cover
Contact Name
Rasyadan Taufiq Probojati
Contact Email
rasyadantaufiq@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285736952128
Journal Mail Official
jintan@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Universitas Kadiri, Fakultas Pertanian, Gedung G103 Jl. Selomangleng No. 1, Pojok, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur 64115
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27765431     EISSN : 27765423     DOI : https://doi.org/10.30737/jintan
Core Subject : Agriculture,
The scope of JINTAN includes, but is not limited to, the following areas: Agronomy and Crop Science, Plant Breeding and Genetics, Soil Science and Plant Nutrition, Plant Protection, Agricultural Economics and Rural Development, Agricultural Engineering and Technology, Food Technology, Plantation, Fishery, Forestry, and Marine Biology.
Articles 109 Documents
Analisis SWOT dan Strategi Pengembangan Usaha Toko Pertanian UD Trijaya Tani Di Kabupaten Nganjuk Rahma, Ulfa Nur; Ferdiansyah, Mochamad; Aji, Satriya Bayu; Pamujiati, Agustia Dwi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7223

Abstract

The agricultural sector is supported by input supply businesses, which inform the development strategy for UD. Trijaya Tani is essential to maintaining its business sustainability amid competition. This research aims to identify and analyze the business development strategy of the agricultural store UD. Trijaya Tani is using a combined qualitative and quantitative approach through SWOT Analysis. The research was conducted in Nganjuk, with data obtained through observation and in-depth interviews with the store owner. Quantitative analysis results indicate that UD. Trijaya Tani has a relatively strong internal condition (IFAS score 2.80), supported by strengths such as affordable pricing, a reward system, and credit services. However, weaknesses exist in its limited marketing system and minimal use of digital media. Externally, opportunities are relatively more dominant than threats (EFAS score 2.85), including the potential for market expansion through digital media and cooperation with farmer groups. Overall, it is concluded that the appropriate strategy is to leverage existing strengths (competitive pricing and improved services) to anticipate threats, while simultaneously seizing opportunities to increase sales volume and expand market reach, thereby providing a scientific basis for enhancing business competitiveness. Sektor pertanian didukung oleh usaha penyedia sarana, sehingga strategi pengembangan UD. Trijaya Tani sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan usahanya di tengah persaingan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengembangan usaha toko pertanian UD. Trijaya Tani menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif melalui Analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan di Nganjuk dengan data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pemilik toko. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa UD. Trijaya Tani memiliki kondisi internal yang relatif kuat (skor IFAS 2,80) dengan kekuatan pada harga terjangkau, sistem reward, dan layanan kredit, namun terdapat kelemahan pada sistem pemasaran yang terbatas dan minimnya pemanfaatan media digital. Secara eksternal, peluang relatif lebih dominan dibandingkan ancaman (skor EFAS 2,85), seperti potensi perluasan pemasaran melalui media digital dan kerja sama dengan kelompok tani. Secara keseluruhan, disimpulkan bahwa strategi yang tepat adalah memanfaatkan kekuatan yang ada (penetapan harga kompetitif dan peningkatan pelayanan) untuk mengantisipasi ancaman, sekaligus memanfaatkan peluang untuk meningkatkan volume penjualan dan memperluas jaringan pasar, yang akan menjadi landasan ilmiah untuk peningkatan daya saing usaha.
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Tahu Berbasis Analisis SWOT Kuantitatif Pradini, Avanda Okta; Prasetyo, Doni Galuh; Pamungkas, Kevin Dyo
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7224

Abstract

UD Tahu MAR is a tofu processing enterprise established in 2006 in Kediri City and currently facing increasingly intense business competition. This study aims to examine the internal and external conditions of the enterprise and to formulate appropriate development strategies. The research employed a descriptive, quantitative method using SWOT analysis, structured through the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices. The results indicate that the enterprise has relatively dominant internal strengths, particularly in product quality and raw material selection, although it still faces limitations in capital, production facilities, and distribution coverage. From an external perspective, opportunities arise from increasing consumer interest in local food products and the use of digital media, while major threats include competition from similar enterprises and fluctuations in soybean prices. The recommended development strategy emphasizes optimizing product quality as a means of gaining a competitive advantage to respond to external pressures. This study is expected to provide practical insights for the development of small and medium-scale tofu enterprises. Penelitian UD Tahu MAR merupakan usaha pengolahan tahu yang berdiri sejak tahun 2006 di Kota Kediri dan menghadapi persaingan usaha yang semakin intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi internal dan eksternal usaha serta merumuskan strategi pengembangan yang sesuai. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis SWOT yang disusun dalam Matriks Faktor Internal (IFAS) dan Matriks Faktor Eksternal (EFAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha memiliki kekuatan internal yang relatif dominan, terutama pada kualitas produk dan bahan baku, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan modal, sarana produksi, dan distribusi. Lingkungan eksternal menunjukkan adanya peluang dari meningkatnya minat konsumen terhadap produk lokal dan pemanfaatan media digital, namun disertai ancaman berupa persaingan usaha sejenis dan fluktuasi harga kedelai. Strategi pengembangan yang direkomendasikan berfokus pada optimalisasi kualitas produk sebagai keunggulan kompetitif untuk merespons tekanan lingkungan eksternal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan usaha tahu skala kecil dan menengah.
Strategi Pengembangan Usaha Agroindustri Sale Pisang Kembang Wijaya Rahayu, Septi Ari Putri; Fahrul, Mochammad; Arissaryadin, Arissaryadin
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7225

Abstract

The Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector in agricultural product processing, such as banana sale (traditional smoked/fried bananas), possesses significant market potential but is often hindered by strategic gaps between internal operational capacities and external opportunities. This study aims to quantitatively measure the strategic position of the "Kembang Wijaya" Banana Sale MSME in Kediri City and formulate an optimal development strategy by integrating operational and marketing aspects. The research method employed is a descriptive-analytical approach with a single case study. Primary data were collected through in-depth interviews with the business owner and production staff to validate triangulation. Data analysis was conducted using the Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix and the External Factor Evaluation (EFE) Matrix. The results showed a total IFE score of 2.35, indicating an internal position below the average (moderate to weak) due to reliance on manual production processes and short product shelf life. Meanwhile, the total EFE score of 2.85 indicates a good response to conducive external opportunities. Based on these coordinate positions, the recommended strategy is selective growth. This strategy focuses on leveraging business legalities (P-IRT and SIUP) to expand into digital markets (online marketplaces), while balancing investment in appropriate technology, such as spinner machines, to increase production efficiency and extend product shelf life to support wide-range distribution. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan produk pertanian seperti sale pisang memiliki potensi pasar yang besar, namun sering kali terhambat oleh kesenjangan antara kapasitas operasional internal dan peluang eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur posisi strategis UMKM Kripik Sale Pisang "Kembang Wijaya" di Kota Kediri secara kuantitatif dan merumuskan strategi pengembangan yang optimal melalui integrasi aspek operasional dan pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan karyawan produksi untuk validasi triangulasi. Analisis data dilakukan menggunakan Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE). Hasil penelitian menunjukkan total skor IFE sebesar 2,35, yang mengindikasikan posisi internal berada di bawah rata-rata (sedang menuju lemah) akibat ketergantungan pada proses produksi manual dan masa simpan produk yang singkat. Sementara itu, total skor EFE sebesar 2,85 menunjukkan respons yang baik terhadap peluang eksternal yang kondusif. Berdasarkan posisi koordinat tersebut, strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan selektif. Strategi ini difokuskan pada pemanfaatan legalitas usaha (P-IRT dan SIUP) untuk ekspansi ke pasar digital (online marketplace), yang wajib diimbangi dengan investasi teknologi tepat guna seperti mesin spinner untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperpanjang masa simpan produk guna mendukung distribusi jangkauan luas.
Peningkatan Produksi Jagung (Zea mays L.) melalui Pengaturan Jarak tanam dan Pemupukan Berimbang (Organik dan Anorganik) Nurrahhim, Dhedik Arif; Hadiyanti, Nugraheni; Supandji, Supandji; Hidayah, Ummu Fitrothul; Tafakresnanto, Chendy
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7261

Abstract

Maize is an important food crop in Indonesia as a major source of carbohydrates. Cultivation techniques involving the determination of optimal plant spacing and a balanced application of organic and inorganic fertilizers are expected to enhance crop productivity. The regulation of plant spacing and the balance between organic and inorganic fertilization in maize cultivation need to be implemented to evaluate appropriate spacing arrangements and fertilizer dosages in order to achieve optimal maize growth and yield. The field experiment was conducted from October to December 2024 in Sumberjo Village, Sutojayan District, Blitar Regency, at an altitude of 137 m above sea level (lowland), with an average temperature of 23°C to 28°C. The study employed a two-factor randomized complete block design (RCBD) with three replications. The first factor was plant spacing, consisting of 100x20 cm (J1), 75x20 cm (J2), and 50x20 cm (J3). The second factor was organic-inorganic fertilization, including 700 kg ha⁻¹ of manure without NPK (P1), 700 kg ha⁻¹ of manure combined with 350 kg ha⁻¹ of NPK (P2), and 350 kg ha⁻¹ of NPK (P3). Observed variables included ear length, ear weight with husk, ear weight without husk, grain weight per plant, plant height, leaf area, and number of leaves. The collected data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and when significant differences were detected, the analysis was followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The plant spacing treatments and fertilization combinations showed no significant interaction for any of the observed variables. Plant spacing had no significant effect on either growth or yield variables of maize. In contrast, the combination of 700 kg ha⁻¹ of manure and 350 kg ha⁻¹ of NPK fertilizer had a significant effect on all observed variables. Based on these findings, sustainable maize cultivation is recommended to apply balanced fertilization consisting of 700 kg ha⁻¹ of manure and 350 kg ha⁻¹ of NPK fertilizer. Jagung termasuk bahan pangan penting di Indonesia sebagai penyedia sumber karbohidrat. Teknik bertanam melalui penentuan jarak tanam optimal dan keseimbangan pupuk organik anorganik diharapkan meningkatkan produksi tanaman. Pengaturan jarak tanam serta keseimbangan antara pemupukan organik dan anorganik pada tanaman jagung perlu diterapkan untuk mengkaji ukuran jarak tanam dan dosis pupuk organik-anorganik yang tepat sehingga menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung yang optimal. Percobaan lahan pada bulan Oktober sampai Desember 2024 di Desa Sumberjo Kec. Sutojayan Kabupaten Blitar yang terletak pada ketinggian 137 m dpl (dataran rendah), suhu 23℃ sampai 28℃. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dua faktor, pengulangan sebanyak tiga kali. Faktor pertama perlakuan ukuran jarak tanam, terdiri atas: 100×20 cm (J1), 75×20 cm (J2), dan 50×20 cm (J3), sedangkan factor lainnya adalah pemupukan organik-anorganik meliputi pupuk kandang 700 kg ha-1 tanpa NPK (P1), pupuk kandang 700 kg/ha dan NPK 350 kg ha-1(P2), dan 350 kg ha-1 pupuk kandang + NPK 350 kg ha-1 (P3). Variabel pengamatan meliputi panjang tongkol. Bobot tongkol dengan kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, berat biji per tanaman, tinggi tanaman, luas daun, dan jumlah daun. Data hasil pengmatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% apabila hasil signifikan. Perlakuan jarak tanam dan kombinasi pemupukan tidak menunjukkan interaksi yang nyata pada semua variabel pengamatan. Perlakuan jarak tanam tidak memperlihatkan pengaruh yang signifikan secara nyata baik pada variabel pertumbuhan maupun hasil jagung. Kombinasi pupuk kandang 700 kg ha-1 dan NPK 350 kg ha-1 berpengaruh signifikan terhadap semua variabel yang diamati. Berdasarkan penelitian tersebut, dalam budidaya tanaman jagung berkelanjutan direkomendasikan dengan pemupukan berimbang yaitu pupuk kandang sebesar 700 kg ha-1 dan NPK sebesar 350 kg ha-1.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Berbagai Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam Purwanti , Puri Dwi; Junaidi, Junaidi; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7262

Abstract

Shallot is a key horticultural commodity in Indonesia, with productivity largely determined by cultivation practices, especially fertilization and planting spacing. This study evaluated the effects of different NPK fertilizer rates and planting spacings on shallot growth and yield. The experiment was carried out from April to June 2024 on alluvial paddy-field soil in Mlorah Village, Rejoso District, Nganjuk Regency, using a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors.The first factor was NPK fertilizer rate: 120 (M1), 180 (M2), and 200 (M3) g/m². The second factor was planting spacing: 15×15 cm (J1), 15×20 cm (J2), and 15×25 cm (J3). The two experimental factors generated nine treatment combinations with three replications, resulting in 27 experimental units. The measured variables included plant height, leaf number, tiller number, fresh and dry biomass weight, and consumable bulb weight. Data were subjected to analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, and when significant differences were observed, the Least Significant Difference (LSD) test at 5% was applied. The results indicated a significant interaction between NPK fertilizer rate and planting spacing on leaf number at 15 days after planting (DAP), with the combination of 200 g/m² NPK and 15 × 25 cm spacing producing the highest leaf count (3.60 leaves). However, no significant interaction was observed for plant height or leaf number at 25 and 35 DAP. The NPK rate of 200 g/ m² independently produced the greatest plant height at 15 DAP (17.58 cm). Bawang merah (Allium cepa L.)  merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia, dengan produktivitas yang sangat dipengaruhi oleh penerapan teknik budidaya, khususnya pemupukan dan pengaturan jarak tanam. Pengaruh variasi dosis pupuk NPK dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan serta produksi bawang merah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Kegiatan penelitian dilakukan Bulan April hingga Juni 2024 di persawahan Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dengan jenis tanah Aluvial. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor. Faktor pertama berupa dosis pupuk NPK dengan tiga taraf, yaitu 120 g/m² (M1), 180 g/m² (M2), dan 200 g/m² (M3). Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri atas 15 × 15 cm (J1), 15 × 20 cm (J2), dan 15 × 25 cm (J3). Kombinasi kedua faktor menghasilkan sembilan perlakuan yang diulang tiga kali, sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat brangkasan basah dan kering, serta bobot umbi konsumsi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5%, dan apabila menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf yang sama. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang signifikan antara dosis NPK dan jarak tanam terhadap jumlah daun pada 15 HST, kombinasi perlakuan 200 gram/m2 dengan jarak tanam 15 x 25 cm menghasilkan jumlah daun tertinggi sebesar 3,60 daun. Sedangkan pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun pada 25 dan 35 HST kombinasi perlakuan tidak terdapat interaksi yang nyata. Dosis NPK 200 gram/m2 secara mandiri meningkatkan tinggi tanaman tertinggi pada umur pengamatan 15 HST sebesar 17,58 cm.
Pengaruh Pemberian Dosis POC Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Eksa, Rena; Supandji, Supandji; Junaidi, Junaidi; Widiyono, Wahyu
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7267

Abstract

Increasing the productivity of shallot (Allium ascalonicum L.), a high-value horticultural crop, can be achieved through the application of organic-based technology. One promising innovation is the use of liquid organic fertilizer (LOF) derived from banana corms, which contains essential nutrients and decomposer microorganisms. These components help improve soil structure and enhance nutrient availability, thereby supporting plant growth. This study aims to evaluate the effect of banana corm-based LOF on shallot growth and yield, and to determine the most effective application rate. The research was conducted in Selorejo Village, Nganjuk Regency, from May to July 2024. The plants were grown in polybags, and a Completely Randomized Design (CRD) was used with six treatment levels ranging from D0 (control) to D5 (highest dose). The observed parameters included plant height, number of leaves, fresh and dry biomass weight, and dry bulb weight. The data were analyzed using ANOVA to assess treatment effects. The results showed that banana corm LOF application significantly affected several growth variables, particularly plant height at 14 days after planting (DAP), number of leaves at 21–35 DAP, dry biomass weight, and dry bulb weight. Among the treatments, the 200 ml per plant dose (D5) produced the best growth and yield performance. Therefore, this dosage is recommended as the optimal application rate for enhancing shallot production using banana corm-based LOF. Peningkatan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.), yang merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, dapat ditempuh melalui pemanfaatan teknologi berbasis organik. Salah satu inovasi yang digunakan adalah pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang, yang mengandung unsur hara penting serta mikroorganisme pengurai. Kandungan tersebut mampu memperbaiki sifat fisik tanah dan memperkaya ketersediaan nutrien, yang pada akhirnya menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh POC bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, sekaligus mengidentifikasi dosis paling efektif. Kegiatan penelitian berlangsung di Desa Selorejo, Kabupaten Nganjuk, selama bulan Mei hingga Juli 2024. Media tanam menggunakan polybag, dan rancangan percobaan yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dosis, yaitu D0 (kontrol) hingga D5 (dosis tertinggi). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan basah dan kering, serta berat umbi kering. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa POC bonggol pisang memberikan dampak signifikan terhadap beberapa aspek pertumbuhan, antara lain tinggi tanaman pada 14 hari setelah tanam (HST), jumlah daun pada 21 hingga 35 HST, serta peningkatan bobot brangkasan kering dan berat umbi kering. Dosis 200 ml per tanaman (D5) menunjukkan respons pertumbuhan dan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya, sehingga dapat direkomendasikan sebagai dosis optimal dalam budidaya bawang merah dengan pendekatan berbasis POC bonggol pisang.
Tingkat Penggunaan Pupuk Urea pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) dan Dampaknya terhadap Pertambahan Pendapatan Petani (Studi Kasus di Desa Brenggolo Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri) Umahati, Susi Nasyiatul; Andajani, Wiwiek; Rahardjo, Djoko; Muharram, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7268

Abstract

Fertilization plays a crucial role in determining rice crop productivity; however, excessive fertilizer use does not necessarily result in higher yields. This study aims to examine the relationship between urea fertilizer application and rice production among farmer groups in Kediri Regency. The objectives are: (1) to determine the amount of urea fertilizer applied by farmers during one planting season; (2) to identify the average yield per hectare; (3) to analyze the relationship between urea use and rice yield; and (4) to estimate changes in farmers’ income based on variations in fertilizer application. The research was conducted in Brenggolo Village, Plosoklaten Sub-district, focusing on the Bima Cakra Tani Farmer Group, which serves as a representative of local rice farmers. A total of 30 farmers were randomly selected from several farmer groups to represent the general conditions of fertilizer use and rice production. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s Rank Correlation to evaluate the association between the amount of urea fertilizer (Variable X) and rice yield (Variable Y). Results showed that urea application varied from 179 to 845 kg/ha, with an average of 508 kg/ha. Rice yields averaged 5,724 kg/ha, generating an income of approximately IDR10.662.064/ha at a price of IDR3.674/kg. Spearman’s test indicated a significant correlation between urea application and rice yield, where increases in fertilizer use were generally associated with higher yields, although excessive application tended to reduce productivity. Pemupukan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi produktivitas tanaman padi, namun penggunaan pupuk yang berlebihan tidak selalu sejalan dengan peningkatan hasil panen. Penelitian ini dilakukan untuk memahami hubungan antara jumlah pupuk urea yang digunakan dengan tingkat produksi padi pada kelompok tani di wilayah Kediri. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui jumlah pupuk urea yang digunakan petani padi dalam satu musim tanam; (2) mengetahui rata-rata jumlah produksi per hektar yang dihasilkan; (3) menganalisis hubungan antara jumlah pupuk urea yang digunakan dengan hasil produksi padi; serta (4) menghitung tambahan penerimaan dan pendapatan petani padi dalam satu musim tanam berdasarkan variasi jumlah pupuk urea yang diberikan. Penelitian dilaksanakan di Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, dengan fokus pada Kelompok Tani Bima Cakra Tani sebagai representasi petani padi di daerah tersebut. Sampel penelitian berjumlah 30 petani yang dipilih secara acak dari beberapa kelompok tani. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk mengetahui variasi penggunaan pupuk urea dan uji korelasi Rank Spearman untuk menguji keeratan hubungan antara jumlah pupuk urea (variabel X) dengan hasil produksi padi (variabel Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pupuk urea yang digunakan petani per hektar bervariasi antara 179 kg hingga 845 kg, dengan rata-rata 508 kg per hektar. Sebanyak 47% petani kelompok Bima Cakra Tani menggunakan urea rata-rata 508 kg/ha, sedangkan 53% lainnya menggunakan rata-rata 497 kg/ha. Produksi padi rata-rata yang diperoleh mencapai 5.724 kg/ha, dengan pendapatan sekitar Rp 10.662.064/ha pada tingkat harga Rp 3.674/kg gabah kering panen. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara jumlah pupuk urea yang digunakan dan hasil produksi padi, yang dalam beberapa kasus menunjukkan pola peningkatan, namun juga dapat berbalik menurun pada dosis yang berlebih.  
Peran Wisata Edukasi, Niat Perilaku dan Lokasi dalam Mendorong Niat Kunjungan Ulang Wisata Edukasi Berbasis Industri Lokal Suprianto, Dafani; Prayoga, Reksa Nanda; Chamro', Wardatul; Nurrohman, Aji; Try Setyo, Moch. Agung
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7269

Abstract

Local industry-based education is a form of tourism that integrates learning and recreational activities to provide meaningful experiences for visitors. The purpose of this study is to determine the roles of location, intention, and educational tourism in visitation intention, which is examined using the Theory of Planned Behavior (TPB). This study employed a quantitative, survey-based approach, distributing questionnaires to 30 third-semester students of the Faculty of Agriculture, Kadiri University, who participated in educational tourism activities at PT Rumah Atsiri Indonesia. The TPB framework was used to explain the formation of behavioral intentions that reflect attitudes, social support, and individual ability in planning return visits. The data was analyzed using multiple linear regression. The results of the analysis show that the educational tours at Rumah Atsiri Indonesia received excellent ratings, particularly in terms of the delivery of learning materials, the availability of facilities, educational value, and hands-on experience with plants and the essential oil processing process. The students' behavioral intentions were categorized as very high, reflecting a positive attitude and a strong tendency to make repeat visits. The location aspect was rated as good in terms of comfort and ease of access, although transportation convenience was still a consideration for some respondents. The students' intention to revisit was high, as demonstrated by their desire to return, participate in further educational activities, and recommend the destination to others. Overall, educational tours and location factors played a significant role in shaping the intention to revisit, with behavioral intention as a key component, as described in the Theory of Planned Behavior.  Edukasi berbasis industri lokal merupakan bentuk pariwisata yang mengintegrasikan aktivitas pembelajaran dan rekreasi sehingga mampu memberikan pengalaman bermakna bagi, pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran lokasi, niat dan peran wisata edukasi terhadap niat kunjungan yang dikaji menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 mahasiswa semester 3 Fakultas Pertanian Universitas Kadiri yang berpartisipasi dalam kegiatan wisata edukasi di PT Rumah Atsiri Indonesia. Kerangka TPB digunakan untuk, menjelaskan pembentukan, niat perilaku yang mencerminkan sikap, dukungan sosial, dan kemampuan individu dalam merencanakan kunjungan kembali. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan wisata edukasi di Rumah Atsiri Indonesia memperoleh penilaian sangat baik, khususnya pada aspek penyampaian materi pembelajaran, ketersediaan fasilitas,, nilai edukatif, serta pengalaman langsung mengenai tanaman dan proses pengolahan atsiri. Niat perilaku mahasiswa termasuk dalam ketegori sangat tinggi, yang mencerminkan sikap positif serta kecenderungan yang kuat untuk melakukan kunjungan ulang. Aspek lokasi dinilai baik dari sisi kenyamanan dan kejelasan akses, meskipun kemudahan transportasi masih menjadi pertimbangan bagi sebagian responden. Niat kunjungan ulang mahasiswa tergolong tinggi, ditunjukkan oleh keinginan, untuk kembali berkunjung, mengikuti kegiatan edukasi lanjutan, serta merekomendasikan destinasi kepada pihak lain. Secara keseluruhan, wisata edukasi dan faktor lokasi memiliki berperan yang signifikan dalam membentuk niat untuk melakukan nkunjungan ulang, dengan niat perilaku sebagai komponen kunci sebagaimana dijelaskan dalam kerangka Theory of Planned Behavior.
Kajian Kesiapan Komponen Wisata dalam Mendukung Pengembangan Wisata Pertanian di Desa Samiran, Boyolali Kurniawan, Heru; Chamro', Wardatul; Firnanda, Arya Bagus; Putri, Dinda; Mayda, Trika
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7270

Abstract

Agriculture-based tourism is an important approach to supporting rural and agricultural development. To ensure its sustainability, this study aims to assess the readiness of tourism components in supporting the development of agrotourism, using a case study of Samiran Village, Selo District, Boyolali. The research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis is conducted descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that Samiran Village possesses all the components of tourism and is well prepared to support the development of agriculture-based tourism. This study recommends enhancing agricultural-based tourism, optimizing the sale of agricultural products to tourists, and developing educational tourism related to dairy cattle farming. Wisata berbasis pertanian merupakan upaya penting dalam pengembangkan pembangunan desa dan pertanian. Untuk menjaga keberlangsungan wisata tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan komponen wisata dalam mendukung pengembangan wisata pertanian studi kasus di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Samiran telah memiliki komponen wisata yang lengkap dan siap mendukung pengembangan wisata berbasis pertanian. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan aktivitas wisata pertanian, optimalisasi penjualan produk pertanian kepada wisatawan, serta pengembangan wisata edukasi peternakan sapi perah.

Page 11 of 11 | Total Record : 109