cover
Contact Name
ASEF WILDAN
Contact Email
acheif90@gmail.com
Phone
+6285790241092
Journal Mail Official
ezrasciencebulletin@gmail.com
Editorial Address
Gogorante - Ngasem - Kediri Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Ezra Science Bulletin
Published by Kirana Publisher
ISSN : -     EISSN : 29881897     DOI : https://doi.org/10.58526/ez-sci-bin.v1i1.9
Ezra Science Bulletin is a open-access publication journal of research results, scientific research articles, conceptual articles, literature reviews, and/or ideas from various disciplines science. Ezra Science Bulletin is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world. Ezra Science Bulletin is a periodic scientific journal twice a year (January June and July December) published by Kirana Publisher.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 472 Documents
RASUNAH PEREMPUAN PENCARI BERONDOL SAWIT DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Nunung Sagita; Yuli Hendra Multi Albar
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.605

Abstract

Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam perekonomian nasional dan daerah, namun di balik besarnya ^ industri tersebut terdapat fenomena sosial yang jarang diperhatikan, yaitu ketergantungan masyarakat terhadap sisa produksi perusahaan sawit melalui aktivitas pencarian brondol sawit. Kondisi ini banyak dijalani oleh perempuan di pedesaan, termasuk perempuan lanjut usia yang harus menjalani peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengelola rumah tangga. Karya fotografi dokumenter berjudul “Rasunah Perempuan Pencari Brondol Sawit dalam Fotografi Dokumenter” bertujuan merekam kehidupan Ibu Rasunah sebagai perempuan pencari brondol sawit di Desa Bunga Tanjung, Mukomuko, Bengkulu, melalui pendekatan fotografi dokumenter yang menyajikan realitas sosial secara faktual dan naratif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi pustaka, dan wawancara guna memperoleh gambaran mengenai kondisi sosial, ekonomi, serta aktivitas kehidupan pencari brondol sawit. Proses penciptaan karya dilakukan melalui tahap eksplorasi, perancangan konsep visual, pengambilan gambar, hingga penyajian karya dalam bentuk photo story yang divisualisasikan ke dalam 21 karya foto. Karya-karya tersebut menampilkan aktivitas kerja, kondisi lingkungan perkebunan sawit, interaksi sosial pekerja, hingga potret detail tubuh sebagai simbol kerja keras dan ketahanan hidup perempuan lansia di sektor informal. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai media refleksi terhadap isu ketergantungan masyarakat pada sisa produksi industri sawit, kerentanan perempuan lansia, serta invisibilitas kerja perempuan di sektor informal.
EKSISTENSI TALEMPONG KAYU DI NAGARI DURIAN GADANG DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Muhammad Fauzan; Aziz Fauzi Rahmat
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.607

Abstract

Penciptaan karya ini berjudul “Eksistensi Talempong Kayu Di Nagari Durian Gadang dalam Fotografi Dokumenter” dengan menggunakan pendekatan fotografi dokumenter. Karya ini mengangkat keberadaan talempong kayu sebagai salah satu alat musik tradisional khas Nagari Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Talempong kayu merupakan warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah dan identitas budaya bagi masyarakat setempat. Namun, penurunan akibat berkurangnya minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikannya. Perkembangan teknologi, budaya popular dan media digital menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses pewarisan kesenian talempong kayu ini semakin terhambat. Melalui pendekatan fotografi dokumenter dalam bentuk photo story, karya ini memvisualkan proses pencarian bahan baku, pembuatan talempong kayu, para pelaku seni, aktivitas pertunjukan, serta fenomena sosial yang memengaruhi keberlangsungan kesenian tersebut. Penciptaan karya ini bertujuan untuk memvisualisasikan eksistensi talempong kayu sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Minangkabau, sekaligus menjadi arsip visual dan media edukatif yang tepat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepeda generasi yang akan mendatang. Hasil penciptaan ini diwujudkan dalam 22 karya fotografi dokumenter yang disusun dalam bentuk photo story untuk menggambarkan secara utuh eksistensi talempong kayu di Nagari Durian Gadang.
RUMAH PANGGUNG TRADISIONAL SEBERANG KOTA JAMBI DALAM FOTOGRAFI ARSITEKTUR Dian Ramadhani; Ivan Saputra
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.608

Abstract

Rumah Panggung Tradisional Seberang Kota Jambi merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Jambi yang memiliki nilai historis, arsitektural dan budaya yang tinggi. Keunikan bentuk bangunan, tata ruang, konstruksi kayu, serta ragam hiasnya mencerminkan identitas masyarakat setempat. Namun, perkembangan arsitektur modern menyebabkan keberadaan rumah panggung tradisional semakin berkurang sehingga diperlukan upaya dokumentasi dan pelestarian melalui media visual. Penciptaan karya ini bertujuan menyajikan Rumah Panggung Tradisional Seberang Kota Jambi ke dalam karya fotografi arsitektur yang mampu menampilkan nilai estetika, fungsi, dan karakter arsitektur bangunan secara visual. Landasan teori yang digunakan meliputi teori fotografi arsitektur yang mencakup fotografi eksterior, interior dan detail arsitektur, teori tata cahaya (available light, artificial light, dan mix lighting), teori aerial photography, teori artefak budaya, teori komposisi fotografi, serta konsep foto seri sebagai pendekatan penyajian karya. Metode penciptaan yang diterapkan terdiri atas tahapan eksplorasi, persiapan melalui observasi, studi literatur dan wawancara, dilanjutkan dengan perancangan konsep karya, proses perwujudan melalui pemotretan, seleksi foto, pengolahan digital, hingga penyajian karya dalam bentuk pameran. Teknik fotografi yang digunakan meliputi pemotretan eksterior, interior dan detail dengan penerapan komposisi rule of thirds, leading lines, perspektif, high angle, low angle, eye level, aerial photography menggunakan drone, serta teknik mix lighting pada pemotretan interior. Hasil penciptaan menghasilkan 26 karya fotografi arsitektur yang mendokumentasikan empat Rumah Panggung Tradisional Seberang Kota Jambi di Kelurahan Kampung Tengah, Kelurahan Jelmu dan Kelurahan Ulu Gedong. Karya-karya tersebut menampilkan karakter visual bangunan melalui pendekatan eksterior, interior, detail arsitektur dan foto seri sehingga mampu merepresentasikan bentuk, fungsi, struktur, material, serta ragam hias rumah panggung sebagai identitas budaya Melayu Jambi. Melalui penciptaan ini, fotografi arsitektur diharapkan menjadi media dokumentasi visual sekaligus sarana pelestarian dan pengenalan warisan budaya kepada masyarakat secara lebih luas.
TEH KAYU ARO: WARISAN TEH TERTUA DI INDONESIA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Muhammad Abror Adiro; Benny Kurniadi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.609

Abstract

Teh Kayu Aro: Warisan Teh Tertua di Indonesia dalam Fotografi Dokumenter, merupakan karya fotografi dokumenter yang bertujuan untuk mendokumentasikan kondisi geografis, aktivitas petani teh, proses pengolahan di pabrik, peninggalan sejarah kolonial Belanda, serta produk Teh Kayu Aro sebagai salah satu perkebunan teh tertua di Indonesia. Metode penciptaan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fotografi dokumenter deskriptif dan naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, wawancara, dan proses pemotretan langsung di kawasan Perkebunan Teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Hasil penciptaan karya berupa 25 karya fotografi dokumenter yang menampilkan bentang geografis perkebunan, aktivitas para pekerja teh, bangunan peninggalan kolonial Belanda, proses pengolahan teh di pabrik hingga laboratorium, serta produk teh premium sebagai hasil akhir produksi. Karya fotografi dokumenter ini diharapkan dapat menjadi media edukasi, arsip visual, serta bentuk pelestarian terhadap salah satu warisan perkebunan bersejarah yang masih beroperasi hingga saat ini.
SILEK KUCIANG BAGALAUIK DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Muhammad Aris Hendra; Ivan Saputra
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.610

Abstract

Penciptaan ini berjudul “Silek Kuciang Bagaluik dalam Fotografi Dokumenter” dan dikemas dalam bentuk photo story yang mengangkat keberadaan Silek Kuciang Bagaluik sebagai salah satu warisan budaya Minangkabau yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman. Silek Kuciang Bagaluik tidak hanya dipahami sebagai seni bela diri tradisional, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, pengendalian diri, serta media pewarisan nilai-nilai adat dan budaya kepada generasi muda. Di era modern saat ini, keberadaan silek tradisional menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan pola hidup masyarakat dan menurunnya minat sebagian generasi muda terhadap budaya lokal. Melalui pendekatan fotografi dokumenter, karya ini mendokumentasikan aktivitas latihan, hubungan antara guru dan murid, nilai-nilai filosofis, serta kehidupan sosial yang terdapat dalam Perguruan Silek Kuciang Bagaluik. Proses penciptaan karya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemotretan secara langsung untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai makna dan praktik silek dalam kehidupan masyarakat. Karya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian Silek Kuciang Bagaluik sebagai identitas budaya Minangkabau serta mendorong generasi muda untuk terus menjaga dan mewariskan tradisi tersebut agar tetap lestari di masa yang akan datang.
GAYA FASHION KOMUNITAS SKATEBOARD KOTA PADANG DALAM FOTOGRAFI FASHION Fadel Yeza; Aziz Fauzi Rahmat
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.611

Abstract

Penciptaan karya fotografi ini berangkat dari fenomena berkembangnya gaya fashion dalam komunitas skateboard Kota Padang yang tidak hanya berfungsi sebagai penunjang aktivitas bermain skateboard, tetapi juga sebagai media ekspresi identitas dan representasi budaya komunitas. Fashion skateboard memiliki berbagai gaya yang berkembang secara historis, yaitu old school skate style, punk skate style, street skate style, dan park skate style. Karya ini bertujuan untuk memvisualisasikan fungsi, karakter, dan identitas yang terkandung dalam berbagai gaya fashion skateboard melalui medium fotografi fashion. Metode penciptaan menggunakan pendekatan fotografi fotografi fashion editorial yang menampilkan pakaian dalam konteks aktivitas dan lingkungan yang dekat dengan kehidupan skateboarder. Proses penciptaan dilakukan melalui tahapan observasi, wawancara, eksplorasi konsep, pemotretan, serta pengolahan digital menggunakan perangkat lunak Adobe Lightroom. Hasil penciptaan berupa serangkaian karya fotografi yang menampilkan empat kelompok gaya fashion skateboard, yaitu old school skate style, punk skate style, street skate style, dan park skate style beserta subgaya yang berkembang di dalamnya. Setiap karya dirancang untuk memperlihatkan hubungan antara fungsi pakaian, aktivitas skateboard, serta identitas visual yang melekat pada komunitas skateboard Kota Padang. Melalui karya ini, pengkarya ingin menunjukkan bahwa fashion skateboard tidak hanya berfungsi sebagai penampilan visual, tetapi juga sebagai media komunikasi yang merepresentasikan fungsi, identitas, nilai budaya, dan gaya hidup komunitas skateboard. Karya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap keberagaman fashion skateboard serta nilai budaya yang berkembang di dalam komunitas skateboard Kota Padang.
OPTIMALISASI LITERASI PERPAJAKAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA/SISWI JURUSAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA SMK DIPONEGORO SURABAYA Levi Martantina; Bayu Sarjono; Yusuf Mulus Riptianto
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.612

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tentang optimalisasi literasi perpajakan kepada siswa/siswi jurusan AKL SMK Diponegoro Surabaya sangat penting dilakukan sebagai calon wajib pajak masa depan. Perlu kiranya untuk memberikan pelatihan dan edukasi pemahaman perpajakan agar dapat membangun kepatuhan dan kesadaran pajak sejak dini. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan secara tatap muka, diikuti sebaganyak 38 siswa/siswi jurusan AKL SMK Diponegoro Surabaya beserta guru. Sebelum pemaparan materi, terlebih dahulu dilakukan pre-test untuk mengetahui baseline pemahaman perpajakan. Selanjutnya pemaparan materi oleh narasumber, dan setelah pemaparan materi dilakukan post-test dengan tujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pemahaman perpajakan. Hasil pre-test pemahaman perpajakan peserta sebesar 44%, sedangkan untuk post-test tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perpajakan sebesar 62%.
PENGRAJIN TALEMPONG DI SUNGAI PUA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Refkyan Oktavian; Yuli Hendra Multi Albar
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.613

Abstract

Penciptaan karya fotografi berjudul “Pengrajin Talempong di Sungai Pua dalam Fotografi Dokumenter” ini berangkat dari kepedulian terhadap keberlangsungan para pengrajin alat musik tradisional talempong di Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Talempong merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Fokus utama penelitian ini adalah menggambarkan kehidupan serta proses kerja para pengrajin talempong melalui pendekatan fotografi dokumenter. Penelitian bertujuan merekam dan menghadirkan visual mengenai aktivitas, keterampilan, serta sisi kemanusiaan para pengrajin yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. Metode yang digunakan mencakup observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan narasumber, penyusunan konsep visual, hingga proses pemotretan di lokasi bengkel kerajinan. Teknik fotografi dokumenter diterapkan untuk menangkap situasi nyata secara spontan sehingga menghasilkan representasi yang autentik. Karya yang dihasilkan terdiri dari 23 karya dokumenter yang menampilkan letak geografis, berbagai tahapan produksi talempong, kehidupan sosial pengrajin, hingga potret pribadi para pengrajin. Secara keseluruhan, karya ini menunjukkan bahwa fotografi dokumenter dapat menjadi media efektif untuk merekam realitas sosial dan budaya. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional talempong sekaligus mendukung pelestarian kerajinan logam yang diwariskan secara turun-temurun di wilayah Sungai Pua.
POHON KELAPA SEBAGAI MOTIF PADA KARYA PAJANGAN DENGAN TEKNIK BATIK TULIS Rhima Claudia Hendesta
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.614

Abstract

Tanaman kelapa merupakan salah satu tanaman industri yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Kelapa memiliki nilai kelapa yang tinggi dari akar sampai daun, biasanya dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari dan digunakan sebagai bahan kerajinan yang memiliki nilai estetik yang tinggi. Metode penciptaan melalui tahap eksplorasi langsung, studi Pustaka, mengumpulkan dokumentasi foto dan video yang bekaitan dengan pohon kelapa. Setelah tahap eksporasi yaitu tahap perancangan gambaran awal yaitu gambar acuan dan gambar acuan alternatif untuk membuat gambar melalui sketsa dan dilanjutkan dengan desain alternatif dan disain terpilih. Proses perwujudan karya melalui Teknik batik tulis. Bentuk dari karya berupa pajangan dinding, masing-masing karya mengambarkan kelapa. Bentuk karya ini berupa hiasan dinding dua dimensi sebanyak tiga karya berukuran 90 cm x 100 cm. masing- masing karya mengambarkan tahapan pohon kelapa, mulai proses mengambil kelapa, buah kelapa jatuh dan suasana senja.
BATIK MANDE RUBIAH KARYA DEWI HAPSARI KURNIASIH DALAM FOTOGRAFI FASHION Reyhan Rafsanjani; Dira Herawati
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.615

Abstract

Batik Mande Rubiah merupakan salah satu batik khas yang berasal dari Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dengan motif yang diciptakan oleh Dewi Hapsari Kurniasih berdasarkan inspirasi dari iluminasi naskah kuno Rumah Gadang Mande Rubiah. Meskipun telah berhasil diperkenalkan hingga tingkat internasional, batik ini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat, terutama di wilayah Sumatera Barat. Salah satu penyebabnya adalah minimnya media promosi visual yang mampu menampilkan keunikan dan nilai estetikanya secara optimal. Atas dasar tersebut, penciptaan karya ini bertujuan untuk menghadirkan Batik Mande Rubiah dalam bentuk fotografi fashion sebagai media promosi yang menarik sekaligus memperkenalkan identitas budaya yang terkandung di dalamnya. Proses penciptaan karya dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, perancangan, pelaksanaan, dan penyajian karya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, serta wawancara dengan Dewi Hapsari Kurniasih, Pramono, dan Camat Lunang. Dalam proses pemotretan digunakan konsep indoor dan outdoor dengan penerapan teknik one light setup, two light setup, three light setup, serta mix lighting untuk menghasilkan visual yang mampu menonjolkan detail motif dan karakter busana. Berbagai komposisi serta sudut pengambilan gambar juga diterapkan agar karya memiliki nilai estetis yang kuat. Penggunaan latar pantai sebagai representasi daerah asal batik serta pengolahan pencahayaan yang tepat mampu memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan. Melalui karya ini diharapkan masyarakat semakin mengenal Batik Mande Rubiah sebagai warisan budaya lokal yang memiliki nilai artistik tinggi sekaligus mendukung upaya pelestarian dan pengembangannya melalui media fotografi fashion.