cover
Contact Name
Dian Kartika Sari
Contact Email
diankartikasari1989@gmail.com
Phone
+628568589020
Journal Mail Official
batikmu21@gmail.com
Editorial Address
LPPM UMPP, Gedung Rektorat UMPP Jl. Raya Pekajangan No 1A, Kecamatan Kedungwuni, Kabupateh Pekalongan, Kode Pos 51173
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Batik-Mu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27766888     DOI : 10.48144
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel pengabdian masyarakat bidang kesehatan meliputi keperawatan, kebidanan, farmasi, fisioterapi, kesehatan masyarakat dan kesehatan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan adalah hasil ulasan ilmiah yang baru. Artikel yang dimuat dijurnal batikmu merupakan artikel yang telah melalui proses review, keputusan diterima atau tidak merupakan hak redaksi.
Articles 83 Documents
PELATIHAN KADER GERAKAN PEDULI STROKE (GPS) Rifaatul Mahmudah; Rian Tasalim; M Basit; Muhammad Riduansyah; M Sandi Suwardi; Indra Budi
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1176

Abstract

AbstrakStroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi akibat gangguan aliran darah pada otak,baik karena adanya sumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah, sehingga mengakibatkantidak terpenuhinya suplai nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan otak. Stroke secara umum dapatsembuh secara sempurna, akan tetapi stroke juga dapat sembuh dengan kecacatan ataupunmengakibatkan kematian bagi penderitanya. Tujuan pengabdian masyarakat yaitu untukmemberikan pengetahuan kepada para kader tentang konsep hipertensi, stroke, vital sign dandokumentasi tindakan. Jumlah kader yang terlibat yaitu sebanyak 3 orang. Sebelum diberikapelatihan kader mendapatkan pre-test, dan sesudah selesai materi para kaderpun mendapatkanpost-test. Pelatihan dilaksanakan secara ofline di kampus universitas sari mulia. Uji statistic yangdigunakan yaitu uji t-test. Hasil uji menunjukan bahwa terdapat pengaruh sebelum dan sesudahmendapatkan pelatihan dengan nilai p-value 0.020. Pengetahuan para kader sangat bergunasebagai perpanjangan tangan pelayanan dari puskesmas.Kata kunci: Kader, Stroke, Pelatihan Abstract[STROKE CARD MOVEMENT CADRE TRAINING] Stroke is a brain function disorder that occurs due todisruption of blood flow to the brain, either due to blockage or rupture of blood vessels, resulting in theunfulfilled supply of nutrients and oxygen needed by the brain. In general, strokes can heal completely, butstrokes can also be cured with disability or cause death for the sufferer. The purpose of community service isto provide knowledge to cadres about the concepts of hypertension, stroke, vital signs and documentation ofactions. The number of cadres involved is 3 people. Before being given the training, the cadres get apre-test, and after the material is finished, the cadres also get a post-test. The training was carried out offlineat the Sari Mulia University campus. The statistical test used is the t-test. The test results show that there isan effect before and after receiving training with a p-value of 0.020. The knowledge of the cadres is veryuseful as an extension of the service arm of the puskesmas.Keywords: Cadre, Stroke, Training
SCREENING PERTUMBUHAN BALITA DAN ANAK DI TPA Sr. AGUSTIN PONTIANAK Lina Astuty; Ega Devira; Dominika Pira
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1177

Abstract

AbstrakKeadaan gizi yang baik dan sehat pada masa balita merupakan fondasi penting bagi kesehatan di masa depan.Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005- 2017 adalah 36,4%. (Kemekes RI. 2018). Berdasarkanhasil SSGI 2021, stunting di provinsi Kalimantan Barat berada di 29,8% dibanding standar nasional yaitu 24%.Khusus kota Pontianak sudah mengalami penurunan pada tahun 2019 stunting di angka 15,7 % dan 2021 turunmenjadi 7,1%. Berdasarkan data diatas penulis melakukan beberapa pemeriksaan seperti : mengukur Berat badan,tinggi badan dan pemeriksaan lain yang menunjang untuk screening pertumbuhan anak di TPA dan PAUDSr.Agustin Pontianak yang dilaksanakan pada bulan Januari 2022. Dari hasil pemeriksaan didapatkan 23 orang anakmengalami pertumbuhan yang baik, meskipun sebagian waktu mereka dihabiskan dipenitipan.Kata kunci : Screening, Pertumbuhan, TPA Abstract[TOODLER AND CHILD GROWTH SCREENING] Good and healthy nutritional state during infancy is an importantfoundation for future health. The average prevalence of stunting under five in Indonesia in 2005-2017 was 36.4%.(Kemenkes RI. 2018). Based on the results of the 2021 SSGI, stunting in the province of West Kalimantan is at29.8% compared to the national standard of 24%. Especially for the city of Pontianak, stunting has decreased in 2019at 15.7% and in 2021 it has decreased to 7.1%. Based on the data above, the authors carried out severalexaminations such as: measuring weight, height and other examinations that support the screening of children'sgrowth at the TPA and PAUD Sr. Agustin Pontianak which was held in January 2022. From the results of theexamination, it was found that 23 children experienced good growth. , even though some of their time is spent in thecustodyKeywords: Screening, Growth, Child Care
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DI DUSUN SANGKU DESA PANCAROBA KECAMATAN AMBAWANG TAHUN 202 Tri Maharani; Therecia Wijayati; Gea Risti Septiani
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1178

Abstract

AbstrakKematian ibu di Indonesia sebagian besar terjadi pada saat kehamilan, persalinan dan nifas sebesar90% pada tahun 2014. Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan sebesar 28%, eklamsiasebesar 24%, infeksi sebesar 11%. Penyebab tidak langsung adalah kurang energi kronik selamakehamilan sebesar 37% dan anemia kehamilan sebesar 40% (Depkes RI, 2017). Faktor lain yangmelatarbelakangi kematian ibu adalah kondisi tiga terlambat, yakni terlambat dalam memeriksakankehamilan, mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat dalam memperolehpelayanan persalinan dari tenaga kesehatan, dan terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saatdalam keadaan emergensi (Kemenkes RI, 2017). Pelaksanaan penyuluhan yang terdiri dari pemberianpre test untuk mengukur pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya selama kehamilan di lanjutkandilanjutkan dengan penyampaian materi terkait Tanda Bahaya selama masa kehamilan dan di sesiakhir, peserta diberikan soal post test. Jumlah peserta yang hadir adalah 61 ibu hamil yang berada diDusun Sangku Desa Pancaroba. Di awal kegiatan didapatkan sebelumnya hanya 11 peserta yangmemiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tetapi di akhir program, setelah dilakukan post test didapatkanada 39 peserta dengan pengetahuan yang tinggi tentang tanda bahaya masa kehamilan.Kata Kunci : Penyuluhan, pengetahuan, Tanda Bahaya, Kehamilan Abstract[INCREASING KNOWLEDGE OF PREGNANT MOTHERS ABOUT THE HAZARD SIGN OFPREGNANCY THROUGH EXTENSION ACTIVITIES IN SANGKU HAMLET PANCAROBAVILLAGE, AMBAWANG DISTRICT IN 2022] Maternal mortality in Indonesia mostly occurredduring pregnancy, childbirth and postpartum by 90% in 2014. The direct causes of maternal deathwere bleeding by 28%, eclampsia by 24%, infection by 11%. Indirect causes are chronic energydeficiency during pregnancy by 37% and anemia in pregnancy by 40% (Depkes RI, 2017).Another factor behind maternal death is the condition of three being late, namely being late for apregnancy check, recognizing danger signs and making decisions, being late in obtainingdelivery services from health workers, and being late in arriving at a health facility during anemergency (Kemenkes RI, 2017). The implementation of the counseling which consisted ofgiving a pre-test to measure the knowledge of pregnant women about danger signs duringpregnancy was continued with the delivery of material related to Danger Signs during pregnancyand in the final session, participants were given post-test questions. The number of participantswho attended were 61 pregnant women in Sangku Hamlet, Pancaroba Village. At the beginningof the activity, it was found that previously only 11 participants had a high level of knowledge butat the end of the program, after the post test, it was found that there were 39 participants withhigh knowledge about the danger signs of pregnancyKeywords : Explanation, knowledge, hazard sign, pregnancy
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI ERA PANDEMI PADA IBU-IBU WARGA DESA SUNGAI RENGAS, KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT TAHUN 2022 Therecia Wijayati; Tri Maharani; Ena Kristina
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1179

Abstract

AbstrakPada masa pandemi masyarakat Indonesia diharuskan hidup dengan tatanan hidup baru, yang dapat‘berdamai’ dengan COVID-19. Adapun yang dimaksud dengan New Normal adalah suatu tindakan atauperilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untukmelakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bila halini tidak dilakukan, akan terjadi risiko penularan. Tujuan dari New Normal adalah agar masyarakattetap produktif dan aman dari Covid-19 di masa pandemi. Selanjutnya agar New Normal lebih mudahdiinternalisasikan oleh masyarakat maka “New Normal” dinarasikan menjadi “Adaptasi Kebiasaan Baru”.Maksud dari Adaptasi Kebiasaan Baru adalah agar kita bisa bekerja, belajar dan beraktivitas denganproduktif di era Pandemi Covid-19. Tujuan: Memberikan peningkatan pengetahuan Adaptasi KebiasaanBaru di era Pandemi. Metode: ceramah dan diskusi Hasil: Seluruh peserta penyuluhan dan masyarakatmenyadari bahwa virus COVID 19 merupakan virus yang berbahaya, yang tadinya merasa bahwa virustersebut hal yang biasa. Dengan adanya informasi melalui pendidikan kesehatan tentang adaptasimasyarakat sudah mulai terbiasa mengikuti protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru di era pandemiini. Dampak positif dari kegiatan ini yaitu masyarakat menjadi berantusias dan mau menerapkan protokolkesehatan di era pandemi ini. Kesimpulan: Masyarakat dan seluruh peserta penyuluhan menyadaribahwa informasi kesehatan tentang adaptasi kebiasaan baru di era pandemi sangat penting, harusdiketahui dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakatKata Kunci: covid, adaptasi Abstract[EFFORTS TO INCREASE KNOWLEDGE ABOUT THE ADAPTATION OF NEW HABITS IN THEPANDEMIC ERA OF MOTHERS OF SUNGAI RENGAS VILLAGE, KUBU RAYA, WEST KALIMANTAN2022] During the pandemic, Indonesian people are required to live with a new order of life, which can'make peace' with COVID-19. What is meant by New Normal is an action or behavior carried out by thecommunity and all institutions in the area to carry out daily patterns or new work patterns or lifestyles thatare different from before. If this is not done, there will be a risk of transmission. The purpose of the NewNormal is to keep people productive and safe from Covid-19 during the pandemic. Furthermore, so that theNew Normal is more easily internalized by the community, "New Normal" is narrated as "Adaptation of NewHabits". The purpose of Adapting New Habits is so that we can work, study and do activities productively inthe era of the Covid-19 Pandemic.Objective: To provide increased knowledge of Adaptation of New Habitsin the Pandemic era. Method: lecture and discussionResult: All counseling participants and the communityrealized that the COVID 19 virus was a dangerous virus, which previously felt that it was a normal virus.With the information through health education about adaptation, people have started to get used tofollowing the health protocols for adapting new habits in this pandemic era. The positive impact of thisactivity is that the community becomes enthusiastic and willing to implement health protocols in thispandemic era. Conclusion: The community and all extension participants realize that health informationabout adapting new habits in the pandemic era is very important, it must be known and implemented bythe whole community.Keywords: covid, adaptation
EDUKASI SENAM KAKI DIABETES DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENDERITA DIABETES MELLITUS Rahmawati Dian Nurani; Agus Waluyo
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1180

Abstract

AbstrakDiabetes Melitus tipe 2 terjadi akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pancreas atau akibat penurunanjumlah produksi insulin (resistensi insulin). Komplikasi dapat terjadi jika tidak ada terapi yang diberikan dandibiarkan terus menerus. Pencegahan komplikasi tersebut dapat teratasi dengan salah satu pilarpenatalaksananan diabetes yaitu latihan jasmani atau olahraga melalui latihan senam kaki diabetes. Senamkaki berguna untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki.Kegiatan ini dilakukan berupa edukasi dan demonstrasi menggunakan leaflet dan power point yang dihadiri25 peserta. Hasil kegiatan yang telah terlaksana ini dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatanpengetahuan peserta tentang manfaat dan pentingnya Latihan senam kaki dalam mencegah komplikasipada pasien diabetes mellitus.Kata kunci: Diabetes mellitus; Senam kaki diabetes; edukasi Abstract[EDUCATION OF DIABETES FOOT EXERCISE IN COMPLICATION PREVENTION DIABETESMELLITUS PATIENT] Type 2 diabetes mellitus occurs due to a decrease in insulin secretion by pancreaticbeta cells or due to a decrease in the amount of insulin production (insulin resistance). Complications canoccur if no therapy is given and allowed to continue. Prevention of these complications can be overcome byone of the pillars of diabetes management, namely physical exercise or sports through diabetes footexercises. Leg exercises are useful for preventing injuries and helping blood circulation in the legs. Thisactivity was carried out in the form of education and demonstration using leaflets and power points whichwas attended by 25 participants. The results of the activities that have been carried out can be concludedthat there is an increase in participants' knowledge about the benefits and importance of foot exercise inpreventing complications in patients with diabetes mellitus.Keywords: Diabetes Mellitus; Diabetes Foot Exercise; Education
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT INOVATIF BUDIDAYA BELUT DI DESA PAKU ALAM DENGAN PENDEKATAN PENTA HELIX Angga Irawan; Muhammad Riduansyah
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1181

Abstract

AbstrakPersoalan kemiskinan kini menjadi permasalahan negara yang sedang berkembang dan menjadipersoalannya sama namun dimensinya berbeda. Permasalahan yang dihadapi masyarakat semakinkompleks yang berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan seperti agama, budaya, social, ekonomidan politik. Kegiatan budidaya pengembangan usaha perikanan merupakan sektor yang telah lamamenopang pengembangan ekonomi, terutama ikut serta dalam memberdayakan pembudidaya ikankhususnya skala kecil. Budidaya belut secara ekonomi desa diproyeksikan seperti pusat pemberdayaanekonomi masyarakat pedesaan berbasis potensi desa, mulai dari pemetaan potensi desa, pengelolaanpotensi desa hingga menjadi perubahan ekonomi bagi masyarakat desa dalam pemasaran potensi yangtelah dikelola. Dalam perkembangannya budidaya belut sampai dengan sekarang, dalam usahanya kurangmenggembirakan dan kecenderungan mulai menurun. Kondisi saat ini teknologi yang digunakan tidak lagibudidaya belut dalam kolam terpal akan tetapi belut dipelihara dalam dengan ukuran kecil (2x3x1) meterdengan memanfaatkan lahan kosong yang yang tidak termanfaatkan atau kurang produktif. Tujuanpemberdayaan adalah Peningkatan kapasitas kemampuan kelompok masyarakat dalam mengelola usahabudidaya belut dalam ukuran minimalis, melalui kegaiatan penyuluhan dan implementasi pembuatan kolambelut yang diselenggarakan akan memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat. Pendekatanpemberdayaan meliputi sosialisasi, identifikasi lokasi dan Inventarisasi serta verifikasi. Pengenalanteknologi Keramba Terpal Minimalis di masyarakat Desa diterima dengan antusias sekali, bahkan mintadidampingi mulai proses pembuatan kontruksi kolam belut minimalis sampai dengan teknologi budidayanya.Kunci dari teknologi kolam terpal minimalis adalah pola pemberian pakan yang optimal denganmenggunakan pakan alam.Kata kunci: Pemberdayaan, Budidaya, Penta helix AbstractThe problem of poverty is now a problem for developing countries and the problem is the same but thedimensions are different. The problems faced by society are increasingly complex which have an impact onvarious aspects of life such as religion, culture, social, economy and politics. Aquaculture activities forfishery business development are a sector that has long supported economic development, especiallyparticipating in empowering fish cultivators, especially small scale. Eel farming economically in the village isprojected as a center for rural community economic empowerment based on village potential, starting frommapping village potential, managing village potential to becoming economic change for rural communitiesin marketing the managed potential. In the development of eel cultivation until now, the business is notencouraging and the trend is starting to decline. The current condition of the technology used is no longereel cultivation in tarpaulin ponds, but eels are kept in small sizes (2x3x1) meters by utilizing vacant land thatis not utilized or less productive. The purpose of empowerment is to increase the capacity of communitygroups in managing eel cultivation in a minimalist size, through outreach activities and implementation ofmaking eel ponds that will have an impact on the community's economy. The empowerment approachincludes socialization, location identification and inventory as well as verification. The introduction ofMinimalist Tarpaulin Cage technology in the village community was received with great enthusiasm, evenasking for assistance from the process of making a minimalist eel pond construction to its cultivationtechnology. The key to minimalist tarpaulin pond technology is optimal feeding patterns using natural food.Keywords: Empowerment, Cultivation, Penta helix
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TENTANG HIV/AIDS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU SEKS BEBAS Aida Rusmariana; Wiwiek Natalya
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1182

Abstract

AbstrakRemaja merupakan kelompok yang rentan terhadap terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan sekssehingga akan berpotensi berperilaku seks bebas apabila kurang mendapat informasi tentang akibat dariperilaku seks bebas yaitu seperti penyakit HIV/AIDS. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untukmeningkatkan pengetahuan HIV/AIDS, bahaya perilaku seks bebas sehingga diharapkan dapatmeningkatkan motivasi remaja dalam mencegah perilaku seks bebas Pelaksanaannya peserta dilakukanpre test dan post test untuk melakukan evaluasi hasil dari kegiatan ini. Jumlah peserta 20 orang remajaberusia 15-19 tahun. Hasil dari pelatihan ini adalah terjadi peningkatan yang signifikan motivasi remajadalam mencegah perilaku seks bebas yaitu sebelumnya hanya 1 orang (5%) dengan motivasi baik, 11 orang(55%) dengan motivasi sedang dan sebanyak 8 orang (40%) dengan motivasi kurang. Setelah dilakukanedukasi didapatkan hasil sebanyak 18 orang (90%) dengan motivasi baik dan hanya 2 orang 10%) denganmotivasi cukup sedangkan dengan hasil motivasi kurang tidak ditemukan. Pengetahuan dan informasitentang HIV/AIDS penting diberikan kepada remaja untuk mencegah perilaku seks bebas dan diharapkanpara remaja ini dapat memberikan informasi kepada teman sebaya lainnya tentang HIV/AIDS.Kata kunci: remaja, HIV/AIDS, motivasi, perilaku seks bebas Abstract[ADOLESCENTS REPRODUCTION HEALTH EDUCATION OF HIV/AIDS TO INCREASE THEIRMOTIVATION IN PREVENTING FREE SEX BEHAVIOR] Adolescents are a group who is vulnerable tosexual deviation and abuse, so they have the potential to have free sex if they are not well informed, andcan lead to diseases such as HIV/AIDS. This activity aims to increase knowledge of HIV/AIDS, and thedangers of free sex behavior so that it is expected to increase the motivation of adolescents in preventingthe behavior. Pre-test and Post-test were conducted to all the participants; 20 teenagers in their 15-19years old. The result showed there is significant increasing of their motivation in preventing the behaviorstated before. Only one person (5%) has good motivation, 11 people (55%) have moderate one, andremaining 8 people (40%) have low one before having education. After, 18 people (90%) have goodmotivation and only two people (10%) have adequate one. Besides, there is none who has less motivation.The knowledge and information of HIV/AIDS is really important given to the teenagers to prevent them inhaving free sex. Thus, this activity will encourage them to share with their friends about obtainedinformation such as the danger of HIV/AIDS.Keywords: Adolescents, HIV/AIDS, motivation, free sex behavior
IDENTIFIKASI KESEHATAN IBU DI DAERAH TERDAMPAK ROB DESA KARANGJOMPO KABUPATEN PEKALONGAN EMI NURLAELA; Kamelia Mardiana; Herlina Mia Marriza; Septiana Budi Setyaningrum; Riesma Damayanti; Agustina Intan Pramita; Faqih Agutian; Dian Kartikasari
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i2.1203

Abstract

Kondisi Rob di berbagai daerah Pekalongan sampai sekarang masih terjadi termasuk di desa Karangjompo Kabupaten Pekalongan. Hal ini menjadi masalah seluruh masyarakat termasuk ibu-ibu yang tinggal di daerah tersebut. Kesehatan Ibu di wilayah karangjompo perlu diidentifikasi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak pihak terkait termasuk departemen kesehatan yang dalam hal ini Puskesmas Tirto Kabupaten Pekalongan. Pengabdian masyarakat ini berupa pemeriksaan kesehatan diantaranya pemerikaan tekanan darah, nadi, suhu tubuh, saturasi oksigen, kadar gula darah sewaktu. Kegiatan dilakukan pada ibu-ibu kelompok pengajian, maupun pada kunjungan dari rumah ke rumah selama dua minggu. Hasil pemeriksaan menunjukkan banyaknya ibu-ibu dengan tekanan darah sistole tinggi 63%, tekanan darah diastole tinggi 65% dan kadar gula darah tinggi. 58,8%. Frekuensi nadi dikatakan takikardi 9,3%, Saturasi oksigen kurang 2,7%. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penyuluhan mengenai  penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus serta penatalaksanaannya diet makananan, relaksasi otot progresif dan senam kaki DM. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mendapat respon positif baik dari ibu-ibu yang hadir maupun perangkat desa setempat. Sebanyak 30,95% audiens bertanya mengenai materi tersebut. Saran bagi tenaga kesehatan untuk dapat mengidentifikasi penyebab penyakit yang banyak timbul & mengatasi kondisi psikologis akibat kondisi rob yang mempengaruhi masyarakat.
EDUKASI TERAPI TIDUR UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI Wiwiek Natalya; Aida Rusmariana; Ratnawati; Sugiharto
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i2.1207

Abstract

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan terjadinya stroke, gagal jantung, gagal ginjal dan kematian. Terapi farmakologis dan terapi non farmakologis yang teratur dapat menekan terjadinya komplikasi pada orang yang mengalami hipertensi. Terapi nonfarmakologis yang dapat menurunkan tekanan darah antara lain adalah terapi tidur. Terapi ini sangat efektif.meningkatkan kualitas tidur yang berdampak pada penurunan tekanan darah pada hipertensi. Salah satu desa yang mengalami peningkatan jumlah kasus Hipertensi adalah desa Bugangan. Desa Bugangan merupakan desa yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II. Hipertensi merupakan kasus tertinggi di desa Bugangan. Sebagian besar klien hipertensi adalah Lanjut Usia (Lansia). Permasalahan mitra yang terjadi adalah jumlah kasus hipertensi di desa Bugangan, setiap tahun meningkat. Jumlah yang mengalami stroke akibat hipertensi juga meningkat. Pengetahuan kader dan masyarakat tentang hipertensi dan pengelolaannya masih rendah. Solusi permasalahan yang ditawarkan adalah memberikan edukasi pada kader dan klien hipertensi mengenai terapi nonfarmalokogis untuk menurunkan tekanan darah yaitu terapi tidur. Pengabdian masyarakat dikuti 30 orang yang terdiri dari Kader Kesehatan dan klien hipertensi, setelah diberikan edukasi sebagian besar (96,7%) pengetahuan tentang hipertensi baik dan mampu mendemonstrasikan prosedur terapi tidur dengan benar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA MAHASANTRI PONPES ‘ASYIYAH KEDUNGMUNDU MELALUI BAKERY CLINIC COOKING Siti Aminah; Wikanastri Hersoelistyorini; Muhammad Rully Syahirul Alim; Rully Amrullah
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i2.1242

Abstract

Kompetensi kewirausahaan menjadi salah satu yang harus dipenuhi untuk membentuk karakter santri yang mandiri, kuat dan siap menghadapi tantangan yang semakin berat. ‘Aisyiyah Kedungmundu mempunyai pondok pesantren yang menampung Mahasiswa yang memerlukan soft skill kewirausahaan.  Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pembekalan keterampilan bidang pangan, khususnya produk bakery. Permasalahan yang dihadapi ponpes ‘Aisyiyah Kedungmundu adalah santri belum mempunyai ketrampilan dalam pengolahan bakery serta keterbatasan sumber sumber daya Ponpes Aisyiyah untuk memberikan pembekalan dan penguatan ketrampilan pengolahan produk pangan.  Program Kemitraan Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk: memberikan pengenalan teknologi pengolahan produk bakery (bakery clinic cooking) dan meningkatkan keterampilan dalam pengeolahan bakery. Metode kegiatan dilakukan dengan cara ceramah untuk materi teori dan praktikum pembuatan produk bakery. Secara umum kegiatan berjalan dengan baik, seluruh peserta tertarik dan sangat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Produk yang dihasilkan berupa: roti manis (pisang coklat, selai, coklat, dan sosis), pizza, donat dan browis kukus. Peserta menyatakan bahwa kegiatan ini penting dan bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.