cover
Contact Name
Rasyadan Taufiq Probojati
Contact Email
rasyadantaufiq@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285736952128
Journal Mail Official
jintan@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Universitas Kadiri, Fakultas Pertanian, Gedung G103 Jl. Selomangleng No. 1, Pojok, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27765431     EISSN : 27765423     DOI : https://doi.org/10.30737/jintan
Core Subject : Agriculture,
The scope of JINTAN includes, but is not limited to, the following areas: Agronomy and Crop Science, Plant Breeding and Genetics, Soil Science and Plant Nutrition, Plant Protection, Agricultural Economics and Rural Development, Agricultural Engineering and Technology, Food Technology, Plantation, Fishery, Forestry, and Marine Biology.
Articles 119 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) AKIBAT PERLAKUAN DOSIS DAN JUMLAH APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI Oviola Bima Prabowo; Saptorini Saptorini; Nugraheni Hadiyanti
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7668

Abstract

OVIOLA BIMA PRABOWO (NPM: 19312737) “Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Akibat Pemberian Dosis dan Jumlah Aplikasi Pupuk Organik Cair Urin Sapi”. Dibawah bimbingan Ir. Saptorini, MP. (DPU) dan Nugaheni Hadiyanti, S.P., M.P. (DPA). Dalam upaya meningkatkan pemenuhan kebutuhan akan sayuran khususnya kacang panjang, telah ditempuh berbagai upaya baik intensifikasi maupun efisiensi dibidang hortikultura baik itu meliputi budidaya, pasca panen maupun distribusi pemasaran hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan jumlah aplikasi pupuk organik cair (POC) urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Hipotesis yang diharapkan terjadi interaksi antara perlakuan dosis dan jumlah aplikasi pupuk organik cair (POC) urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L). Penelitian ini dilakukan pada lahan pekarangan di Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kota, Kota Kediri Propinsi Jawa Timur dengan lokasi ketinggian  ± 65 mdpl. Pelaksanaan penelitian ini di mulai pada bulan Mei sampai bulan Juli 2023. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk POC urin sapi (D) terdiri atas 4 level, yaitu : Tanpa POC (D0); 100 ml/polybag (D1); 200 ml/polybag (D2) dan 300 ml/polybag (D3). Faktor kedua adalah jumlah aplikasi POC urin sapi (I) terdiri atas 3 level, yaitu: 3 kali (K1); 2 kali (K2) dan 1 kali (K3). Parameter yang diamati meliputi: panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah polong, panjang polong, berat basah polong dan berat basah tanaman. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan dosis dan jumlah aplikasi POC urin sapi terhadap panjang tanaman umur 6 MST, berat polong pada saat panen ke-2 dan berat basah tanaman saat panen dengan hasil terbaik kombinasi perlakuan D2K2. Perlakuan dosis POC urin sapi secara mandiri berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman pada umur 2; 3; 4 dan 5 MST, jumlah daun pada semua umur pengamatan, jumlah bunga  umur 4; 5; 6 dan 7 MST, jumlah polong dan panjang polong panen ke 1; 2 dan 3, serta berat polong per tanaman panen ke-1 dan ke-3 dengan hasil terbaik pada perlakuan D2. Perlakuan jumlah aplikasi POC urin sapi secara mandiri berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 2; 3; 4 dan 5 MST, jumlah daun pada semua umur pengamatan, jumlah bunga  umur 4; 5; 6 dan 7 MST, jumlah polong, panjang polong panen ke-1; ke-2 dan ke-3, dan berat polong per tanaman panen ke-1 dan ke-3 serta berat kering tanaman dengan hasil terbaik pada perlakuan K2.   OVIOLA BIMA PRABOWO (NPM: 19312737) "Growth and Yield Response of Long Bean Plants (Vigna sinensis L.) Due to Dosage and Number of Applications of Cow Urine Liquid Organic Fertilizer". Under the guidance of Ir. Saptorini, MP. (DPU) and Nugaheni Hadiyanti, S.P., M.P. (DPA). In an effort to increase the fulfillment of the need for vegetables, especially long beans, various efforts have been made for both intensification and efficiency in the field of horticulture, including cultivation, post-harvest and marketing distribution of produce. This research aims to determine the effect of the dose and number of applications of cow urine liquid organic fertilizer (POC) on the growth and yield of long bean plants. The hypothesis is that it is expected that there will be an interaction between the treatment dose and the number of applications of cow urine liquid organic fertilizer (POC) on the growth and yield of long bean plants (Vigna sinensis L). This research was conducted in a yard in Ngadirejo Village, Kota District, Kediri City, East Java Province at an altitude of ∼65 meters above sea level. The implementation of this research began in May until July 2023. This research was a factorial experiment using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of two factors with 3 replications. The first factor is the dose of cow urine POC fertilizer (D) consisting of 4 levels, namely: No POC (D0); 100 ml/polybag (D1); 200 ml/polybag (D2) and 300 ml/polybag (D3). The second factor is the number of cow urine POC applications (I) consisting of 3 levels, namely: 3 times (K1); 2 times (K2) and 1 time (K3). The parameters observed included: plant length, number of leaves, number of flowers, number of pods, pod length, wet weight of the pods and wet weight of the plant. The results of the research showed that there was a real interaction between the treatment dose and the number of cow urine POC applications on plant length at 6 WAP, pod weight at the second harvest and plant wet weight at harvest with the best results from the D2K2 treatment combination. Treatment with the POC dose of cow urine independently had a significant effect on plant length at age 2; 3; 4 and 5 WAP, number of leaves at all ages of observation, number of flowers at age 4; 5; 6 and 7 WAP, number of pods and length of pods harvested 1st; 2 and 3, as well as pod weight per plant for the 1st and 3rd harvests with the best results in treatment D2. The treatment of the number of cow urine POC applications independently had a significant effect on the length of plants aged 2; 3; 4 and 5 WAP, number of leaves at all ages of observation, number of flowers at age 4; 5; 6 and 7 WAP, number of pods, length of 1st harvest pods; 2nd and 3rd, and pod weight per plant for the 1st and 3rd harvest as well as dry weight of plants with the best results in the K2 treatment.
PENGARUH DOSIS PUPUK BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TIGA MACAM VARIETAS TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp) Ana Sofiya; Saptorini Saptorini; Junaidi Junaidi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7669

Abstract

Pupuk organik yang dapat digunakan yaitu pupuk bokashi. Bokashi merupakan salah satu jenis pupuk yang dapat menggantikan kehadiran pupuk kimia (anorganik) dalam menambah kesuburan tanah sekaligus memperbaiki kerusakan fisik, kimia, dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh interaksi antara dosis pupuk bokashi dan macam varietas bayam terhadap pertumbuhan dan produksi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor Pertama adalah dengan analisis sidik ragam ANOVA Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%, B0 tanpa bokhasi (kontrol), Faktor kedua adalah varietas bayam yang terdiri atas tiga level, yaitu: B1=100gram/polybag, B2=200gram/polybag dan B3=300gram/polybag untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan menggunakan analisis ragam. Apabila hasil berbeda nyata dilakukan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) taraf 5%.  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis pupuk bokashi dan macam varietas tanaman bayam terhadap tinggi tanaman pada semua umur pengamatan, jumlah daun umur 14 dan 21 HST, luas daun pada semua umur pengamatan, panjang akar pada saat panen dan berat basah brangkasan per tanaman. Dosis pupuk bokashi secara mandiri berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 28 HST. Kombinasi perlakuan dosis pupuk bokashi 300 gram/polybag dan varietas bayam batik (B3V3) merupakan kombinasi perlakuan terbaik.   The organic fertilizer that can be used is bokashi fertilizer. Bokashi is a type of fertilizer that can replace the presence of chemical (inorganic) fertilizers in increasing soil fertility while repairing physical, chemical and biological damage to the soil. The aim of this research is to determine the effect of the interaction between the dose of bokashi fertilizer and various types of spinach on growth and production. The research was conducted using a Factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor is by analysis of variance ANOVA Least Significant Difference Test (BNT) 5%, B0 without bokhasi (control), The second factor is spinach variety which consists of three levels, namely: B1=100gram/polybag, B2=200gram/polybag and B3=300gram/polybag to determine the effect of treatment combinations using analysis of variance. If the results are significantly different, a Least Significant Difference (BNT) level of 5% is further tested. The results of the research showed that there was an interaction between the dose of bokashi fertilizer and the type of spinach plant variety on plant height at all observation ages, number of leaves at 14 and 21 HST, leaf area at all observation ages, root length at harvest and fresh weight of stover per plant . The dose of bokashi fertilizer independently had a significant effect on the number of leaves at the age of 28 HST. The combination of treatment with a dose of 300 grams of bokashi fertilizer/polybag and the batik spinach variety (B3V3) was the best treatment combination.
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN PAKCHOY (Brassisca rapa L) PADA SISTEM HIDROPONIK NFT Ariska Andy Styawan; Edy Kustiani; Supandji Supandji
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7670

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan dosis yang efektif POC Marolis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy pada hidroponik sistem NFT. Hipotesis yang diharapkan varietas green pakchoy dan dosis POC 30 ml/liter air merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy sistem .hidroponik NFT. Penelitian ini dilakukan pada ruang paranet/green house di Desa Brumbung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, Propinsi Jawa Timur, dengan ketinggian ± 155 meter diatas permukaan laut (dpl). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Juni  sampai dengan 10 Agustus 2023. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok petak terbagi (split–plot) dengan dua faktor varietas pakchoy dosis POC dan yang masing-masing terdiri 3 taraf. Faktor pertama varietas pakchoy (V) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 level diulang 3 kali : V1 : Varietas Flaminggo; V2 : Varietas Greeen dan V3 : Varietas White.  Faktor kedua  Dosis POC (D) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 level diulang 3 kali. D1 : Dosis POC Marolis 20 ml/liter air; D2:  Dosis POC Marolis 30 ml/liter air dan D3        : Dosis POC Marolis 40 ml/liter air. Parameter yang diamati Tinggi Tanaman, Jumlah daun, Luas Daun, Berat Basah dan Berat Kering Akar per tanaman, Berat Basah dan Berat Kering per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa  Perlakuan tiga varietas pakchoy berpengaruh pada fase vegetatif terhadap tinggi tanaman pengamatan umur 10 hst, 20 hst, 30hst, dan 40 hst;  jumlah daun umur  20 hst, 30 hst dan 40 hst, luas daun pada umur 30hst dan 40 hst, (hasil terbaik perlakuan V2) dan pada fase generatif terhadap berat basah dan berat kering akar saat panen, serta berat basah dan berat kering per tanaman saat panen (hasil terbaik ditunjukan perlakuan V2 yaitu pakchoy varietas green). Perlakuan dosis pupuk organik cair (POC) Marolis berpengaruh pada fase vegetatif terhadap tinggi tanaman pengamatan umur 10 hst, 20 hst, 30hst, dan 40 hst;  jumlah daun umur  20 hst, 30 hst dan 40 hst, luas daun pada umur 30hst dan 40 hst, (hasil terbaik perlakuan D2) dan pada fase generatif terhadap berat basah dan berat kering akar saat panen, serta berat basah dan berat kering per tanaman saat panen, hasil terbaik ditunjukan perlakuan D2 yaitu (dosis 30 ml/liter air).   The research aims to determine the effect of varieties and effective doses of Marolis POC on the growth and production of pak choy plants in the NFT hydroponic system. The hypothesis is that the green pakchoy variety and a POC dose of 30 ml/liter of water are the best treatment for the growth and yield of pakchoy plants in the NFT hydroponic system. This research was conducted in a paranet/green house room in Brumbung Village, Kepung District, Kediri Regency, East Java Province, at an altitude of ± 155 meters above sea level (asl). The research was carried out from June 15 to August 10 2023. This experiment used a split-plot randomized block design with two POC dose pakchoy variety factors and each consisting of 3 levels. The first factor is the pakchoy variety (V) as the main plot consisting of 3 levels, repeated 3 times: V1: Flaminggo variety; V2: Green variety and V3: White variety. The second factor is POC Dose (D) as a subplot consisting of 3 levels repeated 3 times. D1: Marolis POC dose 20 ml/liter of water; D2: Marolis POC dose is 30 ml/liter of water and D3: Marolis POC dose is 40 ml/liter of water. The parameters observed were Plant Height, Number of leaves, Leaf Area, Wet Weight and Dry Weight of Roots per plant, Wet Weight and Dry Weight per plant. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the treatment of the three varieties of pakchoy has an effect on the vegetative phase on the height of plants observed at 10 days after planting, 20 days after planting, 30 days after planting, and 40 days after planting; number of leaves aged 20 dap, 30 dap and 40 dap, leaf area at 30 dap and 40 dap, (best results from V2 treatment) and in the generative phase the wet weight and dry weight of the roots at harvest, as well as the wet weight and dry weight per plant at harvest. harvest (the best results were shown by the V2 treatment, namely the green variety pakchoy). Marolis liquid organic fertilizer (POC) dosage treatment had an effect on the vegetative phase on the height of plants observed at 10 days after planting, 20 days after planting, 30 days after planting, and 40 days after planting; number of leaves aged 20 dap, 30 dap and 40 dap, leaf area at 30 dap and 40 dap, (best results from D2 treatment) and in the generative phase the wet weight and dry weight of the roots at harvest, as well as the wet weight and dry weight per plant at harvest, the best results were shown by D2 treatment, namely (dose 30 ml/liter of water).
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Marketing Mix 7P dan Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Produk Franchise Es Teh Solo Kota Kediri Varen Dewi Arini; Putu Dea Triwulan; Afrida Qhoirunnisa
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7684

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Di Indonesia, teh dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat, baik itu kalangan ekonomi atas maupun kalangan ekonomi bawah. Hal ini menjadikan peluang berbisnis minuman teh menjadi sangat luar biasa menjanjikan, potensial dan akan sustainable, serta didukung oleh market share yang besar. Es Teh Solo hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Bukan hanya membuat teh nusantara menjadi sebuah trend, tetapi juga sebuah kebanggaan. Es teh merupakan salah satu jenis minuman dengan bahan baku air yang diseduh dengan teh ditambah gula dan es. Minuman es teh banyak digemari oleh konsumen karena harganya yang cukup murah, enak, mudah didapat di berbagai tempat. Minuman es teh cocok dikonsumsi pada kondisi udara yang panas seperti di Indonesia.  
Analisis Manajemen Rantai Pasok terhadap Margin Pemasaran Komoditas Semangka di Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri Lusi Olivia Silitonga; Kevin Wahyu Junio Rafico; Azez Budi Pornomo
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7685

Abstract

Semangka merupakan komoditas hortikultura unggulan yang diperdagangkan secara besar-besaran di Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri. Panjangnya rantai pasok yang melibatkan empat tingkatan pelaku (petani, pemborong, pedagang grosir, dan pedagang eceran) serta besarnya margin pemasaran di setiap tingkatan menjadi permasalahan utama yang memengaruhi efisiensi distribusi dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan manajemen rantai pasok semangka, menganalisis margin pemasaran di setiap tingkatan pelaku, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi efisiensinya di Pasar Grosir Ngronggo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap informan kunci yang terdiri dari pedagang grosir (Bapak Yasir, pemilik lima kios), pemborong/pengepul, petani pemasok, dan pedagang eceran. Analisis data dilakukan secara gabungan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta perhitungan margin pemasaran dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok semangka varietas Madrid F1 tanpa biji di Pasar Grosir Ngronggo mencakup empat pelaku utama dengan sistem grading berbasis bobot (grade A hingga D). Total margin pemasaran mencapai Rp 9.250/kg dengan farmer’s share sebesar 28,3%, mengindikasikan efisiensi pemasaran yang masih perlu ditingkatkan. Kepercayaan antar pelaku, diversifikasi pemasok lintas daerah dan lintas pulau, serta manajemen risiko distribusi berbasis cuaca menjadi faktor kunci yang menentukan kelancaran rantai pasok semangka di pasar ini.
Strategi Digital Marketing Melalui Media Sosial dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Minuman Matcha Indonesia di Kediri Sindika Ayu Mutiara Riyanti; Liana Maulida; Devika Putri Zahida
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7686

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah lanskap bisnis secara global dan memaksa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi strategi pemasaran baru demi menjaga keberlangsungan usaha (Nida Windatun et al., 2026). Di Kota Kediri, dinamika industri kuliner menunjukkan pertumbuhan yang pesat, salah satunya ditandai oleh popularitas minuman kekinian berbasis varian teh hijau Jepang atau matcha. Pelaku usaha menangkap peluang ini dengan mendirikan bisnis minuman matcha yang menyasar preferensi konsumsi masyarakat modern, khususnya generasi muda. Kuliner berbasis matcha memiliki daya tarik visual dan cita rasa yang khas, sehingga komoditas ini tidak sekadar menjadi produk konsumsi biasa, melainkan bertransformasi menjadi representasi gaya hidup kontemporer di perkotaan.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA JAMU KUNYIT INSTAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK PADA UMKM ASIFA TRENGGALEK DANANG PERMANA; Dawama Adebagus Satyagraha; Nadeo Pamungkas; Aqil Rusyandi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7687

Abstract

Kunyit mempunyai khasiat sebagai jamu dan obat tradisional. Senyawa yang terkandung dalam kunyit (kurkumin dan minyak atsiri) mempunyai peranan sebagai antioksidan, antitumor, antikanker, antimikroba, antiracun. Secara tradisional kunyit digunakan oleh masyarakat di berbagai negara untuk mengobati penyakit seperti penyakit yang disebabkan oleh mikroba parasit, gigitan serangga, cacar, sakit perut (diare, sembelit, kembung), gangguan pencernaan, gangguan hati, gangguan asma, menghilangkan gatal, menghilangkan penyakit kulit, dan mengurangi rasa nyeri.Rimpang kunyit mengandung minyak atsiri,kurkumin,resin, oleoresin,desmetoksikurkumin, dan bidesmetoksikurkumin, damar, gom, lemak, protein, kalsium, fosfor dan besi. Kunyit dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional seperti menyembuhkan luka, antibakteri, mengurangi motilitas usus, menghilangkan bau badan, menurunkan demam, meredakan diare dan beberapa pengobatan lainnya. Tidak hanya digunakan sebagai tanaman obat kunyit juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada makanan. Melihat dari banyaknya manfaat dari kunyit tersebut serta produktifitas pasar maka banyak UMKM yang memproduksi bubuk jamu kunyit instan untuk dijadikan produk minuman instan.
Strategi Pemasaran dan Branding Kopi Sore pada UMKM Kopi di Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Isa Hawari; M Hafidh Abdul Majid; Akbar Daniel Syahputra; Ilham Akbar Zain
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7688

Abstract

untuk meningkatkan daya saing kopi lokal di pasar domestik maupun internasional. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi branding kopi lokal berbasis kearifan lokal dapat dirancang untuk meningkatkan daya saing produk daerah. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi branding yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal secara holistik, mulai dari tahap produksi hingga pemasaran. Adapun manfaat penelitian ini secara teoritis adalah memperkaya konsep branding berbasis budaya lokal dalam ilmu manajemen pemasaran, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi strategis bagi pelaku UMKM kopi daerah dalam membangun identitas merek yang kuat dan berkelanjutan.  
Pemangkasan dan Aplikasi Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Mentimun Baby (Cucumis sativus L) Galih bayu Susanto Putro; Junaidi Junaidi; Saptorini Saptorini
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i2.7707

Abstract

Pemotongan tunas lateral serta aplikasi pupuk majemuk NPK merupakan teknik budidaya yang berpotensi mendorong peningkatan produktivitas tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian pupuk NPK, perlakuan pemangkasan cabang lateral, serta kombinasi keduanya terhadap fase pertumbuhan vegetatif, perkembangan generatif, dan hasil produksi mentimun muda. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca yang berlokasi di Kabupaten Kediri pada periode Maret hingga Mei 2025. Rancangan penelitian yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) berpola faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan pemangkasan (P), sedangkan faktor kedua berupa tingkat dosis pupuk NPK (N). Hasil pengamatan menunjukkan adanya interaksi yang bermakna antara perlakuan pemangkasan dan dosis pupuk NPK terhadap parameter tinggi tanaman pada umur 14 hari setelah tanam (HST). Selanjutnya, pada umur 21 dan 28 HST, pertumbuhan tinggi tanaman dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan pemangkasan. Cucumber (Cucumis sativus L.) is a horticultural crop with high economic importance and notable mineral nutritional value. Lateral shoot pruning and the application of NPK fertilizer are cultivation techniques known to enhance cucumber productivity. This research aimed to examine the effects of NPK fertilization, lateral branch pruning, and their combined interaction on vegetative growth, generative development, and yield of young cucumber fruits. The study was carried out in a greenhouse located in Kediri Regency from March to May 2025. A factorial Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of two experimental factors with three replications. The first factor was pruning treatment (P), while the second factor was the dosage level of NPK fertilizer (N). The findings indicated a significant interaction between pruning practices and NPK fertilizer dosage on plant height at 14 days after planting (DAP). Furthermore, at 21 and 28 DAP, plant height was found to be significantly influenced by the pruning treatment alone.

Page 12 of 12 | Total Record : 119