan perjuangan hidup para tukang ojek. Tari ini menyoroti kisah tentang perjuangan kepala keluarga yang rela menahan sakit nyeri punggung bawah (Low Back Pain) akibat terlalu lama berkendara dengan posisi duduk yang salah demi mencari nafkah. Proses pembuatan tari ini melalui riset langsung di lapangan menggunakan metode Alma M. Hawkins. Di atas panggung, karya ini dibawakan oleh tujuh penari perempuan dengan menggunakan setting lima susun trap, video latar, serta kostum kaus abstrak yang menggambarkan rumitnya perjalanan hidup. Musik pengiringnya merupakan perpaduan unik antara musik tekno modern dengan alat musik tradisional seperti talempong, kecapi, katuak-katuak, dan suliang. Melalui gerakan tubuh yang membungkuk, gerak lambat, hingga momen jatuh-bangun, "SENGAL" menggambarkan potret mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan batas kemampuan fisik dalam menghidupi keluarganya.
ANALISIS MINAT SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN SENI TARI DI SD N 01 GUGUK MALINTANG KOTA PADANG PANJANG SUMATERA BARAT Shandya Salsa Billa; Sri Meiweni Basra; Firdaus; Oktavianus
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat siswa terhadap pembelajaran seni tari di SD N 01 Guguk Malintang Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Minat siswa merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam bidang seni tari yang menuntut keterlibatan aktif, ekspresi, dan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru serta siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran seni tari masih tergolong rendah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya fasilitas dan sarana pendukung seperti tidak adanya ruang khusus untuk latihan, metode pembelajaran yang kurang variatif, serta rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan seni tari. Selain itu, lingkungan belajar yang kurang kondusif juga menjadi kendala dalam meningkatkan minat siswa. Guru telah berupaya meningkatkan minat siswa melalui pemberian motivasi dan penggunaan media pembelajaran, namun hasilnya belum optimal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran seni tari di sekolah ini perlu ditingkatkan melalui perbaikan sarana dan prasarana, pengembangan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif, serta dukungan dari pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
KIMONO DALAM FEMININE ROMANTIC STYLE Ciha Septia Rifalda; Desra Imelda; Mega Kencana; Desi Trisnawati
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.600

Abstract

Kimono merupakan busana tradisional Jepang yang ikonik dengan karakteristik siluet berbentuk T, potongan lurus, serta sistem layering yang anggun dan terstruktur. Koleksi ini, terinspirasi dari struktur dasar dan keanggunan visual kimono yang diwujudkan menjadi sebuah busana kontemporer berpendekatan feminine romantic style tanpa menghilangkan identitas utamanya. Koleksi busana kontemporer yang dihasilkan, meliputi tiga tingkatan busana, merepresentasikan kelembutan dan detail estetis melalui teknik pengolahan siluet, tekstur, dan manipulasi bahan dekoratif seperti bunga, ruffle, flounce, dan korsase. Warna-warna yang digunakan, didominasi oleh palet warna pastel, terinspirasi langsung dari kesan lembut, anggun, dan feminin. Bahan yang digunakan untuk membuat karya ini disesuaikan dengan kebutuhan struktur tiap tingkatan busana, serta mengombinasikan Songket Palembang sebagai aksen dekoratif untuk memperkaya nilai kultural. Proses penciptaan koleksi busana kontemporer terinspirasi struktur kimono meliputi tahap eksplorasi melalui studi pustaka dan observasi, perancangan konsep, serta sketsa desain. Desain diwujudkan dalam satu koleksi berjudul Kimono Hanagatari yang terdiri dari tiga karya: Mizuhana (Ready to Wear), Hana no Mai (Ready to Wear Deluxe), dan Hana Tenshi (Haute Couture) bersumber ide dari jenis yukata, homongi, dan uchikake, serta disajikan melalui pagelaran busana atau fashion show.
PROBLEMATIKA PEWARISAN KESENIAN ULU AMBEK PADA MASYARAKAT NAGARI SUNGAI ASAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Nabila Salsabil Ramadhani; Kurniadi Ilham; Yesriva Nursyam; Ninon Syofia
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk problematika pewarisan kesenian Ulu Ambek ada masyarakat Nagari Sungai Asam Kabupaten Padang Pariaman, serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya hambatan dalam proses transmisi antar generasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas guru Ulu Ambek, tokoh masyarakat, serta generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk membantu menjawab dari permasalahan teori yang dipakai yaitu teori pewarisan budaya atau cultural transmission menurut Cavalli-Sforza dan Feldman (1981) dan teori problematika perubahan sosial menurut Murgiyanto (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pewarisan kesenian Ulu Ambek pada masyarakat Nagari Sungai Asam Kabupaten Padang Pariaman terjadi akit adanya berbagai faktor yang berkaitan. Dimana adanya faktor internal yang dipengaruhi oleh kurang terlibatnya guru Ulu Ambek, tokoh adat dan masyarakat dalam memberi pembinaan. Selain itu, adanya faktor ekternal yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, pengaruh lingkungan pertemanan, serta treadisi merantau yang membuat minat generasi muda menurun. Permasalahan tersebut tidak menunjukan bahwa Ulu Ambek hilang dari kehidupan masyarakat, melainkan menunjukan adanya perubahan mekanisme pewarisan yang selama ini menjadi dasar keberlanjutan kesenian tersebut.
BENTUK PUZZLE DALAM PENCIPTAAN BUSANA CASUAL KONTEMPORER Rihhadatul Aisy; Desra imelda; Nofi Rahmanita; Desi Trisnawati
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.602

Abstract

Bentuk puzzle merupakan bentuk atau susunan potongan yang saling terhubung menjadi satu kesatuan pola. Bentuk dan motif puzzle ini diwujudkan dalam busana casual kontemporer yang diberi detail teknik bordir 2D dan 3D. Bentuk dan motif puzzle ini diposisikan pada baju, lengan, cape dan celana. Karya yang diciptakan berupa outer, celana cutbray/bootcut dan wide leg, dengan menggunakan siluet asimetris dan simetris pada setiap karya. Pengkarya menggunakan warna coklat, crem, biru, hitam, dan warna oren. Metode yang digunakan dengan cara eksplorasi diawali dengan pengajuan ide, selanjutnya perancangan yaitu merancang sketsa alternatif dan desain terpilih, dan perwujudan melalui proses mempersiapkan alat dan bahan, pembuatan pola, menjahit dan menghias busana dengan teknik bordir dan sulam payet. Hasil akhir dari karya ini yaitu busana ready to wear sebanyak 1 karya, ready to wear deluxe 1 karya, dan haute couture sebanyak 1 karya.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM OPTIMALISASI PEMERIKSAAN ANKLE-BRACHIAL INDEX (ABI) DAN KOLESTEROL UNTUK DETEKSI DINI PERIPHERAL ARTERY DISEASE PADA KOMUNITAS BERISIKO SINDROM METABOLIK: PENGABDIAN MASYARAKAT Ima Rahmawati; Silvia Damayanti; Anisa Eka Putri; Arif Wicaksono
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.603

Abstract

Peripheral Artery Disease (PAD) merupakan komplikasi aterosklerosis yang sering tidak terdeteksi pada tahap awal, terutama pada individu dengan sindrom metabolik. Rendahnya kemampuan kader kesehatan dalam melakukan skrining PAD menjadi salah satu kendala dalam upaya deteksi dini di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan pemeriksaan Ankle-Brachial Index (ABI) dan kolesterol sebagai metode deteksi dini PAD. Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi keterampilan yang melibatkan 50 kader kesehatan di Desa Jabon, Kabupaten Mojokerto. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 76% kader memiliki kemampuan sangat optimal dan 24% memiliki kemampuan optimal dalam melakukan pemeriksaan ABI dan kolesterol sesuai prosedur. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung skrining PAD berbasis komunitas serta memperkuat upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular pada kelompok berisiko sindrom metabolik.
TARI BAGURAU SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF SANGGAR DI KOTA BUKITTINGGI Nuerma Falianti; Hardi; Yesriva Nursyam; Sri Meiweni Basrah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.604

Abstract

Tari Bagurau merupakan salah satu tari kreasi Minangkabau yang masih ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pesta pernikahan, penyambutan tamu, kegiatan budaya, dan pariwisata. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan dan pelestarian budaya, Tari Bagurau juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh sanggar seni di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan Tari Bagurau, menganalisis pemanfaatannya sebagai pendukung pengembangan ekonomi kreatif, serta mendeskripsikan bentuk promosi yang dilakukan oleh sanggar seni di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian dilakukan pada Tari Bagurau yang dikelola oleh Sanggar Puti Limo Jurai, Sanggar Dalamak Kaco, dan Sanggar Gastarana di Kota Bukittinggi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ekonomi kreatif John Howkins yang menjelaskan bahwa kreativitas dan keterampilan dapat menghasilkan nilai ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Bagurau dimanfaatkan sebagai bagian dari paket pertunjukan yang ditawarkan sanggar dalam berbagai kegiatan masyarakat. Pengelolaan, pengemasan, dan promosi melalui media sosial turut mendukung keberlangsungan pertunjukan Tari Bagurau serta memperluas jangkauan pemasarannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tari Bagurau tidak hanya berperan sebagai media pelestarian budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi pendukung pengembangan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat ekonomi bagi sanggar seni di Kota Bukittinggi.